NovelToon NovelToon
Dewa Pedang Di Dunia Modern

Dewa Pedang Di Dunia Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Isekai / Dunia Masa Depan
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Zhang Lin dikenal sebagai "Dewa Pedang" dari Dinasti Yin; ketika dia sedang menjalankan sebuah misi, dia tiba-tiba dihadapkan dengan sebuah pengkhianatan dari negerinya sendiri hingga membuatnya meregang nyawa.

Namun, bukannya langsung meninggal dan pindah ke alam baka—Zhang Lin justru mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia modern yang di mana semua orang hidup dengan cara yang cepat.

Di dunia modern, Zhang Lin bertemu dengan Li Na—seorang asisten editor di salah satu penerbit besar.

Kehidupan kerja Li Na begitu berat, dan sejak kecil dia telah terkenal karena nasib buruknya; namun, ketika bersama dengan Zhang Lin, nasib buruk itu berganti dengan keberuntungan—namun, keberuntungan itu datang bersamaan dengan bayangan kematian yang mengintainya dan Zhang Lin dari kejauhan.

...
Untuk mendapatkan update ilustrasi karakter, bisa follow akun sosmed author, ya!
FB : Refinawriters
IG : Refinawriters_
TT :refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lin Yi

​"Aaaaaaaa!!!"

​Suara teriakan histeris dari Li Na dan juga Zhang Lin menggema dengan sangat keras di dalam rumah kecil itu. Li Na dengan cepat membalikkan badannya dan menutup kedua matanya dengan tangan, sedangkan Zhang Lin yang baru sadar dengan kesalahannya langsung melompat mundur kembali ke dalam kamar mandi dengan wajah yang memerah karena malu.

​"K-kamu... kenapa kamu keluar tanpa baju begitu?! Dasarrr mesum!" teriak Li Na dari luar kamar mandi dengan jantung yang berdegup sangat kencang.

​"Ma-maafkan aku! Aku benar-benar lupa jika saat ini aku tidak sedang berada di barak militer!" sahut Zhang Lin dari balik pintu kamar mandi dengan suara yang tidak kalah panik.

Tepat ketika suasana di dalam rumah itu sedang sangat kacau dan juga canggung, tiba-tiba saja pintu depan rumah terbuka dengan kasar.

​BRAKK!

​"Kak Li Na! Ada apa?! Kenapa kamu berteriak—"

Perkataan pemuda itu terhenti seketika melihat apa yang terjadi—berusaha memahami situasi. Pemuda itu adalah Lin Yi, adik kandung Li Na yang memang sangat jarang pulang ke rumah.

Lin Yi menatap kakaknya yang sedang berdiri di depan kamar mandi dengan wajah memerah, lalu pandangannya beralih ke pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, memperlihatkan sosok Zhang Lin yang sedang dalam kondisi setengah telanjang.

Seketika itu juga, suasana di dalam rumah kecil itu menjadi sangat tegang.

​"Kak... siapa dia? Dan kenapa dia tidak pakai baju di rumah kita?!" tanya Lin Yi. Tatapan matanya bergantian menatap Li Na dan Zhang Lin dengan penuh rasa curiga.

Li Na benar-benar langsung lemas seketika. Nasib buruk memang sangat suka dengan dirinya. Dan buktinya, baru saja pagi datang, kesialan sudah menimpa dirinya.

Hubungannya dengan Lin Yi memang tidak baik. Namun, bagi dua saudara yang sejak kecil hidup bersama tanpa orangtua... masing-masing dari mereka telah mengambil peran orang tua itu sendiri, dan kedatangan adiknya yang tiba-tiba ini benar-benar membuat situasi menjadi semakin rumit.

​"Lin Yi, ini... ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Aku bisa jelaskan!" ujar Li Na mencoba untuk menenangkan adiknya.

​"Diam! Aku tidak mau dengar penjelasan apa-apa sebelum pria itu memakai bajunya!" potong Lin Yi dengan tegas. Dia kemudian menunjuk ke arah Zhang Lin. "Kamu! Cepat pakai bajumu sekarang dan keluar ke ruang tengah!"

Melihat aura permusuhan yang dipancarkan oleh Lin Yi, Zhang Lin tidak memiliki pilihan lain selain patuh.

Zhang Lin memakai pakaian Lin Yi yang sebelumnya ia pakai, kemudian bersimpuh di hadapan Lin Yi bersama dengan Li Na. Seakan-akan mereka berdua telah melakukan dosa besar.

Beberapa menit kemudian, ketiganya sudah duduk di ruang tengah yang sempit. Lin Yi duduk di sofa tunggal sambil melipat kedua tangannya di dada, bertindak layaknya seorang hakim.

​"Sekarang, jelaskan kepadaku. Siapa dia, dan kenapa dia bisa ada di rumah ini?" tanya Lin Yi dengan tatapan mata yang tajam menusuk ke arah Zhang Lin.

