NovelToon NovelToon
Penyesalan Gezha

Penyesalan Gezha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Pernikahan Vivian Valerie Ananditha dan Radhit Gezha Revandhana bukanlah sebuah dongeng indah. Bagi Radhit seorang pengusaha muda yang arogans, gila kerja, dan terbiasa memegang kendali Vivian hanyalah sebuah "beban" dan "kewajiban konyol" yang terpaksa dia jalani demi memenuhi wasiat almarhum ayahnya.

Di mata Radhit, Vivian adalah wanita lemah, membosankan, dan tidak bernilai. Setiap hari, kehidupan rumah tangga mereka dipenuhi dengan kedinginan, pengabaian, hingga bentakan verbal yang merendahkan. Tidak ada tempat untuk Vivian di dalam hati Radhit, terlebih ketika hadir sosok Clarissa Olivia seorang model cantik nan manipulatif yang pandai memainkan peran di balik panggung bisnis Radhit.

Namun, di balik diamnya Vivian yang penurut, ada sebuah rahasia kecil yang dia jaga dengan nyawanya: sebuah kehidupan baru sedang tumbuh di dalam rahimnya.

Vivian bertahan menelan semua luka, caci maki, dan aroma parfum wanita lain dari pakaian Radhit semata-mata demi janin di perutnya. Dia berhar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror Clarissa

Sinar matahari pagi menembus tirai tipis kamar lantai dua, membiaskan cahaya lembut di atas tempat tidur berseprai krem. Vivian terbangun dengan perasaan yang aneh perpaduan antara asing dan tidak percaya. Ia memandangi sekeliling ruangan yang didesain begitu hangat, sangat berbeda dari kamar dingin dan serba kaku yang pernah menjadi tempatnya menangis bertahun-tahun lalu.

Di sampingnya, Bumi masih tertidur lelap dengan pelukan erat pada boneka beruangnya. Vivian tersenyum tipis, mengusap dahi sang anak sebelum akhirnya beranjak turun.

Saat Vivian melangkah keluar menuju lantai bawah, aroma harum nasi goreng dan harum mentega yang gurih sudah memenuhi udara. Langkah kaki Vivian terhenti di ambang pintu dapur.

Di sana, Radhit yang mengenakan kemeja santai dengan lengan digulung hingga siku sedang sibuk di depan kompor. Pria yang dulu tak pernah menyentuh area dapur itu kini tampak dengan canggung membalikkan telur mata sapi di atas wajan.

"Eh, Vi..." Radhit menoleh, sedikit terkejut melihat Vivian sudah turun. Garis canggung terpancar jelas di wajahnya. "Morning.ini Saya... coba buatkan sarapan untuk kamu dan Bumi. Maaf kalau aromanya mengganggu."

Vivian terpaku sejenak. Melihat sosok pengusaha dingin yang dulu selalu dilayani kini sibuk mengurus sarapan sendiri memberikan desiran aneh di dadanya.

"Mas,Enggak usah Repot-repot," ujar Vivian lembut."Sini biar aku aja yang masak!."

"Enggak, Vi, biar saya saja," potong Radhit cepat, meletakkan piring telur di atas meja makan yang sudah tertata rapi dengan susu hangat dan buah segar.

"Kamu dan Bumi adalah tamu kehormatan di rumah ini. Saya ingin belajar jadi orang tua yang berguna, bukan cuma menumpang nama."

Saat Bumi terbangun dan turun ke bawah, suasana hening berubah riuh.

"Ayah! Telurnya bentuk bintang!" seru Bumi gembira saat duduk di kursi tingginya.

Radhit tersenyum lebar, tatapan matanya berbinar penuh kebanggaan yang belum pernah Vivian lihat sebelumnya. "Iya dong, khusus buat Jagoan Ayah. Dimakan ya, habis ini kita main di taman belakang."

Vivian menyantap sarapannya dalam diam, memperhatikan bagaimana Radhit dengan telaten menyeka sudut bibir Bumi yang terkena saus.

Ada ketulusan yang tak bisa dibantah dalam setiap gerak-gerik Radhit. Namun, benteng di hati Vivian tidak serta-merta runtuh; luka masa lalu terlalu dalam untuk disembuhkan hanya dalam semalam.

