Jenny bertemu dengan James setelah ia kehilangan sosok sahabat juga orang yang paling dia cintai, Alex, dalam sebuah kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Pertemuan pertama Jenny dan James langsung membuat keduanya saling membenci. Namun takdir malah mempertemukan mereka kembali. Jenny yang ternyata kuliah di sebuah kampus yang sama dengan James harus menghadapi kelakuan menyebalkan James yang membuatnya semakin membenci pria arogan itu.
Tapi siapa sangka, James pada akhirnya malah jatuh cinta pada Jenny. Sikapnya yang selalu menyebalkan berubah penuh perhatian untuk Jenny.
Apakah James bisa membuat rasa benci Jenny untuknya berubah menjadi CINTA?
Baca selengkapnya disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Aku Juga Mencintaimu
Jenny begitu terkejut melihat taman itu sudah dipenuhi dengan lampu dan ada ruangan indah yaitu rumah kaca di dalam taman itu dan disana sudah dipenuhi dengan bunga-bunga.
"Terimakasih." Ucap Jenny berlari dan memeluk James.
"Ini hanya hadiah kecil." Ucap James lalu mencium kening Jenny. "Dan bunga ini aku persembahkan hanya untuk kekasihku Jenny." Ucap James memberikan bunga kepada Jenny.
Jenny mengambil bunga itu dan melihat kearah James dan tersenyum.
Di bawah langit gelap, dua pasangan itu bersama menghabiskan waktu mereka satu sama lain dan semakin saling mencintai satu sama lain.
"Jenny maukah kau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?" Ucap James melihat kearah Jenny.
"Hah? James, apakah kau mau menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?" Ucap James tersenyum.
"Tentu saja aku mau." Ucap James lalu mencium Jenny.
Mereka berdua tersenyum dengan melihat satu sama lain.
Keesokan paginya...
James bangun tidur dan melihat Jenny masih tertidur dalam pelukannya dan dia hanya menginginkan hal itu setiap paginya, dengan menatap Jenny tertidur di dalam pelukannya.
Setelah beberapa saat, Jenny terbangun dan melihat James menatap kearah dirinya. Dia melihat ke arah mata James dengan tersenyum dan berkata, "selamat pagi!"
"Selamat pagi!!" Ucap James memeluk Jenny.
"Jenny, aku harus pergi bekerja hari ini." Ucap James dengan melihat kearah Jenny.
"Oh!" Ucap Jenny dengan wajah yang tampak sedih.
"Tapi, aku akan kembali secepatnya, oke." Ucap James menatap ke arah mata Jenny.
"Hmmm.... Baiklah." Balas Jenny menganggukkan kepalanya dan memeluk James.
Setelah beberapa saat, mereka berdua pun sarapan di ruang makan.
"Jenny, bisakah kau membantuku?" Ucap James memanggil Jenny.
"Baik, kemari lah." Ucap Jenny yang menarik James dan mulai memasangkan dasinya.
"Ini sudah selesai kekasihku yang tampan." Ucap Jenny tersenyum.
"Kau gadis nakal." Ucap James mencubit pipi Jenny.
Saat itu Jenny merasa bahwa Alex adalah James.
"Semoga harimu menyenangkan." Ucap Jenny melambaikan tangannya kepada James saat di depan pintu.
Tapi setelah beberapa saat, kemudian James kembali lagi.
"Kenapa kau ada di sini? Apakah kau tidak mau pergi bekerja?" Ucap Jenny tampak terkejut.
"Aku melupakan sesuatu." Ucap James seraya mendekat kearah Jenny.
"Apa itu?" Tanya Jenny melihat kearah sekeliling.
James menundukkan kepalanya dan berkata, "ciuman!"
Jenny tersenyum dan mencium pipi James dan berkata, "aku akan merindukanmu, pulanglah lebih cepat."
"Tentu, aku akan pulang lebih cepat." Ucap James mencium pipi Jenny kemudian pergi.
Ucapan Jenny membuat perasaan James begitu bahagia hari ini. Kata 'aku akan merindukanmu pulanglah lebih cepat', terus terngiang yang di kepala James.
"Aku sudah mulai merindukannya." Ucap Jenny mulai melihat ke sekeliling rumah.
"Aku harus mengatakan kepada Jasmine tentang hal ini." Ucap Jenny lalu mengambil ponselnya dan mulai menelpon Jasmine.
Jasmine bahagia untuk Jenny dan James. Dia mengucapkan selamat kepada mereka berdua dan memberikan beberapa tips kepada Jenny.
Sekarang sudah pukul 04.00 sore, Jenny masih menunggu kedatangan James.
"Aku akan pulang sekarang. Kita akan mendiskusikan hal lainnya pada meeting berikutnya." Ucap James meninggalkan perusahaannya dengan begitu cepat.
