NovelToon NovelToon
KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

KISAH CINTA SI GADIS TOMBOI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ramanda

Kirana Ardhita, 17 tahun gadis cantik yang sangat mandiri yang memiliki sifat yang sedikit arogan, Bahkan tak jarang ia sering berantam dengan laki-laki yang awalnya menyukai dirinya, Kirana masih duduk di kelas 3 SMA dia juga terkenal pintar, makanya banyak yang menyukainya. Namun sedikit nakal membuat sang ibu berkali-kali di panggil oleh pihak sekolah, ia juga dikenal si gadis tomboi bahkan para teman-teman lebih sering memanggilnya si Tomboi atau Boi itu karena memang polah lakunya yang seperti laki-laki.

Kana itulah panggilan untuk dirinya sendiri bila bersama keluarganya. Kana adalah seorang anak yatim dan Ia hidup hanya tinggal berdua saja bersama ibunya, sang Ayah, telah tiada semenjak ia duduk di bangku SMP, sedangkan sang Ibu hanya seorang buruh cuci, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Kana bekerja setiap ia pulang sekolah.

Suatu hari sang Ibu mengalami kecelakaan akibat ia menolong seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah teman karibnya sewaktu mereka muda, tapi pertemuan itu tak berlangsung lama karena sang ibu keburu sekarat dan sang ibu meminta Kana untuk menikah dengan anak temannya itu, yang ternyata dia adalah gurunya sendiri yang amat ia benci.

Akankah Kana menemui cinta pada sang gurunya itu?.

Jangan lupa selalu tinggalkan jejaknya ya, LIKE, VOTE, HADIAH, DAN FAVORITkan oke😉🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEPAKATAN.

Kirana begitu kaget, setelah mendengar syarat dari sang Ibu mertuanya. Dan spontan ia langsung memandang Adnan yang kebetulan juga sedang menatapnya.Tatapan matanya Kirana pada Adnan seakan memberikan isyarat, agar Adnan menolak keinginan Sari. Karena sudah pasti ia tak bisa membantah keinginan dari sang mertua. Makanya ia begitu mengharapkan penolakan Adnan.

Sedangkan Adnan yang mendapatkan tatapan itu sepertinya paham. Namun ia sengaja berpura-pura tak memahaminya. Dengan cara mengangkat kedua bahunya, menandakan ia tidak mengerti. Mendapatkan balasan isyaratnya membuat Kirana langsung memasang wajah cemberut pada Adnan. Membuat Adnan yang melihatnya menjadi gemas.

"Kenapa diam Nak? Diamnya kamu Mama anggap setuju ya," ujar Sari lagi

"Tapi Mah..." balas Kirana namun langsung di potong oleh Sari.

"Tidak ada tapi-tapian Nak! Kamu hanya punya dua pilihan. Ikut Mamah pulang, atau tetap disini bersama suami kamu! Jadi sekarang pilihlah itu. Karena Mama tidak mau, kejadian kemarin terulang lagi. Kamu paham Nak!" potong Sari begitu tegas. Membuat Kirana kaget, karena ternyata ibu mertuanya mengetahui, membuat Kirana tak bisa membantah lagi.

"Dan kamu Adnan, Mama nggak mau mendengar alasan apapun lagi, untuk kalian tinggal terpisah. Apa jadinya rumah tangga kalau suami istri tidak saling melengkapi. Jadi Mama harap menjadi imam yang baik untuk istri kamu, jaga dia, sayangi dia! Kamu paham Nan?" lanjut sari pada Adnan yang terdengar tegas sekali.

"In shaa Allah Mah," ujar Adnan dengan mata menatap wajah Kirana, yang masih terlihat kesal. Karena tak membantah keinginan orang tuanya. Itu artinya ia akan tinggal di rumahnya juga.

"Ya sudah karena semua sudah setuju, Papa harus segera ke kantor lagi nih," sela Rizwan sembari ia melirik jam tangannya. "Ayo Mah, kita pergi dari sini, Papa lagi terburu-buru nih, soalnya ada janji sama teman bisnis Papa" ajaknya pada sang istri.

