NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : JEJAK PESAN DI HAPUS

Di ruang VIP RSUD itu ada Bumi yang sedang panik setelah ditegur Angkasa.

"Hapus untuk semua orang." Jemarinya gemetar.

Centang jadi 2 biru. Tapi tulisannya berubah jadi "Pesan ini telah dihapus."

Bumi nangis.

"Langit, gimana ini? Bintang... istrimu mungkin salah paham." Angkasa cek HP.

Bintang ✓✓ Read 02:58

Surya ✓✓ Read 03:05

Ibu Ratna belum baca, cuma ✓✓ aja belum biru.

Angkasa sedikit lega tapi juga deg-degan. Yang lihat justru 2 orang paling penting.

"Udah, Umi jangan nangis. Biar aku yang jelasin ke Bintang nanti." jawab Angkasa tenang, padahal jantungnya juga berdebar.

Surya di LN, beda timezone, masih sore. Dia lihat foto itu. Dia tersenyum melihat Damar dalam dekapan Angkasa, Surya langsung melakukan panggilan video call.

"Sa, Damar kenapa?" wajah Surya cemas.

"Dehidrasi parah, kemarin seharian demam," jawab Angkasa pelan meletakan Damar di ranjang pasien, agar ia bisa leluasa bicara dengan Surya. Agar tidak menggangu tidur Damar

"Sekarang gimana?"

"Ya... semoga membaik sih." Jawab Angkasa memberi informasi pada Surya.

"Sa, makasih udah care sama Bumi dan Damar ya."

"Santai aja. Ini kan amanah dari lu juga," Angkasa mengangkat alisnya.

"Adik yang baik. Thanks bro. Samudra itu sahabat gue! Bumi itu adek gue juga! Lu jagain mereka ya, Sa. Jangan setengah-setengah," ulang Surya.

Sepertinya Surya sangat mendukung Angkasa berbuat baik pada Bumi. Dia tidak tahu, dukungannya itu yang membuat Angkasa merasa perbuatannya benar, lupa akan ada hati yang terluka menyaksikan ini.

Sementara di rumah, masih di kamarnya.

Bintang menggigit bibirnya sendiri. Tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya. Apapun niat Angkasa, menurut Bintang suaminya salah. Kenapa harus pergi diam-diam tanpa pamit padanya. Itu mengundang kecurigaan. Sebelum dihapus, sempat saja Bintang men screenshot postingan Bumi. Foto suaminya memeluk anak orang lain dengan caption yang begitu mesra.

Pukul 6 pagi grup Keluarga sudah mulai ramai, sepertinya orang-orang di dalam grup itu sudah pada melek dan pegang HP masing-masing.

Bu Ratna: "@Bumi habis kirim apa?

"Bumi: "Maaf salah kirim, bu." Balas Bumi cepat, jantungnya mau copot.

Celaka, Bintang malah kirim screenshoot yang tersimpan di galerinya. Mampus dah itu Bumi.

Bintang: "@Ibu ini yang Bumi kirim tadi.

"@Bumi. Damar di rawat di RS mana?" Bintang sempat terlelap 2 jam. Sehingga sekarang ia punya tenaga untuk waras menghadapi Bumi dan Bu Ratna walau hanya lewat grup keluarga.

Bu Ratna: "Hah... Damar cucu ibu sakit, Nak Bumi?"

Bintang: "@Bumi. Aku siap-siap ke RS nih, butuh apa? bisa ku bawain." Bintang berasa chat pribadi saja dengan Bumi di grup keluarga itu. Bintang berkelas, tidak terlihat cemburu justru menawarkan bantuan. Tapi dalam hatinya hancur. Gak suka sama sikap Angkasa, benci dengan hadirnya Bumi, tapi tidak bisa membenci Damar.

Bumi mengetik... terlihat sedang mengetik lama.

Bintang: "@Suamiku... Kamu pulang gak pagi ini? atau ku bawain pakaian kantor, biar mandi di situ sekalian berangkat kerja? Atau hari ini cuti aja?" Sementara Bumi terlihat sedang mengetik, Bintang sudah dengan cepat men-tag suaminya dalam grup itu. Sengaja, biar jelas. Kalau Angkasa tuh gak pulang dari semalam, demi janda. Tamparan halus yang hanya dimengerti perempuan.

Bintang mencebikkan bibirnya, lalu ke dapur. Menyeduh bubuk susu coklat untuk mengisi perutnya yang perih.