Setelah beberapa saat, Jenny mendengar suara mobil James. Jadi dia pergi ke pintu dengan cepat.
Ada suara pintu terdengar diketuk. Jenny pun membuka pintu itu.
"Selamat datang ke rumah." Ucap Jenny lalu memeluk James.
"Apakah kekasih kesayanganku ini merindukan aku?" Ucap James mencubit pipi Jenny.
"Iya, aku sangat merindukanmu." Ucap Jenny yang tampak seperti bayi memeluk papanya.
"Dimana ciuman selamat datang ku?" Ucap James menundukkan kepalanya.
"Ini!" Ucap Jenny mencium James.
"Ciuman kekasihku rasanya sangat enak." Ucap James tersenyum.
Jenny tersipu malu.
"Sekarang pergilah mandi dan aku akan menyiapkan makanan untuk mu." Ucap Jenny lalu pergi ke arah dapur.
James tersenyum dengan melihat kearah Jenny dan berkata dalam hatinya.
'Inilah apa yang disebut dengan rumah. Bersama dengannya, rumah ini akan selalu membuatku merasa aku benar-benar berada di sebuah tempat bernama rumah. Terima kasih Jenny, sudah masuk ke dalam kehidupanku.'
Setelah beberapa saat kemudian...
"Jenny." Teriak James yang berlari ke arah dapur karena ada bau gosong tercium di hidungnya.
"Hah!" Ucap Jenny yang tampak bingung karena dia baik-baik saja.
James berlari dan langsung memeluk Jenny dengan sangat erat. Dia terlihat begitu ketakutan.
"Ada apa?" Ucap Jenny melihat kearah James yang masih memeluknya.
"Aku pikir kau terluka." Ucap James melihat kearah Jenny apakah dia terluka atau tidak.
"Tidak akan ada apapun yang terjadi kepadaku saat kau bersamaku." Ucap Jenny menggoda James.
"Jenny, jangan pernah meninggalkan aku, oke! Aku hanya memiliki dirimu dalam hidup ini." Ucap James dengan suara yang terdengar sedih.
"Aku tidak akan meninggalkan mu." Ucap Jenny memeluk James.
"James coba ini." Ucap Jenny memberikan sebuah kue kering kepada James.
"Heem.... rasanya sangat enak." Ucap James tersenyum.
"James apakah kau punya waktu besok?" Ucap Jenny melihat kearah James.
"Aku selalu punya banyak waktu untuk Jenny ku." Balas James mencium pipi Jenny.
"Kalau begitu, ayo kita pergi ke suatu tempat." Ucap Jenny menarik tangan James.
"Kemana?" Tanya James melihat Jenny.
"Kau akan mengetahuinya besok." Ucap James memberikan jawaban yang sama seperti yang biasa digunakan James kepada Jenny.
"Kau gadis nakal." Ucap James mulai menggelitik Jenny.
Mereka berdua mulai bermain seperti anak kecil di dalam rumah, berlari ke sana dan ke mari, berteriak melompat di sofa dan naik ke atas meja.
"Aku tidak pernah berpikir Tuan bisa seperti ini. Mereka masih seperti anak kecil." Ucap Jack menggelengkan kepalanya karena merasa aneh.
Saat malam hari...
"Jenny, kemari lah. Sekarang waktunya untuk tidur." Ucap James memanggil Jenny yang masih menyiapkan kue.
"Baiklah, aku selesai." Ucap Jenny lalu naik ke lantai atas.
Jenny melompat ke atas tempat tidur dan mulai memeluk James.
"Sayangku, ini waktunya untuk tidur." Ucap James menghentikan Jenny.
"Tapi aku tidak mau." Ucap Jenny menolak.
"Kenapa?" Ucap James mendekat kearah Jenny.
"Aku tidak mau tidur disini." Ucap Jenny bangun.
"Tidak, tidak, kau harus tidur di sini." Ucap James menarik Jenny dan kemudian memeluknya.
Setelah beberapa saat James pun tidur. Tapi Jenny tidak bisa tidur, dia perlahan mendekat kearah pintu dan meninggalkan kamar dan kemudian dia pergi ke taman. Dia masuk ke dalam rumah kaca dan kemudian berbaring di tempat tidur dan melihat kearah angkasa.
"Alex aku mendapatkan seorang kekasih. Dia bernama James. Aku tidak tahu apakah kau bahagia atau sedih karena hal itu. Tapi dia sama sepertimu. Sikapnya dan cara dia memberikan candaan, sama seperti dirimu saat aku bersamanya. Aku merasakan kehadiranmu." Jenny berbicara dan terus berbicara pada dirinya sendiri seraya melihat kearah bintang di angkasa dan dia pun tertidur.
Bersambung....