NovelToon NovelToon
Ingat! Kita Itu Mantan

Ingat! Kita Itu Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!

Bianca, putus dengan pacarnya yang sudah bertahun-tahun bersama. Namun, setelah putus bukannya asing, mereka justru terus dipertemukan dalam kejadian yang tak terduga.
Entah ini kebetulan? atau memang sengaja di buat oleh Arsen.

"Bagaimana bisa, bos baruku ternyata adalah dia?! Arsenio sialan! Bagaimana caranya kami menjadi mantan jika terus seperti ini?!" geram Biancca yang sudah frustrasi.

"Aghh, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menjadi mantan!" --Arsenio Kendrick

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Arsen mengunci tubuh Bianca, tanpa gadis itu sadari ia sudah tak bisa kabur lagi dari Arsen. Sedangkan pria itu, kini semakin mendekat kepada Bianca. Hal itu pun spontan membuat Bianca memejamkan matanya.

“HAHAHAHA, astaga ini benar-benar lucu.” Arsen melepaskan tangannya, Bianca yang merasa di permainkan pun, pada akhirnya memukul Arsen dengan tas yang berada di tangannya.

Namun Arsen menahan tangan Bianca, ia kemudian sedikit membungkukkan badannya agar selaras dengan Bianca. Pria itu menatapnya lekat, membuat Bianca menjadi membeku menatapnya. Pria itu lalu tersenyum, “Ini yang di namakan tatapan cinta Bianca, kamu masih sayang padaku bukan? jangan denial pada perasaanmu sendiri.” Arsen mengatakan hal itu dengan santainya.

Bianca tak ingin kalah kali ini, ia berkacak pinggang dan menatap Arsen dengan tajam. “Masa cintaku sudah pudar Arsen, jadi berhentilah terus menggodaku karena semua itu percuma saja. Aku tidak lagi bisa kau tipu ya, Tuan muda Wiratama.”

Mendengar ucapan Bianca, sontak membuat Arsen langsung kembali bingung, “Apa maksudmu? aku tidak pernah menipumu.” Aneh bagi Arsen, karena pria itu bahkan sama sekali tak pernah merasa menipu Bianca.

Bianca kini tersenyum, “Sudahlah Pak Arsen, tolong lebih baik sekarang Anda pergi membersihkan diri karena sekarang saya mau masak untuk Anda. Saya akan masakkan makanan yang enak..... sekali untuk Anda.”  Bianca mendorong tubuh pria itu menjauh darinya.

Arsen lagi-lagi melakukan hal yang mengejutkan Bianca, tak mau gadis itu menjauh darinya, pria itu malah menarik pinggang gadis itu dan memeluknya. Bianca sontak mendongak, menatap wajah Arsen yang kian tampak semakin menawan di matanya. Arsen yang melihat hal itu langsung tersenyum menyeringai. Bianca yang di tatap begitu lekat, kini mulai sadar. Gadis itu bahkan langsung mengalihkan pandangannya dari Arsen. Arsen kini mendekat, ia mulai berbisik di telinga gadis itu.

“Bagaimana, jika aku katakan aku lebih suka memakanmu,” mendengarkan ucapan Arsen membuat Bianca tersipu malu, rasanya benar-benar sangat canggung bagi Bianca, ia pun kembali mendorong pria itu dan langsung lari ke dapur.

“Bianca, apa sekarang kamu malu hem?" Arsen menatap kepergian Bianca dan tersenyum smirk.

Bianca berlari ke dapur, gadis itu kini bersandar di balik tembok, ia mencoba mengatur napasnya kembali. Ia merasakan itu, jantungnya berdetak jauh lebih cepat.

"Ini benar-benar tidak adil. Ya Tuhan, cobaan apalagi ini?" Bianca mengintip dari balik tembok itu, dan Arsen masih berdiri di tempat yang sama, mengamatinya dan hal itu membuat Bianca semakin salah tingkah.

“Tunggu, sekarang jam berapa?” Bianca menatap ponselnya, dan benar saja sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi, sementara dirinya belum melakukan apa pun.

“Sial, aku bahkan belum melakukan apa pun, aku mulai dari mana ya?"

“O iya, lebih baik mulai dari sini saja.”

Bianca membuka pintu kulkas, ia mengambil beberapa bahan makanan dan mulai memasak. Sedangkan di pojok dapur, ada Arsen yang tengah mengamati gadisnya. Pria itu tertawa lirih, membuat Bianca menjadi salah tingkah. Jujur saja, mereka sama sekali tidak terlihat seperti mantan.

“Dia benar-benar sangat menggemaskan,” Arsen sepertinya sangat senang sekali membuat mantannya terus salah tingkah. Bahkan setelah mengucapkan itu Arsen langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.

