NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Kekuatan Dewa Naga

Mong Haochen melebarkan telapak tangannya dan muncul bola hitam seperti Black Hole.

"Shen Hao Feng mari kita bertarung disini." Mong Haochen berpindah cepat ke atas dan melempar black hole.

"Tebasan ganda!." energi silang itu bertabrakan menciptakan distorsi yang kuat.

Chang Jia melihat Bei Yun, Jing Yun melihat Bi Gao, Fei Xuen melihat Shi. Mereka bertiga berpencar untuk memberi ruang melawan musuh mereka masing-masing.

"Teknik kedua, Slayer!." Shen Luo menarik nafas dan memotong setiap iblis di sekitarnya dalam sedetik.

"Bom!..." tekanan luar biasa muncul membuat punggung Shen Luo tertekan lagi. Ia meringis saat melihat ke atas.

"Aku saja di ranah Bintang tahap 4 tidak bisa melihat pertarungan cepat leluhut dan bos Iblis ini?.'" Shen Luo tidak berani menebak sekuat apa Shen Hao Feng hingga mampu bertarung fisik secepat itu.

"krarhh!..." Naga Emas meraung dan menghadapi Naga Iblis selayaknya pertarungan naga.

Sling!... Mong Haochen melirik mata tajam Shen Hao Feng di depannya sebelum Shen Hao Feng memukul keras dagu Mong Haochen dari bawah.

"Bom!... Shen Hao Feng berpindah ke atas Mong Haochen dan melepaskan tak terhitung jumlahnya tebasan energi.

Mong Haochen meledakkan energinya hingga serangan Shen Hao Feng sia-sia. " 3 panah bencana!."

3 ruang robek dan muncul 3 serangan energi pilar kuat. Shen Hao Feng menghindar dengan cara terbang dan berhenti di sisi belakang Mong Haochen.

"Pedang Naga Emas! Teknik pertama!." Shen Hao Feng menarik nafas dan energi emas luar biasa masuk ke tubuh maupun pedangnya.

"Teknik pertama!."

"Hm?." Mong Haochen melirik dari bahunya dan membuat perisai berlapis. "Domination Area!."

"Strike!." Teriak Shen Hao Feng beserta melancarkan serangan tebasan yang begitu besar dan kuat bahkan perisai Mong Haochen pecah lapis demi lapis.

"Haaa!!..." Shen Hao Feng menghentikan pedangnya saat selesai menebas Mong Haochen. Energi itu begitu besar hingga langit dan tanah pun terbelah begitu jauh.

Shen Luo meneguk ludahnya yang kering. "J-jadi ini kekuatan dari leluhur?." Ia tersenyum kaku melihat tanah yang terbelah begitu jauh.

"Sayang sekali ya Shen Hao Feng." Mong Haochen berdiri di atas Shen Hao Feng. "Seranganmu meleset."

Matanya terbelalak tak percaya. "A-apa? Harusnya aku sudah mengenainya kenapa dia tidak terluka!."

Mong Haochen menyeringai. "Nah apa Shen Hao Feng berkeinginan beradu tinju dengan saya?."

Shen Hao Feng tanpa banyak bicara menendang Mong Haochen hingga terhempas. Akan tetapi Mong Haochen kembali dan membawa jatuh sosok besar Shen Hao Feng ke tanah.

"Mong Haochen... Aku sudah melihat dan merasakan bahwa kekuatanmu telah berkembang jauh dariku." Matanya melihat sendiri Mong Haochen memberikan pukulan keras ke perut Shen Hao Feng hingga terhempas beberapa Km.

Mong Haochen terengah-engah serta tangan yang gemetar. "Shen Hao Feng... Menurutmu kenapa aku bisa bertarung dengan Dewa Han dan aku di segel."

Shen Hao Feng berubah ke wujud manusianya namun ia muntah darah akibat serangan fatal Mong Haochen.

"Karena kamu adalah keturunan iblis sang Naga terkuat, naga Iblis. Sama seperti naga Emasku."

Mong Haochen mengangguk. "Itu benar tapi kau terlupa sesuatu!." Ia berpindah ke hadapan Shen Hao Feng. "Karena!... Karena dendam aku menjadi lebih kuat!." Ia hendak menghajar Shen Hao Feng lagi namun ia merasa ini sudah cukup.

"Entitas..." Gumam Shen Hao Feng.

"Eh?." Dahi Mong Haochen berkerut dalam saat Shen Hao Feng tidak ada di tempatnya seperti hilang dalam sedetik.

"Dimana-

"Keabadian!..." Seru Shen Hao Feng di belakang luka di tubuhnya sembuh oleh energi emasnya yang meluap-luap.

"I-ini kan teknik Dewa Han!." Mong Haochen terbelalak. "K-kau tidak cuma bisa teknik Bencana yang sebelumnya tapi kau bisa ketiganya?!."

"Ya." Shen Hao Feng mengerahkan tekanan tangannya di atas Mong Haochen. "Jangan terburu-buru Mong Haochen... Alasan aku tidak melawan sekuat tenaga adalah untuk mendengar semua alasanmu. Dan kini aku mengerti bahwa kau sakit hati denganku."

Mong Haochen terdiam beberapa saat namun ia bergerak tiba-tiba meninju energi telapak tangan Shen Hao Feng.

Shen Hao Feng menggeleng. "Sia-sia... Karena sekarang aku ada satu tingkat di atasmu." Energi emas di matanya meluap-luap dan belenggunya yang memaksa dia bertahan di ranah Dewa Fana pertama pun terbuka.

