NovelToon NovelToon
Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Kecelakaan maut dalam perjalanan ke puncak, mengantar Senja menjadi seorang janda diusia yang masih sangat muda. Suami dan putra satu-satunya dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Setelah peristiwa itu, takdir membawa Senja bertemu dengan Deandra dan Aleandro. Pasangan yang sudah lama menikah tetapi belum juga dianugerahi keturunan.

Deandra adalah atasan Senja di tempatnya bekerja. Karena sesuatu hal, Senja diminta untuk menjadi surrogate mother untuk calon anak dari Deandra dan juga Aleandro.

Bersediakah Senja menerima permintaan atasannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RIP Deandra Mardova

"Deandra Mardova -- Perempuan -- Usia 37 tahun -- Waktu kematian 16.35 waktu negara S -- Dinyatakan meninggal karena gangguan fungsi organ pernafasan pra operasi pengangkatan rahim." ucap salah satu dokter.

Dunia Aleandro terasa runtuh seketika. Rasanya seperti mimpi, baru saja Deandra berbicara hangat dengannya dan Senja. Perempuan yang dicintainya itu meninggal dengan sangat tenang. Bahkan sampai sekarang wajah Deandra masih dihiasi senyuman.

Aleandro berusaha tegar, sekarang bukan waktunya untuk bersedih. Dia harus mengurus Deandra hingga akhir. Kalau mengikuti kesedihannya, dia akan melewatkan kesempatannya merawat Deandra untuk terakhir kalinya. Kata-kata terakhir sang istri akan dijadikannya penguat. Deandra meninggal dalam keadaan yang baik. Tidak kesakitan, tidak dalam keadaan sedih dan dengan senyuman.

Senja menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Memegangi perutnya, rasanya usapan tangan Deandra masih belum hilang dari sana. Pandangannya menjadi kabur, semakin lama hanya satu titik cahaya terang yang terlihat. Tubuh Senja pun akhirnya tumbang.

Aleandro reflek mengangkat tubuh Senja dan meletakkannya di brankar kosong sebelah Deandra. Dokter yang masih di sana segera membantu menangani Senja.

Aleandro lalu keluar ruangan memanggil Darren yang tampak masih mondar mandir menunggu kabar dari dirinya.

"Andra sudah berpulang ... Dia meninggal dengan sangat cantik. Dia tersenyum Darren. Andra pergi dalam keadaan bahagia. kamu harus melihatnya." ucap Aleandro, terkesan seperti menghibur diri sendiri.

Dua perawat mendorong tubuh Deandra yang sudah mulai terasa dingin di atas brankar. Mereka hendak memindahkan Deandra ke ruang jenazah.

"Aku akan mengurus Deandra, kamu masuklah ke dalam. Pastikan Senja baik-baik saja. Dia pasti shock. Telepon kak Sarita dan papamu, Juga papa Hutama. Aku akan memakamkan Deandra di sini besok pagi, Dokter masih melarang Senja untuk melakukan penerbangan. Deandra sangat menyayangi Senja, kita harus melakukan hal yang sama untuk menghormati Deandra." Aleandro lalu beranjak menyusul jenazah Deandra.

Darren segera masuk ke ruangan untuk melihat Senja. Dokter masih terlihat menangani perempuan itu. Darren segera memanfaatkan waktunya untuk menghubungi mamanya. Dia tampak berbicara serius di saluran telepon. Atasan Senja itu menyerahkan pada mamanya untuk memberitahu kepada yang lain.

Darren menyelesaikan panggilan teleponnya. Senja masih saja belum siuman. Dokter menyarankan perempuan yang sesang hamil itu di pindahkan ke ruang perawatan, karena detak nadi Senja sangat lemah dan hal itu berbahaya untuk kondisi janinnya.

Darren meminta dokter melakukan yang terbaik secepatnya. Suasana sangat rumit saat ini. Kepergian Deandra saja masih hangat, ditambah lagi keadaan Senja yang melemah. Tidak ada pilihan lain, selain memutuskan sendiri semuanya.

"Suster tolong jaga istri saya sebentar. Saya akan ke ruang jenazah. Tidak akan lama. Tolong jangan tinggalkan istri saya sendiri, sebelum saya datang," pinta Darren pada salah seorang perawat. Tanpa sadar menyebut Senja adalah istrinya. Ucapan saat panik menandakan sebuah harapan.

Setelah memastikan perawat itu mengiyakan permintaannya, Darren segera menuju ruang jenazah.

"Mama, papa dan opa akan datang malam ini juga. Mereka menginginkan Aunty di semayamkan di manssion opa. Mama baru saja mengirim pesan, seluruh Staf Mansion sedang bersiap. Akan lebih baik kalau public tidak banyak yang tau, agar kita bisa mengurus pemakaman Aunty lebih fokus." Darren memberikan informasi dengan jelas.

Aleandro menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Bagaimana kondisi Senja ?" tanyanya.

"Dokter memindahkan ke ruang perawatan intensif, detak nadi Senja melemah. Sangat berbahaya untuk kondisi janinnya," jelas Darren.

"Tidak ... Janin itu harus selamat ...Itu impian Andra. Senja harus kuat." Aleandro terlihat khawatir.

"Senja pasti kuat. Dia perempuan hebat," hibur Darren.

"Bisakah kamu di sini sebentar, aku akan melihat Senja. Kamu bisa menelponku kalau mansion sudah siap menerima kedatangan jenazah Andra." pinta Aleandro.

"Tentu saja uncle. Pergilah." Darren menepuk lengan kekar Aleandro.

