Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19.
Goblin akhirnya keluar dari balik pepohonan hutan, di hadapannya berdiri pemukiman orc yang sudah ia kenal, rumah-rumah kayu dan batu, tempat latihan, tempat pembuat senjata dan suara para orc yang terdengar dari kejauhan.
Goblin berhenti, matanya melihat sekeliling, tempat yang masih sama dan untuk sesaat ia hanya berdiri diam, kemudian "...aku kembali" suaranya yang terdengar pelan.
Salah satu orc penjaga langsung menoleh, matanya membesar "Goblin?!" orc lainnya ikut melihat "Iya! itu goblin!" dalam waktu singkat para orc mulai berdatangan, beberapa dari mereka masih tak percaya.
Goblin masih memiliki tubuh kecil seperti dulu, tapi ada sesuatu yang berbeda darinya, tatapannya lebih tenang, tubuhnya terlihat jauh lebih padat.
Namun orc king segera datang, ia berdiri di depan semua orc, untuk beberap detik keduanya saling menatap, kemudian orc king tersenyum tipis "...Kau benar-benar kembali"
"Ya.." goblin mengangguk.
Orc king menepuk bahunya "Selamat datang kembali di rumah.."
Para orc bersorak, tidak ada pesta besar, tidak ada sambutan istimewa, tidak ada makanan mewah, mereka hanya menyambut sederhana dengan menyediakan daging hewan biasa, buah-buahan hutan, minuman sederhana dan api unggun yang menyala di tengah pemukiman.
Namun malam itu terasa berbeda, goblin duduk bersama para orc, beberapa dari mereka yang dulu pernah berlatih dengannya datang dan menepuk bahunya.
"Lama tak melihatmu!.." orc prajurit.
"Tubuhmu berubah ya, jadi semakin besar!" orc general.
Goblin menjawab pendek "sedikit..."
Para orc tertawa dan bercanda.
Malam itu mereka makan bersama, untuk pertama kalinya setelah sekian lama goblin merasa bahagia seperti saat dulu ia bersama goblin lainnya, meskipun sekarang keluarga barunya ini adalah ras orc tapi goblin tidak masalah dengan itu.
Setelah suasana mulai tenang, orc king duduk di samping goblin "Ceritakan perjalananmu.."
Goblin menatap api unggun kemudian mulai bercerita tentang semuanya, dari wilayah yang ia lewati, tentang ogre, tentang pertarungan, dan akhirnya tentang troll.
Orc king yang awalnya mendengarkan dengan tenang perlahan mengubah ekspresinya "Kau bertarung dengan troll?"
"Ya.."
"Kau menang??"
"Ya..."
Orc king terdiam, para orc yang mendengar percakapan itu juga mulai memperhatikan lalu goblin melanjutkan ceritanya.
Tapi ia tidak menceritakan apa pun tentang parasit, tidak menjelaskan perubahan tubuhnya, tidak menjelaskan bagaimana ia bisa memakan troll.
Ia hanya mengatakan bahwa dirinya menjadi jauh lebih kuat setelah melewati berbagai pertarungan yang tak terhitung jumlahnya.
Orc king mengerutkan keningnya "...kau membunuh ogre dan troll??"
Goblin mengangguk "Ya..."
Orc king menatapnya cukup lama, ia mengenal goblin, ia tahu seberapa kuat goblin ketika meninggalkan pemukiman mereka, namun troll adalah mahluk yang bahkan membuat ogre ketakutan.
Ceritanya itu terdengar terlalu sulit dipercaya.
"Besok.." orc king berdiri "kita akan bertarung"
Goblin menatapnya "...Baik"
Keesokan harinya.
Lapangan latihan dipenuhi para orc, goblin berdiri di satu sisi, orc king berada di sisi lainnya, tidak ada yang berbicara.
Angin berhembus melewati lapangan 'SWISHH!' debu bergerak.
Orc king menggenggam senjatanya, tatapannya sangat serius "Jangan menahan dirimu!"
Goblin mengangguk "...Baik" tapi goblin seperti tahu kalau kekuatan orc king itu masih sama seperti dulu dan tidak bertambah sedikitpun, sedangkan dirinya sudah sangat jauh lebih kuat.
