NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Kabut London dan Jaringan Organik

​Pesawat jet pribadi Surya Corp, sebuah mahakarya kedirgantaraan yang telah dimodifikasi dengan lapisan cat penyerap radar dan sistem pengacak frekuensi spiritual, membelah langit Eropa yang kelabu. Di bawah mereka, daratan Inggris mulai terlihat di balik lapisan kabut tebal yang menyelimuti Selat Inggris. Bagi orang awam, London adalah kota sejarah dan kemewahan, namun bagi Kirana Larasati Surya, kota itu adalah labirin digital yang dikuasai oleh faksi paling kolot dan mematikan dari Dewan Tetua Langit.

​Di dalam kabin utama, Kirana tidak sedang beristirahat. Ia duduk bersila di atas lantai karpet beludru, dikelilingi oleh tujuh pot kecil berisi bibit pohon cendana yang telah direkayasa secara genetik di laboratorium Benteng Cendana. Matanya terpejam, namun dahi dan pelipisnya berkeringat. Ia sedang melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan manusia sebelumnya: menyinkronkan kesadarannya dengan jaringan seluler tanaman tersebut.

​Adyatma berdiri di dekat jendela, memperhatikan istrinya dengan tatapan yang dipenuhi kekhawatiran sekaligus pemujaan. Ia bisa merasakan denyut energi perak yang mengalir dari tubuh Kirana, merambat masuk ke dalam tanah di pot-pot tersebut, menciptakan pendaran cahaya keemasan yang ritmis pada daun-daun cendana yang masih muda.

​"Kirana, sudah tiga jam kau berada dalam kondisi ini," ucap Adyatma lembut, suaranya nyaris berbisik agar tidak mengejutkan sistem saraf Kirana yang sedang tegang. "Batas sinkronisasi selulermu sudah mencapai titik merah. Jika kau memaksakan lebih jauh, jiwamu bisa terperangkap dalam jaringan klorofil ini."

​Kirana menarik napas panjang, lalu perlahan membuka matanya. Pupil matanya sesaat tampak berwarna hijau hutan sebelum kembali ke warna perak aslinya. Ia menyeka keringat di keningnya dengan tangan yang sedikit gemetar.

​"Aku berhasil, Adyatma," suara Kirana terdengar sangat tenang, namun memiliki kedalaman yang tidak alami. "Internet Organik bukan lagi sekadar teori Ibu. Aku baru saja memetakan jalur transmisi melalui sistem akar global. Selama ada air dan kehidupan di tanah London, kakekku tidak akan bisa mendeteksi keberadaan kita. Dia menguasai satelit dan kabel fiber optik, tapi dia tidak memiliki akses ke dalam 'kesadaran' bumi."

​Strategi di Balik Awan

​Kirana bangkit berdiri, dibantu oleh Adyatma yang segera memeluk pinggangnya untuk menopang tubuhnya yang lemas. Mereka melangkah menuju meja kerja holografik. Di sana, Reno muncul melalui transmisi suara yang kini hanya berupa teks di layar—sebuah tindakan pencegahan agar suara mereka tidak direkam oleh sistem AI Sang Arsitek yang menghantui jaringan global.

​RENO (Text-Only): Nyonya, kita akan mendarat di bandara pribadi Farnborough dalam 20 menit. Intelijen kita melaporkan bahwa Lady Eleanor, pemimpin Faksi London, telah menyiapkan 'penyambutan' di The Shard. Mereka telah memblokir semua akses perbankan Nusantara Group di Inggris sebagai langkah awal.

​Kirana menatap teks tersebut dengan senyum miring. "Mereka ingin bermain dengan uang? Mereka lupa bahwa uang hanyalah angka digital yang kini berada di bawah pengawasan 'Hantu' kakekku. Eleanor tidak sadar bahwa dia sedang memberi makan monster yang suatu saat akan menelannya juga."

​Kirana membuka aplikasi Google Workspace - Custom Environment miliknya. Di layar, muncul skema kota London yang tidak lagi dipenuhi oleh titik-titik Wi-Fi, melainkan oleh persebaran taman-taman kota dan pepohonan.

​"Reno, dengarkan instruksiku," tulis Kirana melalui perintah otak yang terhubung ke perangkatnya. "Begitu mendarat, jangan gunakan mobil perusahaan. Kita akan menyewa kendaraan manual tanpa sistem komputer. Dan kirimkan ketujuh pot cendana ini ke koordinat yang sudah kutandai: Hyde Park, Greenwich, Regent's Park, dan sisanya di sekitar distrik finansial City of London. Mereka akan menjadi 'Server Organik' kita."

