mikayla seorang gadis yang cantik, periang dan ceria, hingga kejadian satu malam membuat dia kehilangan orang2 yang di sayangi nya dan terpaksa menikahi bos tunangannya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimihnya_dimas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 19
Setelah malam panjang dan keesokan pagi nya,.
sinar mentari yg mulai menyilau kan mata nya membuat mika bangun lebih awal
sedangkan sam masih bebas dengan mimpi nya,.
Mika pun pergi untuk membersihkan diri nya dan setelah beberapa menit mika selesai mandi , mika keluar menghampiri para pelayan nya yg sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk tuan dan nyonya nya,.
" Pagi semua " mika menyapa para pelayan nya lalu para pelayan membalas sapaan majikan nya
" Pagi juga nyonya " balas para pelayan lalu
mereka menundukkan kepala nya dan memepersilahkan nyonya nya untuk duduk menikamati sarapan nya,.
tidak lama kanika yg merupakan adik ipar nya duduk di meja makan, dia pun mengucapkan selamat pagi kepada semua nya,.
sebenarnya kanika dan mikayla se umuran tapi karna mika istri dari kakak nya dia pun memanggil nya dengan sebutan kakak ipar kepada mika,.
kanika mengambil minumannya sambil berbicara menanyakan kakak nya,.
" Loh kak , kakak ipar ko sendirian? dimana kakak !" tanya kanika menanyakkan kakak nya
" Kakak mu masih tidur , aku sengaja tidak membangunkan kakak mu, biarkan dia istirahat " balas mika menyati pertanyaan adik ipar nya
" Oh ya udah, mungkin kakak mulai depresi menghadapi mama, papa dan kakak ipar juga,.haaahaaaa " ucap kanika tertawa dia mulai menggoda mika,.
" Apaan si kamu,oh ya , memang nya apa yg terjadi semalam dengan samudra ?" tanya mika ingin tahu
Sesungguhnya mika masih penasaran akan perubahan sikap suami nya itu tadi malam,.
"Aku tidak tau pasti kak, karna aku pun semalam sibuk dengan tugas tugas yang menumpuk jadi tidak memperhatikan apa yg mereka bicarakan, " ucap kanika berbicara sambil menyendokkan makanan ke dalam mulut nya
"o..... " mika ber oh ria
" Tapi hanya sekilas yang aku dengar kalo sampai kak sam membuat kak mika menangis lg mereka akan membawa kakak dan anak kakak pergi jauh dari kak sam " ucap kanika masih mengoceh dengan mulut yg penuh berisi makanan,.
deghhhh......
Mika yg mendengar penjelasan adik ipar nya pun langsung terdiam , ada sesak di dada nya
perlahan butiran air bening lolos di mata nya,.
mika sangat terharu karna memiliki mertua yg begitu menyayangi nya,.
kanika melihat mika menangis langsung belingsatan dia takut di salah kan
terbata bata dia memanggil kakak ipar nya itu
" Ka, kakak ipar kenapa,.?" tanya kanika panik
"Kakak please , jangan menangis, jangan membuat ku dalam masalah,." ucap kanika merasa ketakutan
" Aku tidak apa apa , aku cuma terharu keluarga kalian begitu baik, aku beruntung bisa ada di antara kalian,." ucap mika menghapus air mata di pipi nya
" Ohh astaga.... aku pikir kau kenapa kak, kau membuat ku takut " ucap kanika lega
" Syukur lah kalo begitu, aku kira kakak tersinggung dengan ucapan ku,. " ucap kanika lagi menghela nafas,.
" Tidak ini semua bukan karna mu, aku hanya terharu saja " balas mika
" Ya sudah kak, aku berangkat dulu ya kak, jangan menungguku , karna setelah pulang kuliah aku akan langsung pulang ke rumah mama papa,." ucap kanika memberitahukan kakak ipar nya
kanika bangun dari duduknya lalu memeluk kakak ipar nya setelah itu dia meninggalkan mika yg masih tak bergeming dari tempat duduk nya,.
setelah kanika pergi, mika terhanyut dalam lamunan nya,..
