NovelToon NovelToon
Terbangun Jadi Istri Pei

Terbangun Jadi Istri Pei

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Sebuah kecelakaan membuat Alya terbangun di Dinasti Shue, ratusan tahun sebelum zamannya, dalam tubuh Shen Yueli, seorang putri bangsawan yang telah menikah dengan Pei Chanqing, jenderal dari kediaman militer.

Sebagai mahasiswi Sastra China, Alya memang mengenal sejarah negeri itu. Namun hidup di dalamnya adalah perkara berbeda.

Terlebih, pernikahan mereka bukan karena cinta, melainkan sebuah pernikahan politik antara dua kediaman militer.

Kini Alya harus belajar menjadi pengantin dari zaman kuno, sementara sang suami sama sekali tidak berniat mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan Belas—Menukar Tandu Pernikahan Shen

Hari pernikahan itu akhirnya tiba. Kediaman keluarga Shen bergeming dalam riuhnya tabuhan genderang dan taburan kelopak bunga merah, menandai hari besar yang telah lama dirancang dalam bayang-bayang intrik.

Di dalam kamar riasnya, Yueli duduk tenang di depan cermin perunggu. Ia mengenakan jubah pengantin bordir emas yang megah, sementara kerudung pengantin merah tebal menutupi separuh wajahnya. Bai Ting dengan cekatan merapikan lipatan kain terakhir, namun telinga Yueli sudah lebih dulu menangkap suara keributan kecil yang datang dari arah halaman depan.

Rencana itu dimulai.

Di luar, Xuer berdiri mondar-mandir di samping barisan tandu pengantin yang bersiap menjemput. Wajah gadis itu tampak tegang, tetapi ada kilat kelicikan yang mendominasi matanya. Hari ini, ia tidak berniat menyerahkan takdirnya begitu saja kepada Pei Yu. Dengan bantuan seorang pelayan kepercayaannya, Xuer berencana menukar posisi tandu.

Ia ingin menduduki tandu di sebelah kanan—tandu yang seharusnya dinaiki oleh Yueli, tandu yang telah dijanjikan akan dijemput langsung oleh sang Jenderal agung, Pei Chanqing. Xuer berpikir, dengan bertukar tempat di detik-detik terakhir, ia bisa memaksa Pei Chanqing membawanya pergi, sementara Yueli dipaksa menghadapi nasib sial bersanding dengan Pei Yu.

"Nona Xuer, apa yang Anda lakukan?" bisik pelayan pribadinya panik saat melihat Xuer mulai melangkah mendekati tandu sebelah kanan.

Belum sempat Xuer masuk, Yueli telah datang bersama pelayan pribadinya. Gaun merahnya tampak jauh lebih berkilauan di bawah temaram cahaya pagi. Senyum anggun terbit di bibirnya, sementara setiap tapak jalannya terayun pelan dengan keanggunan yang luar biasa.

"Adik, apa yang kau lakukan?" tanyanya tenang. Ia tersenyum, teringat kembali pada sosok Xuer yang tampak bersembunyi di balik jendelanya beberapa malam lalu, mengintip saat ia dan sang Jenderal menyusun rencana.

"Aku ingin naik ke tandu ini," jawab Xuer ketus.

"Itu milikku," balas Yueli telak.

"Apa bedanya?" desis Xuer, nada suaranya mulai meninggi akibat rasa panik dan amarah yang bergejolak.

"Jelas berbeda," balas Yueli dengan senyuman tipis yang semakin mengikis kewarasan adiknya. "Tandu di sebelah kanan adalah milik Jenderal Pei Chanqing. Sedangkan tandu di sebelah kiri adalah milik Pei Yu. Jadi, minggirlah. Aku harus naik ke sana."

Mendengar itu, Xuer kehilangan sisa kesabarannya. Ia maju dan mencengkeram lengan baju Yueli, sementara air matanya seketika menetes—sebagian karena frustrasi, sebagian lagi memang air mata buaya yang kerap ia gunakan untuk mencari simpati.

"Kakak, biarkan aku naik ke tandu kanan..." ucap Xuer terisak, suaranya bergetar dramatis. "Karena... biarkan aku dan Pei Gege bersama. Cinta kami..."

Kalimat itu menggantung di udara, membuat para pelayan dan pengawal yang berjaga di sekitar halaman tertegun dalam keheningan.

"Cinta kami?" ulang Yueli dengan nada yang jauh lebih sadis. Senyum manis di bibirnya lenyap seketika, digantikan oleh sorot mata tajam yang menghujam langsung ke manik mata sang adik.

"Kakak, maksudku..." Xuer mengulum bibirnya, perlahan menundukkan kepala untuk menyembunyikan kepanikan yang mulai merayap di wajahnya.