Mong Haochen terpaku antara terkejut dan takut sebab kini Shen Hao Feng naik ranah menjadi ranah Dewa fana tahap ke-2!.

"Terkejut?." Shen Hao Feng menekan semua iblis termasuk Mong Haochen dengan energinya.

"T-tekanan ini..." Shen Luo menoleh ke Shen Hao Feng dan tersenyum. "Leluhur..." Raut wajahnya kembali serius. "Manfaatkan ini untuk bunuh semua iblis!."

"Yaa!..."

"Habisi mereka!..."

"3 formasi Sekte! Pedang pembelah Bumi!." Pedang emas besar jatuh dari langit menghancurkan garnisun-garnisun iblis.

.....

"Prang!." Chang Jia melihat wajah Bei Yun melalui pedangnya.

"Kau kuat, tahap 5 ya? Sama sepertiku. Mari kita cari tahu." Chang Jia menyeringai.

Bei Yun mendengus. "Aku akan menghabisimu manusia."

"Ya, kita akan cari tahu!." Chang Jia menendang depan hingga Bei Yun terjatuh akan tetapi saat Chang Jia menyusul Bei Yun sudah tidak ada.

"Pedang Master..." Bei Yun memejamkan matanya dan petir dari langit menyambar kedua pedang sabit Bei Yun.

"Heh..." Chang Jia berkeringat dingin sedikit. "Rasamya jadi lebih berbahaya saja..."

Saat mata Bei Yun terbuka ia menghilang dalam tempatnya. Chang Jia merasa firasat buruk dan ia menahan serangan Bei Yun dari belakang.

"Jedar!..."

"Krek!."

"Ugh!..." Chang Jia menahan pedang sabit Bei Yun dari belakang atas namun serangannya terasa sangat berat sampai tanah pijakan Chang Jia retak.

"Aku harus anbil posisi!."

""The Rain Sword miracle!."

"Hm?." Saat Bei Yun mendongak pupil matanya mengecil sebab sedikit lagi pedang yang jatuh akan menusuk matanya.

Bei Yun akhirnya terpaksa menjaga jarak terlebih dahulu namun Chang Jia mengarahkan pedang-pedang yang jatuh untuk terus mengejar Bei Yun.

"Tch kalau begini tidak akan ada habisnya." Bei Yun berhenti berlari. "Blash Sword Thunder!..."

Tebasan berpetir tak ada hentinya beradu dengan pedang-pedang Chang Jia yang terus menerus berjatuhan.

....

"Karrhh!!..." Fei Xuen dalam bentuk Naga Jade sendiri unggul melawan Shi.

Fei Xuen mendorong Shi dengan kepalanya hingga Shi membentur tebing dengan keras.

"Arhk..." Shi memuntahkan banyak darah dan merasa tulangnya akan retak kapan saja. "S-sial aku tipe jarak jauh melawan Naga? Ini sungguh sial."

"Rawr!!.." Fei Xuen membuka mulut dan melepaskan serangan nafasnya.

"Gawat!." Shi mengeluarkan artefak lonceng emas untuk melindunginya dari serangan Fei Xuen.

"Untung saja lonceng ini sangat kuat bahkan bisa menahan serangan terkuat ranah Bintang tahap 8 sekaligus!."

Fei Xuen merasa ada aneh sejak tadi dan ia memutuskan untuk bergerak melihat dan matanya yang merah menemukan Shi bersembunyi di dalam harta artefak.

Shi tertawa menghina. "Kau tidak akan bisa menembus pertahanan lonceng emasku dasar naga bedebah!."

Di panggil bedebah oleh iblis itu membuat Fei Xuen dan ia mencengkeram lonceng itu dengan tangan kosong.

Fei Xuen menatap lonceng di tangannya dengan aura kebencian tertahan dan tangannya tergerak untuk meremas lonceng.

"Heh tidak akan berhasil... Harusnya kan?."" Shi terdiam mendengar retakan dari lonceng emas.

"M-mustahil kan?!."

Prang!... Lonceng emas pecah dan Shi terbang mundur dan merasa semakin takut berhadapan langsung.

"Grarhh!!..." Fei Xuen bergerak cepat serta mulutmya terbuka lebar saat di hadapannya adalah Shi.

"Eh?." Shi terbelalak.

Prash!...

Fei Xuen menutup mulutnya saat Shi berhasil ia makan dan darah dari Shi mengalr keluar dari mulutnya namun Fei Xuen sama sekali tak merasa bersalah.

....

"Bi Yao..." Jing Yun dengan tombaknya berdiri di atas kepala Naga Api dan lawannya Bi Yao serang iblis lelaki dengan senjata tombak yang sama.

"Ya Jing Yun aku sudah kenal sosokmu. Kudengar kau bergabung dengan Kekaisaran Ming dan mendapat gelar sang Naga Keajaiban ya."

"Ya..." Jing Yun mengerutkan kening. "Dan aku tahu kau Bi Yao adalah petarung iblis legendaris yang telah membunuh jutaan manusia dalam peperangan."

"Haha." Bi Yao tertawa terbahak-bahak. "Itu benar... Kita berdua seseorang yang di kenal terkuat akan berduel, bukankah itu bagus?."

"Ya..." Jing Yun mengarahkan tombaknya yang sudah panas begitu pula Bi Yao.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!