" Apa aku salah, ? kenapa kalian begitu baik ! sedangkan aku,? aku tidak pernah sedikit pun menyayangi kalian, ! aku datang ke keluarga ini karna ingin membalas dendam ku terhadap kalian semua,..?!! ucap mika bermonolog perlahan hati nya ragu untuk meneruskan rencana nya
" Kakak haruskah kita mengaakhiri semua ini, ?" gumam mika
" Apa nya yang harus di akhiri,?!! . " tanya seseorang yang di belakang mika
Lalu terdengar suara dan langkah kaki berjalan mendekati mika,suara nya bergema sehingga membuyarkan lamunan mika seketika,.....
Mika menoleh kebelakang ternyata samudra yg bicara dia sudah siap berangkat dengan kemeja dan jas nya sambil menenteng tas kantor nya, dia pun menghampiri mika untuk sarapan bersama, sam mengulangi ucapannya tadi,..
" Apa yg harus di akhiri sayang, kau belim menjawab pertanyaan ku,. ?" tanya sam menyelidik
Mika gelagapan dia tidak mengira kalo perkatannya tadi di dengar suami nya,.
" Padahal bicaraku pelan tapi kenapa dia mendengar nya " mika membathin
" Sayang kau melamun?! " tanya sam lagi mengejutkan mika sam duduk di samping mika
" Astaga, apa dia hantu atau jangan jangan makhluk jelmaan " mika menggerutu sambil mengerucutkan bibir nya,.
Sadar dengan ucapan nya, mika langsung menutup mulut nya sendiri dan menggeleng geleng kepala nya,.
Entah apa yg di pikiran mika, sehingga dia masih mengabaikan samudra yg sdh duduk di samping nya,. merasa di abaikan akhirnya samudra mendekati dan menangkupkan wajah mika semakin dekat
sam menjentikkan jari nya menyadarkan mika dari lamunan nya,.
Mika tersenyum simpul dan secara replek mendorong tubuh sam hingga mundur beberapa langkah,.
" Sayang ko kamu gitu sih,.?!" ucap sam terkejut dengan perlakuan mika
" Sebenarnya apa yg kamu pikirkan? sayang aku cemburu lohhhhh,.!" tanya sam lagi
Sam mulai menggoda mika , kelakuan nya sudah kembali lagi seperti sebelum nya..
Mika diam dia menatap lekat suami nya itu, sikap nya berbeda dari yg semalam, pikir nya
" Sebenarnya dia kenapa,.??? tanya miak bergumam
"Sayaaanngggg. " dengan berteriak sam memanggil mika, sam kesal mika masih mengabaikan nya dan tidak menjawab satu pun pertanyaan nya,.
" A....aku ti...tidak apa apa mas, kenapa ? kamu bilang apa, !!! jawab mika terbata bata mika kaget setelah mendengar teriakan sam
" Tuh kan, .. " sam memalingkan wajah nya,
sam mulai gregetan dan mengacak rambut nya prustasi
" I....iya maaf mas, tadi mika tidak dengar mas bilang apa, maafin mika mas, " ucap mika meminta maaf , setidak nya itu yg ada di pikiran mika saat ini,.
sam memutar bola mata nya melanjutkan pertanyaan yang belum mika jawab
" Lalu.. apa maksud ucapan kamu tadi, apa yang harus di akhiri ?" tanya sam lagi amsih penasaran dengan apa yang di katakan istri nya
" Semalam bukan kah kamu marah dengan ku mas, kamu diam saja padahal aku bertanya, tapi kamu mengabaikan ku, jadi aku memikirkan bagaimana kalo kita akhiri saja perang dingin ini,." ucap mika yang akhirnya mika berhasil membuat alasan
" Maafkan mas juga sayang, mas tidak tahu kalo sikap mas semalam membuat kamu kepikiran hingga seperti ini, semalam mas hanya lelah karna terus di intimidasi sama mama papa, mulai sekarang mas janji tidak akan mengajak kamu bertengkar lagi,." ucap sam penuh penyesalan dan sepertinya sam mulai percaya dengan kata kata mika,.
" Tidak apa apa mas, mika mengerti " balas mika
" Dan jangan memikirkan yang tidak penting ya sayang,." ucap sam berpesan lalu sam mencium puncuk kepala mika dan memeluk nya,.
sedang mika yg di peluk dia hanya diam saja, membiarkan sam melakukan sesuka hati nya,..
