Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Di dalam ruangan milik Dimas. Untuk pertama kalinya Nadia masuk ke dalam ruang kerja sang suami. Dimas tengah mencari kotak P3K untuk mengobati tangan Nadia. Darren? Pria itu memilih untuk kembali bekerja, Karena dia hanya bawahan dari Dimas dan tidak bisa melawan atasannya. Ayah dari Darren pernah menawarkan pekerjaan kepada Darren, tapi Darren menolak karena ia ingin bekerja keras dan menghasilkan uang dari nol. Darren menjadi sekertaris Dimas, ia tangan kanan CEO yang di percayakan oleh Dimas sepenuhnya.
"Sini tangannya gue obatin," ucap Dimas.
Nadia mengulurkan tangannya. "Padahal aku bisa obati sendiri di rumah kak, kalau kayak gini pekerjaan kakak jadi tertunda deh karena mengobati tangan ku," ucap Nadia.
Dimas sedang fokus mengobati tangan Nadia yang terluka. "Kak, apa karyawan kakak tau kalau kakak masih pacaran dengan Jessica?," ucap Nadia.
Dimas menganggukkan kepalannya. "Mereka tau dan mereka merahasiakan semuanya, karena gue mengancam mereka. Gue akan memecat orang orang yang berani memberitahu hubungan gue dengan Jessica, kepada orang orang di luaran sana," ucap Dimas.
Nadia terdiam dan tidak mau bertanya lagi. Ia sakit mendengar jawaban dari Dimas. Ternyata pria itu sudah menyusun semuanya dengan matang. Dimas membalut tangan Nadia dengan perban.
"Jangan melakukan apapun dulu, Tidak perlu mencuci baju, memasak dan lainnya. Kita bisa laundry dan pesan makanan, beberapa hari ini istirahatlah," ucap Dimas.
Nadia menganggukkan kepalanya. "baik kak," ucap Nadia.
Dimas menyusun kembali kotak P3K dengan rapi. Dimas berjalan ke arah laci dan menyimpan kotak tersebut. Terdengar suara ketukan pintu dan atensi Nadia tertuju ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan suaminya. Terlihat Darren masuk sambil membawa beberapa berkas ke dalam ruangan.
Nadia melambaikan tangannya ke arah Darren, dan pria itu membalas lambaian tangan tersebut. Dimas? Pria itu sedikit kesal melihat interaksi istrinya dan sahabat plus sekretarisnya tersebut.
"Ehem!,"
Mendengar deheman dari Dimas, Darren langsung mengatur kembali ekspresi seperti biasa. Ia pun berjalan ke meja kerja atasannya.
"Ini pak, ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani," ucap Darren.
Dimas mengambil berkas tersebut dan langsung menandatanganinya. Nadia? Gadis itu hanya duduk diam sambil menatap sang suami yang terlihat tampan saat sedang bekerja.
"Kalau masih ada berkas yang harus di tandatangani, langsung saja datang ke sini. Biar gue bisa pulang cepat, gue bosen di kantor," ucap dimas.
"Baik pak," ucap Darren.
"Kaku amat," ucap dimas.
"Yaelah, namannya juga lagi di kantor. Ya kali nyebut lo-gue, bro. Enggak sopan," ucap Darren.
Darren tertawa kecil. "Yaudah sana keluar," ucap Dimas.
Darren menganggukkan kepalannya dan berjalan ke arah Nadia. "Nanti jalan yuk, gue traktir," ucap Darren.
Nadia menatap Dimas, Darren yang paham langsung tersenyum. "Dia enggak bakal marah, mungkin nanti dia jalan sama Jesica. Pasti dia akan minta maaf atas ke jadian tadi, suami Lo kan enggak bisa hidup tanpa Jessica," ucap Darren.
Dimas yang mendengarnya pun menjadi kesal. "Enggak bisa, gue bakal bawa Nadia jalan jalan. Tapi kalau Lo mau traktir Nadia, gue harus ikut. Dia enggak bisa gue lepasin sama lo, nanti apa kata yang liat Nadia jalan sama pria lain. Bisa bisa omongan orang orang sampai ke telinga nyokap dan bokap gue," ucap Dimas.
Darren menghela nafas dengan pelan. "Lah sejak kapan Lo mementingkan pendapat orang lain. Yaudah terserah, kalau Lo mau ikut ikut aja. Nanti dandan yang cantik ya, gue mau ngajak Lo ke cafe yang di sana banyak makanan enak," ucap Darren.
"Oke kak," ucap Nadia.