Siang harinya, Radhit harus berangkat sebentar ke kantor untuk menandatangani berkas kepemilikan aset atas nama Bumi. Sebelum pergi, ia telah menugaskan dua pengawal keamanan di gerbang depan untuk memastikan keselamatan Vivian dan anaknya.

Vivian memanfaatkan waktu siang itu untuk mengajak Bumi bermain di taman samping rumah. Udara kota yang hangat ditiup angin sepoi-sepoi, membuat Bumi asyik berlarian mengejar kupu-kupu di atas rumput hijau yang terawat.

Saat Vivian sedang duduk di bangku taman sambil memperhatikan anaknya, seorang kurir berjaket hitam berhenti di depan pagar luar.

"Paket atas nama Ibu Vivian!" seru kurir tersebut kepada petugas keamanan di gerbang.

Vivian mengernyit heran. Ia merasa tidak memesan barang apa pun. Karena penasaran, Vivian melangkah mendekati gerbang. Petugas keamanan memeriksa kotak kardus kecil berukuran sedang itu terlebih dahulu.

"Tidak ada alamat pengirimnya, Bu Vivian. Hanya ada nama Ibu di atasnya," ujar petugas keamanan ragu.

"Tidak apa-apa, Pak. Biar saya terima," sahut Vivian.

Vivian membawa kotak itu ke meja taman. Dengan pisau pemotong kecil, ia membuka selotip yang merekat rapat. Bumi yang penasaran berlari mendekat. "Papan apa itu, Ibu? Mainan baru Bumi?"

"Bukan sayang, Bumi main di sana dulu ya," pinta Vivian lembut.

Ketika tutup kardus terbuka, senyum di wajah Vivian seketika pudar. Wajahnya memucat drastis, dan napasnya tertahan di tenggorokan.

Di dalam kotak itu tidak ada hadiah atau mainan.

Hanya ada sebuah boneka kain kumal bergaun putih yang bagian wajahnya telah dicoret-coret menggunakan tinta merah darah, dengan jarum bentul yang tertancap tepat di bagian dadanya. Di samping boneka itu, terdapat selembar foto Vivian dan Bumi saat masih di desa pesisir foto yang sudah digunting melintang tepat di leher Vivian.

Sebuah catatan kecil dengan tulisan tangan menggunakan tinta merah tergeletak di dasar kotak:

"Wanita pembawa sial dan anak haram tidak berhak tinggal di rumah itu. Angkat kaki sebelum darah kalian yang menyiram tanahnya!"

Tubuh Vivian gemetar hebat. Lututnya terasa lemas seketika. Tangan kanan Vivian menutup mulutnya untuk menahan jeritan ketakutan yang nyaris lolos.

Teror itu dimulai. Bayangan kelam yang pernah menghancurkan hidupnya kini nyata mengintai dari balik kegelapan.

Hanya butuh waktu sepuluh menit setelah petugas keamanan menelpon, mobil Radhit membelah jalanan dan berhenti kasar di halaman depan rumah dengan derit ban yang menyengat.

Radhit melompat keluar dari mobil, wajahnya merah padam oleh kepanikan dan kemarahan yang membakar. Ia berlari kencang menuju teras belakang di mana Vivian sedang memeluk erat Bumi yang kebingungan.

"Vi! Kamu tidak apa-apa?!" panggil Radhit parau, memegang kedua bahu Vivian dengan cemas.

Vivian tak menjawab, ia hanya menunjuk kotak di atas meja dengan jari yang gemetar.

Radhit mendekati meja, dan saat matanya menangkap boneka tertancap jarum serta foto tergunting itu, rahang Radhit mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang menakutkan. Matanya berkilat penuh amarah yang sanggup membakar siapa saja.

Pria itu mengenali gaya tulisan dan aroma parfum menyengat yang tertinggal di kertas catatan tersebut aroma parfum mahal khas yang hanya dipakai oleh satu orang.

"Clarissa..." geram Radhit dengan suara dingin bagai es dari dasar neraka.

Radhit merogoh ponselnya, menekan satu tombol cepat dengan tangan yang menegang keras.

