Ketika target Pelenyapan nya, adalah cinta nya sendiri! Apakah ia mampu melenyapkan nya?
Keduanya cerdas namun memiliki cerita hidup yang menyimpang, tapi bagaimana jika persimpangan itu sendiri menyatukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jembatan Dosa (Trailer) #2
...Aku masih bernafas disini...
...Masih merasakan detak jantungku...
...Aku, ingat sebelum sampai kemari...
...Suara sesuatu, menggema, membuat bulu kuduk ku berdiri.....
...Jiwaku, seakan segan pada suara itu...
...Sebelum, ketika mataku menatap mata pisau itu...
...Hampir di tancapkan pada mataku......
...Sebuah, Angin, dari arah barat meniupku kencang...
...Mataku, tak lagi melihat pemandangan itu...
...Saat ini, disini, dihadapanku......
...Seorang manusia, sedang menangisi ku...
...Entahlah, aku tak ingat, siapa aku...
...Mengapa aku disini? Dan dia, siapa?...
"Brian, kau baik-baik saja? Tuhan, bagaimana mungkin ini terjadi?" Ucapnya pada Brian. Ya, ini Eddie dia sedang di dalam ruang mayat. Ia ingin menjenguk Brian kakaknya itu, untuk terakhir kali. Tapi, apa yang terjadi disini, suatu keajaiban.
Di lain tempat, Bella masih duduk di ruang sidang. Ruangan itu sudah kosong, hanya ada dirinya dan kursi listrik di depannya. Sudah lama, Bella menatap kursi itu, tak jarang sesekali air matanya jatuh. Mengapa, cintanya harus setragis ini akhirnya? Apa, dia tidak berhak bahagia disini?
...Kumohon, berikanlah dia kehidupan kembali......
...Aku ingin, memberinya banyak cinta setelah ini......
...Aku... Aku... Aku sangat mencintainya......
...Tolong, rasanya perih sekali......
...Kembalikan dia padaku Tuhan, jika itu mungkin....
...Pintaku hanya dia, manusia berhati Batu yang sangat ku cintai.....
Tuhan, dengan rencananya menciptakan satu kisah baru untuk mereka berdua. Hari ini, baru saja Bella menyaksikan kematian Pemuda yang ia cintai. Tapi, hari ini juga, Tuhan memberikan cinta mereka kesempatan lagi. Mereka, sudah melalui Jembatan Dosa mereka masing-masing. Brian, dengan kursi listriknya menghadapi kematian. Bella, dengan hati patahnya tak memiliki siapapun saat ini di Bumi, kecuali Brian-nya.
...Dosa, akan menciptakan Karma...
...Tapi, kita tidak tau kapan dan untuk siapa karma itu akan datang...
...Kamu, datang membuat dosa kemari...
...Tuhan bisa menghukummu dengan karmanya...
...Tapi, bagaimana jika karma itu...
...Di berikan pada keturunanmu kelak?...
...Manusia kosong, yang tak tau menau soal semesta...
...Mereka, baru bernafas, dan tidak menciptakan dosa...
...Sekali saja, pikirkanlah perbuatan yang sedang kalian lakukan beserta konsekuensinya......
...Karena, kalian hidup bersama manusia lain sekarang...
...Bumi ini, bukan milikmu seorang....
Dosa dari kerabat mereka dulu, menciptakan jarak sebagai karma untuk mereka. Eddie, paham kondisi kakak lelakinya itu. Ia juga paham, militer pasti akan mengeksekusi Brian lagi jika tau dia masih hidup. Eddie, dengan rencananya membawa Brian kabur dari Amerika.
Bagaimana, mereka akan saling bertemu nanti? Ia dibantu, beberapa orang kepercayaannya disana, membawa Brian pergi meninggalkan Amerika. Pemakaman yang terjadi, atas namanya disini adalah siasat Eddie. Sedihnya disini, Bella sama sekali tak mengetahui bahwa Brian masih bernafas. Tuhan, masih memberi mereka kesempatan untuk saling mencintai. Belahan jiwanya, hatinya, masih bernafas di tempat berbeda dan jauh darinya. Setelah kejadian kelam itu, Bella menambah profesinya sebagai seorang penulis. Bukunya, cukup di kenal di kalangan pemuda mudi Amerika.
Sampai, suatu kesempatan itu datang padanya, dari Prancis, seorang pengusaha ternama sangat mengagumi bukunya. Ia di undang datang kesana, dengan segala fasilitas dan pelayanan mewah. Pengusaha ternama itu, bahkan menyimpan banyak koleksi buku yang Bella terbitkan. Sungguh, penggemar gilanya ini sangat membuat Bella senang. Di sisi lain, Perancis, Paris adalah salah satu kota yang paling ingin ia kunjungi. Seperti akhir bab, yang ia tulis dalam bukunya. Ia ingin, cintanya berakhir layaknya apa yang ia tiang dalam bukunya.
wiihh ngomong² nm nya sama gwe thor hahahaa...
kaget gwe pas pertama bca..