Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Hari ini ulang tahun ku ke 27, ucapan selamat kuterima dari Bapak, Tama, Putri dan tentu saja Reza. Tapi ada yang membuatku sedih biasa nya Reza akan datang tengah malam untuk memberiku ucapan dan membawakan kue, tapi untuk sekarang sudah tidak bisa lagi dia hanya menelpon ku saat jam 12 malam dan itupun dengan suara pelan. Aku kecewa tapi tidak bisa aku ingat posisi ku sekarang.
Siang ini sebelum makan siang teman-teman satu tim ku memberi kejutan dengan membawakan kue dan kado , sedari pagi mereka dengan sengaja membuat ku kesal bahkan Bu Mia yang baik hati biasanya tidak pernah marah hari ini Ia membentakku karna menganggapku melakukan kesalahan dalam mentransfer pembayaran ke vendor. Hampir saja aku menangis , dengan tiba-tiba mereka memberiku kue ulang tahun, mereka juga menyanyikan lagu ulang tahun bersama-sama. Aku sungguh terharu ternyata mereka sangat perhatian. Saat akan meniup lilin, kedua temanku meminta ku membuat permohonan terlebih dahulu.
"Kue nya biar Bu Mia aja ya yang pegang, biasanya kan Pak Mantan yang pegang gak apa-apakan, apa mau Said aja yang bawain, jomblo juga tuh Said eh jangan lupa buat make a wish dulu ya" kata Vina mengingatkan kebiasaan tiap tahun dimana Reza akan membawa kue ke mejaku ,kali ini Vina menggoda dengan menyebutkan OB yang bernama Said untuk membawakan kue.
"Moga-moga cepet dapat jodoh yang sayang beneran sama lu ya Sar dan cepet nikah " celetuk Yeni
"Iya jangan sampai lu ditinggal kawin lagi " Vina tertawa puas dengan Yeni
"Amin amin amin ya Tuhan semoga cepetan terkabul pengen nikah sama yang ganteng, kaya sayang sama aku gak usah pacaran lama-lama kalo ujungnya ditinggal nikah kasihani aku Tuhan udah umur segini , please jangan ditinggal nikah lagi ya Tuhan cukup sekali aja" sambil menengadahkan tanganku keatas seperti memohon dengan antusias , sontak yang lain tertawa dengan ucapanku baru aku sadari ternyata ada Reza di ujung ruangan memperhatikan kami semua seketika mukanya yang penuh senyum menjadi muram dan pergi dari pandanganku. " Bodo amat lah" pikirku biar dia merasa.
Malam ini Reza janji akan mengajakku ke restoran mewah yang berada di rooftop di salah satu gedung di Jakarta. Dari semalam sudah kusiapkan baju tas dan sepatu yang akan kupakai, kapan lagi aku makan mewah pikirku.
Telepon di mejaku berbunyi sekitra pukul 3 sore, nomor extension Reza yang muncul
"Sar, nanti kamu pulang duluan aja ke kosan, aku jemput nanti ya. Aku ada urusan dulu" ucap nya
"Mau kemana tapi pasti kan nanti malam" aku berbicara sambil berbisik
"Jadi sayang, kan mau rayain ulang tahun kamu"
"Okey aku tunggu ya" kututup telponnya.
Aku pulang tepat waktu dan saat ini aku sudah berdandan sangat cantik dengan make up flawless andalan ku dengan dress selutut berwarna biru dan sandal heels 5 cm . Sudah hampir jam 7 Reza belum datang kuhubungi ponselnya tidak diangkat. Tak lama ia menelepon balik.
"Sar kamu duluan ke restorannya aja ya, aku gak sempet nanti langsung kesana "
"Oh kamu lagi apa sih Za, aku belum pernah kesana gimana dong, apa batalin aja deh" aku agak kecewa dengan Reza padahal dia sudah janji mau temani aku.
"Jangan dong, kan kamu pengen makan disana, kamu kan tau tempatnya nanti tinggal bilang reservasi atas nama kamu. "
"Ehm ya udah deh, kamu cepetan ya" samar-samar kudengar dibelakang Reza seperti di rumah sakit siapa yang sakit ya pikir ku lagi.
Aku sudah direstoran tersebut dan aku duduk ditempat yang sudah dipesan atas namaku, sudah 45 menit aku menunggu Reza belum datang juga. Aku sudah kesal dengannya, kalau memang tidak bisa katakan saja karna aku sendiri disini sangat aneh. Sebuah pesan kuterima darinya.
"Sayang maaf aku tidak bisa datang,aku masih temanin Gaby di rumah sakit, maaf banget ya, kamu makan saja disana nanti aku ganti ya, kita makan disana lain hari, maafin aku. ❤️" tulis pesan dari Reza.
Kecewa mau marah dan nangis juga. Aku mau pulang tapi ada pesan masuk lagi dari Ocep.
"Mbak kapan nih saya ditraktir makan?"
Ihh apaan sih nih orang nanyain terus, pikirku. Tapi kupikir lagi dari pada aku sendirian disini lebih baik kuajak dia saja deh. Kemudian ku meneleponnya.
