Menceritakan tentang kesedihan seorang istri yang tidak pernah anggap ada. Dan selalu saja di salahkan
_Akankah, Safira mampu bertahan dengan pernikahan yang tanpa cinta ini....???
_Atau mampu kah, Arjuna mempertahankan Safira atau justru melepaskan nya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
"Pagi hari menyapa... Safira membuka matanya dan berusaha untuk membangunkan dirinya dari tempat tidur, Kemudian Safira tersadar,.. Apa ini...??? Kenapa saya berada di kamar tuan Juna...??? Dan apa lagi ini...???? "Ucap Safira".. Lalu melihat tangan Juna melingkar di perutnya.. Seketika Safira mengingat kejadian semalam..
^Tapi perasaan semalam saya tidur di kursi..!!!. Tapu kenapa tiba tiba saya berada di ranjang mas Juna..??? "Batin Safira"..
Maa---ap mas.."Ucap Safira lalu mencoba memindahkan tangan Juna yang melingkar di perutnya"...
Hhhmmm Fira, biarkan seperti ini sebentar saja..!!! "Ucap Juna yang masih tetap memejamkan matanya"..
"Apakah dia sudah bangun...?? Tapi kenapa mata nya masih tertutup...??? Atau jangan jangan dia sedang bermimpi..!!!" Batin Safira".. Dan tanpa mendengar ucapan Juna tadi, Safira tetap saja mengangkat tangan Juna agar segera pindah dari perutnya..."
"Saat usaha Safira berhasil, dia segerah berjalan ingin keluar dari kamar Juna.. Tapi hasilnya nihil.. Ternyata Juna mengunci pintu kamar tersebut sejak semalam, karna Juna berpikir pasti Safira akan keluar secepat mungkin jika terbangun"
"Akhirnya Safira memutuskan untuk duduk di sofa sambil menunggu Juna bangun,. Dan selang beberapa menit akhirnya Juna pun terbangun.."
Kau sudah lama menunggu ku di situ...??? "Ucap Juna"..
Maaf, mas tadi saya ingin keluar tapi sepertinya pintu terkunci..."Ucap Safira"..
"Lalu Juna, berjalan menghampiri Safira lalu mendudukan tubuhnya tepat di samping Safira"..
Safira, aku ingin kita memulainya kembali dari awal.." Ucap Juna"..
"Safira menengok ke arah Juna".. Maksud nya...??? "Ucap Safira"..
"Aku ingin kita memulai nya kembali dari awal.. Aku ingin kau melupakan semua yang pernah terjadi.. Dan aku akan menerima mu dan anak yang kau kandung itu, meskipun pun anak itu bukan anak ku.. Tapi aku akan mencoba menerimanya.." Ucap Juna"
"Plakkkkkkkkkk... "Safira menampar Juna sangat keras".. Safira sangat sakit hati mendengar ucapa Juna, yang ingin menyuruhnya dengan tega melupakan semua yang terjadi,... Dan menuduh anak yang ia kandung bukan anaknya.."
Safira...."Bentak Juna".. Kenapa kau menamparku, bukan kah aku ini baik karna sudah ingin menerima mu dan anak itu... Tapi kenapa kau seperti ini...
"Tidak ada lagi yang harus di mulai dari awal tuan... Bukan kah sudah ku bilang jika anak ini lahir, maka saya akan meminta cerai.."
'Kenapa kau begitu tega sekali Safira.. Asal kau tau, kau pasti tidak akan mampu membiayai anak itu sendiri, maka dengan senang hati aku akan membantumu..." Ucap Juna
Terima kasih.. "Ucap Safira sambil tersenyum".. Jika tuan sudah selesai berbicara, maka tolong buka kan lah saya pintu tuan..
.
.
.
.
"Beberpa saat kemudian Safira kembali ke kamar nya.. Menatap lurus ke depan,. Memikir kembali ucapan yang Juna kata kan tadi.." Bahkan hingga saat ini kaupun belum yakin jika anak yang ku kandung adalah anak mu... Padahal, kau lah yang pertama..
"Safira meraih dompetnya dan mengambil kartu atm milik Juna yang pernah Juna berikan.."
Bibi..., Bibi lihat tuan Juna...??? "Ucap Safira"..
Tuan sudah berangkat kerja non beberapa menit yang lalu... Emang ada apa yah' non...????
"Ngak ada kok bi.... Ouh ya bi, kalau begit Safira berangkat kerja juga yah' bi..." Ucap Safira lalu berjalan meninggalkan rumah dan menuju butik tempat nya bekerja"...
**Dibutik**
" Safira kamu baik baik saja kan...???? "Ucap Brian". Kata mami kemarin kamu izin sakit.. Terus aku coba nelpon kamu, tapi no kamu ngak aktif aktif..Emang kamu sakit apa Fir...???? "
Ouh Safira hanya sedikit lelah kak.. Ngak kenapa napa ko..."Ucap Safira"
Ya' sudah kalau gitu, kamu istirahat saja lagi untuk beberapa hari.. Ngak usah kerja,kasihan loh sama bayi yang ada di kandungan mu..."Ucap Brian"..
"Kalau ngak kerja, berarti makan gaji buta dong kak.. Aduh aku ngak mungkin kaya gitu deh... "Ucap Safira".. Lagian sekarang udah mendongan kok..."
** Di rumah sakit**
"Bodoh, kenapa tadi pagi justru kau mengatakan bahwa anak yang Safira kandung bukan anak ku.. Pasti Safira akan bertambah marah.." Batin Juna
**Love you untuk kalian semua yang masih setia hingga kini membaca karyaku😘😘😘. Dan terima kasih banyak 🙏..
Ouh yah biar autor tambah semangat Up, jgn lupa komen like, dan vote yah🙏😘😘😘😘**