NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:855
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Bertemu Kembali

Sore hari, suara riuh terdengar sangat jelas di Bandara Soekarno Hatta, banyak orang yang terburu-buru berlalu lalang dengan barang-barangnya, seakan-akan mereka akan ketinggalan pesawat saja. 

Amira, Seorang gadis yang berusia dua puluh sembilan tahun, dilihat dari style nya yang menggunakan celana Flare brown dan atasan kaos oblong berwarna putih sehingga memperlihatkannya terlihat sangat effortless. Ditambah rambutnya yang diikat memberikan kesan kalau dia adalah independent women. 

Dia juga tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang lalu lalang dibandara itu, dengan langkah yang cepat sambil menyeret koper abu-abu miliknya, berharap dia tidak ketinggalan pesawat karena dijalan dia mengalami kemacetan yang menyebabkan jam nya tiba dibandara berbeda dari yang dia perkirakan.

"Ya ampun, aku harus cepat-cepat. maaf ya." Ucapnya setelah tidak sengaja menabrak kecil orang lai  disana.

"iya, lain kali hati-hati dong!."

"Iya, maaf-maaf." Amira merasa tidak enak, kenapa disaat-saat seperti ini dia harus mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan.

Setelah menyelesaikan konflik yang kecil itu dia kembali berjalan menuju tempat Check In, dan lagi-lagi.

Brakkk...

"Awww," Keluhnya meringis kesakitan karena dia sampai terjatuh. Kali ini bukan kesalahannya, tetapi orang lain yang menabraknya. "Aduh, sakit." 

"Saya minta maaf, Saya tidak sengaja." 

Kali ini Amira sangat kesal namun dia menahan dirinya dan berpikir mungkin itu karma kalau dia tadi menabrak seseorang, tapi kan dia sudah meminta maaf, memang harus kena karma lagi?, yah begitulah kehidupan. Apalagi yang menbraknya kali ini adalah seorang Pria, dan benturannya terasa keras.

"Ini, Koper mu." Ucap Pria yang mengenakan Kemeja Semi Parka berwarnah hijau gelap dan kaos putih polo didalamnya yang menunjukkan proporsi tubuh atletis nya. lalu ia memberikan koper Amira yang terjatuh. 

"Iya-iya gak papa." Ucap Amira masih fokus meniup tangannya yang terasa perih dan memang ada sedikit memar karna jatuhnya lumayan kuat kelantai, 

"Amira!."

Sontak Amira menatap pria yang menyebut namanya tadi alias yang menabraknya.

Amira terpaku terlalu lama, begitu pun pria dihadapannya. Kini mereka saling tatap-tatapan satu sama lain seakan-akan waktu terhenti.

"Amira, kamu?." Pria itu tersadar, berlahan wajah nya berubah terlihat seperti tersenyum terharu menatap Amira.

Dengan cepat Amira berdiri dan mengambil kopernya. tanpa berkata sepatah-kata pun dia segera beranjak meninggalkan pria itu. 

"Amira, tunggu!." Pria itu mengejar Amira namun amira semakin mempercepat langkahnya, tanpa menghiraukan pria itu. 

"Amira, kamu mau kemana?, tunggu amira."

"Stop!." Amira berbalik menatap pria itu. 

"Tolong jangan mengejar ku, Glen. Aku buru-bur." Tegas amira untuk menghentikannya, lalu dia kembali berjalan meninggalkan Glen.

"Ta, tapi Amira, kamu mau kemana?." Ucapnya sedikit keras sampai beberapa mata orang disana tertuju padanya.

Glen terpaksa menghentikan niatnya mengejar Amira, dan pikirannya terus bertanya-tanya kemana Amira akan pergi?, dan kenapa dia pergi disaat dia kembali. 

Ingin sekali dia mengejarnya, namun mengingat dia lima tahun lalu telah menyakiti hatinya, membuat dia terdiam kebingungan harus seperti apa. Tapi tunggu dulu, tujuannya kembali ke Indonesia adalah untuk menemui Amira, bagaimana dia bisa membiarkan Amira pergi lagi?. 

Dengan cepat Glen berlari mengejar Amira yang sudah tidak lagi terlihat entah pergi kemana, dia berusaha mencari nya, kali ini dia tidak akan membiarkan dirinya kehilangan Amira lagi, dia ingin menjelaskan semuanya dan meminta maaf. Tapi kemana dia pergi secepat itu?, Penerbangan tujuan mana yang dia naiki?.

"Astaga, aku kehilangan dia lagi. Gak, gak bisa, aku harus mencarinya." Tidak putus asa Glen masih berusaha mencari ya disegala penjuru hingga menanyakan petugas tiketing disana penerbangan atas nama Amira.

"Pesawat yang di tumpangi Amira Anastasya ya?."

"Iya benar, kak."

"Oke, saya cek terlebih dahulu."

"Baik lah, tolong dipercepat."

"pesawat yang ditumpangi atas nama Amira Anastasya sudah Take Off  satu menit lalu. Apakah ada yang bisa saya bantu?.

"Sudah Take Off?."

"Iya pak, sudah."

Saat itu juga Glen terdiam dan badannya terasa lemas, bagaimana bisa orang yang ingin dia temui setelah beberapa tahun dia biarkan pergi begitu saja, bukannya menghentikannya dia malah terdiam tadi. 

