NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji

Belum selesai benar Sera mengatasi rasa kesalnya karena perbuatan laki-laki yang selalu menganggu waktunya, kini harus di tambah dengan masalah adik sepupunya, benar-benar membuatnya gila.

Sera menutup ponselnya, menghirup nafas sepanjang-panjangnya, berharap tidak ada lagi masalah setelah ini.

"Ehem, kita lanjutkan?" tanya Graven menyadarkan Sera yang masih nampak resah.

"Memangnya ada pilihan lain?" jawab Sera.

Graven menghidupkan kamera dan juga membuka percakapannya kembali di dalam meeting, segera menjawab rasa penasaran pihak lain karena mendadak Graven menghilang dari meeting untuk beberapa menit yang lalu.

Kembali berkutat dengan waktu, namun entah mengapa Sera merasa ada yang tak biasa, dengan adiknya, tak biasanya juga Alensky bicara dengan nada suara yang bisa di bilang kalut dan tak tenang.

"Jika pikiran mu masih belum ada disini, sebaiknya kita hentikan untuk beberapa menit dulu, kami membutuhkan saran dan otak cerdas mu Sera, bukan hanya raga yang seperti tanpa nyawa"

"Ck, iya, aku juga berusaha konsentrasi, tolong di mengerti" suara pelan Sera.

Hingga pada permasalahan yang sangat penting, Sera bisa kembali fokus dan bisa memberikan beberapa solusi yang akhirnya di miliki, namun saat mulutnya akan bicara, terdengar suara ponselnya berbunyi lagi.

Berusaha mengabaikan, tidak langsung mengangkat, namun saat suara ponselnya berbunyi kembali, Sera sudah tak tahan lagi.

"Maaf" ucap Sera tak enak hati.

Graven juga mengerti, dengan cepat tidak mengaktifkan kameranya, semua memaklumi, dan Sera segera menyambar ponsel dan menjawabnya.

"Halo_, Alen?" tanya sera dengan mimik khawatir nya.

"Lama sekali kak"

"Sorry, ada apa lagi, kamu baik-baik saja kan, jangan membuatku cemas!"

"Aku hanya tidak kuat, mereka_"

'Tidak kuat apa, ada apa?!" Suara Sera makin kencang saja.

"Ehem, Sera, bisa turunkan suaramu?" Graven langsung menginterupsi nya.

Sera melihat ke arah Graven, sedangkan di dalam sambungan ponselnya, Alensky langsung berteriak kaget.

"Kak Sera, itu suara laki-laki?!"

"Hus, diam, aku sedang ada meeting, dan kau menganggu saja"

"Astaga, didalam kamar?!"

"Diam Alen"

"Kak, aku di rumah sakit"

"APA?!"

Dan secepat kilat, Sera menyambar tas nya, tak peduli lagi dengan tatapan horor Graven yang diberikan saat ini juga.

"Mau kemana?" Graven menghadang langkahnya.

"Ada keadaan darurat, adik ku dalam masalah, mungkin saat ini sedang koma"

"Orang Coma tak ada yang bisa bicara Sera"

"Tapi dia ada di rumah sakit Graven, di rumah sakit!, itu tandanya ada sesuatu yang serius terjadi padanya kan?, kamu ingin aku menjadi kakak yang kejam juga?"

Graven lalu menurunkan tangannya, namun masih tak bergeser sedikitpun dari hadapan Sera, sepertinya ini akan semakin sulit, batin Sera, hingga entah ide dari mana, Sera segera mendekat dan mengatakan_

"Aku akan mengurus adikku dulu, setelah itu kita akan lanjutkan lagi meeting ini atau apapun pekerjaan sampai malam, kalau perlu pagi sekalian, please?"

Graven menatap dalam, mungkin ada senyuman yang disembunyikan, lalu bergerak maju hingga begitu dekat dengan Sera yang tidak bisa mundur ke belakang karena Graven segera menariknya.

"Aku pegang janjimu, kembali padaku hari ini juga"

Perkataan yang aneh sekali, Sera hampir merinding mendengarnya, itu seperti bukan seorang Graven yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tapi lebih pada mengajaknya ke sebuah perbuatan laknat yang mungkin_Nikmat!

