NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Jiang Yuan vs Ling Xi III

Di arena yang sunyi, hanya suara angin yang berdesir di antara kedua sosok yang saling berhadapan. Ribuan pasang mata tertuju pada mereka, napas ditahan, hati berdebar kencang.

Di atas tribun, para tetua duduk dengan ekspresi serius, menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan sejarah tercipta.

Ling Xi berdiri tegak di tengah arena, satu pedang di tangannya berkilauan di bawah sinar matahari pagi. Tubuhnya tegang, seolah serangan-serangan sebelumnya tidak berefek apa-apa padanya.

Namun jika diperhatikan dengan saksama, ujung jari yang memegang pedang itu bergetar samar, tanda bahwa ia mulai merasakan tekanan dari lawan yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Di tribun, para murid benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.

"Ling Xi benar-benar menggunakan pedangnya!" seru seorang murid Puncak Bambu, matanya membelalak.

"Pedangnya ditarik! Ini pertama kalinya dalam sejarah pertarungan antar jenius!" tambah yang lain.

"Ini benar-benar terjadi! Ling Xi, yang tidak pernah menggunakan pedangnya melawan siapapun, akhirnya mengaku kalah secara tidak langsung!"

Di tribun atas, bahkan Ciya Liu tersenyum. Matanya yang tajam menyipit, mengamati murid terbaiknya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Akhirnya," gumamnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar di antara keramaian. "Dia mengakui seseorang layak menjadi lawannya. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ada yang bisa membuat Ling Xi serius."

Wang Ning masih duduk dengan tenang di kursinya, gaun merahnya berkibar pelan tertiup angin. Namun di balik ketenangannya, matanya yang emas berkilauan penuh harap.

"Hanya permulaan," ucapnya, suaranya rendah namun jelas. "Ling Xi begitu kuat. Aku juga ingin tahu bagaimana Xiao Yuan-ku akan mengatasi ini."

Ciya Liu menatap Wang Ning sejenak, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arena.

"Sekuat apapun Jiang Yuan, ia tetap hanyalah Ranah Dou Shi. Perbandingannya terlalu jauh," ucapnya, nada suaranya mengandung sedikit keraguan. "Ling Xi sudah berada di puncak Ranah Da Dou Shi selama bertahun-tahun. Pengalaman dan kekuatannya tidak bisa dianggap remeh."

Wang Ning tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.

Di arena, Jiang Yuan bersiap. Dengan satu pikiran, pedang berwarna hitam muncul di tangannya. Bilahnya yang gelap berkilauan di bawah sinar matahari, memancarkan aura dingin yang kontras dengan semangat pertarungan di sekitarnya.

Ia mengangkat pedang itu, mengarahkan ujung bilahnya ke Ling Xi.

"Jangan terlalu keras padaku, Kak Ling Xi," ucapnya dengan nada ringan, seolah mereka sedang berlatih bersama, bukan bertarung sampai mati.

Ling Xi hanya mendengus. "Jangan meremehkanku, bocah."

Ia memasang kuda-kuda, tubuhnya merendah, Dou Qi hijau kebiruan mulai berkobar di sekujur tubuhnya. Angin mulai berputar di sekelilingnya, menciptakan pusaran kecil yang mematikan.

Wush!

Dengan langkah cepat, Ling Xi melesat ke samping. Tiga langkah zig-zag yang rumit, lalu tiba-tiba ia berada di dekat Jiang Yuan, begitu dekat sehingga Jiang Yuan bisa melihat kilatan di matanya yang hijau.

"Angin Menyapa Fajar!"

Ia menebas silang dengan kecepatan yang luar biasa. Dua gelombang Dou Qi angin berbentuk setengah lingkaran melesat keluar dari bilah pedangnya, berkilauan hijau kebiruan, memotong udara dengan suara siulan yang tajam.

Serangan itu mengarah tepat ke dada Jiang Yuan, siap mencabik-cabiknya.

Jiang Yuan mengambil langkah mundur dengan cepat. Kakinya bergeser di tanah, menciptakan jejak ringan di permukaan arena.

"Langkah Ledakan."

Bom!

Ia menghilang dari tempatnya dalam sekejap, meninggalkan ledakan kecil di titik pijakannya. Dalam sepersekian detik, ia sudah muncul di sisi lain, pedangnya teracung.

"Tebasan Langit Senja!"

Slash!

Tebasan Jiang Yuan mengeluarkan gelombang Dou Qi keperakan yang melesat dengan kecepatan tinggi, beradu langsung dengan serangan Ling Xi.

Kedua gelombang energi bertemu di tengah, menciptakan ledakan yang mengguncang arena.

Ledakan!

Gelombang kejut menyebar ke segala arah, membuat debu-debu beterbangan dan para penonton di tribun terpaksa menutup mata mereka. Saat debu mulai menghilang, Ling Xi sudah tidak terlihat di tempatnya semula.

Jiang Yuan tidak tinggal diam. Dengan insting yang tajam, ia juga melesat, menuju arah di mana ia merasakan kehadiran Ling Xi.

Ling Xi muncul dari balik kabut debu, pedangnya terangkat tinggi di atas kepalanya. Dou Qi hijaunya berkobar dengan intensitas yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Membelah Cahaya Fajar!"

Wush!

Satu serangan lagi datang ke arah Jiang Yuan, kali ini lebih besar, lebih cepat, lebih mematikan. Gelombang angin berbentuk bulan sabit melesat dengan kecepatan yang sulit diikuti, membelah tanah di bawahnya dan menciptakan alur yang dalam.

Namun Jiang Yuan tidak menghindar.

Dengan tekad yang membara di matanya, ia menerjang ke depan, pedang hitamnya terangkat.

"Hancurkan!"

Dengan kekuatan penuh, Jiang Yuan menerobos serangan Ling Xi. Bilah pedangnya membelah gelombang energi hijau menjadi dua, menciptakan percikan cahaya yang menyilaukan. Ia muncul di sisi lain serangan itu, lebih dekat dengan Ling Xi daripada sebelumnya.

Ling Xi cukup terkejut. Matanya membelalak melihat Jiang Yuan berhasil menerobos serangan terkuatnya. Namun keterkejutannya hanya berlangsung sebentar, refleksnya sangat cepat.

"Haa!"

Krank!

Pedang mereka saling beradu dengan benturan keras yang menggema di seluruh arena. Percikan api berhamburan dari titik benturan, berkilauan di udara seperti bintang-bintang kecil.

Keduanya melompat mundur bersamaan, mendarat dengan posisi siap. Kemudian maju lagi, saling menebas satu sama lain dengan kecepatan yang sulit diikuti mata telanjang.

Krank! Krank! Krank!

Setiap benturan menciptakan percikan api dan gelombang energi yang menyebar ke sekitarnya. Pedang mereka bergerak begitu cepat hingga hanya bayangan berkilau yang terlihat, pedang hijau dan pedang hitam beradu dalam tarian kematian yang memukau.

Jiang Yuan beberapa kali terkena tebasan Ling Xi, luka-luka tipis mulai muncul di lengan dan bahunya, darah merah membasahi jubah hitamnya. Namun ia tidak berhenti. Matanya tetap fokus, tekadnya tidak goyah.

Jarak di antara mereka semakin dekat. Mereka bertarung dalam jarak yang sangat rapat, pedang mereka beradu tanpa henti.

Krank!​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!