NovelToon NovelToon
Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Rebeca Alexander terbiasa mendapatkan segalanya. Kaya, cantik, dan berpengaruh, ia tak pernah ragu merendahkan Cika, gadis sederhana yang berani menjadi saingannya di kampus.

Bagi Rebeca, Cika hanyalah gadis miskin yang tidak tahu tempat.

Namun hidupnya hancur saat sang ayah membawa seorang wanita baru ke rumah mereka. Dan wanita itu adalah Cika.

"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ibu tiriku!"

Cika menyahut dingin. "Bagus. Karena aku juga tidak berniat menggantikan ibumu. Aku hanya akan menjadi istri ayahmu. Dan mulai detik ini, aku punya aturan baru di rumah ini ... belajarlah untuk menghargai orang lain, terutama aku."

Bisakah dua gadis seumuran dan keras kepala itu bersatu dan akur? Atau malah jadi musuh selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4. MIMPI CIKA

Suasana di ruang VIP Restoran Oshima kembali hening sesaat setelah Cika menyatakan kesediaannya menikah dengan Robinson. Keputusan besar itu telah diucapkan. Tidak ada kata cinta di antara mereka. Tidak ada janji manis layaknya pasangan yang akan menikah.

Yang ada hanyalah sebuah kesepakatan dan sebuah harapan untuk menyelamatkan Sinta.

Robinson menatap Cika dengan wajah serius. "Karena kamu sudah menyetujui pernikahan ini, ada beberapa hal yang harus segera kita urus."

Cika mengangkat pandangannya. "Apa saja, Pak?"

"Siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pernikahan kita. KTP, kartu keluarga, dan dokumen lain yang dibutuhkan."

Cika mengangguk pelan. "Baik, Pak."

"Besok pagi, sekretaris saya akan datang ke rumahmu untuk mengambil semua berkas itu dan mengurus keperluan administrasinya."

"Baik, Pak." Cika kembali menjawab dengan suara tenang, meski sebenarnya hatinya masih dipenuhi gejolak.

Semua terasa begitu cepat.

Pagi tadi ia masih seorang mahasiswi biasa yang bertengkar dengan Rebeca di kampus. Sore hari ia mendapat kabar bahwa kondisi Sinta memburuk.

Malamnya, ia menyetujui sebuah pernikahan yang pasti akan mengubah seluruh hidupnya.

Setelah terdiam beberapa saat, Cika akhirnya memberanikan diri bertanya.

"Pak Robinson."

"Ya?"

"Kapan sebenarnya pernikahan kita akan dilangsungkan?"

Robinson menjawab tanpa ragu. "Dua minggu dari sekarang."

Mata Cika langsung membesar. "Dua minggu lagi?" Ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Dua minggu bukanlah waktu yang lama.

Bahkan terlalu singkat untuk seseorang yang akan memasuki kehidupan baru.

Robinson memahami keterkejutan itu. "Kita akan menikah secara sederhana, Cika." Ia melanjutkan dengan suara tenang. "Di KUA. Tanpa pesta besar. Tanpa mengundang banyak orang."

Cika terdiam sejenak. Dalam benaknya, ia memang tidak pernah menginginkan pesta mewah. Bahkan, ia merasa lebih nyaman jika pernikahan itu berlangsung sederhana.

"Lagipula," lanjut Robinson, "Saya tidak ingin kamu merasa terbebani dengan semua ini."

Cika perlahan mengangguk. "Iya, Pak. Tidak apa-apa." Namun dalam hatinya, ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan.

Dua minggu lagi, ia akan menjadi istri seorang pria yang selama ini hanya ia hormati sebagai penolongnya.

Dua minggu lagi, ia akan menjadi ibu tiri dari Rebeca Alexander, gadis yang setiap hari menganggapnya sebagai musuh.

"Pak, boleh saya tanya sesuatu?" ucap Cika gugup.

Robinson mengangguk. "Silakan, Cika."

"Apakah Bapak sudah memberitahu Rebeca soal pernikahan kita?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga.

Robinson tak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak. "Belum, Cika. Mungkin besok atau lusa. Entah tiga hari sebelum akad. Saya harus cari waktu yang pas."

Cika mengangguk. "Kalau saya boleh usul, lebih baik Bapak jangan bilang kalau Bapak akan menikah dengan saya."

Robinson tersenyum kecil, mengangguk. "Tenang saja, Cika. Saya pun sudah punya rencana seperti itu. Saya akan mempertemukan kamu dan dia, pas hari H pernikahan kita."

Cika mengangguk kaku. "Terima kasih, Pak. Saya hanya tidak mau ada kegaduhan sebelum pernikahan itu berlangsung. Apalagi Bapak tahu sendiri, jika saya dan Rebeca selama ini tidak akur. Kalau sampai Rebeca tahu lebih dulu ... di kampus pasti bakal chaos."

"Ya, ya. Saya tahu. Dan itu tidak akan terjadi, Cika. Kamu tidak usah khawatir. "

"Iya, Pak."

Robinson berdeham. "Kamu mau pulang sekarang?"