"Iya Pah. Ya sudah ya Nak, Mama pulang dulu, kamu harus ingat ya harus sering-sering kunjungi Mama oke Sayang," ujar Sari dengan lembut, pada Kirana, sembari memberikan kecupan lembut pada dahinya Kirana.

"Iya In shaa Allah," balas Kirana sambil memeluk Sari sekali lagi, untuk mengobati kerinduannya pada sang ibu.

"Ya sudah Mama pulang, dan ingat ya Adnan jaga istri kamu! Dan sering-sering membawanya kerumah Mamah kamu paham!" tegas Sari sekali lagi pada Adnan.

"Iya iya Mah, Adnan paham," balas Adnan, sengaja memasang wajah keterpaksaan.

"Bagus! Ya sudah Mama sama Papa pamit ya Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumus salam" jawab Adnan dan Kirana secara bersamaan.

Setelah mendapatkan jawaban salamnya, Sari dan Rizwan pun langsung beranjak pergi, meninggalkan Adnan dan Kirana yang masih berada di ruangan tamu di rumah Kirana. Suasana pun berubah menjadi canggung. Apalagi Kirana yang sebenarnya ia masih malu, untuk bertemu dengan Adnan, karena teringat pada tingkahnya ketika di dalam mobilnya Adnan.

"Bagaimana dengan keadaan kamu sekarang?" tanya Adnan, memecahkan keheningan di ruang tamu itu.

"Saya baik Pak!" balas Kirana sedikit ketus. "Maaf Pak Guru, saya tak suka basa-basi! Kalau Pak Guru, ingin pergi dari sini, silakan saja Pak, jangan memaksa diri untuk tetap tinggal!" lanjutnya lagi, masih bernada ketus.

"Kata siapa saya ingin pergi hm? Saya nyaman kok di sini, jadi itu artinya saya tidak akan pergi dari sini," balas Adnan sembari Ia bangkit dari duduknya lalu Ia pun membuka baju jasnya.

"Tapi saya yang tidak nyaman Pak! Jadi sebaiknya Pak Guru pulang saja ke rumah Bapak!" cetus Kirana.

"Oh jadi kamu mengusir suami kamu hm? Tapi maaf, karena saya sudah terlanjur janji pada Mama, jadi saya tidak bisa pergi dari sini! Terkecuali kamu ikut saya tinggal di apartemen saya. Bagaimana apa pilihan kamu hm?"

Mendengar perkataan Adnan, apalagi saat melihat ia begitu santainya, seolah ia sedang berada di rumahnya sendiri. Membuat Kirana semakin kesal melihat wajah suaminya itu.

"Saya tidak memilih keduanya Pak! Jadi saya harap Pak Guru paham dengan ucapan saya!" cetus Kirana lagi, dan kali ini ucapannya penuh dengan penekanan agar agar Adnan paham kalau ia sedang mengusirnya.

Adnan tersenyum tipis, dan ia juga tahu arti ucapan dari Kirana. "Hmm itu artinya saya akan tetap tinggal disini," katanya sembari ia membaringkan tubuhnya di sofa, yang kebetulan ia sedang duduk di sofa yang paling panjang di ruang tamu tersebut.

Kirana mendengus kesal melihat tingkah Adnan. Apalagi saat ia melihat Adnan dengan santainya membaringkan tubuhnya di sofa. Membuat Kirana tak tahan ingin menghajarnya.

"Itu artinya Pak Guru harus berhadapan dengan saya!" kata Kirana terdengar menantang.

"Hmm.. Sorry, saya tidak suka melakukan sesuatu, yang tidak menguntungkan bagi saya" balas Adnan dengan santainya, sambil ia memejamkan matanya.

"Menguntungkan?" gumam Kirana, dan tiba-tiba saja ia tersenyum sinis melihat Adnan yang masih terpejam "Hmm sepertinya itu hanya sebuah alasan, dan itu artinya Pak Guru, tidak memiliki kemampuankan?" batin Kirana yang sepertinya ia memiliki sebuah rencana.

"Baiklah, bagaimana kalau kita bikin kesepakatan Pak?"