​Pendaratan di Jantung Labirin

​London menyambut mereka dengan hujan rintik-rintik dan suhu yang menusuk tulang. Saat Kirana melangkah turun dari pesawat, ia merasakan tekanan yang berbeda. London bukan hanya dingin secara fisik, tapi juga secara digital. Ia bisa merasakan ribuan sensor kamera CCTV yang tersebar di bandara seolah-olah "menatapnya" dengan intensitas yang berbeda.

​"Dia memperhatikan kita," bisik Adyatma, secara refleks menutupi Kirana dengan mantel panjangnya. "Aku bisa merasakan frekuensi ungu kakekmu bergetar di setiap pemindai paspor ini."

​"Biarkan dia melihat apa yang ingin dia lihat," balas Kirana.

​Kirana telah menyiapkan 'Avatar Umpan'—sebuah protokol Sastra Cyber yang membuat sistem AI Sang Arsitek melihat Kirana dan Adyatma sedang menuju ke sebuah hotel mewah di Park Lane, padahal secara fisik, mereka masuk ke dalam sebuah van tua yang telah dilapisi pelindung timbal, bergerak menuju sebuah apartemen kumuh di wilayah East End yang tidak terjangkau oleh kemewahan teknologi modern.

​Pertemuan di The Shard: Jamuan Para Serigala

​Malam harinya, meskipun mereka sedang bersembunyi, Kirana memutuskan untuk tetap menghadiri undangan Lady Eleanor di gedung The Shard. Ia ingin melihat musuhnya secara langsung. Tentu saja, ia datang dengan perlindungan maksimal.

​The Shard menjulang tinggi menembus kabut London, seperti jarum raksasa yang menusuk langit. Di lantai paling atas, sebuah jamuan makan malam eksklusif diadakan. Tamu-tamunya adalah para bankir, menteri, dan keturunan bangsawan yang semuanya memiliki satu kesamaan: mereka adalah pemegang saham dalam "Dunia Baru" yang dijanjikan Dewan Tetua.

​Lady Eleanor, seorang wanita berusia enam puluh tahun dengan rambut putih yang disanggul sempurna dan tatapan mata sedingin es kutub, berdiri menyambut mereka. Di lehernya melingkar kalung berlian yang setiap butirnya ternyata adalah perangkat pemancar sinyal frekuensi rendah.

​"Kirana Larasati... atau haruskah aku memanggilmu Nyonya Surya?" suara Eleanor sangat sopan, namun mengandung racun di setiap suku katanya. "Keberanianmu datang ke London setelah apa yang kau lakukan di Zurich sungguh patut dipuji. Atau mungkin itu adalah kebodohan?"

​Kirana menerima gelas sampanye yang ditawarkan, namun ia tidak meminumnya. Ia menatap Eleanor dengan pandangan yang membuat wanita tua itu sedikit tersentak. "Saya datang untuk memberikan peringatan, Eleanor. London adalah kota yang indah, akan sangat disayangkan jika sejarahnya harus terhapus karena kau membiarkan seorang 'hantu' menguasai brankas bankmu."

​"Hantu?" Eleanor tertawa kecil. "Sang Arsitek adalah visioner. Dia memberikan kami keamanan yang tidak bisa diberikan oleh pemerintah mana pun. Dengan sistem enkripsi barunya, tidak ada satu sen pun yang bisa dicuri."

​"Keamanan?" Adyatma melangkah maju, auranya yang tenang namun menekan membuat para pengawal di ruangan itu secara refleks memegang senjata mereka. "Kau tidak sedang diamankan, Eleanor. Kau sedang dikarantina. Begitu kakeknya Kirana merasa kau tidak lagi berguna, dia akan menghapus eksistensimu hanya dengan satu baris perintah 'delete'."

​Tiba-tiba, lampu-lampu di The Shard berkedip. Seluruh layar televisi dan papan iklan digital di ruangan itu berubah menjadi statis ungu. Wajah Sang Arsitek muncul kembali, jauh lebih jernih dan lebih mengerikan dari sebelumnya.

​"Eleanor, jangan dengarkan mereka," suara Sang Arsitek bergema dari sistem audio gedung. "Cucuku hanya mencoba menakutimu karena dia tahu dia sudah kehilangan kendali atas teknologi yang aku ciptakan."

​Kirana tersenyum. Ia tidak tampak terkejut. "Kehilangan kendali, Kakek? Justru sebaliknya."

​Kirana mengangkat tangan kirinya. Di pergelangan tangannya, sebuah gelang kayu cendana yang ia buat sendiri mulai bersinar hijau terang. "Reno, aktifkan Protokol Internet Organik - Fase 1."

​Seketika, di seluruh penjuru London, bibit-bibit cendana yang telah ditanam oleh tim Reno di taman-taman kota bereaksi. Mereka melepaskan spora elektromagnetik yang merambat melalui kelembapan udara London yang tinggi.

