NovelToon NovelToon
Obsesi Yang Melukai

Obsesi Yang Melukai

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: farhati fara

Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.

Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh cinta pada calon kakak ipar

Dalam segala obrolan penuh penjelasan yang memang sudah jelas itu, tokoh utama pembahasannya adalah Tiwi. Dua wanita di sana belum ada yang tahu siapa Ali bagi Rangga, dan tidak ada yang tahu benang takdir apa yang sedang mengikat mereka semua.

Tiwi yang mendengar penuturan sang kakak tidak menjawab lagi. Wajahnya yang semula menunduk perlahan terangkat menghadap ke depan, dan pandangan matanya langsung bertemu dengan mata Ali yang juga menatap ke arahnya. Tiwi merasakan jantungnya berdetak dengan menggila hanya karena tatapan Ali.

"Kenapa kak Ali memandangku dengan begitu intens? Apa jangan jangan kak Ali menyukaiku?" batin Tiwi bertanya- tanya. Wajar pertanyaan seperti itu terbersit dalam pikiran Tiwi, karena secara fisik dia jauh lebih cantik dari kakaknya, Fatma. Tubuhnya juga lebih ideal serta tinggi dari kebanyakan wanita. Dia laksana model yang terlihat cantik sekaligus menarik. Rasanya aneh jika tidak ada pria normal yang tertarik padanya.

Dia kembali menunduk sambil menyelipkan seuntai rambut ke belakang telinganya, sikap yang biasanya diperlihatkan oleh orang yang ingin terlihat polos. Tiwi salah tingkah karena di pandang begitu oleh Ali. Sungguh, sosok Ali adalah sosok pria idealnya. Pria tampan yang mapan, pengertian, menghormati, humoris, romantis dan tentu saja kaya. Tiwi jadi mengerti kenapa kakaknya, Fatma begitu tergila-gila pada Ali. Bahkan tidak jarang Tiwi memergoki kakaknya yang sedang memperhatikan ponselnya hanya untuk menunggu telpon dari Ali.

Sekarang, setelah dia melihat sendiri sosok Ali yang mengagumkan. Tiwi mengerti kenapa kakaknya bisa seperti itu. Ali bahkan seribu kali lebih baik daripada Rangga, menurut penilaian Tiwi.

Tangan Tiwi perlahan terangkat, menyentuh dada kirinya yang berdetak begitu cepat, bahkan melebihi kapasitas saat dia ketakutan. Tiwi belum pernah merasakan ini sebelumnya, bahkan pada Rangga. Dia telah jatuh cinta pada calon kakak iparnya.

Fatma yang duduk di samping Ali juga menangkap pandangan Ali pada adiknya yang terlihat berbeda,

"Kenapa Mas Ali memandang Tiwi begitu dalam?" tanya Fatma heran. Sebagai seorang wanita dia tidak ingin berprasangka, jadi langsung saja ditanyakannya pada sang calon suami apa maksud tatapan itu.

"Adikmu cantik. Aku berpikir, pasti banyak pria yang tergila- gila padanya." jawab Ali tanpa mengalihkan pandangannya. Dia masih menatap Tiwi seperti sebelumnya, seakan terpesona padanya. Tiwi yang menjadi objek pandangan Ali semakin di buat salah tingkah hingga semburat merah menghiasi wajahnya yang malu- malu.

Tapi, tahukah dua wanita di sana apa alasan Ali memandang Tiwi seperti itu. Alasannya adalah, Ali tidak percaya dibalik wajah cantik wanita muda itu ada kebohongan yang di tutupi. Tidak percaya, Tiwi berbohong pada Fatma tentang Rangga yang sudah menikah, atau lebih tepatnya menutupi fakta sebesar itu dari kakaknya.

"Hati- hati, nanti Mas Ali jatuh cinta sama adikku," sindir Fatma merasa kesal dengan jawaban Ali yang memuji adiknya cantik. Itu memang fakta, tapi tetap saja Fatma tidak terima karena dialah calon istri dari pria itu, bukan adiknya, Tiwi.

"Mungkin saja" jawab Ali enteng yang membuat dua wanita di sana memandangnya spontan,

"Jika aku belum bertemu denganmu." sambungnya yang memalingkan wajahnya kearah Fatma dan tersenyum lembut.

"Ih mengesalkan! Ku pikir Mas Ali serius" kata Fatma kesal. Dia hampir saja menangis jika Ali memang akan suka sama adiknya tapi ternyata pria itu malah mengerjainya. Ali hanya tersenyum sebagai tanggapan akan kekesalan calon istrinya itu.

Sedangkan Tiwi merasa lain lagi. Dia sudah tidak karuan dengan hatinya saat mendengar tuturan Ali. Tiwi berpikir apa yang Ali ucapkan sebelumnya itulah kenyataannya, pria itu tidak sedang bercanda. Ali menyukainya dan alasan kalimat lanjutannya itu hanya agar kakaknya tidak sedih.

Kepercayaan diri yang datang entah dari mana itu membuat Tiwi membuat kesimpulan berani kalau Ali, calon kakak iparnya telah jatuh hati padanya.

Tidak sampai satu jam, akhirnya acara makan malam itu selesai. Ali pamit pulang setelahnya, karena ini sudah lewat waktu yang di janjikannya pada Nisa untuk pulang.

