NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.12 -Rencana licik Gavin

Beberapa minggu kemudian.

Luka-luka di punggung Damian sudah mengering dan sembuh total berkat bantuan vitamin serta salep pemulihan premium dari Sistem. Perjalanan kuliahnya pun berjalan sangat lancar tanpa ada lagi gangguan dari Gavin atau Clara.

Bahkan berkat bantuan serta rekomendasi dari Profesor Henry, Lilian diizinkan untuk selalu mendampingi Damian selama di kampus. Profesor Henry sangat mendukung keputusan Damian yang berniat membangun perusahaan perangkat lunaknya sendiri secara mandiri—murni atas namanya pribadi, tanpa embel-embel nama besar keluarga Laurent.

"Kita mau ke mana?" tanya Lilian saat mereka berdua baru saja melangkah keluar dari area parkir kampus. Kali ini mereka tidak mengendarai sepeda motor tua lagi, melainkan mobil sedan hitam yang memang dibeli dari hasil tabungan pribadi Damian.

"Ke rumah sakit. Aku mau menjenguk adikku," balas Damian seraya membukakan pintu mobil untuk Lilian.

Lilian menepuk jidatnya pelan dalam hati. Ia baru teringat kalau di dalam novel ini, Damian punya seorang adik perempuan bernama Kara yang nasibnya tidak kalah menderita.

"Tapi... kalau Tuan Arthur tahu kamu ke sana, apa dia enggak bakal marah?" tanya Lilian khawatir.

Damian menyunggingkan senyum tipis yang amat menenangkan. "Kita pergi diam-diam. Lagipula, aku cuma kangen sama Kara."

Lilian pun mengangguk setuju dan segera masuk ke dalam mobil.

Beberapa puluh menit berlalu, kendaraan yang mereka tumpangi tiba di area parkir salah satu rumah sakit swasta ternama di pusat kota. Damian melangkah mantap menyusuri koridor rumah sakit menuju lantai lima—kawasan VIP khusus yang disewa oleh keluarga Laurent.

Di depan ruang rawat bertuliskan nama Kara Laurent, berdiri beberapa pengawal berjas hitam. Damian sempat bersiap jika dirinya diusir atau dihalangi, namun anehnya, para pengawal itu justru membungkuk hormat dan mengizinkannya masuk begitu saja. Damian sempat mengernyit bingung, menduga ini pasti atas perintah tersembunyi dari Eleanor yang belakangan mulai melunak.

Pintu kaca tebal itu terdorong pelan. Untuk pertama kalinya, Lilian melihat secara langsung sosok Kara—gadis muda yang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat medis membalut tubuhnya.

"Kara... Kakak datang. Maaf ya, Kakak baru bisa datang menjengukmu sekarang," bisik Damian seraya mendaratkan badannya di kursi kayu samping ranjang. Tangan kekarnya menggenggam jemari Kara yang dingin dan kurus.

Lilian yang berdiri tidak jauh di belakang Damian memperhatikan interaksi itu dengan dada yang berdesir. Ada rasa haru bercampur kesedihan mendalam yang menghantam ulu hatinya.

"Sistem..." panggil Lilian berbisik pelan, berpura-pura melihat ke arah jendela. "Sebenarnya Kara ini kenapa kok bisa koma sepanjang ini?"

Tiba-tiba, sesosok peri kecil transparan muncul melayang di dekat telinga Lilian. Makhluk mungil itu langsung memutar bola matanya malas. Dengan santai, duduk di bahu Lilian.

"Dasar kebiasaan lupa! Padahal kamu sendiri yang nulis alurnya, Host!" omel Si Peri Mini gemas. "Kara itu diracun terus didorong dari tangga sampai kepalanya terbentur keras! Dan pelakunya itu Gavin, gara-gara Kara ketahuan memegang rahasia besar tentang dia!"

Lilian membelalakkan mata, menepuk pelan dahinya. "Astaga, iya! Aku ingat! Tapi... rahasia apa ya? Kok aku lupa detailnya?"

Si Peri menepuk jidatnya sendiri pakai tongkat sihir mungilnya. "Capek banget punya Host pelupa..."

"Dihhh." Kesal Lilian.

Setelah merasa cukup melepaskan rindu dan memastikan kondisi sang adik tenang, Damian perlahan berdiri. Ia mengecup dahi Kara lembut sebelum akhirnya melangkah keluar ruangan bersama Lilian.

