NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3 : Aliansi rahasia dua jendral

Setelah melangkah keluar dari paviliun kediaman Xie Yufei, Pangeran Mo Cheng berjalan dengan langkah lebar dan cepat. Jubah hitamnya berkibar tajam, menciptakan aura ketegangan yang membuat para prajurit di sepanjang koridor istana langsung menunduk takzim, tidak berani bernapas terlalu keras.

Di belakangnya, Xie Jian mengikuti dengan langkah yang tak kalah cepat. Namun, berbeda dengan wajah Pangeran Mo Cheng yang mendung dan tertekuk asam, wajah Xie Jian justru tampak aneh. Rahangnya mengatup rapat, dan pipinya berkedut-kedut hebat karena masih berusaha keras menahan sisa-sisa tawa yang bergejolak di dadanya.

"Xie Jian," panggil Pangeran Mo Cheng tiba-tiba. Dia menghentikan langkahnya di sebuah taman paviliun yang sepi dari jangkauan para pelayan istana.

Xie Jian buru-buru menegakkan tubuh dan mengepalkan tangan memberi hormat. "Hamba di sini, Yang Mulia."

Pangeran Mo Cheng berbalik, melipat kedua tangannya di balik punggung, lalu menatap Xie Jian dengan tatapan yang luar biasa tajam. "Kau mendengarnya juga, bukan?"

Xie Jian terdiam sejenak. Dia tahu tidak ada gunanya berbohong di depan sang jenderal perang tertinggi. Dengan helaan napas pasrah, dia mengangguk pelan. "Benar, Yang Mulia. Hamba mendengarnya. Suara yang... sangat berisik."

"Kata-kata macam apa itu?" Mo Cheng menyipitkan matanya, suaranya terdengar frustrasi. "Si-ki-pat? Se-blak? Dra-kor? Apakah adikkmu sedang mempelajari mantra hitam atau sekte sesat saat dia koma?"

"Hamba berani bersumpah demi leluhur keluarga Xie, Yang Mulia! Adik hamba, Yufei, sejak kecil adalah gadis yang penakut dan rajin membaca kitab suci. Dia bahkan tidak berani membunuh seekor semut pun!" Xie Jian buru-buru membela, meskipun di dalam hatinya dia sendiri juga sangat bingung. "Tapi... suara gaib di kepala kami tadi memang murni warna suara Yufei. Tampaknya, itu adalah isi pikirannya yang entah bagaimana bisa bocor keluar."

Pangeran Mo Cheng mendengus dingin. Dia mengingat kembali bagaimana wajah luar Yufei tampak begitu suci, polos, dan rapuh layaknya bunga bakung yang tertiup angin, sementara di dalam kepalanya gadis itu mengamuk, mengatainya penagih utang, dan mengagumi bentuk tubuhnya dengan bahasa yang sangat vulgar.

"Gadis itu... dia tahu siapa yang mendorongnya ke kolam," gumam Mo Cheng, mengalihkan fokus pada masalah yang lebih krusial. "Dia menyebut tentang 'Putri Mahkota' dan 'lampir istana'. Apa arti lampir?"

Xie Jian menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, tampak canggung. "Melihat dari konteks kekesalan Yufei, sepertinya 'lampir' adalah istilah militer baru di kepala Yufei untuk menggambarkan wanita yang kejam dan berwajah dua, Yang Mulia."

Mo Cheng terdiam, mencerna penjelasan itu. "Jadi, Putri Mahkota yang melakukannya. Yufei memilih berbohong karena dia tahu dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan pihak istana timur." Pangeran Mo Cheng mengembuskan napas berat. Keberanian dan kecerdikan Yufei—meski dibungkus dengan cara yang sangat absurd—membuat ketertarikannya pada gadis itu semakin dalam.

"Yang Mulia," Xie Jian memotong pembicaraan dengan raut wajah yang berubah menjadi sangat serius. "Masalah kebocoran suara hati ini sangat berbahaya. Jika suara pikiran Yufei yang... um, agak kurang ajar dan aneh itu terdengar oleh Kaisar atau Permaisuri, nyawanya bisa berada dalam bahaya besar atas tuduhan penistaan terhadap keluarga kerajaan."

Pangeran Mo Cheng menatap lurus ke arah taman bunga di depannya. Benar. Istana adalah kolam penuh ular yang mematikan. Suara batin Yufei yang terlalu jujur dan berisik akan langsung menjadikannya target utama jika sampai terdengar oleh orang yang salah.

"Mulai hari ini, rahasiakan hal ini dari siapa pun," perintah Pangeran Mo Cheng dengan nada mutlak yang tidak membantah. "Hanya aku, kau, dan pelayan kecilnya yang boleh tahu tentang fenomena ini."

"Lalu, apa rencana Anda selanjutnya, Yang Mulia?" tanya Xie Jian waspada.

Pangeran Mo Cheng membalikkan tubuhnya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang misterius. "Gadis itu mengeluh karena tidak memiliki 'bekingan', bukan? Kalau begitu, aku akan mengabulkan keinginannya. Aku akan sering membawanya di dekatku. Kita akan memanfaatkan isi kepalanya yang berisik itu untuk membongkar rencana musuh-musuh politik kita."

Xie Jian terbelalak. "Anda ingin menjadikan adik hamba sebagai penasihat rahasia?"

"Lebih tepatnya, pembawa ramalan berjalan," koreksi Mo Cheng dengan mata yang berkilat jenaka. "Lagipula, aku ingin mendengar istilah aneh apa lagi yang akan dia katakan tentangku di dalam hatinya."

Xie Jian hanya bisa menghela napas panjang, meratapi nasib adiknya yang tampaknya tidak akan pernah bisa hidup tenang lagi setelah ini karena telah memicu rasa penasaran sang Pangeran Es.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!