"Aku harus kerumah Amira, untuk menanyai orang tuanya kemana dia hendak pergi." ujarnya dan langsung pergi. Meskipun akan banyak hal yang tidak mengenakkan kalau harus menemui orang tua Amira tapi dia harus menerimanya, karena itu lah tujuannya kembali ke Indonesia.

Dipesawat Amira masih terlihat kaget melihat kedatangan Glen yang tiba-tiba, hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya lagi, bahkan dia tidak mengharapkannya lagi untuk kembali setelah penantian yang cukup lama, bagaimana bisa dia kembali.

Jujur hati Amira masih sakit, apalagi melihat Glen barusan rasanya hatinya seperti di cubit-cubit didalam. Mengingat kejadian lima tahun lalu ketika Glen memilih untuk meninggalkannya sebentar keluar negeri dan berjanji akan segera kembali dan menikahi nya, nyatanya dia tidak kunjung kembali bahkan hp nya tidak pernah bisa dihubungi, begitu pun dengan semua keluarga Glen yang tidak bisa dihubungi. 

Saat itu Amira masih berusaha menunggunya sepanjang waktu hingga dua tahun berlalu, penantian itu berlahan pudar, Amira berusaha merelakannya. dan bertekat tidak akan memaafkan Glen lagi karena sudah menyebakan dia tidak bisa membuka hati kepada lelaki mana pun, dia sudah terlanjur sakit hati dan menganggap semua laki-laki sama saja.

"Sialan!, kenapa aku terus memikirkannya. Lupakan Mira, lupakan dia. dia sudah membuat kamu seperti ini." Ucapnya berusaha menjernihkan pikirannya lagi.

**

Glen menyusuri pekarangan rumah Amira yang mini malis, namun tidak menemukan seseorang pun disana dan rasanya sangat sepi. melihat pekarangan rumah itu juga seperti sudah lama tidak berpenghuni. 

"kenapa semuanya berubah?, apakah keluarga Amira pindah dari sini?." Tanya nya pada dirinnya. 

"Tapi kemana?."

Glen merasa putus asa, dia seperti tidak ada akses lagi untuk menemui Amira, Dia pun tidak bisa menghubungi Hp Amira karena sudah lama tidak saling berhubungan dan sudah pasti ganti kontak.

Hari sudah malam, Glen berniat untuk mencari hotel terdekat untuk dia bisa menginap selama disini sambil mencari tahu tentang Amira selama disini. Glen sangat yakin kalau Amira pasti akan kembali lagi kesini, jadi dia berniat untuk menunggunya saja dan berusaha mencari tahu dimana Amira tinggal.

Sesampai di hotel Glen berniat untuk meristirahat sebentar karena dia sangat merasa lelah sepanjang hari ini. Namun Hp nya berdering menghentikan matanya yang hendak terlelap.

"halo, Al?."

"Kamu dimana Glen?, apa kamu jadi berangkat Ke Indonesia?."

"Iya, baru saja aku sampai."

"Sekarang kamu dimana?."

"Aku menginap sementara di hotel Fairmont Jakarta."

"Oh, baik lah. kalau begitu kamu istirahat. besok kita ketemu."

"Oke."

**

Tok...tok...tok...

Setelah menunggu lumayan lama akhirnya pintu terbuka.

"Amira." Ucap gadis seumuran amira dengan senang.

"Hai, Melly." Balas Amira dan langsung memeluknya. mereka berpelukan sangat lama karena sudah saling merindukan satu sama lain. 

Melly adalah teman Amira sedari SMA ketika di Indonesia, dan setelah lulus kuliah Melly memilih untuk pindah ke New Zealand untuk pekerjaan. Dan beberapa kali Melly masih sering pulang ke Indonesia untuk menemui Amira sekalian liburan. Dan begitu juga dengan Amira, sekarang dia dtang untuk menemui Melly sambil menghabiskan masa cuti nya di New Zealand.

"Kamu makin canti ajah."

"Akh, kamu juga, Mir." Puji Melly gak mau kalah.

"Iya, kita memang harus selalu-."

"CANTIK." Ucap mereka bersamaan lalu tertawa bahagia. hal seperti itu sudah sering terjadi diantara mereka.

"Sini, Mir kamar kamu disini. sekarang kamu bisa menyimpan barang-barang mu didalam."

Amira berjalan menyusuri rumah Melly, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil namun kelihatan sangat nyaman dan tentunya estetik bernuansa Classic Kiwi Style. 

Amira lalu meletakkan barang-barangnya setelah sampai didalam kamar.

"Ruma kamu nyaman sekali Mell."

"Benarkah?."

"Hem, Jadi pengen pindah kesini juga."

"Pilihan yang tepat, yok kapan kesini?."

"Hahaha, pengen sih. tapi gimana ya?."

Melly lalu menunjukkan wajah cemberutnya, tidak berharap lebih kalau Amira mau pindah ke New Zealand.

"Eh, aku mau cerita."

"Cerita apa?." Melly dengan cepat duduk di samping Amira penasaran dengan apa yang akan Mira ceritakan.

"Aku ketemu dia lagi."

"Ha?."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!