"Iya, Pak."

"Ayo, saya antar pulang," ujar Robinson sambil berdiri dari kursinya.

Cika yang biasanya akan menolak setiap bantuan dari pria itu kini hanya terdiam beberapa saat. Dulu, ia selalu berusaha menjaga jarak dan tidak ingin merasa berutang budi. Namun sekarang semuanya berbeda. Dalam empat belas hari, ia akan menjadi istri Robinson. Dengan pelan, ia mengangguk. "Baik, Pak."

Mereka pun berjalan keluar dari restoran menuju mobil Robinson.

Sepanjang perjalanan, tidak banyak percakapan yang terjadi. Cika lebih banyak menatap keluar jendela, memperhatikan lampu-lampu kota yang berpendar di tengah malam.

Dalam hatinya, ia masih sulit percaya bahwa hidupnya berubah begitu cepat.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu berhenti di depan gang sempit menuju rumah sederhana Cika. Pemandangan yang sangat bertolak belakang dengan dunia Robinson.

Cika menatap gang yang sudah sangat dikenalnya itu. Ia membuka sabuk pengaman lalu menoleh kepada Robinson. "Terima kasih sudah mengantar saya pulang, Pak."

Robinson mengangguk kecil. "Sama-sama, Cika." Namun saat Cika hendak membuka pintu mobil, suara Robinson kembali menghentikannya.

"Cika."

Gadis itu menoleh. "Ya, Pak?"

Tatapan Robinson melembut. "Besok pagi, Sinta akan langsung menjalani kemoterapi."

Sejenak, Cika terdiam. Ia merasa seperti tidak mendengar dengan benar. "Besok?" bisiknya.

"Ya."

"Semua biaya administrasinya sudah saya urus."

Mata Cika langsung berkaca-kaca. Begitu cepat. Bahkan mereka baru saja mencapai kesepakatan malam ini, tetapi Robinson sudah bergerak untuk menyelamatkan Sinta. "Terima kasih banyak, Pak." Suara Cika tercekat.

"Jangan berterima kasih kepada saya sekarang," kata Robinson pelan. "Fokuslah menemani Sinta. Dia akan membutuhkan kehadiran kamu. Dan mulai besok ... berhentilah kerja serabutan. Berpamitan lah pada anak-anak yang selama ini kamu ajari les."

Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh. Selama ini, Cika selalu menjadi orang yang kuat. Menahan lelah, sedih dan rasa kecewa karena ditinggalkan ibunya.

Namun malam ini, ada seseorang yang mau membantunya memikul beban itu.

"Terima kasih, Pak," ucapnya untuk kedua kali dengan suara yang nyaris menghilang.

Kali ini Robinson tidak menolak ucapan terima kasih itu. Ia hanya mengangguk pelan. "Beristirahatlah. Besok akan menjadi hari yang berat."

Cika mengangguk. Ia keluar dari mobil dan berdiri di pinggir gang. Sebelum melangkah pergi, ia menoleh sekali lagi ke arah mobil Robinson. Pria itu masih berada di sana, memastikan ia masuk ke dalam gang dengan aman.

Hati Cika terasa semakin rumit. Ia tidak mencintai Robinson. Namun malam itu, untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa pria yang akan menjadi suaminya bukanlah orang yang buruk.

Cika berjalan menyusuri gang kecil menuju rumahnya. Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya. Malam ini, tidak hanya nasib Sinta yang berubah. Nasibnya juga.

Setelah memastikan pintu rumah terkunci, Cika masuk ke dalam kamarnya. Kamar sederhana dengan dinding yang mulai pudar warnanya itu menjadi saksi segala perjuangan hidupnya.

Cika meletakkan tasnya di atas meja belajar, lalu duduk di tepi ranjang.

Tatapannya kosong mengarah ke depan.

Pikirannya melayang jauh ke masa lalu.

Ke masa ketika ayahnya masih hidup.

Ketika ibunya masih tersenyum hangat pada mereka. Ketika keluarganya masih utuh.

Saat itu, Cika hanyalah seorang gadis kecil yang percaya bahwa hidupnya akan selalu indah. Ia masih ingat bagaimana dirinya sering menonton film dongeng dan drama romantis sambil membayangkan masa depannya.

"Kalau Cika sudah besar, Cika mau punya suami yang kaya, tampan, dan baik hati," ucap Cika kecil dengan mata berbinar.

Ayahnya tertawa kecil dan mengusap kepalanya. "Kenapa harus suami yang kaya?"

"Supaya Cika bisa beli rumah besar untuk Ayah dan Ibu. Biar kita semua tinggal bersama selamanya dan hidup bahagia."

Mengingat kenangan itu, bibir Cika tersenyum tipis. Namun senyuman itu tidak bertahan lama. Karena kenyataan yang ada di hadapannya sekarang begitu berbeda.

Dua minggu dari sekarang, mimpinya itu memang akan menjadi kenyataan. Ia akan menikah dengan seorang pria kaya raya. Seorang pria yang tampan, berwibawa, dan memiliki hati yang baik.

