The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Menuju rumah orang tua angkat Natasha
"Bersiaplah, bersihkan tubuhmu itu." Ucap Max yang kemudian menegakkan tubuhnya.
Natasha mengerutkan keningnya dengan bingung, tetapi saat dia ingin bertanya pada Max, ternyata pria itu sudah berjalan dengan cepat.
"Dia benar-benar menyebalkan. Baru saja beberapa waktu yang lalu aku melihat sisi lain darinya yang lemah lembut dan sangat perhatian. Di setiap kata yang terucap mampu menenangkan diriku, tapi semua terlihat percuma dengan apa yang dia lakukan saat ini." Natasha berucap dengan kesal, sesekali akan menghentakkan kakinya ke rumput.
Sedangkan Rembrandt yang melihat hal itu hanya tersenyum, bahkan kini dia mulai tertawa kecil.
"Nona Natasha, sebaiknya nona segera melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan Max." Ucap Rembrandt yang berjalan ke arah Natasha untuk membereskan peralatan melukis.
"Apa kau mengetahui apa yang akan dia lakukan dengan meminta ku untuk membersihkan tubuhku ini?" Tanya Natasha menatap Rembrandt.
"Mungkin saja tuan Max akan mengajak nona jalan-jalan ke suatu tempat, atu-...."
"Hentikan omong kosongmu itu Rembrandt. Pria seperti dia tidak akan memiliki pemikiran seperti itu." Natasha kemudian bangkit dari duduknya.
"Aku akan menunggu di parkiran, jika sampai setengah jam kau tidak datang aku akan menyeret mu dengan paksa."
Natasha dan Rembrandt yang mendengar teriakan Max saling menatap satu sama lain.
"Kau lihat Rembrandt! Dia benar-benar menyebalkan dan bertindak sesukanya."
"Jika nona masih terus melanjutkan obrolan ini, nona akan terlambat." Ucap Rembrandt mengingatkan.
Natasha dengan kesal segera berlari masuk ke dalam, lalu menuju kamarnya yang berada lantai atas.
Rembrandt sendiri semakin tertawa lebar melihat hal itu. "Sepertinya tuan Max dan nona Natasha pasangan yang cocok." Ucap pelan Rembrandt yang kemudian melanjutkan kegiatan nya yang tertunda.
*
*
Di depan Mansion, Max berdiri di depan mobil Buggati berwarna hitam. Dengan pakaian casual sepatu putih, kaca mata hitam dan jam tangan mewah di pergelangan tangannya.
Dengan mengeluarkan asap Max menatap ke arah pintu.
Max berniat mendatangi kediaman orang tua angkat Natasha, dia akan membereskan masalah ini terlebih dulu sebelum besok malam bersiap pergi menuju tempat Cleon.
Saat sedang menunggu Natasha, pintu gerbang terbuka dengan mobil Ferrari merah yang masuk ke dalam.
Max tersenyum melihat ke arah mobil. Ferrari merah itu berhenti tepat di depan Max yang sedang berdiri.
Kaca mobil terbuka dengan Ajax yang berada di belakang kemudi.
"Semua sudah di persiapkan, Smith akan segera menyusul." Ucap Ajax menatap ke arah Max.
Max menganggukkan kepalanya, lalu meminta Max untuk menemui Vermin yang sedang melakukan pekerjaan nya di ruangan pribadi miliknya.
Ajax segera menjalankan mobil menuju parkiran, lalu keluar dari dalam mobil.
Dengan tersenyum, Ajax memberikan semangat pada Max yang langsung saja mendapatkan tatapan tajam dari Max.
Saat Ajax ingin masuk ke dalam, Natasha keluar.
"Aku sangat iri dengan kalian." Ucap Ajax dengan senyum tipis.
"Apa maksudmu?" Ucap Natasha dengan wajah kesal.
"Nona, saat ingin berkencan biasakan untuk menampilkan senyuman terindah milik nona, agar kencan berjalan dengan lancar." Ucap Ajax yang kemudian lari dari hadapan Natasha yang kini semakin kesal.
Max sendiri hanya cuek mendengar obrolan mereka. Meski posisinya berada jauh, namun Max masih dapat mendengar pembicaraan mereka berdua.