"Kami telah sepakat menikah. Hubungan ini diikat oleh restu keluarga," ujar Yueli dengan suara yang tenang namun penuh wibawa. "Jika kau seenaknya menukar tandu di hari pernikahan, yang namanya akan tercemar tentu saja nama keluarga Shen—dan aku sebagai kakakmu. Jika kau tidak suka, silakan mengadu pada Ayah sekarang."

Ucapan itu telak menghantam ego Xuer, membuatnya semakin meradang. Tangan gadis itu mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih, sementara napasnya menderu tidak beraturan.

"Kakak!" Xuer membentak tertahan, menghentakkan kakinya ke lantai halaman dengan penuh frustrasi. "Pei Gege mencintaiku! Biarkan cinta kami bersatu!"

Yueli justru menaikkan sebelah alisnya, menampilkan ekspresi geli yang amat menyebalkan di mata sang adik. "Mencintaimu? Jika benar begitu, lalu mengapa ia tetap memilih menikahiku?"

"Cukup!" Xuer membelalakkan matanya lebar-lebar, air matanya tumpah semakin deras bukan karena sedih, melainkan karena rasa malu dan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

Seluruh drama memalukan itu kini tersaji nyata di bawah terangnya matahari pagi, dipertontonkan secara langsung di hadapan para pelayan dan pengawal yang berdiri kaku, tidak berani bernapas terlalu keras di tengah pertikaian dua putri keluarga Shen tersebut.

"Aku bisa saja jadi selir Pei Gege! Aku akan berbalik memohon kepada Ayah untuk membatalkan perjodohanku dengan Pei Yu atau menukar posisi kita!" seru Xuer putus asa, suaranya parau karena isak tangis yang terdengar semakin nyaring dan tidak karuan.

"Silakan saja lakukan itu. Tapi jangan salahkan aku..." Yueli melangkah maju, posturnya yang anggun berubah menjadi sosok yang mengintimidasi. Tatapannya menghujam tajam, membuat Xuer secara tidak sadar menarik langkah mundur ke belakang. "...jika Jenderal Pei Chanqing bahkan melirikmu pun tidak, apalagi sudi menerimamu."

"Pei Gege mencintaiku!" sela Xuer dengan nada penuh keyakinan yang dipaksakan, suaranya bergetar hebat.

Yueli terkekeh pelan; suara tawa itu terdengar begitu ringan, namun di telinga Xuer bagaikan sambaran petir yang mematikan. "Dulu, aku pikir karena wajahmu tampak begitu polos, kelakuanmu pasti baik. Tapi ternyata..." Yueli memiringkan kepalanya, senyumnya menyunggingkan seringai dingin. "...aku salah. Aku terlalu naif. Kau tidak lebih dari seekor ular berbisa yang merayap diam-diam, lalu membunuh mangsanya secara perlahan."

Xuer terkesiap, dadanya naik turun menahan amarah yang hampir meledakkan ubun-ubunnya.

Tanpa memedulikan keterkejutan sang adik, Yueli mengibaskan lengan jubah merahnya dengan elegan. Ia berbalik meninggalkan Xuer yang masih membeku di tempat, lalu melontarkan kalimat terakhirnya sebelum melangkah masuk ke dalam tandu pengantin sebelah kanan.

"Katakan saja apa pun yang kau mau pada Ayah, atau sampaikan sendiri keberatanmu tentang pernikahan ini. Kita lihat siapa yang akan dihancurkan oleh aturan keluarga."

Tak berselang lama, seorang pelayan pria berlari mendekat dengan langkah tergesa-gesa dan napas yang memburu. "Dua... dua mempelai pria sudah tiba di gerbang untuk menjemput!" teriaknya panik.

Mendengar pengumuman itu, nekat menguasai diri Xuer. Tanpa pikir panjang, ia melompat dan mendorong tubuh Yueli dengan kasar. Jika saja Bai Ting tidak sigap menahan lengan sang kakak, Yueli pasti sudah tersungkur ke atas tanah.

Dalam hitungan detik, Xuer merangsek masuk dan membanting tirai tandu di sebelah kanan, duduk di dalamnya dengan napas memburu dan senyum kemenangan yang mengembang lebar. Ia merasa telah berhasil merebut takdir kakaknya.

Sementara itu, Yueli hanya terpaku sesaat. Sebuah senyuman penuh ironi terbit di bibirnya—bukan senyum kekalahan, melainkan seringai tipis yang menyimpan rasa puas yang teramat dalam. Bodoh, batin Yueli. Ia sendiri yang berjalan masuk ke lubang buaya.

Tanpa berniat memperpanjang drama murahan di halaman depan, Yueli memilih melangkah tenang menuju tandu di sebelah kiri. Ia menyingkap tirai merah dan duduk dengan anggun di atas kursi tandu. Begitu tirai tertutup rapat, suasana di luar mulai riuh oleh derap kuku kuda yang berhenti tepat di halaman kediaman.