"Dasar bodoh,..... " umpat mika dalam hati
Sam melepas pelukan nya lalu mengajak istrinya untuk sarapan bersama dan setelah selesai dia pun berpamitan untuk pergi ke kantor nya,.
"Mas berangkat dulu sayang, kamu hati hati di rumah, jangan lupa kabari mas kalau ada apa apa, mas tidak ingin kamu dan anak kita kenapa kenapa, kamu mengerti kan sayang " ucap sam
" Iya mas,. " saut mika
Sam mengelus perut mika yg sebentar lg akan melahirkan buah hati nya itu,.
" Papa kerja dulu ya sayang, jangan membuat mama kesulitan ya, ." sam berbicara sambil mengelus elus perut mika ,.
Sam berbicara seolah olah anak yang di dalam perut istrinya itu mengerti,dan itu
terbukti setelah mendengar ucapan dari papa nya itu tendangan sang anak makin kencang,.
Mendengar itu membuat sam bahagia dia sudah tidak sabar menanti kan kelahiran anak nya itu,yang menurut hasil usg berjenis kelamin laki laki,.
" Baiklah sayang,mas pergi dulu, ingat jangan pergi tanpa se izin ku,." ucap sam memperingati istri nya lalu ia pun berpamitan
Mika tersenyum menganggukkan kepala nya, lalu mengiyakan setiap perkataan suami nya,.
mika mengantarkan sam sampai ke dalam mobil nya, dan melambaikan tangan nya setelah kepergiaan nya,.
Mika masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamar nya,ia mulai melemperkan semua barang yang ada di sana ,.
" Drama apa lagi yang harus aku main kan ? aku sudah tidak kuat setiap hari, setiap jam , bahkan setiap waktu harus berpura pura baik seperti ini !" teriak mika menangis
" Aku sudah tidak tahan lagi , aku harus mengakhiri ini semua, !!" ucap mika dengan lirih
Mika terus meraung raung dan memukul kan tangan nya di meja rias yang isi nya sudah berserakan kemana mana,.
mika tidak peduli tangan nya yg berdarah akibat perbuatan nya sendiri,.
Mika menatap diri nay sendiri di cermin dan Seketika dia teringat kakak nya,.
" Ya aku harus menghubungi kakak,." gumam mika
Mika mengambil ponsel nya dia menghubungi kakak nya, tapi alan tidak kunjung mengangkat nya,. mika terus menghubungi kakak nya terakhir nomer kakak nya tidak aktif,....
Merasa telponnya di abaikan , mika marah dan melempar ponsel nya hingga hancur tidak berbentuk....
" Kemana kau kak,? biasa nya kamu selalu menjawab panggilan ku,.! " teriak mika merasa geram
" Mungkin aku harus datang untuk menemui nya sendiri, " sambil mengepal kan tangan nya
mika berbicara kepada dirinya sendiri , dia ingat alan tidak menghubungi mika setelah pulang dari menemui nya semalam,...
Mika segera merapikan penampilan nya, dia mengganti pakaian yang sudah basah karna tangisan nya tadi,.
Dia tidak ingin kakak nya melihat penampilan nya yg berantakkan,.
beberapa saat kemudian
Setelah yakin dengan penampilan nya, lalu dengan geram dia melangkah kan kaki nya,.
buru buru dia mencari kunci mobil nya, dan setelah dapat apa yg dia cari akhir nya mika pun pergi,.
Alan selalu menjawab panggilan adik nya,tidak perduli siang atau pun malam, kapan dan di mana, alan selalu punya waktu untuk berbicara dengan adik nya,. tapi kali ini tidak seperti biasa nya alan melakukan ini,. dia mengabaikan panggilan dari mika,.
Mika keluar mengendarai mobil nya sendiri, dia tidak peduli dengan tangan nya, meskipun tangan nya terluka dan berdarah tak menghentikan nya untuk menemui kakak nya,. mika juga lupa dengan kehamilan nya yang sudah tinggal mengitung hari,.
Mika mengabaikan para penjaga dan Art nya yang melarang nya untuk pergi,.
Yang mika pikir kan adalah dia hanya ingin segera menemui kakak nya,.
.....
.....
...
.....
....