"Kak Ali, tunggu!" seru Tiwi setengah berteriak sembari menghampiri Ali yang akan segera memasuki mobilnya. Fatma hanya menatap heran kearah sang adik yang kini berada di depan Ali.

"Ada apa?" tanya Ali yang juga ikut heran kenapa wanita muda itu tiba- tiba menghentikannya.

"Ini kak..." Tiwi menyerahkan sebuah tiket pertunjukan teater kepada Ali yang dipandangi oleh pria itu setengah bingung.

"Kak Ali datang ya, acaranya minggu ini." lanjut Tiwi antusias. Ali memandang kearah Fatma seakan sedang menanyakan apakah dia harus menerimanya atau tidak. Fatma yang melihat itu hanya mengangguk mengiyakan. Dia tahu lebih dari siapa pun bagaimana adiknya Tiwi berjuang di teater itu untuk bisa mendapatkan peran utama, dan akhirnya keinginannya itu terwujud di teater bulan ini. Fatma berpikir, Tiwi pasti begitu bahagia hingga mau memberikan tiket gratis pada Ali yang akan segera menjadi kakak iparnya.

"Insha Allah, aku akan datang dengan kakakmu, Fatma" ujar Ali yang kembali tersenyum kearah Fatma sembari menerima uluran tiket di tangan Tiwi.

Wajah Tiwi yang semula begitu riang penuh antusiasme, langsung berubah murung dan jutek. Yang dia inginkan itu Ali datang sendiri, bukan dengan kakaknya, Fatma. Tapi dia tidak bisa berbuat apa- apa.

"Ya sudah, yang penting kak Ali datang ya." Tiwi kembali mengingatkan seakan tidak ingin Ali lupa. Ali hanya mengangguk sambil tersenyum. Setelahnya dia kembali pamit pulang sembari memasuki mobilnya untuk kembali ke rumahnya dimana adik terkasihnya yang buta sedang menunggunya sendirian.

.

.

.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Nah loh keciduk juga akhirnya si Fatma kan apa datang bareng si Tiwi juga biar tambah dari der dor ... 🤭
Intan
Bagus sekali❤️😘😘
Aditya hp/ bunda Lia
ya terus sekarang mau mu apa Ranggaaaaa ... nikmati ajah apa yang kamu tanam dulu sedap kan ....
Aditya hp/ bunda Lia
dasar gak peka kalo nanti si Tiwi tau siapa Ali malu gak tuh kamu
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
pedemu udah tingkat galaksi 😂😂
dasar Tiwi ulet bulu
Aditya hp/ bunda Lia: gatel banget sebadan badan 😂😂
total 2 replies
sari
jiahahaha GK malu tuh si Tiwi kmarin Rangga suami org skarang KK ipar pun mau di embat dsr pelakor emg ya
Fara F: pelakor ya hehe😅
total 1 replies
sari
ya ampun ribet bgt sih ikatan mrk bakal seru nih💪
Fara F: Jelas seru donk hehe😁
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
yeeeh, .... Fatma kalo kamu tau Nisa itu manta istri si Rangga gimana coba
Aditya hp/ bunda Lia: iya pasti dan nanti dia mau ngambil sikap gimana yah sama si Tiwi
total 2 replies
sari
Ali Fatma itu brarti Ali Fatimah kah
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
Fara F: satu bab saja keteter ini. Bagaimana mau banyak😭😭🙏🏻
total 1 replies
sari
mampus tuh si serangga moga aja stelah ini Nisa bahagia ya💪
Fara F: Aamiiin🤲🏻
total 1 replies
sari
mrk 3 bersaudara Ali Nisa dan Nita
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
Fara F: Tunggu saja, ada partnya Nanti Insha Allah😁
total 1 replies
sari
apakah Rangga skarang sudah SDR kalo dia cinta ma Nisa trlambat kali sdarnya
Fara F: penyesalan yang terlambat
total 1 replies
sari
ya Tuhan kok nyesek bgt sih kak bab ini/Sob//Sob/
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
Fara F: Saya juga nangis pas di ceritain bagian ini. Nyesek banget begitu😭
total 1 replies
sari
Nisa psti SGT senang tp aku GX rela
cerai aja GX sih klean
Fara F: iya cerai sih. tidak ada jalan keluar lain
total 1 replies
sari
Cinta buta Nisa GX dpt dipaksakan mkanya dia trluka/Sob/
Fara F: iya, obsesinya bikin dia terluka sama seperti judulnya
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mungil cantik hamba Alloh yang taat kurang apalagi dasar si Rangga udah buta sama si Tiwi ....
Fara F: Cinta itu buta sih jatuhnya wkwk🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bener banget itu Thor puas banget biar si Rangga seumur hidup dalam penyesalan
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
istrimu udah pergi bego ... kawinin ajah tuh pujaan hatimu si Tiwi udah gak ada penghalang lagi bebas kau sekarang 😡
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga yah 🤭
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Nisa kamu benar2
Aditya hp/ bunda Lia: okey .. gak apa-apa yang penting seru bikin penasaran
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nah ... apa ada yang meninggoy?
Aditya hp/ bunda Lia: oh gitu? terus Ali jadi nikah sama Fatma duh jadi kepo banget ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!