"Haloo mas Ocep"
"Halo mbak sarah yang cantik"
"Ih gombal"
"Gimana mau ajak saya makan gak, lapar nih tarikan cuma dikit hari ini hahah"
"Duh kasian, ya udah saya lagi di restoran Rooftop di gedung X kamu kesini ya sekarang"
"Uih mewah banget nih, boleh deh tunggu ya 15 menit saya dekat dari sana"
"Iya mas ditunggu, bye" kumatikan telponnya dan memulai memesan beberapa makanan.
Aku melihat Ocep dipintu restoran, ku lambaikan tangan ke arahnya dan ia mengarah ketempatku. Malam ini Ia tampak casual sempat aku terpesona padahal ia hanya memakai kemeja biru muda dan celana jeans serta sepatu slip on sneaker berwarna biru tua, tampannua aku mengucapkan dalam hati. Penampilannya cocok sekali dengan diriku yang memakai dress selutut berwarna biru juga. Kalau aku perhatikan barang-barang yang ia pakai bermerk semua, apa dia membeli yang kw ya.
"Malam mbak cantik sendirian aja, saya temenin ya" ucapnya sambil menarik kursi yang ada didepanku.
"Ehm boleh" aku tersenyum kepadanya.
"Uih traktiran ke saya mahal banget nih Mbak, gak sayang apa?" tanya nya.
"tenang aja Mas ini gratisan juga koq hihi, maaf ya gangguin kamu malam-malam nanti dimarahin lagi sama pacarnya atau sama istrinya"
"Gak mbak jomblo nih saya,belum kawin juga eh kawin udah tinggal nikahnya aja" aku tertawa mendengar perkataanya.
"Emang gak jadi driver malam ini, kan kalo malam lebih banyak yang cari sayang gak dapat uang"
"Gak hari ini off , capek kerja terus" ia melihat-lihat menu di buku kemudian memanggil waitress dan memesan beberapa menu makanan.
"Kayaknya kamu udah sering ya makan disini" aku memperhatikan mukanya
" Gak sering sih yah pernah sih sekali ditraktir orang juga, mana sanggup saya bayar sendiri" tak lama ada seorang wanita sexy menghampiri Ocep.
"Luis udah lama gak ketemu kamu disini, kemana aja sih, waktu itu aku hubungin bilangnya sibuk terus" wanita dengan rambut model bob dan menggunakan dress tali berwarna merah maroon itu mengusap-usap bahu Ocep.
"Ya sibuklah banyak kerjaan" ia menjawab dengan malas
"Kapan nih ajakin aku jalan" ia masih menggoda Ocep
"Lagi ngedate ya" perempuan itu melihat kearahku
"Engg " aku hendak menjawab
"Iya ,maaf boleh jangan ganggu" Ocep menjawab cepat sambil memegang tanganku yang ada di meja
"Okeylah kalau sudah bosen jangan lupa hubungin aku ya" ia sengaja berbisik di kuping Ocep tapi aku masih bisa menedengarnya
"Bye" ia melambaikan tangan dan pergi dari hadapanku.
"Sapa tuh Mas, sexy banget loh sayang banget dilewatin" aku menggoda Ocep tanpa sadar tangan kami berdua masih berpegangan
"Yah gtu deh, terlalu berisik cewe kaya gitu, pusing saya. Sukanya yang kalem , gak banyak permintaan, kalau sama dia duh udah kaya jin apa-apa harus diturutin" katanya sambil mengelus-elus punggung tanganku
"Luis itu nama kamu?" aku bertanya karna mendengar panggilan wanita tadi
"Iya itu nama keren aja" ia tertawa, ya ampun manis banget kalau lagi tertawa, Luis apa itu nama samarannya ke wanita-wanita seperti itu.
Tak lama makanan datang, kami menyantap makanan tersebut hingga habis. Tidak terasa 3 jam sudah aku disini malam semakin larut, aku ingat besok masih harus bekerja dan aku memutuskan untuk pulang, ternyata berbicara dengan Ocep sangat menyenangkan Ia laki-laki yang humoris, Ia tidak banyak bercerita tentang pribadinya aku hanya tahu dia anak tunggal dari Ibunya, tapi dari ayahnya ia mempunyai 3 adik lagi, orangtuanya bercerai saat Ia berumur 2 tahun. Saat hendak membayar Ocep melarangku Ia mengeluarkan kartunya untuk membayar semua makanan tadi
"Loh mas aku kan traktir kamu, kenapa jadi kamu yang bayar" aku mencegah tangannya saat hendak memberikan martu ke waitress didepanku.
"Gak usah nanti aja traktirnya, aku perlu bantuan kamu nanti aku jelasin dimobil ya" iya menyelesaikan transaksi tersebut.
Kami berjalan ke parkiran, ia mengarahkan ku ke sebuah mobil sedan Audi 8 berwarna silver. Aku kaget kenapa ia memakai mobil mewah seperti ini.
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak