Georgia Savanah Almeera menerima konsekuensi di usir dari rumah oleh papa nya karna telah menolak untuk di jodohkan.
Tanpa gentar sava memilih untuk meningalkan rumah yang sudah delapan belas tahun dia tinggali.
Pada akhirnya di usia 19 tahun Sava menerima pinangan seorang pemuda sederhana bernama Emieer Sadiq.
Belum lama menjalani pernikahan dengan pria yang di cintai nya. Savanah harus menerima kenyataan pahit. Saat suami yang baru menikah dengan nya satu tahun, tewas dalam sebuah kecelakaan saat ia sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.
Bagaimna selanjutnya kisah tetang Savanah. Bagaimna ia bisa bertahan hidup tanpa pria yang di cintainya. Dan apa Sava bisa menemukan pria lain, penganti belahan jiwa nya yang kini telah tiada.
ikuti kisahnya ya gaess ini cerita pertama ku, maklum jika masih banyak Typo 🤗😍🙏💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telat menstruasi
flashback on
Emieer Sadiq POV
Sudah dua bulan ini Sava bekerja di sebuah toko kue sebagai kasir. Tempat kerja Sava tidak jauh dari lokasi hotel tempat ku bekerja. Karna memang aku berpesan padanya untuk mencari pekerjaan yang deket dengan tempat aku bekerja. Sehingga memudahkan kami untuk bisa berangkat bekerja dan pulang bekerja bersama.
Alasan yang membuat aku mengizinkan dia bekerja adalah, karna aku tidak ingin membuat nya stress. Aku tidak ingin membuat tertekan.
Menikah di usai muda bagi nya tidak lah sebuah keputusan yang mudah. Sedangkan cita cita tinggi nya dan kehidupan semasa remaja harus dia korban kan. Bahkan rencana rencana masa depan yang sudah Sava susun yang pernah dia ceritakan pada ku kini kandas di tengah jalan.
Sava tidak hanya kehilangan keluarga,tapi dia juga kehilangan teman teman nya. Dia kehilagan kesempatan kuliah di universitas high class, kenyamanan hidup dan semua nya saat dia memutuskan pergi dari rumah besar.
Tapi jika aku tidak menikahi dia kala itu, bagaimana dengan nasib nya. Aku akan semakin tidak tega melihat gadis 18 tahun hidup dengan terlunta-lunta.Terlebih dia di usir karna alasan nya adalah karna aku.
Saat dia memelas untuk di izin kan bekerja,aku tidak punya pilihan lain kecuali mengizinkan.
Aku hanya ingin dia tetap bisa meraih dunia nya. Aku tidak ingin menjadikan dia hanya sebagai pelayan bersama ku. Yang hanya melayani ku di tempat tidur atau pun mengurusi diri ku sebisa yang Sava bisa lakukan.
Aku bertanggung jawab menjaga mental. Dan aku akui, Sava wanita yang luar biasa. Kehidupan yang mewah dan nyaman yang ia peroleh tak membuat nya down ketika ia kini hidup sederhana dengan lelaki miskin seperti ku. Dan aku sudah berjanji pada diri ku sendiri, jika aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan nya.
Sebagai suami aku harus bisa menggantikan Mama nya, papa nya dan juga harus bisa menjadi kakak nya. Aku tidak ingin Sava kehilangan cinta yang selama ini dia dapat dari keluarga yang ia tinggalkan.
Aku akan berusaha memberikan Sava perhatian dan kasih sayang. Sava tipe wanita penurut dan tidak keras kepala. Dia juga tipe wanita mandiri dan suka mengerjakan apapun yang bisa dia lakukan sendiri. Walau di sisi lain sikap manja nya juga masih ada. Itu wajar,aku suka bila Sava tergantung pada ku.
Apa yang bisa kulakukan untuk membuat nya nyaman di sisi ku akan aku lakukan. Sava, kau bukan hanya sekedar wanita yang menjadi tempat aku melepaskan hasrat semata. Tapi lebih dari itu, walau kau masih muda 19 tahun tapi kau mampu membuat diri ku menjadi seorang laki laki yang tidak lagi merasa hidup nya biasa saja.
Karna sejak menjadikan mu istri ku,hidup yang ku rasakan lebih punya semangat dan semakin antusias untuk tujuan kedepan. Jika kau tiap kali berterimakasih pada ku, aku lah yang lebih berterima kasih pada mu sayang.