Namun, tepat setelah sosok Damian dan Lilian menghilang di ujung lorong lift, pintu ruang rawat Kara kembali terdorong. Gavin melangkah masuk dengan raut wajah dingin. Pengawal berjas hitam di depan pintu yang ternyata sudah dibayar oleh Gavin hanya menunduk hormat tanpa berniat menghentikannya.

Gavin berdiri di samping ranjang, menatap tubuh Kara yang tak berdaya dengan tatapan penuh kebencian dan rasa panik. Kedatangan Damian hari ini benar-benar menyentil saraf kecerdasannya—ia tidak boleh biarkan Kara punya kesempatan untuk bangun.

Dengan senyum tipis yang sangat licik, Gavin merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan bening. Ia lalu menyuntikan cairan asing itu ke dalam selang infus Kara secara perlahan, berniat membuat kondisi Kara drop drastis seolah-olah mengalami komplikasi alami.

"Maafkan Kakak, Kara... kamu harus tetap tertidur selamanya," bisik Gavin dingin.

Gavin bergegas keluar ruangan sebelum obat itu bekerja. Hanya dalam hitungan menit, alat pemantau detak jantung Kara mendadak meraung nyaring!

BEEP! BEEP! BEEP!

Grafik di monitor mendadak anjlok drastis, membuat tim medis panik dan berlarian masuk ke ruang VIP tersebut. Damian dan Lilian yang belum sempat meninggalkan area rumah sakit langsung berbalik arah saat mendengar keributan hebat dari arah ruang rawat Kara!

Damian menerobos masuk, lalu ia membeku menatap tubuh Kara yang mendadak kejang hebat di atas ranjang. Matanya membelalak, dadanya bergemuruh disergap rasa panik yang luar biasa.

Di sampingnya, Lilian meremas kedua tangannya erat-erat. Wajahnya pucat, ikut terkejut melihat serangan mendadak yang begitu mengerikan ini. Lilian tahu betul, ini pasti ulah Gavin yang baru saja keluar dari ruangan ini!

"Sistem! Sistem! Cepat tolong dia!" seru Lilian panik dalam hati.

"Baik, Host! Aku akan menolongnya!" sahut suara nyaring si Peri Mini.

Sesosok peri kecil transparan melayang cepat mendekat ke arah ranjang Kara. Tanpa bisa dilihat oleh orang-orang di ruangan itu, si peri kecil mengeluarkan botol penawar khusus dan langsung meneteskan obat ajaib itu ke dalam selang infus Kara dengan cepat.

Obat dari Sistem menyebar instan, menetralkan racun kimia yang mengacaukan saraf Kara. Perlahan-lahan, kejang di tubuh Kara mulai mereda. Suara meraung dari monitor berganti menjadi ritme detak jantung yang kembali teratur dan stabil.

Dokter dan para perawat menghembuskan napas lega seraya menyapu keringat dingin di dahi mereka.

Namun, bukannya memeriksa ulang, sang dokter utama justru berbalik dan menatap Damian dengan tatapan menyalahkan. "Apa yang Anda lakukan, Tuan? Sebelum Anda masuk tadi, kondisi Nona Kara baik-baik saja!" tegur dokter itu gusar.

"Saya... saya tidak melakukan apa pun, Dok!" balas Damian membela diri, suaranya bergetar.

Belum sempat dokter membalas, pintu ruang VIP mendadak terdorong keras hingga menghantam dinding. Arthur dan Eleanor masuk dengan wajah panik yang membara. Di belakang mereka, Gavin berdiri dengan memasang raut wajah sok prihatin yang amat licik.

"Apa yang terjadi pada putriku?!" tanya Eleanor dengan suara bergetar panik.

Dokter itu dengan cepat menjelaskan bahwa sebelum Damian dan wanita di sampingnya masuk, kondisi Kara sangat stabil. Tapi tepat setelah Damian berada di dalam, Kara mendadak mengalami kejang hebat dan hampir tidak tertolong.

Mendengar penjelasan dokter, mata Eleanor menatap tajam ke arah Damian dengan kilatan amarah. Namun, sebelum Eleanor sempat bersuara, Arthur sudah melangkah lebar dan...

​Bersambung ...

1
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: klo udah terkumpul kita bagi 2 yak

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
jumirah slavina
Kamu sm Aku Fel...
kita double date sm mereka

🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!