Surya: "@Angkasa. Aku transfer untuk biaya rawat Damar ya. Makasih udah bantu Bumi." Mungkin Surya sengaja mengirim itu di grup, supaya Bintang lihat, bukan hanya Angkasa yang perhatian dengan Bumi tapi Surya juga.

Angkasa: "@Surya. Oke udah masuk, ntar ku antar ke admin. Thank."

Angkasa: "@My Wife. Aku pulang, Tang. Kita ke kantor bareng aja."

Bumi: "@Bu Ratna, Damar kemarin demam. Susah minum obat dan gak mau makan. Lalu dehidrasi parah, jadi di rawat inap di RSUD." Oh ngetik itu, lama banget. Hampir ketimbun sama obrolan, Bintang, Angkasa dan Surya

Bumi :"@Bintang. Gak usah repot, Damar udah mendingan kok."

"@Surya. Maaf merepotkan, makasih banyak.

"Bu Ratna: "@Bumi. Ibu segera ke sana. Kirim sherlock dan kamar ruang rawatnya, supaya ibu gak tersesat." Haduh buk, ibu sayang Bumi aja udah sesat, kali.

Bintang menatap nanar HPnya, membaca isi percakapan di sana, baik itu Surya, Bu Ratna, juga suaminya. Seantusias itu mereka mengasihani janda beranak satu itu. Apa janda semenarik itu? Atau karena Damar?

"Huh, kapan aku bisa kasih kamu anak, Sa. Biar kamu gak perlu jadi ayah untuk anak orang lain." Teriak Bintang dalam hati.

Bersambung...~~~~

1
Eka Burjo
Ok lanjut
bunda n3
panik ga tuh angkasa? 😄
bunda n3
yaudah pergi yg jauh aj lah mentari
Eka Burjo
tiada maaf bagimu Mentari 😂🤭
Eka Burjo
senengnya lihat Angkasa panik gitu😂🤭
Eka Burjo
hayo Nyak tanggung jawab, rider marah tuh, akupun mau marah tapi mau ketawa juga, lihat Angkasa panik😂😂😂😂🤭
bunda n3
Bintang kamu jangan nekat dong, mending tinggalin aja tuh angkasa raya daripada kamu nyakitin diri sendiri
Aryati Ningsih
rasain luh Angkasa ..makanya jgn sok jd pahlawan untuk wanita lain ..kayak masih PERJAKA aja ..semua wanita di tolong 🤭
bunda n3
kebiasaan nih angkasa, ngilang mulu
bunda n3
lagian ya angkasa nih, duh koq gemes banget sih
Eka Burjo
😲 kira kira seperti ini ya ekspresi Mentari 😂🤭
Aryati Ningsih
sudah kayak gitu ..masih gak mau jujur soal Jingga? mau mu apa Angkasa 🤣
Eka Burjo
oke lanjut, no coment sy😁😁🤭
Anis Sholichah
Ah ga asik , ga seru.
seharusnya bukan dengan mentari bintang hancur .
Tp seharusnya dengan jingga bintang hancurnya.
kan dr awal perempuan yg angkasa perhatikan itu lebih ke jingga.
angkasa menyambut jingga pulang dr bandara , ngasih apartemen, sering peduli ke jingga sampe main ke apartemen ,nolong ke Semarang dan nyewain pengacara dll.
@alfaton🤴
mau ikut marah 😠😠😠.....
tapi pada siapa......pada Angkasa.....diangkasa hanya ada awan.....awan hitam....tapi tak turun hujan juga.....hujan yang bisa membuat rasa adem......marah pada bintang.......hanya ada rasa iba doang.....terus marah pada siapa 🤔🤔🤔🤔🤔...... ahhh pada authornya aja deh🥲 .....kenapa sih Thor suka banget bikin bintang redup..... bintang kejora kan selalu terlihat terang cahayanya......sekalipun dalam gelapnya malam Thor...... sakitnya kan jadi doubel Thor 😭😭😭💪💪💪🙏🙏😍😍😍
Eka Burjo
bahagia karena kebohongan Angkasa terbongkar, sedih karena Bintang' hancur hatinya
Eka Burjo
sedih dan bahagia 😁🤭
Eka Burjo
tapi entahlah, mau sedih atau bahagia yak, bahagia karena kebohongan Angkasa. tapi sedih juga lihat Bintang hancur 😔
bunda n3
makanya, jujur sejak awal
Suesant SW
nama lakiku ini thor/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!