🍁🍁🍁🍁
Sudah dua bulan ini dia sangat semangat dan senang dengan dunia nya yang baru.
Dunia bekerja, dunia yang tak pernah dia lakukan sebelum nya. Walaupun kadang aku juga merasa kasian padanya, karya Ia kelelahan. Tapi aku tidak bisa berbuat apa apa saat melihat nya bahagia, semangat, dan antusias.
Dan dia bilang jika uang nya sudah terkumpul dia akan melanjutkan kuliah nya. Aku pun mendukung itu. Aku tidak ada keberanian untuk melarang Sava melakukan sesuatu yang ia sukai. Bukan karna aku tidak bisa tegas. Tapi karna aku tidak ingin mengenang nya. Aku ingin dia tetap bisa menikmati kebebasan seperti gadis 19 tahun pada umumnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Dan malam itu sehabis mandi. Sava yang masih melilit kan handuk pada tubuh nya mendekati kalender. Aku perhatikan gerak gerik nya dari ranjang.
"Kak, seperti nya aku telah deh." ucap Sawa yang sejurus kemudian menoleh ke arah ku.
"Maksud mu telat bagaimana sayang?"
"Aku telat menstruasi."
Deg
Mendengar itu, kemudian aku meletakkan buku yang aku baca di atas nakas. Kemudian ku gerakan langkah mendekati Sava yang masih memantung di depan kalender dengan perubahan wajah yang seperti nya khawatir.
"Maksud nya gimna Sava?"
Tanya ku penuh rasa keingintahuan dan juga penasaran.
" Jangan jangan aku hamil kak !"
"Menstruasi ku terakhir adalah sebulan saat kita menikah."
"Dua bulan yang lalu aku masih menstruasi,dan sekarang sudah lewat 2 bulan sejak aku kerja Emieer..!"
Seketika tubuh ku gemetar, apa iya Sava hamil.
Harus nya ini berita bahagia kan. Aku bahkan sudah hampir memeluk Sava karna rasa bahagia mendengar dia telat dan berasumsi dia hamil. Imajinasi ku sangat bahagia,aku akan punya anak dari wanita cantik di hadapan ku.
Hanya saja melihat perubahan sikap sarkatis Sava,aku menahan rasa bahagia ku. Dan aku sendiri juga tidak tau apa yang Sava rasakan saat ini. Karna ku perhatikan dia terlihat panik.
"Memang jika kau hamil kenapa?" tanya ku pelan sambil mengusap pundak nya yang terexpose itu.
"Aku belum siap hamil kak !"
Dan jawaban Sava membuat ku tersambar petir.
"Ya sudah kau ganti baju dulu sana.kata nya mau makan nasi goreng di luar."
ucap mu menengahi kebisuan kala kami saling dalam pemikiran masing-masing.
🍁🍁🍁🍁
Malam itu, atas permintaan Sava. Kami makan malam di luar. Makan malam di warung tenda pinggir jalan adalah favorit kami. Dan menu yang selalu dia pesan adalah nasi goreng.
Tapi malam itu Sava justru tidak pesan nasi goreng. Tapi memesan ayam goreng lengkap dengan nadi uduk nya.
"Tumben tidak pesan nasi goreng?"
"Bosen kak, nasi goreng terus."
Ucap Sava yang nampak dengan antusias memakan ayam goreng yang masih panas itu.
"Pelan pelan sayang ku,tidak akan ada yang minta. Jika kau mau lagi aku bisa pesan kan untuk mu." ucap ku yang melihat Sava memakan ayam goreng nya dengan lahap,bahkan terlihat sedikit rakus.
"Ini enak banget Emieer, sungguh. Cobalah!"
ucap Sava yang sejurus kemudian menyuapi ku ayam gorengnya.
"Iya enak." jawab ku.
"Mau lagi ?"
"Buat kamu saja sayang, aku sudah kenyang. Sini aku suapin."
"Malu, Emieer !"
"Cuek saja, aku kan suami mu. Menyuapi istri itu banyak pahala nya."
Sava hanya tersenyum kemudian dia menyodorkan piring nya pada ku.
Kemudian aku ambil piring makan nya dan aku suapin Sava. Semakin hari aku semakin mencintai wanita ini. Dan jika benar dia hamil aku akan lebih memperhatikan nya.
Alhamdulillah bab 20
🥰🥰🥰🤗🤗🤗
cinta tulus harus dipisahkan karena maut 😭
baru baca novel pertama nya seru dan menarik 🥰