Di luar sana, dua mempelai pria turun dari kuda mereka secara bersamaan: Jenderal Pei Chanqing dan sang sepupu, Pei Yu. Berdasarkan tatanan awal, seharusnya Pei Yu menjemput di sisi kiri dan Pei Chanqing di sisi kanan. Namun, baru beberapa langkah kaki mereka menjejak tanah, Pei Chanqing tiba-tiba mengulurkan tangan, mencengkeram bahu Pei Yu dan menghentikan langkah sang sepupu.

Manik gelap Pei Chanqing menajam, menyapu pandangan ke sekeliling halaman dengan kepekaan seorang jenderal medan perang. Kepalanya menoleh cepat, menangkap satu detail kecil yang langsung membunyikan lonceng peringatan di kepalanya:

Bai Ting, pelayan pribadi Yueli, berdiri tegak di samping tandu sebelah kiri.

Alis Pei Chanqing terangkat. Jika pelayan itu ada di kiri, lalu siapa yang berada di dalam tandu kanan yang seharusnya menjadi tempat Yueli?

"Aku akan membawa tandu sisi kiri," ucap Pei Chanqing pelan kepada sang sepupu, suaranya datar namun bernada mutlak yang tidak menyisakan ruang untuk perdebatan.

Pei Yu mengerjap kaget, menatap kakak sepupunya dengan kening berkerut dalam. "Apa maksud Kakak Sepupu? Sesuai rencana, aku yang seharusnya menjemput calon istri di sisi kiri..."

"Percayalah padaku, calon istrimu ada di sisi kanan," sela Pei Chanqing dengan seringai tipis yang nyaris tak kasat mata.

"Tapi..." Pei Yu masih tampak ragu, bingung dengan perubahan arah yang mendadak ini.

Pei Chanqing menggeleng pelan, menepuk bahu sepupunya dua kali dengan mantap. "Ikutilah perkataanku. Kau tidak akan menyesalinya."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari Pei Yu, sang Jenderal membalikkan langkahnya, memimpin kuda dan para pengawal menuju ke sisi kiri halaman—tempat di mana tandu merah berhias sulaman emas bersemayam tenang, dikawal oleh Bai Ting yang berdiri tegak dengan senyum di wajahnya.

...----------------...

1
Biyan Narendra
jangan jangan ada kaitannya dgn Xuer..
udah susah makin susah ini mah
Quinza Azalea
terimakasih othor💪
Biyan Narendra
Karma yg tak salah tempat
Ana Dww: Karena bawa alamat asli kak
total 1 replies
Biyan Narendra
Ketika takdir berpihak dengan benar
Ana Dww: 👻 takdir selalu menemukan jalan pulang
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Ana Dww: Cuss update kak, sabar lagi direview❣️
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
Quinza Azalea
di tunggu upnya thor💪
Ana Dww: Hai kak ❣️ Harap bersabar malam ini aku up yaa
total 1 replies
Biyan Narendra
Xuer kurang cerdas
Akhirnya terjebak ambisi sendiri
Ana Dww: Orang tamak memang harus dihajar
total 1 replies
Biyan Narendra
Insting tajam seorang Yueli
Ana Dww: harus donggg,
total 1 replies
Biyan Narendra
cinta yg tumbuh karena saling memanfaatkan
Ana Dww: Kita butuh simbiosis mutualisme
total 1 replies
Biyan Narendra
Xuer..
Berharap jadi selir atau gimana..
etdaaah
Ana Dww: dia mau jadi.......
total 1 replies
Biyan Narendra
Bikin kontrak perjanjian pernikahan segala
🤭🤭🤭🤭
Ana Dww: Biar gak rugi" amat nikah sama orang dengan masa depan 10 selir 🤣🤣🤣
total 1 replies
Biyan Narendra
Udah kayak artis kita ga sih
🤣🤣
Ana Dww: Siapa oiii
total 1 replies
Biyan Narendra
Banyak pertunjukkan drama dari dua wanita saingan Yueli
Ana Dww: Cusss kak, baca selanjutnyaaaa😂 Meski perjalanan kapal ini seperti belum lepas landas. Semoga kalian yang bacakuat buat slowburnnya yaaa...
total 1 replies
Biyan Narendra
bonus vote
Ana Dww: ❣️ Terimakasih banyak atas dukungannya
total 1 replies
Biyan Narendra
Author mau lgi
🤭🤭🤭
Ana Dww: Sabar kakkkk👻👻👻 Ntar aku update pantengin yaaa
total 1 replies
Biyan Narendra
next thor
seruuu
Ana Dww: Siappp kakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
next thor
Ana Dww: Hai kak, selamat mampir lagi ke cerita baruku❣️Siappp gass
total 1 replies
Pa Muhsid
uget uget dan ulat burik mulai menampakan wujud nyata untuk berubah jadi siluman rubah
Ana Dww: 🤣Betul Juga
total 3 replies
Arix Zhufa
wanita cerdas...persetan dengan cinta yg penting duit😄
Ana Dww: Pokoknya duiiitttt
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!