Kisah dari seorang dokter wanita yang jenius, cantik, baik hati, ahli meracik obat atau racun dan multi talenta yang menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, kalau dia adalah anak angkat dari salah satu ketua anggota mafia kejam di dunia.
Callysta Angelina mengalami kehidupan yang penuh lika liku dan menguras segala emosinya yang terkadang bertentangan dengan hati nuraninya sendiri.
Callysta di hadapkan pada dua pilihan yang paling berat dalam hidupnya, hidup yang terus di tentukan oleh orang lain membuatnya semakin muak, Callysta tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
Callysta berpikir hanya kematiannnya saja yang bisa membuatnya lepas dari semua rasa sakit, tetapi bukannya mati malah dia berada pada dunia lain.
Mampukah seorang Callysta Angelina menemukan pilihan hidup yang di inginkanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TDT angreni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Ancaman Mr.X.
***Mansion Mewah Mr.X***
Mr.X masih memandang kagum pada sosok Callysta yang dapat di lihatnya dari dekat dan sekarang ada di hadapannya, tetapi sayang Callysta yang di pandang tidak memiliki respon sama sekali, dia hanya bisa memasang wajah datar dan dinginnya melihat ke arah Mr.X sekilas dan langsung memalingkan wajahnya lalu duduk santai di atas sofa.
Mr.X tersenyum tipis melihat sikap dingin Callysta padanya, membangkitkan gairahnya untuk terus bersemangat mendapatkan seorang Callysta Angelina yang terkenal dengan sebutan 'Si Jenius Angel', dan sangat dikagumi oleh masyarakat kota A.
"baiklah Mr.X aku permisi, dan silahkan kalian menikmati waktu kalian berdua." ucap Jimmy Choo yang mengerti akan situasi saat ini.
Mr.X tidak melihat dan menjawab perkataan Jimmy Choo, dia hanya menganggukkan kepala dan mengibaskan tangannya untuk mengusir Jimmy Choo pergi.
Setelah kepergian Jimmy Choo Mr.X segera duduk tepat di hadapan Callysta agar bisa memandang wajah cantik Callysta yang sangat di kaguminya.
"silahkan di nikmati hidangannya." ucap Mr.X sedikit berbasa basi ingin mencairkan suasana.
Callysta hanya melihat sekilas Mr.X masih dengan wajah datar dan dinginnya.
"cepat katakan untuk apa kau memanggilku kesini?" tanya Callysta langsung pada tujuannya, karena dia ingin cepat pergi dari sini bila urusannya dengan Mr.X selesai.
"santailah dulu, aku hanya ingin kita saling mengenal karena sebentar lagi kita akan menikah." jawab santai Mr.X seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dan menyilangkan kakinya anggun.
Mr.X duduk anggun terlihat bak seorang raja, tetapi itu tidak menarik perhatian Callysta sama sekali, dia terlihat tidak ada niat merubah mimik wajah datar dan dinginnya.
"apa kau seyakin itu kita akan menikah?" tanya Callysta ingin tahu respon dari seorang Mr.X bila ada yang berusaha menentang keinginannya.
"iya tentu saja…aku sangat yakin kita akan menikah, apa kau yang tidak yakin kita akan menikah?"
"iya aku yakin kita tidak akan menikah." jawab jelas Callysta.
Lagi-lagi Callysta ingin memprovokasi Mr.X dengan menentangnya, tetapi bukannya marah Mr.X malah tertawa lepas karena mendengar jawaban dari Callysta, sedangkan Callysta mengerutkan keningnya melihat reaksi Mr.X yang di luar perkiraannya.
"apa kau coba untuk menentangku?" tanya Mr.X seraya menaikkan sebelah alisnya.
"iya aku menentang mu, aku menentang pernikahan ini, karena aku tidak ingin menikah denganmu." jawab Callysta menekan setiap kata-katanya.
"hahahaha…kau wanita pertama yang menolakku....itu yang aku suka darimu." balas Mr.X dengan tatapan lembutnya dan Callysta tidak suka itu, tetapi Callysta tetap menatap tajam mata Mr.X.