Mendengar perkataan Kirana, Adnan langsung membuka matanya sambil mengerutkan keningnya."Kesepakatan? Apa maksud kamu?" tanyanya terlihat penasaran.

"Mari kita bertarung! Apabila saya yang menang, Pak Guru harus menceraikan saya dan pergi dari sini untuk selamanya!" ujar Kirana terdengar angkuh.

Adnan tersenyum tipis."Hmm.. lalu bagaimana kalau saya yang menang?" tanyanya santai.

"Kalau Pak Guru yang menang! Saya akan membiarkan bapak tinggal disini! Bahkan saya akan menuruti keinginan Pak Guru!" jawab Kirana masih terlihat angkuh.

"Keinginan Saya?" Adnan langsung menyeringai. "Hmm.. Apa itu artinya bila saya menginginkan kamu untuk tinggal di rumah saya kamu akan setuju?" tanyanya untuk menyakinkan Kirana.

"Ya saya setuju! Apapun itu Pak!"

"Oke..Deal!" balas Adnan sembari ia mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan pada Kirana dan langsung di sambut oleh Kirana.

"Tapi sebelum pertarungan dimulai, saya mau kesepakatan itu tertulis juga di atas kertas. Karena saya tak mau di rugikan bila seseorang ingkar janji" sambung Adnan lagi.

"Baiklah Pak Guru, saya paham, kalau begitu tunggu sebentar, saya akan mengambil kertas dulu" kata Kirana sembari ia bangkit dari duduknya. Sementara itu Adnan langsung mengambil benda pipihnya, dan nampak ia langsung melakukan panggilan pada seseorang.

Dan tak berapa lama Kirana sudah kembali lagi dengan membawa sebuah kertas HVS berserta pulpennya. Setelah itu ia pun menulis isi dari surat kesepakatan yang isinya sesuai dengan yang di katakan oleh Kirana. Dan tak berapa lama ia menulis, tiba-tiba dua orang pria sudah berdiri di depan pintu masuk rumahnya.

"Assalamu'alaikum" salam kedua Pria tersebut.

"Wa'alaikumus salam, Masuk pak Ardi," balas Adnan sembari menyambut pria yang bernama Ardi. "Thanks Fadhil" ujar Adnan pada pria yang disamping Ardi.

"Baiklah, sebelum kita melanjutkan hal yang lainnya, ada baiknya kalian berkenalan dulu" ujar Adnan membuat Kirana terlihat bingung.

"Dhita perkenalkan ini Pak Ardi, beliau adalah seorang pengecara yang akan mengesahkan kesempatan kita" lanjut Adnan di barengi dengan senyuman kemenangan.

"Apa! Pengecara?"

____________

JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰

Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.

Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.

"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.

1
Rosmina Sumang
suami idaman
Tira Aneri
suuukaaa
Rosmina Sumang
bgitulah klo punya niat jahat akhiri dijahatin jg
Rosmina Sumang
ngidam
Rosmina Sumang
lucu
Rosmina Sumang
adnan pria baik jd jgn sia2kan
Rosmina Sumang
suka dgn adnan bersifat sesuai karakter kana
Rosmina Sumang
lucu . ketawa sendiri dgn sikap keduax
Rosmina Sumang
jgn sampai nyesal ya kana gara2 mau dpt surat cerai dan melakukan hal yg tdk baik
Nur Azizah
/Pray//Pray//Pray//Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Nur Azizah
ALHAMDULILLAH terselesaikan masalahnya Fadhil dan Bella
Nur Azizah
udah tau orang hamil sensitif mlh ngk di perhatiin fadhil
Nur Azizah
sesal pasti datangnya di belakang
Nur Azizah
lanjuuut kak authoir
Nur Azizah
semoga kana selamat yaa kak author kasihan. baby triple nya
Nur Azizah
paduuu wae Adnan Karo Fadhil kiiii piye thoo
Nur Azizah
bikin penasaran teruuuuus kak authirnaaaaa
Nur Azizah
lanjut teruss kak author
Nur Azizah
lanjuuttt kak author moga kakak author selalu sehat
Nur Azizah
SYAFAKILLAH kakak author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!