Sedangkan Bianca, gadis itu benar-benar berburu dengan waktu, ia terus menatap ke arah jam yang ada di dinding. Gadis itu membuatkan Arsen sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi. Lalu juga ada pancake serta jus buah naga.

Ia juga memotong buah-buahan segar, menaruh semuanya dengan rapi di atas meja makan, semuanya benar-benar tertata rapi di atas meja. Jam pun, kini menunjukkan pukul 6 pagi. Setelah melihat jam itu, Bianca dengan cepat melepaskan apron dari badannya, lalu pergi ke kamar Arsen untuk mengambilkan kemeja serta jas.

Menjadi sekretaris Arsen bukan hal mudah rupanya, pekerjaannya saat ini sangat berbanding terbalik sekali dengannya pekerjaannya yang dulu.

“Ini bukan, yang ini juga bukan. Nah ini dia,” Bianca meletakkan Jas milik Arsen dengan membuangnya ke kasur. Ia juga mengambil kemeja hitam. Setelahnya Bianca pun mencari dasi dan jam tangan. “Apa saja, dia cocok memakai semuanya.” Ujar Bianca yang mengambilnya secara asal dan semua berwarna hitam. Arsen pun kembali ke kamar setelah dari kamar mandi.

“Silahkan pak Arsen, pakaian Anda semuanya sudah siap.” Arsen yang melihat itu pun langsung di buat kikuk.

“Bianca." Panggil Arsen, dan Bianca pun langsung menoleh.

"Ya Pak?"

"Kamu membuang semua pakaianku atau bagaimana?” Bianca hanya tersenyum meringis, ia lalu memungut beberapa baju Arsen yang sempat ia keluarkan dari lemari. Arsen yang melihat itu, benar-benar tak habis pikir dengan mantannya. Pria itu bahkan menggelengkan kepalanya, seperti tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“AAAAAAA, Pak Nathan mau apa?” Bianca menutup matanya seketika.

“Ganti bajulah”

“Oke, saya keluar dulu ya pak.”

Arsen hanya tersenyum, Bianca pun pergi dengan cepat. Setelahnya Bianca membereskan rumah Arsen, ia kini menyapu dan mengepel ruang apartemen milik bosnya. Sedangkan Arsen, dirinya tengah sarapan dengan tenang. “Bianca, aku mau secangkir kopi, tolong buatkan!.”

“Iya, baik Pak Arsen. Tolong tunggu sebentar. Akan segera saya buatkan."

Dengan cekatan Bianca pun membuat kopi itu, ia juga memberikannya langsung kepada Arsen dan setelahnya kembali mengepel lantai.

“Bianca, tolong carikan dokumen kontrak kerja kemarin dengan Tuan Darren!"

“Baik pak,”

Bianca menghela napasnya panjang, “Ini masih pagi dan aku sudah selelah ini,” ucap Bianca dalam hati.

“Pak Arsen, Dokumennya tidak ada di sini.”

“Saya taruh di atas meja samping tempat tidur.” Teriak Arsen dari ruang makan.

“O iya di sini,”

Bianca mengambil dokumen itu, namun ia tertegun saat itu juga. Ia melihat foto saat pertama kali dalam hidup Bianca, ia berfoto dengan Arsen. “Jadi dia memberinya bingkai,” Bianca mengambil foto itu, dan foto itu membuat Bianca teringat, akan kenangannya bersama dengan Arsen. Foto itu menunjukkan dirinya dengan gaun merah muda dan dengan bando merah di atas kepalanya, dengan rambut kepang dua. Sedangkan Arsen, pria itu terlihat memakai kostum dinosaurus hijau, di sebuah taman hiburan.

“Aku kira foto ini tidak jadi di ambil. Ha ha ha ha, Arsen bahkan tampak sangat lucu dengan kostum dinosaurus ini.”

***

9 Tahun yang lalu, di sebuah taman hiburan di pusat kota.

“Wahhhhh, ini benar-benar sangat keren. Kak Arsen, aku ingin main yang itu.” Bianca menunjuk ke arah roller coaster. Arsen pun mengangguk setuju dengan Bianca, mereka pun akhirnya menaiki wahana itu.

Setelah selesai, mereka pun lanjut bermain kora-kora dan di lanjutkan dengan kincir ria. “Kak Arsen itu tadi sangat seru sekali ya, o iya kak. Ini pertama kalinya tahu, aku pergi keluar sama cowok selain Kak Nando.”

“O ya, benarkah. Namun ingat Bianca, ini rahasia kita, jangan sampai kakak kamu tahu." Bianca yang mendengar itu langsung terkekeh. Pasalnya ia tahu, apa yang akan terjadi pada Arsen jika sampai Nando tahu.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!