Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Pagi jam 07.00. Tiga hari setelah drama buket 100 tangkai fitnah Clarissa di Cafe Senopati yang gagal total.
Rumah Pondok Indah kembali wangi. Bukan wangi mawar fitnah, tapi wangi nasi goreng spesial telur mata sapi bulat sempurna. Alena sudah ceria lagi. Telur mata sapinya sudah bulat lagi, tidak gosong lagi. Karena semalam Terlebih aditya peluk Alena dari belakang semalaman.
Di lantai 2, kamar Sean, terdengar teriakan paling kencang sebulan ini.
"BUNDAAAAA! AYAHHHHH! AKU LULUSSSSS! NILAIKU BAGUS BANGET BUN!"
Sean lari turun tangga dengan HP di tangan, masih pakai celana boxer dan kaos oblong, rambut acak-acakan habis bangun tidur, tapi mukanya bersinar kayak habis menang olimpiade.
Alena yang lagi di dapur langsung lari, wajannya masih di tangan.
"Lulus nak? Sini Bunda lihat!"
Aditya yang lagi rapihin dasi hitam di depan cermin juga langsung jalan cepat ke ruang tamu.
Sean kasih lihat layar HP-nya, website kelulusan SMA Garuda International.
*NAMA: SEAN PRADANA*
*STATUS: LULUS*
*NILAI RATA-RATA: 92,5*
*PREDIKAT: SANGAT MEMUASKAN - 3 BESAR PARALEL*
Alena langsung menangis terharu,kerja kerasnya mengajari sewn berbuah manis.Alena berhambur ke pelukan Sean.
"Ya Allah nak... 92,5 nak... Bunda bangga banget nak..."
Sean juga nangis, anak SMA yang usianya hampir 18 tahun yang biasanya jaim, sekarang nangis di pelukan Bundanya.
Begitupun aditya selama ini ia tak terlalu memperhatikan nilai Sean dia selalu dingin dan cuek, kali ini tidak bisa jaga image dinginnya. Dia buka kedua tangannya, peluk dua-duanya - Alena dan Sean sekaligus.
"Selamat ya jagoan Ayah. Kamu hebat. Ayah bangga. 92,5 itu bukan nilai kaleng-kaleng."
Bi Ijah, Mbak Siti, Mbak Rina yang di dapur juga ikut tepuk tangan.
Jam 09.00, Sean langsung upload Instastory, foto nilai kelulusannya, caption: _Lulus! Thanks Bunda Ayah! Next: Kuliah!_
Yang like langsung 500 orang, termasuk teman-teman SMA-nya.
Keluarga Pondok Indah lagi bahagia-bahagianya.
Tapi jam 10.00, HP Aditya bunyi.
Email masuk. Dari alamat profesional.
_From: Clarissa Wijaya - Wijaya Capital London_
_Subject: Penawaran Kerja Sama Eksklusif - Proyek Senopati Tower 2T_
Aditya kernyit,Clarissa lagi.
Isi emailnya rapi, sangat profesional, beda jauh sama drama buket bunga kemarin.
> "Halo Aditya,
> Saya tidak akan ganggu rumah tangga kamu lagi. Saya minta maaf soal bunga 100 tangkai kemarin, saya khilaf karena masih sayang.
> Tapi kali ini saya profesional. Saya bawa investor besar dari London, Mr. Robert Smith, pemilik Robert Smith Fund UK, mau investasi 2 Triliun untuk proyek Senopati Tower Pradana Group.
> Mr. Robert hanya mau meeting dengan kamu, CEO Pradana Group, tanpa istri. Dia tidak suka meeting dengan keluarga. Dia sudah di Jakarta, hanya ada waktu hari ini jam 14.00 di Hotel Mulia, Sky Suite 45th floor.
> Ini kesempatan besar Dit. Jangan tolak karena masalah pribadi kita. Ini bisnis 2 Triliun.
> - Clarissa"
Di bawah email ada lampiran PDF: Profil Robert Smith Fund UK, portofolio investasi 500 juta dollar di London.
Aditya langsung telepon Sekretarisnya, Dina.
"Dina, cek Robert Smith Fund UK. Real atau fake? Cek di Bloomberg, di Financial Times."
15 menit kemudian Dina balas, "Pak, Robert Smith Fund UK itu real Pak. Memang ada. Fund besar di London. Tapi Pak... saya cek jadwal Mr. Robert Smith, beliau seharusnya masih di London minggu ini, ada conference di London Eye. Tidak ada jadwal ke Jakarta Pak. Agak aneh Pak."
Aditya langsung paham. Ini jebakan kedua Clarissa.
Triknya naik level. Kemarin pakai bunga fitnah inisial R biar Alena dikira selingkuh. Sekarang pakai jebakan bisnis 2 Triliun, bawa nama investor bule, supaya Aditya datang sendirian tanpa Alena ke Hotel Mulia, Sky Suite 45. Di hotel, pasti sudah disiapkan wanita atau foto jebakan, biar nanti difoto seolah Aditya selingkuh.
Aditya tersenyum dingin. Senyum CEO yang sudah 10 tahun hadapi tikus-tikus bisnis London.