Nadia tersenyum manis, dan Dimas langsung mendekati sang istri. "Nad Lo pulang aja ya, nanti waktu gue sudah sampai rumah kita lang------,"
"Gue bakal jemput Nadia, kan gue yang ajak Nadia jalan. Jadi gue yang bakal jemput kalian," ucap Darren.
"Enggak!, gue mawa mobil sendiri," ucap Dimas.
Darren lamas berdebat dengan Dimas. Darren akhirnya mengalah. "Terserah Lo aja lah, nanti gue kirim alamat cafenya," ucap Darren.
****
Sore hari. Nadia dan Dimas sudah berada di dalam mobil. Diam tengah menyetir mobil menuju cafe tempat mereka bertemu dengan Darren. Dimas menatap pakaian Nadia yang berbeda dari biasanya.
"Paha Lo tutupin pakai jaket gue," ucap Dimas.
Nadia pun menutupi pahanya dengan jaket yang di berikan Dimas. "Kenapa Lo pakai rok pendek sih? Paha Lo jadi keliatan kan," ucap Dimas.
"Aku mau tampil cantik kak, soalnya aku bakal masuk cafe bareng kakak. Kalau aku pakai tertutup takutnya nanti kakak malu, Karena punya istri yang enggak bisa berpakaian bagus," ucap Nadia.
Dimas langsung terdiam dan fokus ke jalanan. Nadia berusaha untuk berpakaian bagus agar sang suami tidak malu saat bersamanya. Dimas tanpa sengaja melihat paha istrinya yang masih terbuka. Ia menyentuh paha Nadia dan menutupinya dengan tangannya. Nadia terkejut bukan main dan menatap ke arah suaminya.
"Besok besok jangan pakai rok sependek ini," ucap dimas.
Dimas menganggukkan kepalannya, dan beberapa menit di perjalanan akhirnya mereka tiba di cafe. Sepasang suami istri tersebut keluar dari dalam mobil. Tatapan para pria yang akan memasuki kafe tertuju ke arah Nadia. Dimas kesal saat melihat tatapan para pria tertuju kepada istrinya, jujur lekuk tubuh Nadia sangat indah dan menarik. Ia saja sebagai suaminya hanya bisa menahan nafsunya, karena perjanjian yang sudah ia buat.
"Buruan masuk," ucap dimas.
Dimas langsung menarik tangan nadia, terlihat Darren tengah duduk di sebuah kursi, dan pria itu langsung berjalan ke arah sepasang suami istri tersebut. Saat Darren akan memeluk Nadia, Dimas lebih dulu memeluk Darren.
"Udah bro, jangan peluk peluk. kita langsung makan aja gue laper," ucap Dimas.
"Dih enggak asik Lo, gue cuman mau peluk Nadia, kenapa Lo larang sih?," ucap Darren.
"Bacot, ayo makan gue udah laper," ucap Dimas.
Darren memutar kedua bola matanya dengan malas. Mereka akhirnya duduk di kursi yang sudah di pesan oleh darren. Tatapan para pelanggan masih saja tertuju kepada Nadia. Nadia sangat cantik, dan menarik perhatian para pria. Salah satu pria mendekati Nadia dan mengulurkan tangannya ke arah Nadia.
"Hai, boleh kenalan,"
Dimas mengepalkan kedua tangannya, mencoba menahan amarahnya. "Maaf, dia istri saya. Jadi saya mohon jangan ganggu istri saya, dan jaga mata anda. Sekali lagi saya melihat anda menatap istri saya, anda tidak akan pernah hidup bahagia di dunia ini," ucap Dimas.
Mendengar ucapan tersebut pria itu tersenyum miring. "Saya tidak takut, karena saya anak konglomerat. Jadi saya enggak takut dengan ancaman anda,"
Dimas berdiri dan Nadia langsung menahan tangan suaminya. Darren? Pria itu hanya diam dan menatap perdebatan Dimas dengan pria yang menyukai Nadia.
"Tenang kak," ucap Nadia.
"Coba buktikan kalau kamu suaminya,"
Dimas menatap tajam pria tersebut. "Oke," jawab Dimas.
Tanpa aba aba Dimas langsung mencium bibir Nadia, dan tak lupa ia melumatnya. Nadia terkejut, bahkan buka nadia saja. Darren juga ikut terkejut dan dadanya terasa sakit. Pria yang mengajak Nadia berkenalan langsung pergi dengan perasaan dongkol. Setelah pria itu pergi diam langsung melepas ciumannya.
"Besok besok jangan memakai baju yang mengundang pria lain untuk mendekatimu," ucap Dimas.