Reno yang berniat meneruskan kuliah S2 di kota harus terpaksa menikahi anak saudara jauh dari ayahnya.
Reno terpaksa menikah karena wasiat ayahnya yang sudah meninggal.Rianti yang anak yatim piatu harus menuruti kemauan ibu Ningrum untuk menikahkannya dengan anaknya Reno.
Reno yang merasa tidak menginginkan pernikahan itu,selalu mengabaikan Rianti,dan tak pernah pulang ke rumahnya.
Ibu Ningrum yang mengetahui kelakuan anaknya sampai marah hingga membuat siasat agar Reno bisa tidur dengan Rianti.
Apakah yang di lakukan ibu Ningrum?
Bagaimana setelah Rianti mempunyai anak,apakah Reno berubah?
Yuk,kepoin ceritanya yah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Bekerja Di Toko Roti
Setelah di terima bekerja di toko roti,Rianti bangun lebih pagi untuk beres-beres rumah terlebih dahulu,karena jam delapan harus sudah ada di toko.Dia tidak mau terlambat di hari pertama kerja.
Awalnya Rianti canggung dengan suasana kerja yang baru dan belum dia kerjakan.Karyawan di belakang yang bagian membuat kue dan roti ada tiga orang,sedangkan di depan yang menjaga toko dan melayani pembeli dua orang,di tambah Susan yang bagian melayani di dalam toko ketika ada pembeli yang ingin makan di situ.
Total karuawan bu Sri ada tujuh di tambah Rianti jadi delapan.Semula bagian memcuci peralatan membuat roti adalah satu orang yang rangkap dengan bagian pengiriman.Tapi setelah Rianti masuk,bagian mencuci di serahkan pada Rianti dan Udin bagian pengiriman saja.
Udin senang dengan adanya Rianti,karena tugas dia menjadi ringan hanya mengantarkan pesanan saja.
Lama kelamaan semua karyawan toko roti semakin kenal Rianti,dan mulai akrab dengan anaknya juga.
Teman-teman baru yang ada di toko memahami kesusahan Rianti setelah ibu Sri memberi tahu keadaan Rianti.Untung mereka mengerti apa yang di hadapi Rianti,mereka membantu Rianti sebisanya,misal mengajak anaknya jika Rianti sedang mencuci peralatan membuat roti dan kue.
Satu minggu sudah Rianti bekerja di toko roti,dia sudah akrab dengan karyawan di sana.Tak ada yang merasa di istimewakan,Rianti bekerja anaknya di titipkan pada temannya di sana yang waktunya senggang,atau ibu Sri juga sering mengajak anaknya.
"Rianti,apa kamu sudah tahu kabar suamimu?"tanya Susan sewaktu istirahat bersama.
"Belum mba,ngga tahu kapan pulangnya."jawab Rianti yang sedang menyuapi anaknya dengan bubur bayi.Karena anaknya sudah menginjak enam bulan dan sedang belajar makanan mpasi.
"Kamu ngga telepon dia,tanya kapan pulangnya."tanya Susan lagi lebih penasaran.
"Saya ngga punya ponsel mba,ponselku ketinggalan di kampung."masih menyuapi anaknya yang terlihat lahap makannya.Rianti tersenyum senang dengan tingkah anaknya itu.
"Susah juga ya."Rianti hanya tersenyum.
"Kamu di rumah sendirian aja dong."
"Iya."
"Ngga takut?"
"Ngga,udah biasa sendirian."
"Awas lho nanti ada...."goda Susan.
"Ada apa mba?"mulai merasa ketakutan.
"Ada begal."
"Ih,,mba Susan jangan nakutin dong."rengek Rianti.
Susan hanya tertawa,senang menggoda Rianti.
"Mba Susan kok malah ketawa sih,takut nih nantinya."
"Ngga Rianti,becanda kok.Di lingkungan sini aman kok.Di jamin."ucap Susan menenangkan Rianti.Kasihan juga kalau di takutin seperti itu.
"Beneran mba?"ucap Rianti masih belum yakin.
"Beneran,mba kan tinggal di daerah sini juga.Tapi agak jauh sih dari sini."Susan tersenyum,Rianti menatapnya meyakinkan.
"Oya kapan-kapan kita jalan-jalan yuk?."ajak Susan masih menikmati makan siangnya.Dia mengalihkan ketakutan Rianti yang masih tampak di wajahnya.
"Boleh mba,saya juga pengen jalan-jalan.Selama di kota saya ngga pernah ke mana-mana."Rianti tampak bersemangat.
Dia kini lebih ceria lagi,seperti lupa apa yang di ucapkan Susan tadi.
_
*****
_
Kini Rianti lebih ceria,tak ada wajah sedih dan penuh beban.Semenjak bekerja di toko,Rianti telah melupakan apa yang dia alami dan rasakan.Teman-teman yang baik juga bos yang pengertian,sungguh membuat Rianti bersemangat untuk menjalankan hidupnya.
Setelah istirahat selesai,Rianti kembali membereskan peralatan membuat kue yang sudah dia cuci.Jam tiga sore memang sudah tidak memproduksi kue atau roti,hanya merapikan dan menyiapkan bahan yang akan di pakai besok.Serta mengepak kue dan roti yang akan di kirim ke pelanggan.
