NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:175.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sunset

"Nyari siapa, Dok?" Tanya Maria. Sedari tadi ia melihat Dokter Sisil yang cukup sering menatap ke arah gerbang besar Markas.

"Ada yang di tungguin ya, Dok?" Tanya Jopi yang turut penasaran.

"Eh, enggak ada kok." Jawab Dokter Sisil sambil tersenyum.

"Komandan kemana, ya? Hari ini Daniel yang gantiin Komandan untuk apel." Tanya Maria.

"Mungkin sedang di Kodam. Riki dan Miko juga tidak ada terlihat." Sahut Jopi.

"Dosil tidak tau juga, kemana Komandan Kaivan?" Tanya Maria.

"Saya tidak tau." Dusta Sisil yang masih ingin merahasiakan hubungannya dengan Komandan Kaivan.

Tentu saja ia tau kemana Komandan Kaivan bersama Miko dan Riki pergi. Karena kemarin sore, Komandan Kaivan berpamitan dengannya sebelum pergi ke Kodam sekaligus mengambil sisa bantuan yang sudah sampai di Bandara.

Hingga sore hari, Komandan Kaivan belum juga membalas pesan yang di kirimkan oleh Sisil siang tadi.

"Dokter sakit, kah?" Tanya Ibu yang sedang di periksa Sisil. Hari ini, ia memang sedang melakukan kunjungan di beberapa rumah warga yang sudah tak bisa beraktivitas lagi.

"Ah, tidak, Bu. Saya baik-baik saja." Jawab Sisil sambil tersenyum ia kembali fokus memeriksa pasien yang mengalami stroke hingga membuat kedua kakinya lumpuh dan sebelah tangannya tak bisa di gerakkan.

"Kondisi ibu hari ini baik. Tekanan darah normal, gula darah dan kolesterol juga baik. Di jaga kondisinya, ya." Pesan Sisil. Ia kemudian memberikan vitamin pada si Ibu agar kondisinya tetap terjaga.

Setelah selesai di satu rumah, Sisil yang di temani Daniel, kemudian datang ke rumah lain sesuai dengan daftar yang sudah di siapkan oleh Jopi.

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore ketika Dokter Silvana selesai mengunjungi pasien terakhirnya. Akhirnya ia bisa menyelesaikan tugasnya meskipun pikirannya sempat terbagi.

"Sudah selesai, Niel. Ayo kembali ke Markas." Ujar Dokter Sisil yang berjalan sambil memeriksa ponselnya.

"Siap, Bu Dokter."

Sisil langsung mendongak saat mendengar suara yang menjawabnya. Tentu ia sangat mengenal suara itu. Itu bukan Daniel, melainkan suara Komandan Kaivan.

Melihat Komandan Kaivan ada di depannya, senyuman Sisil langsung mengembang. Ia merasa lega karena akhirnya bisa melihat Komandan Kaivan lagi. Selain itu, ada gelenyar bahagia tersendiri di hatinya karena Komandan Kaivan tiba-tiba menjemputnya.

"Kapan sampenya, Ndan?" Tanya Sisil.

"Belum lama." Jawab Komandan Kaivan.

"Daniel kemana?"

"Kamu sudah di jemput pacarmu. Tapi kenapa kamu malah menanyakan laki-laki lain?" Tanya Komandan Kaivan.

"Cemburu, Ndan?" Tanya Sisil.

"Tidak!" Sahut Komandan Kaivan yang justru membuat Sisil terkekeh.

"Ayo kita pulang." Ajak Komandan Kaivan yang langsung di jawab anggukan setuju oleh Sisil.

Sisil segera naik ke atas motor dengan berpegangan tangan komandan Kaivan. Ia pun menempatkan diri sengan nyaman di atas boncengan.

"Pegangan." Komandan Kaivan menarik kedua tangan Sisil agar berpegangan. Kali ini, ia bahkan sempat mengusap punggung tangan Sisil hingga membuat Sisil tersenyum.