*******

Aleandro memberanikan diri menyentuh perut Senja dengan tangannya, seketika ada getaran aneh yang rasakan.

"Bertahanlah, Sayang. Jangan tinggalkan Daddy sendirian. Kuatkan Bunda Senja. Bantu, bunda Senja kembali sehat," Doa Aleandro begitu pelan.

Senja masih belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali pada kesadarannya.

"Sus, kenapa dia begitu lama tidak sadarkan diri?" tanya Aleandro pada perawat yang disuruh Darren tidak pergi sebelum kedatangan laki-laki itu.

"Dokter sengaja memberikan obat tidur untuk membantu memulihkan kondisi ibu dan Janin lebih cepat. Sesuatu yang sedang menimpa pasien mungkin sangat mengguncang jiwanya. Membiarkan rilex sejenak itu akan sangat membantu," jawab perawat itu dengan ramah .

Aleandro memaklumi jika Senja sangat emosional saat ini. Setelah Rafli dan Zain meninggal, Deandra adalah prioritas Senja. Tidak ada yang bisa memahami Deandra sebaik Senja, begitu pula sebaliknya. Saat terjadi perselisihan antara Aleandro dan Deandra, Senjalah yang sering mendamaikan mereka kembali.

"Baiklah Sus ... Tolong lakukan apapun untuk pasien ini. Berikan yang terbaik yang kalian bisa, aku akan mengingat kalian dan memberikan hadiah jika dia bisa segera sehat," ucap Aleandro dengan sungguh-sungguh.

Perawat itu pun senakin melebarkan senyumnya .

********

Dua jam berlalu. Jenazah Aleandra sudah di bawa ke mansion papanya yang ada di negara S. Sementara Senja belum juga tersadar.

Darren dengan setia duduk di samping perempuan itu. Memandangi wajah senja yang cantik dan berkarisma, siapapun yang memandang tidak akan merasa bosan. Saking tidak bosannya, Darren sampai tidak menyadari kalau Senja sudah mulai terbangun.

"Tuan ...Bagaimana kak Andra?" tanya Senja, raut wajahnya terlihat sangat khawatir.

"Aunty Andra sudah disemayamkan di mansion opaku. Kamu cepatlah pulih kalau ingin ikut ke pemakaman Aunty Andra besok," jawab Darren.

"Saya baik-baik saja. Tolong antar saya ke tempat opanya Tuan. Saya ingin melihat kak Andra untuk terakhir kalinya." Senja mengiba pada Darren.

"Kita pastikan dulu kondisimu. Kamu harus kuat dan benar-benar sehat. Jaga baik-baik janin ini. Anak itu adalah keinginan terbesar Aunty Andra," ucap Darren tegas tapi masih ada kelembutan di sana.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana hidup saya tanpa kak Andra. Dalam kondisi hamil seperti ini, bagaimana mungkin saya sanggup menjalani kehamilan sendiri tanpa kak Andra. Saya akan ke dokter sendiri dan semua sendiri. Tidak akan ada lagi yang memperhatikan saya sebaik kak Andra. Saya harus bagaimana Tuan?" pandangan Senja jauh menerawang.

Darren bisa memahami jika saat ini ada kekhawatiran besar di hati Senja. Hamil sebagai Surrogate mother dan tiba-tiba ibu biologis dari anak yang di kandungnya meninggal. Tentu ada pemikiran ke depan bagaimana anaknya akan tumbuh, bagaimana dengan proses selama kehamilan nanti. Akan sangat canggung kalau Aleandro yang akan menggantikan Deandra untuk dekat dan memperhatikan Senja. Semua itu pasti menjadi pemikiran tersendiri bagi Senja.

"Ada kami Senja. Kami yang akan menemanimu menggantikan Aunty Andra." ucap Darren mendadak lembut .

"Tidak akan sama Tuan. Tapi saya akan belajar untuk mengikhlaskan pelan-pelan. Tuhan sepertinya tidak menakdirkan saya merasakan kasih sayang tulus dari seseorang dalam waktu yang lama." Senja kembali murung.

Darren merasa sedikit bersalah, karena selama ini sering membuat Senja kesal. Perempuan itu memang sering melakukan hal-hal yang membuat hatinya kesal, tapi dibalik keberanian dan keceriaan yang ditunjukkan, ternyata Senja juga sangat rapuh.

1
yuiwnye
eeh om Al sdh DP ya
yuiwnye
untung aja burjkhalifa blm di robohkan sama Abang Dar 😆😆😆
yuiwnye
mulut mu chuiuuun 😆😆
yuiwnye
yg sakit Zain sptnya ya tour.....
yuiwnye
suruh pak Tarno nanem dl tunggu sampai panen, itu LBH lama lg Darren 😁😁
yuiwnye
Firly adalah Rafly
betsy kissia
luar biasa nofel ini betul2 menguras kejutan2..penulis yg hebat.salut aku👍
tik.31
ceritanya bagus
Al Fatih
mengapa hrs ad part seperti ini 😭😭😭😭
Agus Tino
bagus
Dafila Nurul
bagus. seru ceritanya
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih kakak
total 1 replies
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
otw🤭🤭🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
untung cuma di batin,,,cobaklo di ucap dpt Bogeman mentah dr Darren 🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
amaaarrrr🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
astaga 🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
gagal maning🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣 Mayan dpt mini Cooper 😅😅😅
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
selalu ada saja kesempatan yg di ambil 🤣🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
jiwa jomblo meronta-ronta 🤣🤣🤣🤣
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
🤣🤣🤣🤣🤣 bisanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!