NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:238.6k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

Keira melangkah perlahan memasuki bangunan tua yang terlihat seperti sudah lama tak terawat. Dinding-dindingnya retak, catnya mengelupas, dan lantainya berdebu tebal. Suasana dingin menusuk tulang, membuat bulu kuduk Keira berdiri.

Ia menoleh ke arah Gus Zayn yang berdiri tegap di sampingnya, wajahnya datar tanpa ekspresi sedikit pun. "Kenapa kita harus ke sini?" suara Keira bergetar tipis, matanya menelusuri sudut gelap yang seolah menyimpan rahasia kelam. Nafasnya terasa berat, seakan ada sesuatu yang mengintai dari balik bayangan.

Gus Zayn tetap diam, hanya menatap lurus ke depan. Tatapannya yang dingin membuat Keira semakin waspada, seolah pria itu sudah terbiasa dengan tempat yang menimbulkan ketakutan itu.

Langkah Gus Zayn mantap, mengajak Keira masuk lebih dalam. Keira merasakan jantungnya berdegup kencang, takut tapi juga penasaran.

Udara pengap bercampur aroma kayu lapuk semakin membuatnya tidak nyaman. Di sudut ruangan, terdengar suara samar—mungkin hanya angin, pikir Keira—namun ia tak bisa menghilangkan perasaan bahwa bangunan itu menyimpan sesuatu yang tak kasat mata.

Gus Zayn menoleh sebentar, menatap Keira dengan mata yang tak menunjukkan kehangatan. "Tidak ada yang perlu kamu takutkan," katanya pelan, tapi nada suaranya dingin seperti es.

Keira menggigit bibirnya, mencoba menenangkan diri. Namun di dalam hati, ia tahu ketakutan itu bukan semata imajinasinya.. Tapi karena pria itu pasti akan memarahinya soal tadi.

Gus Zayn menyuruh Keira duduk di sebuah kursi yang ada di sana..

Keira menuruti perintah Gus Zayn dengan langkah pelan, lalu duduk di kursi kayu yang tampak rapuh di sudut ruangan itu. Matanya yang gelisah menelusuri setiap sudut, dari dinding yang retak hingga jendela yang hanya diselimuti tirai tipis, seolah mencari celah untuk melarikan diri. Jantungnya berdegup cepat, namun dia berusaha menenangkan diri, meski tangan kecilnya gemetar tanpa bisa disembunyikan.

Sementara itu, Gus Zayn melangkah mantap menuju lemari usang yang berdiri kokoh di sudut ruangan. Suara langkahnya menggema pelan di lantai kayu yang berderit. Dengan tatapan tajam, dia membuka pintu lemari itu perlahan, mengeluarkan sebuah benda yang seolah menyimpan rahasia besar. Udara di ruangan itu menjadi semakin berat, membungkus Keira dalam keheningan yang menegangkan.

Gus Zayn melangkah perlahan kembali ke arah Keira dengan sebuah buku tebal yang terlihat usang di tangannya. Kulit sampulnya yang retak dan halaman-halaman yang agak menguning menunjukkan usia buku itu yang sudah puluhan tahun.

Keira menatap buku itu dengan mata penuh penasaran, bibirnya sedikit mengerut seolah berusaha menangkap makna di balik keberadaan buku tersebut. Cahaya redup dari lampu gantung memantul lembut di permukaan buku, menambah kesan misterius.

Gus Zayn meletakkan buku itu di atas meja depan Keira dengan hati-hati, lalu menatap Keira sambil berkata dengan suara berat, "Ini buku saya waktu pertama kali saya belajar shalat."

Wajah Keira berubah serius, dadanya berdebar seiring rasa ingin tahu yang semakin kuat, sementara jari-jarinya tanpa sadar meraba permukaan meja, menunggu detik-detik selanjutnya yang akan di jelaskan oleh suami dadakannya itu.

"Saya selalu menulis semuanya di sini. Dari rukun, hukum, syahadat, tata cara shalat, maupun tata cara berwudhu." Gus Zayn bisa saja memberikan buku panduan shalat kepada Keira yang lain di perpustakaan pondok pesantren, tapi entah kenapa, hatinya malah menuntunnya memberikan bukunya dulu.

Keira menggigit bibirnya kencang. "G-Gus tau?"

Gus Zayn menganggukkan kepalanya. "Saya tahu, Keira... Dan entah apa yang Allah ujikan pada saya ini. Saya juga tidak tahu..." Gus Zayn mengusap wajahnya frustasi.

Keira mendongak. "Apakah anda menyesal menikahi saya? Kalau anda menyesal, silahkan anda talak saya sekarang juga. Saya nggak paham agama. Saya hanya tau agama saya Islam, tapi Islam itu apa saya tidak tahu." Ucap Keira jujur. Entah kenapa ia malah merasakan sesak yang luar biasa saat mendengar perkataan Gus Zayn. Pria itu seperti menanggung beban yang banyak karena kehadirannya.

Gus Zayn tertegun mendengarnya, ia mengucapkan istighfar berulangkali, karena sepertinya ia sudah salah bicara dan membuat hati perempuan ini sakit hati. "Maaf."

"Gus tidak perlu minta maaf. Kita di pertemukan karena sebuah kesalahpahaman. Jadi, lebih baik kita akhiri saja semuanya, sebelum terlambat. Saya juga harus kembali pada orang tua saya." Ucap Keira. Sungguh ia sebenarnya sangat betah di pondok pesantren ini. Hatinya mendadak nyaman dan tidak ada resah gelisah sama sekali. Terlebih saat ia mendengar suara lantunan ayat suci Al-Quran. Keira sama sekali tidak ingin semua itu berakhir. Namun, ia harus tau diri juga, jika pria yang berstatus suaminya itu tidak lah mungkin bersama dengan-nya. Status mereka berbeda.

Keira menatap lekat wajah tampan itu yang juga menatapnya. Ada desir aneh, namun Keira tak boleh merasakannya. Ia harus menepis kuat perasaan yang datang tiba-tiba itu.

Keira menarik nafasnya,

"Gus ayo talak saya."

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!