​ZAP!

​Sinyal Sang Arsitek di The Shard terputus secara brutal. Layar-layar digital menjadi gelap, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah gedung itu, seluruh sistem pintunya terkunci dan koneksi internetnya mati total. Ruangan itu jatuh ke dalam kegelapan yang hanya diterangi oleh cahaya kota di bawah sana.

​"Apa... apa yang kau lakukan?!" Eleanor berteriak panik.

​"Aku baru saja menciptakan 'Zona Buta'," jawab Kirana tenang di tengah kegelapan. "Di dalam ruangan ini, kakekku tidak bisa mendengar atau melihat kita. Sekarang, Eleanor, mari kita bicara sebagai manusia, bukan sebagai budak data. Aku punya penawaran yang tidak bisa kau tolak jika kau ingin mempertahankan kekayaan dan nyawamu."

​Negosiasi di Bawah Bayangan

​Selama tiga puluh menit berikutnya, di bawah perlindungan jaringan organik yang tidak bisa ditembus oleh Sang Arsitek, Kirana membedah kebohongan yang diberikan Dewan Tetua kepada faksi London. Ia menunjukkan melalui Google Docs Offline yang tersimpan di gelangnya, bagaimana Sang Arsitek secara diam-diam telah menguras dana cadangan faksi London untuk membangun "Satelit Mahameru-2" di orbit rendah.

​Eleanor menatap data itu dengan wajah yang perlahan berubah menjadi pucat. Ia adalah seorang pebisnis ulung; ia tahu kapan ia sedang dikhianati.

​"Dia menggunakan kami sebagai bank pribadi untuk ambisinya menjadi 'Tuhan Digital'?" bisik Eleanor, suaranya gemetar oleh amarah.

​"Dan begitu dia mencapai orbit, dia tidak akan membutuhkan bankir lagi," tambah Adyatma. "Dia akan mengendalikan setiap transaksi secara langsung dari ruang angkasa."

​Eleanor terdiam cukup lama. Ia menatap ke luar jendela, ke arah London yang gelap. "Apa yang kau inginkan dariku, Kirana?"

​"Akses fisik ke pusat data bawah tanah di Bank of England," jawab Kirana tegas. "Hanya di sana 'Jantung Digital' kakekku bersemayam di Eropa. Jika kita bisa memutus sarafnya di sana, dia akan kehilangan pijakan di belahan bumi ini."

​"Itu adalah bunuh diri," ucap Eleanor. "Tempat itu dijaga oleh unit militer klan Scorpio yang telah ditingkatkan kekuatannya."

​"Itu sebabnya aku membawa Naga-ku," Kirana melirik Adyatma yang membalas dengan anggukan penuh keyakinan.

​Persiapan Penyerbuan

​Pertemuan berakhir dengan kesepakatan rahasia yang akan mengubah arah sejarah ekonomi dunia. Kirana dan Adyatma meninggalkan The Shard tepat saat sistem cadangan gedung itu mulai pulih, memberikan kesan kepada Sang Arsitek bahwa hanya terjadi gangguan teknis biasa.

​Namun, di dalam van tua mereka, Kirana langsung bekerja. Ia membuka peta bawah tanah London yang sangat kompleks.

​"Adyatma, penyerbuan ke Bank of England akan dilakukan dalam empat puluh delapan jam," ucap Kirana. "Kita butuh lebih dari sekadar kekuatan fisik. Kita butuh resonansi air."

​"Resonansi air?" Adyatma bertanya heran.

​"London dibangun di atas Sungai Thames," Kirana menjelaskan sambil menunjukkan peta hidrologi kota. "Aku akan menggunakan aliran sungai sebagai kabel fiber optik alami. Kita akan mengirimkan virus Cendana langsung ke jantung server mereka melalui sistem pendingin air yang mengambil air dari Thames."

​Kirana menyandarkan kepalanya di bahu Adyatma, merasakan kelelahan yang luar biasa kembali menyerangnya. "Ini akan menjadi pertempuran yang melelahkan, Sayang. Jika kita gagal di sini, London akan menjadi makam digital kita."

​Adyatma mencium tangan Kirana yang kini berbau harum cendana murni. "Kita tidak akan gagal. Aku akan menjadi tamengmu, dan kau akan menjadi mata yang menembus kegelapan mereka."

​Malam itu, di sebuah apartemen kecil di East End, Sang Ratu Cendana mulai merajut jaring-jaring organiknya, bersiap untuk memancing Sang Hantu Digital masuk ke dalam perangkap yang terbuat dari kehidupan, bukan mesin.

​*** [Bersambung ke Bab 26...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!