Orc king langsung bergerak cepat 'DUAKH!' tanah retak ketika kakinya menekan permukaan tanah, tubuh besar yang seperti ogre itu melesat ke depan, pedangnya diayunkan dengan seluruh kekuatannya tanpa ragu.
SWING!!
Goblin tak bergerak, karena ia merasa serangan orc king itu tidak membahayakannya, tekanan ogre dan troll jauh lebih kuat daripada orc king, maka dari itu ia terlihat tenang saat orc king menyerangnya.
Bukan meremehkan orc king tapi goblin ingin memberitahunya dengan caranya sendiri.
CLANG!
Pedang orc king menghantam tubuh goblin namun tidak terjadi apa-apa, goblin masih berdiri, tidak terluka tidak tergores bahkan tubuh kecilnya tidak bergeser sedikit pun.
Kulit goblin terlihat biasa saja, namun itu sebenarnya keras dan mampu menahan tebasan orc king barusan.
Semua orc membeku, orc king juga terdiam, ia menarik pedangnya "Seranganku tadi... tidak terasa?!" dalam hati orc king yang terkejut.
Para orc yang menyaksikan itu langsung gaduh.
"Mustahil!.."
"Dia bahkan tidak bergeser!"
"Itu serangan penuh orc king!"
Orc king menggertakkan giginya, kemudian ia menggunakan teknik aliran orc kuno.
Energi tubuhnya dipusatkan, otot-ototnya menegang, tekanan yang keluar dari tubuhnya membuat para orc di sekitar lapangan mundur beberapa langkah, goblin tetap diam.
Orc king kembali menyerang dengan sangat serius.
BUAKH!!!
Serangannya menghantam tubuh goblin, tanah di bawah kaki goblin retak, namun goblin tetap berdiri bahkan ia tak menangkisnya.
Orc king menatapnya, untuk pertama kalinya, ekspresinya menunjukkan yang sangat jelas. Ia tak perlu menyerang lagi, ia sudah mendapatkan jawabannya, lalu orc king menurunkan senjatanya.
"...Aku menyerah"
Para orc terdiam, goblin mengangkat alis "Kenapa?"
Orc king menghela napas "Aku sudah mengerahkan seluruh kekuatanku... dan kau bahkan tidak bergeser"
Goblin tidak merasa bangga ataupun ekspresi lainnya, ia justru terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu kemudian ia bertanya "Orc king"
"Hmm?"
"Di mana wilayah yang jauh lebih kuat dari troll?"
Semua orc terdiam, orc king menatap goblin dengan serius "Ada banyak..."
Goblin memperhatikan "Banyak?"
"Ya.."
Orc king kemudian berjalan menuju tepi lapangan "DUnia ini jauh lebih luas daripada yang kau lihat.." ia menunjuk ke arah pegunungan "Ada wilayah yang bahkan tidak pernah berani dimasuki troll..."
Goblin terdiam namun orc langsung melanjutkan "Tapi ada beberapa tempat yang tidak boleh kau masuki.."
Goblin menatapnya "Kenapa?"
"Salah satunya adalah wilayah yang pernah ku masuki.."
Goblin mulai serius "Wilayah apa?"
Orc king menjawab pelan "Tanah hitam.."
Goblin mengerutkan keningnya "Tanah hitam?"
"Aku tidak tahu banyak tentang tempat itu.. aku memasuki wilayah itu tidak sengaja ketika masih berpetualang"
Orc king menatap jauh "Tanahnya benar-benar hitam, tidak ada binatang, tidak ada suara hewan, bahkan angin terasa berbeda..."
Goblin mendengarkan tanpa menyela.
"Kemudian aku melihat seseorang" orc king berhenti "...seorang demon"
Goblin langsung memperhatikan "Demon??"
"Ya.."
"Dia mengenakan kain jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya seperti penyihir.. mungkin bukan"
Orc king mengepalkan tangannya "Aku hanya menatap matanya... saat dia menatap balik padaku.." tubuh orc king sedikit menegang "...aku tidak bisa bergerak.
Goblin sedikit menyipitkan matanya "Takut?"