"mengapa mesti aku bila masih banyak wanita yang bersedia menikah denganmu?"
"karena aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama." ungkapan gamblang Mr.X yang membuat Callysta terkejut akan ungkapan cinta dan suka Mr.X padanya.
"hahahaha…" Callysta tertawa akan sikap Mr.X yang ada sangat jauh dari perkiraannya.
Dalam hati dan pikiran Callysta Mr.X adalah sosok yang sangat arogan, kasar dan kejam, bahkan Callysta berpikir kalau Mr.X akan sangat marah besar bila dia mencoba menentangnya dan akan memberikan pelajaran pada Callysta Bahkan akan membunuh Callysta bila membuat murka seorang Mr.X.
Callysta lebih baik memilih mati di bunuh oleh Mr.X daripada harus terpaksa menikah dengannya, sehingga Callysta mencoba untuk menentang dan membuat Mr.X marah, tetapi yang Callysta lihat tidak ada kemarahan sama sekali di mata Mr.X yang ada hanyalah tatapan lembut penuh kasih sayang dan cinta, sama dengan tatapan lembut Antoni padanya.
Lain halnya dengan Mr.X yang untuk pertama kali melihat Callysta tertawa lepas, yang membuat Callysta bertambah cantik di mata Mr.X, hatinya mulai berdebar melihat tawa Callysta yang menurutnya manis untuk di pandang.
"cinta kau bilang, cinta yang menggunakan kekuasaanmu untuk menikahi ku, itu kau sebut cinta?" tanya Callysta setelah selesai tertawa.
"lalu menurutmu itu apa?" tanya Mr.X ingin tahu apa pendapat Callysta tentang cintanya.
"itu bukan cinta, itu obsesimu."
"cinta dan obsesiku mempunyai satu tujuan yaitu kau."
"cinta dan obsesimu akan terus memaksaku untuk menikah dengan mu? walaupun aku tidak memiliki perasaan apapun padamu?" tanya Callysta yang sudah mulai muak akan sikap baik Mr.X padanya.
"iya tentu saja, aku akan tetap menikahimu walaupun kau tidak memiliki perasaan apapun padaku, karena kau hanya akan menjadi milikku seorang, dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." ucap Mr.X dengan kepercayaan diri yang tinggi seraya masih tersenyum manis pada Callysta.
Senyuman yang mampu membuat semua wanita yang melihatnya akan bertekuk lutut dan luluh di hadapan seorang Mr.X, dan rela melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatian serta senyuman yang di perlihatkan oleh Mr.X pada Callysta, tetapi tidak dengan Callysta dia malah terlihat bertambah muak dan dongkol dalam hatinya, karena tidak bisa memprovokasi Mr.X untuk marah padanya.
"kepercayaan diri mu sungguh tinggi sekali karena kekuasaan yang kau miliki."
"lalu apa yang akan dan bisa kau lakukan untuk membatalkan pernikahan ini?" tanya Mr.X.
Callysta diam sejenak mendengar pertanyaan Mr.X padanya, dia yang tidak memiliki kekuasaan, kekayaan, dan tidak bisa memilih jalan kehidupannya sendiri, dia yang sebatang kara tanpa keluarga, berpikir untuk apa lagi selalu hidup seperti ini? lebih baik mati dan menyusul sang mama dan papa yang mungkin menunggunya di alam surga, dari pada harus terus tertekan dan menderita hidup tanpa tujuan yang bisa dia tentukan sendiri.
"aku memang tidak memiliki kekuasaan dan kekayaan seperti yang kau miliki, tidak ada yang bisa aku lakukan di dunia ini dengan keinginanku sendiri, aku tidak bisa menentukan tujuan dan jalan hidupku sendiri, tapi satu yang bisa aku lakukan untuk mengakhiri semua penderitaan ku ini, aku bisa mengambil hidupku sendiri aku bisa menciptakan kematianku sendiri." balas Callysta dengan tatapan tajam yang penuh akan kesedihan dan penderitaan di sorot matanya.