Namun ada satu hal yang berbeda dari mimpi masa kecilnya. Pria itu bukanlah seorang pemuda yang akan berjalan bersamanya mengejar mimpi-mimpi masa depan. Pria itu adalah lelaki yang usianya terpaut sangat jauh darinya. Lelaki yang lebih pantas menjadi ayahnya.

Air mata Cika kembali jatuh. "Seandainya Ayah masih ada ..." bisiknya lirih. "Mungkin aku tidak perlu membuat keputusan seperti ini. Mungkin aku masih bisa menjadi seorang mahasiswi biasa yang memikirkan nilai kuliah, teman-teman, dan masa depan. Bukan seorang gadis muda yang akan menjadi istri seorang pengusaha yang jauh lebih tua demi menyelamatkan nyawa adikku."

Namun kemudian, bayangan wajah Sinta muncul dalam pikirannya. Tubuh kecil yang kurus. Wajah yang pucat. Senyum kecil yang tetap berusaha ceria meskipun sedang menahan sakit.

Cika menghapus air matanya. "Aku tidak boleh menyesal." Suaranya kini terdengar lebih tegas. "Aku melakukan ini untuk Sinta." Ia berdiri dan menatap pantulan dirinya di cermin kecil yang tergantung di dinding. Cika menarik napas panjang. "Aku tahu, setelah menikah dengan Pak Robinson ... pasti akan banyak masalah yang datang. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku harus kuat." Tangannya terkepal erat. "Kadang, mimpi memang menjadi kenyataan. Hanya saja tidak selalu datang dengan cara yang kita inginkan," bisiknya sambil memejamkan mata.

1
Nice1808
Egois bin toxic kau beca, ntar klo kau tau kenyataan ibunya penghianat rumah tanggga kau akan menyesal menolak cika jd teman sekaligus ibu tirimu😡
Dartihuti
Dasar egois binti tonic ...tunggu siapa tar yg nolong lo bila tahu bokmu ma kekasih gelapmi
Nice1808
egois kali kau beca, klo kau tau kelakuan ibumu pasti kau akan menyesal menolak cika jd ibu tirimu
stela aza
egois bgt loe ,, dasar edan
Dartihuti
Hasil terlalu di manja ...apapun di diamkan jd egois blm tahu ja mamamu di cerai krn mama selingkuh
stela aza
kalau q jadi Robinson udh q buang si rebeca ke mama kandung nya biar tau kelakuan mama kandung nya 🤭 bocah g punya aturan ke laut aja
Ama Apr: haha namanya jg sama anak kk, mn tega robin
total 1 replies
Dartihuti
Kata mahasiwi tapi gk ada etika blas...
gimana kl tahu mama kebanggaanmu itu gk lbh dr jalang kelakuannya+ lo dah jd korban taruhan jg berbagi cinta selingkuhan mamamu...🤫🙉
Dartihuti: Gak bisa bayangi nih kl tahu si Becca...kl mamanya cerai gr" selingkuh ma egar pacar bayangannya 🙈
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siapp🫰
total 1 replies
stela aza
liar bgt si rebeca etitutnya nol besar g punya sopan santun sama sekali ,,, mending buang j ke laut Thor biar jadi tumbal buat nyiroro kidul 🤭
stela aza: y bener y mamanya juga kaya lc🤭
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama thor, biar seru
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama² thor
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
NN
lanjut
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
Wahyu Yuni
pertama, coba coba dulu siapa tau bagus🤭
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
mudah²an akal busukmu itu segera terbaca dengan GPS yg di pasang bpknya becca...dimana kamu akan di jadikan penyetan🤣🤣🤣🤣🤣...
Ama Apr: aamiin🤭
total 1 replies
stela aza
dasar bodoh bahlul kalau loe g cerita Nnti di perkaus siapa yg mau bantuin kamu ,,, jadi cewe bodoh bgt ,,, g tau ada udang di balik bakwan 🤦
Ama Apr: terlalu kecintaan sih Beca🥹
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Gkpp cika...seru kok pacaran setelah nikah...malu²in malah...seperti q dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
PengGeng EN SifHa: sampai sekarangpun masih malu apabila tlf thooor🫣🫣🫣 pdhl udah 17thn lo
total 2 replies
PengGeng EN SifHa
tapi jangan jumawa dulu enteeee ELGAAARR...ada satpam gila di belakang becca nantinya..siap lagi kalau bukan si CIKA ..MAMUD nya BECCA...
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪
total 2 replies
Popo Hanipo
udah sebaik itu masak iya gak ada rasa kagum dan berakhir jatuh cinta
Ama Apr: pasti ada🤭
total 1 replies
Popo Hanipo
logika aja seorang artis tiba2 chat tlpn penggemar secara terus2an itu nggak wajar sekarang sudah mulai ngatur outfit pasti ada niat terselubung ini pasti terinspirasi artis yg lagi viral ya yg menikah sama penggemar ,,yg skrg lagi ada masalah sama suaminya 😄
Ama Apr: hehe patut dicuraigai ya kk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!