NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Beberapa hari kemudian, Gery mulai bergerak diam-diam sesuai permintaan Juna, menyusup ke dalam berbagai percakapan siswa berjaket hitam yang biasa nongkrong di sudut kantin dan lorong belakang sekolah, membawa buku pelajaran sebagai kedok agar terlihat seperti sedang belajar sendirian.

"Lu tau nggak," salah satu anak Bully berbisik pelan kepada temannya di sudut kantin, tidak menyadari Gery duduk tidak jauh dari mereka sambil pura-pura membaca buku, "gue capek dijadiin umpan mulu sama Kaisar. Kemarin gue disuruh mancing anak Akademik, eh yang kena marah malah gue pas rencananya gagal. Padahal itu rencana dia sendiri yang ngasal."

"Sama," temannya menjawab pelan, nada suaranya penuh kekesalan yang ditahan. "Dia enak aja nyuruh-nyuruh, giliran ada masalah, kita yang disalahin. Kemarin gue disuruh jagain gerbang belakang sendirian, pas ketauan guru, gue yang diskors, dia adem ayem aja kayak nggak kenal gue."

Gery mendengarkan setiap kata itu dengan saksama, jantungnya berdebar cepat menahan diri agar tidak terlihat terlalu memperhatikan, matanya tetap tertuju ke halaman buku meski pikirannya sepenuhnya fokus pada percakapan di sebelahnya.

'Kaisar Dirgantara emang licik,' batin Gery, mengingat pesan Juna untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. 'Tapi kalau anak buahnya sendiri udah mulai muak, ini bisa jadi celah yang Juna butuhin.'

Ia berpindah ke sudut lain keesokan harinya, duduk di tangga darurat dekat ruang loker sambil berpura-pura mengikat tali sepatu, mendengar percakapan serupa dari kelompok berbeda.

"Gue denger si Doni kemarin dihajar Kaisar sendiri, cuma gara-gara protes soal jadwal jaga," salah satu anak berjaket hitam berkata pelan kepada temannya, suaranya penuh kewaspadaan seolah takut ada yang mendengar. "Padahal Doni udah paling lama ngikutin dia dari dulu."

"Serem juga ya, jadi anak buah dia," yang lain menjawab, bergidik pelan. "Kayaknya kita ini emang cuma dianggap alat doang buat dia."

Gery mencatat setiap detail itu diam-diam dalam ingatannya, keluhan-keluhan kecil yang terus bertambah seiring hari berganti hari. Semakin banyak ia mendengar, semakin jelas pola yang muncul, Kaisar Dirgantara memperlakukan anak buahnya bukan sebagai rekan, melainkan sebagai alat yang bisa dibuang kapan saja begitu tidak lagi berguna.

Hari berikutnya, ia mencoba peruntungan di tempat lain, duduk di bangku taman dekat lapangan basket sambil berpura-pura memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung. Dua anak berjaket hitam duduk tidak jauh darinya, asyik mengobrol tanpa menyadari kehadirannya.

"Gue denger, si Kaisar lagi nyari cara baru buat mancing Juna," salah satu dari mereka berkata sambil menyeruput minuman kalengnya. "Katanya bakal pake salah satu dari kita lagi sebagai umpan."

"Semoga bukan gue," yang lain menjawab, nadanya setengah bercanda setengah khawatir. "Udah cukup Rudi doang yang jadi korban kemarin. Denger-denger dia masih trauma, sekarang jarang keluar kamar."

"Sebenernya gue juga mulai mikir," yang pertama melanjutkan, suaranya merendah, "kenapa kita harus terus-terusan nurut sama orang yang bahkan nggak peduli kalo kita kenapa-napa? Kaisar cuma peduli menang, bukan peduli sama kita."

Gery menahan napas mendengar percakapan itu, jantungnya berdebar kencang menahan diri agar tidak terlihat terlalu antusias. Ia pura-pura menguap, lalu berdiri perlahan, berjalan menjauh seolah baru saja bosan menonton pertandingan.

Malam harinya, ia melaporkan semua yang ia dengar kepada Juna di markas gudang, wajahnya sedikit lega bisa membantu meski hanya lewat cara mendengarkan diam-diam seperti itu.

"Mereka udah mulai capek, Juna," Gery berkata sambil duduk di kotak kayu bekas, menghitung ulang setiap percakapan yang ia ingat. "Tinggal nunggu satu pemicu aja, kayaknya bisa langsung meledak. Bahkan ada yang udah mulai ragu buat terus loyal sama Kaisar."

"Bagus," Juna menjawab pelan, matanya menerawang jauh memikirkan langkah berikutnya. "Terus kumpulin info kayak gitu. Aku butuh tau siapa aja yang paling kesel, biar aku bisa manfaatin momen yang tepat."

"Tapi Juna," Gery ragu sejenak sebelum melanjutkan, "aku takut kalo ketauan, mereka bakal curiga sama aku lagi. Aku nggak mau kejadian kemarin kejadian lagi."

Juna menatap sahabatnya itu lama, memahami ketakutan yang masih membekas di mata Gery sejak insiden di arena bawah tanah.

"Kalo kamu ngerasa terlalu berbahaya, berhenti aja," ucapnya akhirnya. "Aku nggak mau kamu jadi korban lagi cuma buat bantuin aku."

Gery menggeleng pelan, meski tangannya masih sedikit gemetar. "Nggak, aku mau bantu. Cuma... hati-hati aja kalo kamu mau bergerak."

Juna mendengarkan dengan seksama, jarinya mengetuk pelan permukaan meja kayu di hadapannya, menyusun setiap keping informasi itu menjadi sebuah rencana yang mulai terbentuk jelas di kepalanya.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!