​"Dia... dia adalah Zhang Lin. Aku tidak sengaja menabraknya kemarin, dan pihak rumah sakit memaksaku untuk merawatnya karena kondisinya yang... sedikit tidak stabil. Jika aku menolak, rumah sakit akan melaporkanku ke polisi," jawab Li Na jujur, mencoba menjelaskan situasinya sejelas mungkin agar adiknya tidak salah paham.

Lin Yi mengernyitkan keningnya, kemudian mengalihkan pandangannya sepenuhnya kepada Zhang Lin.​​

"Baik. Aku mengerti jika memang Kakak merawat dia untuk bertanggung jawab; tetapi kenapa dia harus menggunakan pakaianku? Kan bukan aku yang menabrak dia. Lalu kenapa malah aku yang direpotkan? Jika pihak rumah sakit meminta Kakak bertanggung jawab, maka seharusnya dia menggunakan pakaian Kakak dan bukannya pakaianku!" seru Lin Yi.

Mendengar omong kosong yang baru saja diucapkan oleh Lin Yi, Li Na langsung merasa emosi dan langsung menerjangnya sambil menarik rambutnya kuat-kuat sehingga pemuda itu berteriak kesakitan.

Di sisi lain, Zhang Lin yang hanya bisa menonton kebutalan dua bersaudara itu... ia hanya bisa mengambil beberapa langkah mundur untuk menjauh dari mereka berdua agar tidak ikut terlibat dalam pertengkaran berdarah itu.

"Pertengkaran mereka berdua jelas lebih menakutkan daripada perang sungguhan," gumam Zhang Lin.

Pada saat itu Zhang Lin tidak menyadari jika apa yang dia ucapkan secara spontan didengar langsung oleh Lin Yi.

"Barusan kamu bilang apa? Lebih seram dari pada perang sungguhan? Memangnya kamu sudah pernah pergi berperang sungguhan?" tanya Lin Yi.

Zhang Lin dengan bangga mengganggukan kepalanya dan kemudian menceritakan bagaimana luar biasanya dirinya di tengah medan perang.

"Tentu saja. Aku pernah berperang beberapa kali di masa lalu. Bukan hanya itu saja, tetapi aku pun juga dikenal sebagai "Dewa Pedang" karena kemampuanku. Tetapi sialnya di masa lalu aku dikhianati oleh negeriku sendiri... dan sampai sekarang aku masih merasakan sakitnya dikhianati," lirih Zhang Lin.

Pada saat Zhang Lin sedang serius mencari tekan tentang dirinya, Li Na dan Lin Yi hanya bisa saling menatap satu sama lain dengan pemikiran yang sama di kepala mereka.

"Kak, sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan kepada pemuda malang ini? Kamu benar-benar sudah membuatnya jadi seperti orang gila! Dan bagaimana cerita sampai selamanya dia tidak akan bisa sembuh dan normal kembali? Dan selama itu juga kamu harus merawatnya," bisik Lin Yi ditelinga Li Na.

Tidak senang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Lin Yi—Li Na langsung mendorong sama adik menjauh dari dirinya.

"Dasar idiot! Amit-amit deh!"

Karena perkataan spontan yang diucapkan oleh Lin Yi, hari itu Li Na tidak bisa berhenti untuk memikirkan kemungkinan buruk yang diperkirakan oleh Lin Yi. Dan bahkan karena hal itu ia tidak bisa fokus bekerja dan terus saja mendapatkan teguran dari senior dan juga atasannya.

Walaupun sebentarnya hal tersebut sudah umum terjadi kepadanya setiap hari, tetapi entah kenapa hari ini ia ingin menyalahkan seseorang atas kejadian buruk yang ia alami— dan orang itu tidak lain adalah Zhang Lin.

"Ini semua terjadi gara-gara dia! Dan mungkin semua kesialan yang aku dapatkan juga gara-gara dia!"

Ketika pikirannya ingin terus menyalahkan Zhang Lin... hati nuraninya justru mengatakan hal lain. Ketika hati nuraninya memberikan tamparan keras kepada wajahnya, saat itulah ia sadar bahwa ia tidak boleh menyalahkan orang lain atas kesialan yang ia dapat.

"Dasar bodoh! Kesialanmu bukan gara-gara dia! Sejak awal kamu memang sudah sial! Dan apa untungnya jika kamu menyalahkan orang lain atas kesialanmu? Sadarlah, Li Na! Sadar dan kemudian fokuslah bekerja!"

Untuk mengembalikan kesadarannya, Li Na menampar dirinya sendiri beberapa kali. Dan tepat setelah ia ingin kembali lagi ke dalam kantor untuk melanjutkan bekerja... tiba-tiba saja ia mendapatkan telepon darurat dari Lin Yi!

Apa yang terjadi?

...

-Bersambung-​​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!