"Bantuan sudah sampai, Ndan?" Tanya Sisil ketika mereka di perjalanan.

"Sudah." Jawab Komandan Kaivan.

"Saya juga bawakan makanan untukmu." Ujar Komandan Kaivan.

"Bawa apa memangnya, Ndan?" Tanya Sisil. Ia menempelkan dagunya di bahu Komandan Kaivan kemudian memiringkan kepalanya agar bisa menatap ke arah Komandan Kaivan.

Ccciiiiiit!

Decit rem yang terdengar membuat Sisil kaget. Ia langsung menegakkan tubuh dan melihat ke sekeliling.

"Ada apa, Ndan? Ada babi hutan lagi?" Tanya Sisil.

"Gak ada." Jawab Komandan Kaivan.

"Lalu?" Tanya Sisil yang bingung.

"Saya gugup." Jawab Komandan Kaivan yang langsung membuat Sisil menyemburkan tawanya.

"Komandan bisa nervous?" Ledek Sisil.

Ia kembali melingkarkan tangan di pinggang Komandan Kaivan, lalu menempelkan dagunya dan menatap Komandan Kaivan seperti apa yang ia lakukan tadi.

"Saya lebih gugup kalau kamu seperti ini, ketimbang bertemu gerombolan pemberontak." Jawab Komandan Kaivan yang kembali membuat Sisil tertawa.

"Ayo jalan, sudah sore." Ajak Sisil yang kembali menegakkan duduknya tanpa melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Komandannya.

Komandan Kaivan kembali melajukan motornya. Namun, kali ini ia tak berbelok ke arah Markas. Sisil sendiri hanya diam dan mengikuti kemana Komandan Kaivan membawanya.

Komandan Kaivan menghentikan motornya di atas sebuah bukit. Dari bukit itu, mereka bisa melihat desa-desa di sekitar, juga Markas Batalyon disana.

Sorot matahari terbenam, membuat pemandangan disana sangat indah. Sisil sampai tak bisa berkata-kata beberapa saat karena melihat keindahan ciptaan tuhan di hadapannya.

Sementara itu, Komandan Kaivan duduk di atas motornya sambil menatap ke arah Sisil dan pemandangan di depannya. Baginya, keduanya merupakan kombo keindahan yang menghangatkan hati.

"Komandan tau tempat ini dari mana? Ini bener-bener bikin takjub!" Tanya Sisil.

"Saya sudah di sini lebih dari empat tahun, Sil. Dua tahun di Kodam dan dua tahun lebih di Batalyon." Jawab Komandan Kaivan.

"Serius? Komandan dulu bertugas di Kodam?" Tanya Sisil yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Wuaah. Pantesan aja udah melokal banget." Kata Sisil sambil terkekeh. Komandan Kaivan sendiri hanya bisa tersenyum.

"Aduuh!" Sisil tiba-tiba menutup kedua matanya.

"Sil! Kenapa? Kamu kenapa? Kelilipan?" Tanya Komandan Kaivan yang langsung menghampiri Sisil. Ia menangkup wajah Sisil dan berusaha melihat netra kekasihnya.

"Silau, Ndan! Senyuman Komandan lebih indah dari pada pemandangan itu." Jawab Sisil yang akhirnya membuat mereka tertawa bersama.

"Kamu ini bikin saya panik saja." Ujar Komandan Kaivan yang kemudian menyentil pelan dahi Sisil yang masih saja tertawa.

Mereka berdua lalu duduk di atas motor, sembari menikmati pemandangan sunset dari atas bukit.

"Sunset di tanah anarki..." Ujar Sisil.

"Andai pemerintah bisa meratakan pembangunan juga ekonomi dan tidak membuang anggaran dengan sia-sia untuk kegiatan yang tak penting, pasti tanah ini akan damai." Kata Komandan Kaivan.

"Tidak akan ada orang yang ingin lepas dari tanah air dan membentuk negara sendiri." Imbuhnya lagi yang di jawab anggukan oleh Sisil.