"Ya ampun Sera sadar!, ada Alen dalam bahaya!" teriaknya dalam batin mengutuk pikiran kotornya yang muncul begitu saja

"Okey, siap!, aku janji akan segera kembali dan tolong, bisa menyingkir dari ku?, aku hampir jatuh jika tak kau tahan Graven"

Graven melepaskan Sera pelan, lalu minggir perlahan, dan Sera segera melesat pergi begitu saja.

Setelah itu semua, Graven membereskan sisanya, keluar dari kamar Sera dan lenyap kembali ke asalnya, berada di sebuah mobil yang kini sudah mulai berjalan ke jalanan.

Oma yang merasa sudah tidak perlu lagi di luar Mansion, segera memerintahkan semua pelayan kembali masuk dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Dasar anak-anak nakal" gumamnya pelan namun penuh dengan senyuman.

*

*

Sera sudah melesat dengan mobilnya, menuju ke rumah sakit yang baru saja menghubungi dirinya, rupanya adik sepupunya dirawat disana.

Masuk dengan terburu.

"ALEN!!" teriaknya menggema, Sera paling panik kalau sesuatu terjadi dengan Alen yang suka sekali bikin masalah.

"Maaf Nona Sera, Nona Alensky ada di kamar utama" salah satu tenaga medis menyambutnya.

"Oh ya Tuhan, dia tidak di ICU kan?"

Orang itu menggeleng.

"Tidak operasi kan?"

Menggeleng lagi.

"Oh my God, aman" Sera segera bisa bernafas dengan lega.

"Okey, tolong katakan ada di ruang mana, biar aku ke sana"

"Mari saya antar Nona Sera" tentu saja tak akan membiarkan cucu dari pemilik rumah sakit terbesar itu berjalan tanpa di dampingi, itu tidak akan berani dilakukan.

Rasanya ingin segera melesat dan mendobrak pintu itu untuk mengetahui keadaan Alen, tapi Sera masih menahan diri, ingat akan sumpah dan janji yang diucapkan di hadapan semua anggota keluarga besar.

Ceklek

Hal pertama yang dilihat_?, sungguh mengejutkan, jauh dari perkiraan, dan Alen nampak sedang makan dengan lahap semua menu yang ada di atas meja Rumah Sakit.

"Dasar Sialan, apa yang kamu lakukan ha?!" teriak Sera begitu murka.

"Ck, jangan mengagetkan ku kak, kalau aku tersedak, terus mati bagaimana?"

"Itu lebih baik, dasar gila!, aku kesini menempuh banyak resiko dan harus melewati perjanjian menyesatkan dengan penunggu neraka, apa kau tau itu ha?!" teriak Sera menggema.

"Aduh, tenang kak, jangan membuatku pusing, aku juga terluka, lihat ini!" sahut Alensky memperlihatkan luka lebam di tangan dan kakinya.

"Apa?!" Sera mendekat dan segera memeriksa, rasanya tak percaya dan amarahnya terbakar saat itu juga, "Katakan, siapa yang berani melakukan ini, kamu tau mereka kan?"

"Tau, tapi aku bisa apa?, terlanjur janji sama Oma kalau aku tidak akan berbuat kekerasan lagi di tempat kuliah baru ini, atau aku akan berada jauh dari kalian semua"

"Iya juga sih, apalagi kekuatan kita sudah_, ck, sudah lah" sahut Sera.

"Oma gak tau kan?" Alensky nampak khawatir.

"Aman"

"Oh syukurlah, kak_?"

"Hem, ada apa?" tanya Sera sambil melihat kasihan ke arah adiknya.

"Kak Sera tau cara membalas mereka semua kan?, tanpa kekuatan dan tanpa campur tangan Oma, cukup dengan _"

"Nama besar keluarga" sahut Sera.

"Yap, itu maksud ku, saat ini kakak yang paling berkuasa setelah Oma, jadi aku serahkan masalah ini padamu, okey?"

"Heh, mau bagaimana lagi, katakan siapa mereka dan aku akan melacak orang tua dan silsilah keluarga, sedikit apapun kelemahan mereka itu penting untuk aku bisa membalasnya dengan setimpal"

"Siap kapten!" teriak Alensky senang.

"Dan setelah ini, jangan ada lagi kejutan macam ini, aku bisa gila Alensky!"

"Akan aku pertimbangkan kak"

Bug

"Akh!, sakit kak!" teriak Alensky saat tangan Sera memukul lengannya yang penuh dengan luka memar disana.

Dua gesrek mulai beraksi ini, yuk mana Komennya.

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!