"Rianti,kamu sudah selesai beres-beres?"tanya Udin karyawan bagian pengiriman kue.
"Sudah bang Udin,semua sudah beres.Saya lagi santai ini."jawab Rianti sambil duduk mengelap meja tempat membuat roti.
Teman-teman Rianti di toko semua lebih tua dari Rianti,makanya Rianti memanggilnya dengan sebutan mba bagi perempuan dan bang bagi yang laki-laki,walaupun dia sudah menikah.
"Temani saya ngantar kue yuk?mumpung kamu santai,lagi pula anakmu sedang tidur."ajak Udin,Rianti antusias dengan ajakan Udin itu,tapi dia ragu.
"Nanti kalau anakku bangun gimana bang?Nanti nangis lagi."ucap Rianti bingung.
"Nggak lama kok,dua pelanggan yang harus di kirim.Lagi pula ada Susan yang jaga jika anakmu bangun."ucap Udin.
"Ya udah,saya ijin dulu sama bu Sri ya,sekalian mau nitip Raka sama mba Susan."Udin mengangguk,lalu Rianti berlalu menuju ruang bu Sri untuk ijin,setelah itu dia menemui Susan.
"Mba Susan,bisa minta tolong ngga?"
"Minta tolong apa?"
"Saya di ajak bang Udin mengantarkan pesanan pada pelanggan,Raka sedang tidur.Kalau dia bangun boleh kan nitip sebentar?"Susan tersenyum,dia lucu melihat mimik wajah Rianti yang memohon.
"Iya sudah sana pergi,biar saya sama Rina jaga Raka.Lagi pula Raka sangat menggemaskan kalau bangun tidur."ucap Susan.
Rianti tampak gembira,lalu dia menarik tangan Susan dan menciumnya.Susan hanya tertawa saja.
"Terima kasih mba Susan,mba Susan paling the best freind pokoknya."ucapnya riang.
"Hahaha...Kamu bisa aja.Ya udah sana,Udin pasti sudah nungguin kamu."
"Siap mba Susan."lalu Rianti berlalu dari hadapan Susan.
Untuk pertama kalinya dia keliling jalan-jalan keluar dari kompleks rumah Reno.Dia senang sekali.Seperti mendapat undian berhadiah.
Bukan tanpa alasan Udin mengajaknya mengantar pesanan pada pelanggan,dia juga kasihan pada Rianti.Pasti belum pernah ke mana-mana.Dan dia memberi kesempatan pada Rianti walaupun sifatnya hanya mengantarkan pesanan,setidaknya dia senang.
Dan lihatlah,tingkahnya ketika membonceng di motor Udin,tampak antusias sekali.Sesekali dia berceletuk menanyakan apapun yang dia jumpai di jalan.Udin menanggapinya dengan santai dan tersenyum.Dan Udin senang jika Rianti senang,hanya dengan mengantar pesanan pelanggan sampai sesenang itu,sederhana sekali.pikir Udin.Lucu.
_
*****
_
Hari sudah sore,toko pun sudah mulai siap-siap akan tutup.Rianti tentu sudah siap pulang,tak lupa bu Sri memberikan sisa roti yang tidak terjual hari ini untuk Rianti.Rianti senang menerimanya,karena malam hari dia bisa memakan roti tersebut.Terkadang tengah malam Rianti sangat lapar,karena anaknya sangat kuat menyedot asinya walaupun sudah makan mpasi,tapi karena semakin besar dan gemuk badannya jadi mau tidak mau menete pun lebih kuat.
Rianti senang dengan perkembangan anaknya.Dia terhibur dengan celotehan mulut kecilnya.Kadang dia sampai tertawa karena kelucuan Raka anaknya.
Sore ini Rianti sengaja tidak langsung pulang ke rumah dulu,dia mampir ke mini market untuk membeli mpasi instan dan pampers yang sudah tinggal beberapa saja.Kebetulan dia hari ini gajian pertamanya di minggu pertama dia bekerja.Di toko roti tersebut memang kalau gajian setiap minggu,bukan tiap bulan seperti tempat kerja lainnya.Ibu Sri memang memberikan pilihan pada karyawan untuk masalah gaji,ada yang minta mingguan ada juga yang minta bulanan.Karena memang kebutuhan setiap orang berbeda-beda.
Rianti menuju bagian kebutuhan anak-anak dan bayi.Dia mengambil pampers yang di butuhkan serta mengambil bubur instan untuk bayi.Dia mengambil tiga rasa,rasa pisang,beras merah dan rasa ati ayam.Dia ingin mencoba berbagai macam rasa.
Sebenarnya Rianti bisa saja membuatnya yang alami,tapi dia kurang cukup waktu jika harus membuat langsung.Paling jika ada waktu senggang saja dan sesekali di bawa ke toko.
Setelah semua kebutuhan terpenuhi,Rianti pulang.Hari sudah cukup gelap ketika Rianti sampai rumah.Sampai rumah dia memberikan asi lalu mandi dan menyiapkan makan malam untuknya.
Karena tidak banyak peralatan dapur yang terpakai,Rianti tidak harus mencucinya.Dia sangat lelah hari ini juga senang,ingin istirahat lebih cepat.
_
_
*****(@@***@@)*****