Natasha kemudian berjalan ke arah Max. Dengan menggunakan celana jeans dan kaos putih, membuat penampilan nya terlihat sederhana namun memancarkan aura kecantikan dengan hiasan sederhana yang menempel pada kulit putih bersihnya.
Max segera masuk ke dalam mobil tanpa membuka kan pintu untuk Natasha.
"Cih! Aku juga tidak berharap kau membuka kan pintu untukku." Batin Natasha yang kemudian segera masuk ke dalam mobil.
Max yang melihat Natasha duduk di belakang hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kau pikir aku ini supir nona Natasha?"
"Mungkin saja jika kau memang merasa seperti seorang supir." Balas Natasha dengan menatap ke arah lain.
Tidak ingin berdebat, Max segera menjalankan mobil keluar dari Mansion.
Mobil Buggati hitam berjalan dengan kecepatan tinggi membelah lalu lintas ibu kota yang terlihat cukup renggang.
Hingga 45 menit kemudian, Mobil Buggati hitam itu sampai di sebuah perumahan elit.
Satpam yang berjaga di perumahan itu segera membukakan portal yang menghalangi jalan mobil yang di kendarai oleh Max.
Saat melihat mobil mewah, satpam segera bangkit dan membuka kan portal. Mereka sadar jika pemilik mobil bukan lah orang sembarangan.
Dengan menggunakan mobil yang memiliki harga fantastis, membuat mereka percaya orang penting yang datang ke perumahan elit itu.
Max segera menjalankan mobil memasuki perumahan elit, hingga dia akhirnya berhenti di nomor 22.
Natasha yang sedari tadi terdiam mulai menampilkan wajah tegang.
"Tidak perlu khawatir, aku akan menjamin semuanya berjalan dengan baik." Ucap Max mencoba menenangkan.
"Tapi Max, saat ini sedang ada pertemuan keluarga membahas perusahaan di kediaman orang tuaku." Ucap Natasha dengan serius.
Max sendiri hanya terdiam, dia sudah mengetahui hal itu. Maka dari itu Max memutuskan untuk membawa Natasha kembali ke rumah orang tua angkatnya.
Tanpa menjawab ucapan Natasha, Max segera turun dari mobil, lalu membuka kan pintu untuk Natasha.
Natasha menatap Max dengan heran, lagi-lagi pria di hadapannya ini bersikap sangat manis.
"Jangan berfikiran yang tidak-tidak, aku melakukan ini agar terlihat hubungan di antara kita baik." Ucap Max yang menatap ke arah rumah orang tua angkat Natasha.
Di depan rumah, ada banyak orang yang melihat ke arah mereka berdua.
Saat mendengar suara mobil Buggati, semua orang yang ada di dalam segera berlarian keluar untuk melihat siapa yang datang.
Max kemudian memegang tangan Natasha, lalu berjalan ke arah mereka.
"Selamat siang." Ucap Max dengan tersenyum.
"Selamat siang tuan." Balas Ayah angkat Natasha yang di ikuti oleh yang lainnya.
Pandangan mereka semua tertuju pada sosok wanita di samping Max. Siapa lagi jika bukan Natasha yang termasuk keluarga mereka.
"Nak, kemana saja kamu." Ucap Ibu angkat Natasha dengan khawatir.
Max sendiri hanya diam memperhatikan mereka, dia sudah mengetahui kepura-puraan dari mereka. Semua itu tidak lepas dari acting yang di lakukan di hadapan dirinya.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam, tidak enak menerima tamu di depan pintu seperti ini." Ucap Ayah angkat Natasha dengan ramah.
Lalu mengajak Max untuk masuk ke dalam.
Semua orang akhirnya masuk ke dalam rumah orang tua angkat Natasha.
Natasha sendiri hanya terdiam dan menjawab seadanya saat mendapatkan pertanyaan dari saudara-saudara yang lainnya.
"Sha, kau benar-benar beruntung bisa mendapatkan pria tampan dan kaya." Ucap salah satu wanita muda dengan centil nya.
Natasha sendiri hanya membalas dengan senyum tipis.
"Siapa juga yang mau menjadi kekasih pria seperti dia." Batin Natasha dengan pandangan ke arah Max.