"Bukan sekedar takut.. tubuhku tiba-tiba lemas, napasku berat bahkan tubuhku tak mampu mengangkat senjata"
"Setelah itu aku melarikan diri ketakutan, tubuhku tetap meriang selama berhari-hari seperti terkena sihir atau semacamnya.."
"Sejak hari itu... aku memutuskan untuk berhenti berpetualang"
Para orc di sekitar terdiam, tidak ada yang tertawa, tidak ada yang menganggap cerita itu sebagai lelucon.
Goblin mengangguk menghargai perasaannya "...Aku mengerti, kalau begitu aku akan mengingatnya"
Orc king menatap goblin "Jangan hanya mengingatnya.. jauhi lah tempat itu"
Goblin kembali mengangguk "Baik.."
Beberapa hari berlalu.
Goblin kembali bersiap meninggalkan pemukiman orc, ia sudah mendapatkan banyak hal dari tempat ini.
Teknik orc king, pengalaman,kekuatan dan sesuatu yang lebih sulit dijelaskan.
Keluarga.
Orc king datang menghampirinya "Kau pergi lagi?.."
"Ya"
"Mencari monster yang lebih kuat?"
"Ya.."
Orc king hanya tersenyum kecil "Baiklah.. Hati-hati di perjalananmu"
Goblin mengangguk "Aku akan kembali" kemudian ia berbalik.
Namun-
"TOOOONG!"
"ADA PENYERANGAN!"
Suara teriakan terdengar dari arah perbatasan, goblin berhenti, orc king langsung menoleh, seorang orc penjaga, orc prajurit dan bersama orc elite berlari dengan napas terengah-engah.
"Orc king!.."
"Apa yang terjadi?"
"Mereka menyerang lagi!"
"Tapi kali ini berbeda! Ada banyak!!"
"Mereka membawa pasukan besar!"
Orc king langsung berjalan cepat ke perbatasan, semakin detak mereka ke perbatasan, semakin banyak suara terdengar.
Langkah kaki, teriakan, suara logam beradu, kuda dan suara manusia yang jumlahnya seperti tidak ada habisnya, goblin dan orc king akhirnya tiba di atas bukit, keduanya melihat ke bawah.
Goblin berhenti matanya tebuka lebar, di hadapan mereka ada pasukan manusia memenuhi daratan.
Bukan puluhan, bukan ratusan kecil, tapi ratusan besar, jumlahnya jauh lebih banyak dibanding serangan sebelumnya, barisan prajurit berbaju baja, pemanah, bahkan penyihir.
Mereka membawa orang-orang kuat yang berdiri di belakang barisan mereka, lebih kuat dari sebelumnya.
Orc king memperhatikan pasukan tersebut "...Mereka benar-benar datang dengan kekuatan penuh.. mereka berniat menghancurkan orc?!"
Namun goblin tidak mendengarnya, tatapannya terpaku pada satu bagian pasukan manusia.
Diantara barisan itu-
Ada beberapa wajah yang ia kenal.
Wajah-wajah dari masa lalu, wajah manusia yang pernah datang ke hutan, wajah manusia-manusia yang membawa api, wajah-wajah yang manusia yang membantai dan membunuh keluarga dan seluruh desa kecilnya.
Tangan kecil goblin perlahan mengepal.
KREK...
Kukunya yang hitam menekan telapak tangannya, napasnya berubah, tatapannya semakin tajam, wajahnya yang biasa tenang perlahan berubah jadi marah, sangat marah.
Orc king menoleh, dan saat melihat ekspresi goblin, tubuhnya merinding, ia mengerti, ia tahu tatapan itu, bukan tatapan monster yang sedang mencari lawan, bukan tatapan seorang petarung yang ingin menguji kekuatannya.
Itu adalah tatapan seseorang yang akhirnya kembali berhadapan dengan masa lalu yang selama ini ia kejar.
Orc king tidak mengatakan apa-apa, ia hanya berdiri di samping goblin, sementara goblin terus menatap pasukan manusia di bawah sana, matanya tidak berkedip "...Mereka" suara goblin yang sangat pelan.
Setelah sekian lama, akhirnya ia dipertemukan dengan para manusia yang membuatnya jadi seperti sekarang.