Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka (Bab 20)
“ Baiklah besok aku akan mencoba membantu sahabatmu itu..” ujar Jack membelai pipi Velicia lembut. Lalu dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di rumah mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Keesokan harinya Jack pun membantu Merry keluar dari penjara, di bantu dengan uang dan kekuasan yang dia miliki denga mudah Jack dapat membebaskan sahabat adinya itu. akhirnya Merry bisa terbebas dari dakwaan yang di tuduhkan padanya. Setelah semua urusan yang berhubungan dengan Merry selesai, Jack pun kembali ke kota tempat dia tinggal.
Jack sengaja datang ke kota Ternate karena Jack mendapatkan kabar bahwa Velicia tengah dalam kesedihan yang berkepanjangan, dia datang hanya untuk menghibur Velicia. Setelah urusannya selesai,Jack pun kembali pulang ke kotanya krena dia juga harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang terbengkalai.
Hari ini Velicia mengantarkan Jack ke bandara, dia melepaskan kepergian Jack dengan perasaan yang sedih karena selama Jack bersamanya dia merasa terhibur dari
kesedihan yang melandanya. Sebelum Jack benar-benar meninggalkan kota Ternate. Jack menatap dalam pada wajah sayu adiknya.
Jack menangkupkan wajah Velicia, menatap dalam pada manik mata coklat Velicia.
“ Veli....kau harus tahu...kalau kau adalah wanita terhormat di kota ini...untuk itu kau jangan pernah lemah...kau harus kuat...” pesan Jack pada Velicia memberi semangat pada Adiknya.
Velicia hanya mengangguk pelan mengiyakan ucapan Jack agar Jack tak khawatir meninggalkan dirinya sendiri di kota ini. Lalu Jack pun masuk ke dalam bandara meninggalkan Velicia yang kini masih menatap punggung Jack yang semakin jauh darinya. Velicia pun membalikkan tubuhnya saat Jack benar-benar telah pergi. Dia melangkah menuju mobil sambil merenungkan semua kebaikan yang telah di lakukan Jack untuknya.
Seketika Velicia teringat pada almarhumah ibunya. Velicia bersyukur pada sang ibu karena telah memberikan seorang kakak yang baik hati untuknya. Kini Velicia telah berada di dekat mobilnya. Dia masuk ke dalam mobil dan Velicia pun melajukan mobilnya meninggalkan bandara.
Di saat dalam perjalanan puang ke Villa keluarga Arista.
Drrrt....drrrt...drrrt...(ponsel Velicia berdering)
Velicia meraih ponselnya yang ada di dalam tas di samping tempat dia duduk. Dia melihat layar ponselnya untuk mengetahui sipa yang menelponnya di sana tertera nama (pak Arya) nama seorang dosen piano Velicia dahulu sewaktu dia kuliah. Velicia pun meggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari dosennya itu.
“ Hallo...” ucap Velicia.
“ Veli...bagaimana kabarmu?” tanya pak Arya basa-basi.
“ Aku baik pak...ada apa bapak menghubungi saya...?” tanya Veli penasaran.
“ Veli...bisakah kamu membantu saya untuk mengajar kelas sore di kampus...?” tanya sang dosen pada Velicia. Sang dosen sengaja meminta Velicia untuk melatih anak didiknya karena dulu Velicia juga sering membantu pak Arya mengajar piano di kelas sore.
“ Baiklah pak...akan Veli usahakan...:”ujarnya. Veli menerima permintaan pak Arya karena Veli berfikir untuk mengisi waktunya yang kosong.
“ Kalau begitu kita mulai besok ya Veli...” ujar pak dosen Arya.
“ Baik pak...” Velicia pun mematikan sambunga telponnya. Lalu dia pun melanjutkan perjalanan menuju Villa keluarga Arista untuk beristirahat.
Keesokan harinya setelah jam makan siang Velicia pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, Setelah siap dia langsung keluardari kamar dan melangkah keluar rumah lalu mengambil mobilnya. Velicia pun melajukan mobilnya menuju kampus dengan kecepatan sedang. Menyusuri jalan raya yang telihat sepi.
Karena Kondis jalan tak terlalu rame Velicia pun tak butuh waktu yang lama untuk sampai di kampus. Di kampus Velicia memarkirkan mobilnya di parkiran, di saat itu ponselnya pun berdering. Sebelum turun mobil dia pun mengambil ponselnya yang ada di dalam tas lalu dia melihat di layar ponselnya yang tertera nama tuan besar Setyawan memanggilnya. Velicia menghela nafasnya lalu menggeser tanda hijau di layar ponselnya.
‘ Hallo...” ujar Velicia saat panggilan telah tersambung.
“ Veli...bagaimana kabarmu?” tanya tuan besar Setyawan basa-basi.
“ Ada apa anda menghubungiku...?” tanya Velicia secara langsung taki ngin berbelit-belit.
“ Begini Veli...perusahaan keluarga Setyawan tengah menjalani kontrak kerja sama dengan Keluarga Jack...namun entah mengapa, keluarga Jack berencana untuk membatalkan kontrak yang telah di sepakati antara kedua perusahaan kami...” ujar tuan besar Setyawan.
“ Lalu...???” Velicia bingung .
“ Bisakah kau membujuk Jack agar tidak membatalkan kontrak itu...” pinta tuan besar Setyawan pada Velicia.
“ Maaf tuan...hal itu bukan ranah yang harus saya campuri...” jawab Velicia yang tak ingin ikut campur dengan permasalahan mereka.
“ Baiklah...tapi ada satu lagi yang ingin saya minta padamu Veli...” Bujuk tuan besar Setyawan kecewa dengan jawabn Velicia.
“ Apa?” tanya Velicia.
“ Kembalilah menikah dengan Arnold...saya tak sudi Arnold menikah dengan Viona...”pinta tuan besar lagi. Dia masih berharap Velicia bisa rujuk dengan putranya.
“ Maaf tuan semua sudah terlambat...”ujar Velicia lalu memutuskan panggilan telpon tersebut.
Setelah itu, Velicia memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas lalu dia turun dari mobil menuju ruangan belajar piano di kampusnya. Saat Velicia masuk ke dalam kelas piano, dia menyapa para murid-murid yang telah antusias dengan pelajaran hari ini. Wajah mereka cerah dan bersemangat memulai pelajaran yang akan di pandu oleh Velicia.
“ Buk...hari ini kita mau belajar lagu apa?” tanya salah seorang dari murid yang ada di kelas itu.
Velicia tersenyum lalu menjawab “ Sleep in the deep Sea...”
Velicia pun memulai mememainkan piano yang telah ada di hadapannya, dengan perlahan namun pasti. Alunan piano yang terdengar di dalam ruangan kelas, semua siswa mulai menikmati alunan lagu yang di mainkan Velicia.
Dalam permainan lagu yang di mainkannya, Velicia memejamkan matanya memulai mengenang perasaan cintanya yang dulu ada di hatinya, rasa suka yang muncul di hatinya, pernikahan yang telah di jalaninya, kebencian yang hadir setelah pernikahan itu terjadi rasa bahagia yang di lewatinya semuanya terulang di benak Velicia bagaikan alunan piano yang semuanya di mulai dan semua itu berakhir saat alunan pianoselesai di mainkannya.
Setelah selesai memainkan pianodengan lagu {{ Sleep in the deep Sea}} Velicia pun membuka matanya, dan saat itu dia melihat Arnold berada di hadapannya.
“ Veli...aku menyesal telah bercerai darimu...” ucap Arnold penuh penyesalan.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