Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.
Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.
Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Arjuna Encok
Di malam hari di kediaman rumah Baskoro terdengar suara teriakan yang sangat nyaring.
"AAARRGGHHH.. UDAH MBOK UDAH... GUE UDAH NGGA TAHAN... INI BENERAN SAKIT BANGET. BUNDA...INI SAKIT BUN..TOLONG UDAHAN URUTNYA. " teriak Arjuna yang pinggangnya sedang diurut oleh Mbok Darmi.
" udah diem. ini biar pinggang kamu cepet enakan." omel Bu Linda sambil memegang tangan Arjuna sedangkan Kakinya di pegang oleh Pak Baskoro agar Arjuna tidak bisa memberontak.
" ini sebentar lagi Den... tahan ya. kalau di tunda lagi malah lebih parah." Mbok Darmi dengan telaten mengurut pinggang Arjuna.
" lemah banget sih Bang, sakit gitu aja udah teriak-teriak kayak orang kesurupan." celetuk Pak Baskoro santai.
" COBA AYAH YANG GANTIIN POSISI JUNA BERANI NGGA." tantang Arjuna yang sedang menahan rasa sakit. "AAAAAA... ADUH AMPUN... UDAH MBOK."
FLASHBACK ON
Jam 6 sore Arjuna baru saja tiba di rumah dengan kondisi pinggang yang nyut nyutan terasa nyeri, tapi Arjuna mengabaikan rasa sakit itu. ia berencana nanti malam akan mengantar Laila dan ia juga akan berencana untuk mengungkapkan perasaannya lebih serius kepada Laila.
Saat melangkah ke anak tangga pertama, ia tak menyadari ada cairan sabun yang tertinggal di sana—bekas Haikal, adiknya, yang tadi bermain di bawah tangga sebelum Arjuna pulang. Akhirnya kakinya terpeleset.
-BRUK-
Suara benturan yang lumayan keras membuat Bu Linda yang sedang menemani Haikal bermain di ruang TV langsung berlari menghampiri dengan wajah cemas. Benar saja, Arjuna terjatuh tergeletak di lantai sambil meringis menahan nyeri.
“Ya ampun Bang, kok bisa jatuh begini?” ucap Bu Linda sambil membantu putranya agar bisa duduk.
Namun saat Arjuna mencoba bangun, pinggangnya terasa makin nyeri luar biasa. “Aduh Bun… sakit… Juna nggak kuat duduk.”
Melihat putranya kesakitan, Bu Linda pun panik. Tanpa pikir panjang, ia memanggil suaminya yang sedang di ruang kerja, lalu menyuruh Pak Toro, satpam rumah, untuk memanggil tukang urut langganannya.
Sebelum tukang urut datang, Pak Baskoro memapah Arjuna berbaring di karpet ruang tamu atas arahan Bu Linda. Sambil menunggu, Arjuna sempat teringat janjinya pada Laila. Ia pun meraih ponselnya yang ada di dekatnya, lalu mencari kontak temannya yang namanya sengaja diganti menjadi “Wowo Gombel”.
😎: Wo lu masih nginep di bengkel?
👹: Masih Bos, kenapa?
😎: boleh gue mintol? anter Laila ke tempat kerjaannya kalau bisa lu standby di situ sampai Laila pulang kerja. gue ngga bisa jemput ada kendala soalnya di rumah.
👹: ohh oke, kebetulan gue lagi ngga ada kerjaan di bengkel. Jam berapa gue jemput nya?
😎: nanti Jam stengah delapan lu udah ada di rumahnya, nanti gue sherlock deh. oh ya kalau bisa ajak beberapa anggota geng petir, buat jaga-jaga kalau geng Elang nyerang lagi.
👹: ohh oke sipp.
FLASHBACK OFF
Di saat Arjuna sedang meronta-ronta kesakitan tiba-tiba hpnya berdering tanda telpon masuk.
Haikal yang sedari tadi melihat Arjuna yang sedang di urut langsung menoleh ke HP Arjuna. tanpa fikir panjang ia mengambil HP kakaknya dan mengangkat telpon itu, dan ternyata itu video call dari inti Geng petir.
👹: Bowo 🤓: Rian 🫤: Gibran
🤓: loh Haikal.. kak Arjuna mana?
👹: eh itu suara Bos bukan sih? kok teriak-teriak begitu.
Haikal langsung mengarahkan kameranya ke Arah Arjuna yang sedang di urut.
" AAARRGGHHH.. UDAH MBOK... AMPUN SAKIT. BUN UDAH BUN.... " teriak Arjuna yang masih menggelegar.
" Sabar Den.. sebentar lagi selesai, habis ini langsung istirahat biar badannya lebih enak." ucap Mbok darmi sambil tetap mengurut pinggang Arjuna.
seketika Gibran, Rian dan Bowo langsung tertawa terbahak bahak melihat Arjuna merengek.
🫤 : Anjirrr, baru kali ini gue liat Arjuna ngerengek kayak bocah.
🤓: wo rekam wo... ini momen sangat langka.
👹: kayaknya ini bagus buat tontonan Laila.
barulah Arjuna mendongak, dan betapa kagetnya ia telah di pertontonkan oleh ketiga temannya.
"HAIKAL MATIIN TELPONYA... AARRGGH.. ADUH MBOK SAKIT." teriaknya lagi.