"Kenapa Komandan tidak mengajukan pindah tugas? Disini kan berbahaya." Tanya Sisil.

"Gak semudah itu mengajukan pindah tugas. Lagi pula, siapa yang menjaga kamu kalau saya pindah tugas." Jawab Komandan kaivan sambil menatap gadis di sebelahnya.

"Maksudnya, sebelum saya bertugas di sini." Ujar Sisil.

"Saya gak akan ketemu kamu kalo saya pindah tugas." Jawab Komandan Kaivan yang kembali melukis senyuman di wajah cantik Silvana.

"Bagi saya, disini jauh lebih hangat ketimbang di tempat asal saya." Ujar Komandan Kaivan dengan lirih. Cukup lirih, namun, Sisil masih bisa mendengarnya.

"Maksudnya, Ndan?" Tanya Silvana yang penasaran dengan maksud ucapan Komandan Kaivan barusan. Namun, Komandan Kaivan hanya menggeleng kemudian tersenyum pada Sisil.

Sisil tak lagi bertanya sebab Komandan kaivan nampaknya masih enggan menceritakan lebih lanjut mengenai maksud dari ucapannya pada Sisil.

"Mungkin belum saatnya aku tau." Batin Sisil.

"Terima kasih karena sudah ada di sini." Ucap Komandan Kaivan.

"Berkat kamu, banyak lansia yang akhirnya mendapatkan perawatan." Imbuhnya.

"Memang sudah tugas saya, Ndan." Jawab Sisil.

"Tolong rawat hati saya juga ya, Bu Dokter. Walaupun saya bukan lansia." Pinta Komandan Kaivan yang kembali membuat Sisil terkikik.

"Siap, Komandan!" Jawab Sisil sambil hormat ke arah Komandannya.

1
Rahmawati
ya bukan salah komandan juga sih, komandan kan gk pernah kasih harapan ke brisha, dia nya aja yg gila😂
🟢Rafifah
double ya thor
Tosari Agung
walau aku pembaca setia novel kak tapi baru kali ini ada pelakor di novel kakak sikat si pelakor itu kak
This Is Me
Menakutkan banget obsesi berbalut cinta itu
Anonim
Jangan mentang”anak pejabat Brisa,kau sampe nyuruh kelompok kriminal untuk menculik dan memperkaos Dosil,untung aja pimpinan kelompok kriminal itu pernah di tolong Dosil,jd Dosil gak di apa”in
Munas Tuti
lanjuuut thor...moga Brisha di tindak secepatnya, jangan mentang2 anak ketua DPRD..
Humay Uum
🤣🤣🤣🤣🤣salah tetoot bukan swira🤭🤭🤭tauya uler Keket
Munas Tuti
Brisa....Brisha...tega banget kamu
Munas Tuti
kira2 siapa pelakunya yaa....apakah sesuai oerkiraan ?
Rahmawati
oalah ternyata si brisha,., jahat bgt sampai mau habisin nyawa orang
DIFAN2: *"SULUNG"* Sebuah novel yg akan buat dunia pembaca jungkir balik, yuk mampir!
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oalah dalah, pantesan ada akses ke komplotan kriminal. ternyata anak pejabat si ulet keket
Nice1808
untung ada pak Ghani jadi masalah penculikan sisil cepat trungkap trnyata brisha dgn obsesinya , perkiraan wira si dokter jahat🤭😃😃
bunda aya
ternyata bukan wira
Atik Kiswati
yah.....tebakanku meleset....ku kira si wira.....ternyata....di ulet bulu....
😄😄😄😄
🎃
nah kan ulat bulu mau menggatal
🎃
kukira pelukan ternyata typo pelaku jd peluka 😭
Humay Uum
jadi penasaran nih siap y kira2 orangy 👊🏻
Ayunda
lanjuuuuuuttttt
💟노르 아스마💟
Sama Keq Bayikk Noval😁😁😁
💟노르 아스마💟
Jgn lupa belikan Bayikk juga yam😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!