NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31: Detik-detik Menuju Altar

Pembersihan total terhadap sisa-sisa faksi Devan yang dilakukan oleh tim pengamanan Aristha Group dan Mabes Polri bergerak cepat tanpa menyisakan celah. Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, seluruh oknum yang mencoba mengusik kedamaian keluarga Aristha telah dijebloskan ke dalam sel tahanan. Berita penangkapan para konspirator tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa pun di belahan dunia bisnis yang berniat kotor terhadap Aristha Group.

​Kini, tidak ada lagi bayang-bayang musuh, tidak ada lagi sabotase dokumen, dan tidak ada lagi intrik politik korporasi yang merintangi.

​H-1 menuju hari pernikahan.

​Suasana di kediaman utama keluarga Aristha di kawasan Menteng tampak begitu sibuk namun dipenuhi keceriaan. Ratusan karangan bunga papan ucapan selamat dari para kepala negara, pengusaha mancanegara, hingga pejabat tinggi nasional sudah memenuhi sepanjang jalan menuju gerbang utama. Janur kuning dan hiasan melati segar menguar wangi yang sangat syahdu di seluruh penjuru kediaman.

​Di ruang keluarga lantai dua, Aira duduk di samping Nyonya Rosalinda. Sang matriark menyerahkan sebuah kotak beludru merah berukir emas antik ke pangkuan Aira.

​"Buka ini, Aira sayang," panggil Nyonya Rosalinda dengan suara yang sarat akan kelembutan dan keharuan.

​Aira membuka kotak tersebut secara perlahan. Di dalamnya terbaring sebuah kalung berlian murni dengan liontin batu emerald hijau yang sangat indah dan memukau.

​"Ini adalah kalung yang dikenakan oleh mendiang ibu mertuaku saat menikah dulu," ujar Nyonya Rosalinda dengan mata berbinar air mata bahagia. "Lalu diturunkan kepadaku, dan hari ini, Ibu menyerahkannya kepadamu sebagai Nyonya Aristha yang baru. Kamu adalah berkah terindah yang dikirimkan Tuhan untuk Reynand dan keluarga ini."

​Aira menyentuh liontin tersebut dengan jemarinya yang bergetar pelan. Rasa haru yang membuncah di dadanya tak sanggup lagi ia bendung, hingga meneteskan air mata kebahagiaan.

​"Terima kasih, Ibu..." bisik Aira seraya memeluk Nyonya Rosalinda erat. "Terima kasih karena telah menerima dan mempercayaiku sepenuh hati."

​Sementara itu, di ruang kerja pribadi, Reynand berdiri di depan cermin tinggi. Pria itu baru saja mengenakan kemeja putih rapi sebelum mengenakan jas tuksedo utamanya besok. Arya berdiri di sampingnya, menyerahkan laporan akhir pengamanan lokasi akad nikah dan resepsi.

​"Seluruh area katedral dan ballroom utama telah dissterilisasi penuh, Tuan CEO," lapor Arya dengan nada tegas dan penuh rasa hormat. "Tim pengamanan tingkat tinggi dan kepolisian sudah bersiaga di setiap titik."

​Reynand mengangguk pelan, memperbaiki posisi kancing kemejanya. Wajah tampannya tak lagi memancarkan aura dingin yang mengintimidasi, melainkan raut kebahagiaan dan ketenangan yang mendalam.

​"Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Arya," sahut Reynand datar namun penuh ketulusan. "Tanpa kesetiaanmu, perjalanan ini tidak akan sejauh ini."

​"Sudah menjadi kewajiban saya, Tuan Reynand," jawab Arya mengulas senyum bangga.

​Setelah Arya pamit keluar, pintu ruang kerja berdecit pelan. Aira melangkah masuk dengan balutan gaun kasual yang simpel namun sangat memikat. Ia membawa kalung warisan keluarga di tangannya.

​Reynand berbalik, menatap calon istrinya dengan pendar cinta yang pekat. Ia melangkah mendekat, merengkuh pinggang Aira dan menariknya lembut ke dalam pelukannya.

​"Kenapa menangis, Calon Istriku?" bisik Reynand lembut, mengusap sisa air mata di pipi Aira dengan ibu jarinya.

​Aira tersenyum manis, menggeleng pelan seraya menyandarkan dadanya ke dada bidang Reynand yang berdetak stabil. "Aku hanya terlalu bahagia, Reynand. Mengingat semua hal yang pernah kita lewati... dari ruang kerja di kantor hingga ke Singapura, dan besok kita akan mengikat janji suci."

​Reynand menundukkan wajahnya, mendaratkan ciuman hangat nan dalam di kening Aira, lalu berpindah melumat lembut bibir gadis itu. Ciuman yang sarat akan janji perlindungan, rasa syukur, dan cinta abadi yang tak akan pernah goyah oleh waktu.

​"Besok pagi, seluruh dunia akan menjadi saksi bahwa kamu adalah milikku selamanya, Aira Anindita," janji Reynand dengan suara baritonnya yang mantap

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!