Dia tidak langsung tolak. Dia balas email.
"Oke. Saya datang jam 14.00. Sendirian. Sky Suite 45th floor Hotel Mulia. Tolong siapkan data investasi 2T."
Jam 13.30, Aditya berangkat, tapi tidak sendirian.
Dia ajak Sean.
"Ayah mau kemana? Kan Sean baru lulus, katanya mau traktir Bunda makan siang?" tanya Sean bingung di mobil Porsche hitam.
Aditya sambil nyetir, jawab datar, "Ayah mau kasih kamu pelajaran bisnis pertama setelah lulus SMA. Gimana cara hadapi jebakan bisnis berkedok investasi 2 Triliun. Kamu ikut, rekam semua pakai HP kamu dari luar, jangan masuk."
Sean langsung ngerti, matanya berbinar, "Oh, jebakan Tante Clarissa lagi Yah? Siap Ayah! Sean rekam!"
Jam 14.00 tepat, Hotel Mulia, Sky Suite 45th floor.
Pintu dibuka oleh Clarissa. Dressnya bukan merah marun lagi, tapi dress hitam elegan kantor, rambut disanggul rapi, kelihatan sangat profesional. Di belakangnya ada bule tinggi besar, rambut pirang, jas hitam mahal - Mr. Robert Smith.
"Aditya! Thanks kamu datang! Ini Mr. Robert Smith, investor dari London!" kata Clarissa senyum profesional.
Mr. Robert salaman, bahasa Inggris fasih logat London, "Hello Mr. Aditya, nice to meet you. I'm very interested in your Senopati Tower project. 2 Trillion is ready."
Aditya salaman, senyum tipis, tapi matanya jeli lihat detail. Sepatu Mr. Robert bukan sepatu executive London yang mengkilap. Sepatunya sepatu lokal, agak berdebu. Jam tangannya bukan Rolex, tapi jam imitasi.
Aditya langsung tahu ini bukan Mr. Robert Smith asli. Ini aktor bule bayaran Clarissa, mungkin bule yang tinggal di Kemang.
Aditya duduk, pura-pura buka laptop.
"Okay Mr. Robert, before we talk 2 Trillion, can I see your passport and your Fund License? And can you explain your portfolio in London Eye area last year?"
Mr. Robert gugup, bahasa Inggrisnya tiba-tiba blepotan, "Uh... passport... in my hotel... license... my secretary..."
Clarissa langsung pucat.
Saat itu juga, pintu Sky Suite diketuk keras.
TOK TOK TOK!
Sean masuk dengan dua orang satpam Hotel Mulia dan satu orang lagi: Aditya sudah telepon Dina untuk panggil manajer Hotel Mulia plus security.
Sean sambil rekam video sembari pura-pura live streaming di aplikasi tok tok
Padahal kameranya hanya disetting seolah ia sedang live streaming ,Sean sengaja melakukan itu biar Clarissa panik.
Manajer Hotel cek KTP Mr. Robert. Nama aslinya bukan Robert Smith. Namanya John Doe, bule Amerika yang kerja jadi guru bahasa Inggris di Kemang, dibayar Clarissa 10 juta untuk akting jadi investor 2 Triliun.
Clarissa langsung terduduk lemas di sofa Sky Suite.
Aditya berdiri, tatap Clarissa dingin, suara datar mematikan seperti saat usir Clarissa dari gerbang Pondok Indah dulu.
"Clarissa, trik kamu murahan lagi. Kemarin bunga 100 tangkai fitnah Alena selingkuh. Sekarang bawa bule palsu jadi investor 2T, mau jebak saya di hotel biar difoto seolah saya selingkuh, biar Alena ceraikan saya. Kamu S2 London, tapi otak kamu masih sama seperti dulu, licik."
Clarissa nangis, "Adit aku cuma mau kamu balik sama aku Adit, aku masih sayang..."
Aditya tidak kasih ampun, "Saya sudah bilang, Alena itu masa depan saya. Kamu itu masa lalu. Dan mulai hari ini, Wijaya Capital kamu saya blacklist dari semua proyek Pradana Group. Tidak akan ada kerja sama 2 rupiah pun, apalagi 2 Triliun."
Aditya keluar Sky Suite, gandeng Sean.
Di lobi bawah.
Malam jam 20.00, rumah Pondok Indah.
Malam ini Alena memasak makanan western
dengan menu lengkap ,Cream Mushroom Soup,Grilled Sirloin Steak, Mashed Potato , Sauteed Vegetables,dengan
Black pepper sauce ,serta dessert Chocolate Lava Cake tak lupa minuman kesukaan sesn Milkshake vanilla.
Sean makan lahap, nilai 92,5-nya dicetak dak dipajang dengan vigura besar.
Aditya makan sambil peluk pinggang Alena dari samping, berbisik, "trimakasih sayang,setelah ini aku mau makan kamu rasa laparku akan tubuhmu selalu bertambah setiap harinya,aku tak pernah kenyang karna tubuhmu selalu membuatku candu.
Alena cubit manja lengan Aditya.
Rumah Pondok Indah kembali tenang. Clarissa gagal lagi, kedua kalinya.
Bersambung....