Mr.X yang mendengar Jawaban dan sorot mata kesedihan serta penderitaan Callysta seketika merubah mimik wajahnya menjadi suram dan rahangnya mengeras, tidak suka akan apa yang di katakan oleh Callysta? serta sorot mata kesedihan dan penderitaan Callysta seakan membuat sesak di hatinya.
"apa maksudmu?" tanya Mr.X dengan mimik wajah datarnya dan menahan rahangnya yang mengeras, dia ingin memperjelas maksud dari kata-kata Callysta.
"mati....kematian diriku yang bisa aku lakukan untuk membatalkan pernikahan ini." jawab Callysta dengan menekan setiap kata-katanya.
Callysta senang melihat perubahan mimik wajah Mr.X karena mendengar jawabannya, wajah Mr.X yang datar dan rahangnya yang mengeras membuat dia terlihat jelas seperti seorang ketua mafia yang arogan, kasar dan kejam.
"kematian mu juga milikku, semasih aku hidup aku tidak kan membiarkan mu untuk mati dan meninggalkanku." ucapnya dengan tatapan tajam dan dinginnya pada Callysta dengan menekan setiap kata-katanya.
"apa kau yakin bisa menjamin itu? apa hakmu atas hidup dan matiku?" ucap keras Callysta seraya berdiri dari duduknya dan menunjuk ke arah Mr.X.
Dia sudah muak dan tidak tahan lagi akan seseorang yang selalu menentukan jalan hidupnya, Callysta benar-benar muak dan bertambah benci akan sikap Mr.X yang sama saja seperti Jimmy Choo, mengutamakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang yang di atur.
"jangan pernah sekalipun kau ucapkan kata kematian dirimu lagi, bila tidak…?!!" balas Mr.X yang mulai terpancing emosinya dan ikut bangkit menunjuk ke arah Callysta.
Mr.X tidak suka akan sikap Callysta yang terus menyebut kata kematian di hadapannya, karena dia tidak ingin kehilangan Callysta yang benar-benar sangat di cintainya.
"bila tidak apa…?" tanya Callysta ingin tahu ancaman apa lagi yang akan di katakan oleh Mr.X padanya.
"kau akan menyesalinya…karena aku tidak mengizinkanmu untuk mati dan meninggalkanku, kau mengerti ?!!" balas Mr.X masih dengan menahan amarahnya karena terlihat dari rahangnya yang semakin mengeras dan kepalan tangannya yang kuat.
"aku tidak akan menyesali apapun."
"apa kau yakin tidak akan menyesal, bila ini juga menyangkut dengan keluarga Yuandara?" tanya Mr.X yang membuat Callysta seketika diam membisu dengan tatapan tajam pada Mr.X.
"mengapa kau diam? kau sangat mengenal salah satu anggota keluarga Yuandara? apa aku salah?" tanya Mr.X kembali karena melihat Callysta hanya diam.
"hahahaha…" Callysta langsung tertawa terbahak-bahak, Callysta menggila dengan semua apa yang terjadi dalam hidupnya.
Inilah kekuatan dan kekuasaan seorang yang sangat dan benar-benar berkuasa seperti Mr.X, Callysta jatuh terduduk di atas sofa karena merasa sangat frustasi akan hidupnya, bahkan untuk mati saja sangat sulit baginya. Callysta mengusap kasar wajahnya yang frustasi dan tersenyum mengejek ke arah Mr.X.
"kau coba mengancamku?"
"apa aku ada pilihan?" tanya balik Mr.X.
Callysta mengepalkan tangannya kuat sehingga buku-buku jarinya memutih menahan emosinya, dan itu tidak luput dari perhatian Mr.X.
Hal ini yang sangat di takuti oleh Callysta, hidup Antoni dan seluruh keluarga Yuandara akan terancam karenanya, dan Callysta tidak ingin itu terjadi, Callysta tidak ingin ada yang menjadi korban karena dirinya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
semangat menulis kk😊😊