"Kerahkan seluruh tim keamanan pribadi sekarang. Lacak keberadaan Clarissa detik ini juga! Jika dia berani menyentuh sehelai rambut pun dari anak dan wanita saya... saya pastikan dia tidak akan pernah melihat matahari besok!"

1
sunaryati jarum
Selamat Radit kau sadar, semoga cepat sembuh.Vivian begitu besar pengorbanan Radit , maafkan dan rujuk,buatkan adik untuk Bumi.Nanti perempuannya namakan Bulan jika laki Matahari atau Langit
Masalah Clarissa cari kelemahannya,dan hancurkan apa yang dimilikinya yang bisa mengancam perusahaan
sunaryati jarum
Radit harus selamat demi Bumi dan Vivian
sunaryati jarum
Clarissa ingin tamat riwayat hidupnya, dengan cepat
sunaryati jarum
Vi kalian kan belum bercerai,beri kesempatan pada Gezha dia sudah berubah dan putus dengan Clarissa
sunaryati jarum
Ayo Vi jangan jadi wanita lemah dan penakut lagi.Bsngkit lawan bersama Radit orang - orang yang ingin menyakiti kamu dan Bumi
sunaryati jarum
Terlambat Clarissa semua kekayaan Radit sudah milik Vivian dan Bumi.Vivian sekarang beda dua tahun lalu , sekarang jadi wanita waspada,kuat ,tangguh dan tidak dapat ditindas lagi Lagian Radit akan melindungi mereka dengan nyawanya.
sunaryati jarum
Ya,pak pengacara semoga mereka rujuk,toh belum ada perceraian karena waktu itu Vivian pergi meninggalkan rumah saat Radit bersama Clarissa
sunaryati jarum
Aku salut sama kamu dr Julian,kamu benar benar tulus menolong Vivian, semoga kamu dapat jodoh yang sangat mencintaimu dan tentunya gadis yg masih bersegel
Shankara Senja
pria setulus itu dibiarkan pergi? ..demi pria masa lalu? ..demi anak diantara mereka..ishh..ish..ish...klo gtu..ngapain pake mengasingkan diri jauh jauh..klo akhirnya hatinya luruh jg
Ragan Fian: Iya begitu mom Kalau udah Takdir🤣🤣
mau kehalang Jarak apapun pasti ketemu kembali btw makasih ya mom udah mampir 💪
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah,kan Vivian masih mencintai Radit,lebih baik rujuk.Siska tidak perlu menyerahkan diri karena Vivian sudah memaafkan.Siska jodohkan saja dengan dr Julian
sunaryati jarum
Sidang akan jadi kemenangan Radit karena untuk mempertahankan hak Bumi, putranya.Semoga mantan sekretarian berpihak pada Radit.
Untuk Julian sungguh mulia,kamu yang menolong Vivian, melindunginya,dan memberi rasa nyaman,namun tidak memaksa Vivian, untuk memilihnya, karena dia tahu masih ada nama Radit di hati Vivian
sunaryati jarum
Nah , emosi yang kamu dahulukan jadinya malu sendiri.Semoga sekretaris kamu berpihak padamu,Radit.Demi Bumil putramu , menuangkan kasusmu.Minta Julian dan Vivian bersaksi
sunaryati jarum
Julian tersangka,apa hubungan mereka
sunaryati jarum
Rujuk saja,toh Julian belum ada hubungan serius dengan mu
Ragan Fian: baguss bgtt Bu idenyaaa Nanti yaa Aku bakal kasih end yang Happy dan romantis
total 1 replies
sunaryati jarum
Jika benar menyesal diberi kesempatan boleh,asal sudah putus dengan pelacur Clarissa
sunaryati jarum
Ada ikatan batin,tapi juga ada pertolongan untuk Vivian agar Radit tidak bisa menemuinya
sunaryati jarum
Menang Vivian masih mau sama kamu Radit
sunaryati jarum
Nah,kan
sunaryati jarum
Nah setelah pergi baru nyesel,kamu itu seharusnya ikuti mendiang ayahmu, pilihan orang tua sebagian besar tidak salah
sunaryati jarum
Baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!