Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.
Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).
Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.
Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.
Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.3: Pilihan
Di sini, agar suasananya nggak cepat basi, Ethan memutuskan untuk membahas beberapa hal yang berkaitan dengan biaya.
“Clayra and Ruben’s money is still enough for this month?”
“They can save it. Ethan honey, when did i be given money? Children yes, but for your beloved wife, where?!”
Nadanya agak marah dan membuatnya menahan tawa cukup banyak. “Ca-calm Scarlet! 30 dollars enough, right!”
“Hehehe, yes. When?”
“To-tomorrow.”
Kepastian diberi uang yang cukup banyak pada besok hari membuatnya sangat senang sampai merangkak cepat juga memeluknya dari belakang.
Ia pun mengelus-eluskan kepalanya pada pipi kanannya. “Thanks! I’m more love with you, Alexander Ethan.”
“Hahaha, nice.”
Dalam jarak yang dekat ini, Ethan teringat lagi kejadian sewaktu bertemu dengan sesosok bertopeng dan berjubah penyihir.
“Scarlet, dou you know about... Forget it. And... Use your clothes now!”
“Eh! A-aahh... O-okay. W-wait!”
What did i think about? It’s very stupid. My wife can’t find out. Let myself a person who takes care of this. She is not allowed to know this even though it’s just a little.
Pemikiran yang sangat cerdas. Itu benar-benar bagus dan menunjukkan bahwa Ethan sudah menganggap serius masalah tersebut.
Sosok yang berbahasa asing sampai masuk koran bahkan terdengar suaranya saat supir taxi menjalankan mobilnya dengan sangat cepat, kedua hal tersebut benar-benar sudah tak masuk akal.
Beralih dari situ, ruangan elegan penuh motif boneka atau tempat istrinya berada terlihat agak aneh.
Di dinding tembok banyak sekali foto yang digaris merahi. Pintu masuk-keluar dikunci rapat, jadinya kalau seseorang mau ke dalam harus mengetuk terlebih dahulu.
Dari luar, ruangan ini bertuliskan ‘Scarlet’ dan tak ada ‘Ethan’ sama sekali. Kemungkinan besar, mereka tidur di ruangan yang berbeda.
Hal yang menjadi pertanyaan di sini adalah: ‘Kenapa banyak sekali silang merah di foto-foto pria berbeda?’. Dan... ‘Kenapa tak ada satupun wanita di situ?’
Beralih dari itu semua, Scarlet memakai baju sambil bersenandung ria gembira. Ia melemparkan handuk ke atas kasur.
Tubuh telanjangnya ditutup oleh lemari yang terbuka. Di dalamnya, ada banyak sekali baju khas cewek pada umumnya dan bisa membuat siapapun muntah.
Di bagian paling bawah tersebut, banyak sekali tengkorak berdarah berserakan. Peti yang berisi hal tersebut saking kebanyakannya, tak muat, jadinya di atasnya saja.
Harusnya menghasilkan bau yang tak sedap, tapi sekelilingnya tidak demikian. Dia juga merasa biasa saja dengan semua itu.
Baju yang dipilihnya malam ini adalah baju dinas putih. Tidak tembus, jadinya anak-anaknya bakalan merasa biasa saja, begitupun suaminya.
Istri yang pengertian sekali dan sepertinya bisa menjadi sosok ibu hebat di masa depan nanti. Apalagi... bagian auratnya tak terlihat sama sekali. benar-benar tertutup serta hanya menyisakan dari kepala sampai leher saja. pergelangan juga kaki terlihat, namun dalam batas wajar.
“My official clothes are cute. Ethan will definitely like it. A good wife is a wife who is able to please her husband and look after the desire when near her children.”
Selesai berpakaian rapi, handuknya tetap ia taruh di atas kasur dan sebelum pergi, di pertengahan banyaknya foto dengan silang merah, ada satu foto yang berbeda sendiri.
Saat melihatnya, ia kelihatan bahagia sekali sampai aura yang sangat mengerikan terpancar hingga membuat dirinya penuh aliran obsesi parah.
“Hehehe. Ethan... What should i do to that man?”
Pria berambut perak, tampan, dan berpakaian selayaknya bangsawan menatap tepat ke arahnya dengan senyuman mengerikan.
Balasan dari Scarlet sama saja dan setelah cukup lama saling bertukar tatapan, ia memutuskan keluar dari kamar tidurnya.
Dirinya berjalan perlahan menikmati setiap getaran yang tersebar ke seluruh tubuhnya. Rasa senang dan takut saling tercampur aduk padanya.
Begitu sampai di sofa tempat Ethan duduk, ia memutuskan berdiri dulu di depannya. “Hehehe! I’m beautiful right, Ethan honey!”
“Of course.”
Ethan hanya bisa tersenyum santai tanpa adanya reaksi berlebih. Hal tersebut membuat Scarlet besar kepala serta langsung duduk di sebelahnya.
“Thank you for praise. I’m very happy.”
Beberapa saat kemudian, mereka malah tersipu malu hingga memutuskan agak menjauh duduknya.
Masih terlihat saling bermusuhan karena memalingkan wajah masing-masing, namun nyatanya terlalu malu hingga tak sanggup melihat ke arah depan.
“Fun! Cartoon is indeed the best.”
Garrinson benar-benar cukup fasih dalam berbicara. Selain itu, ternyata penilaiannya terhadap kartun di usianya ini sudah seperti orang-orang yang lebih dewasa darinya.
“Eemm...”
Berbeda dengan Garrinson, Ruben justru merasa kebingungan tentang letak bagusnya kartun yang ditonton apa selain kegembiraan sejenak. Lalu... satunya lagi bagaimana?
“Funny.”
Dengan senyum santai tanpa mengerti ceritanya, Clayra cuman bisa mengatakan satu kata saja untuk penilaian kartun yang baru saja ditontonnya.
Awal mungkin ketiganya saling gembira, namun begitu di akhir, memiliki pendapat yang berbeda-beda. Hal ini masih bisa dimaklumi, mengingat usia mereka tergolong kecil.
“The dolphins can do every attraction well. Hehehe, cool! My score for a cartoon titled ‘Dolphin...65’ 9/10.”
Garrinson bisa dibilang bukan cukup fasih, tapi sudah oke banget dalam hal ngomong.
Ethan dan Scarlet dalam sekejap terlihat takut karena Garrinson membuka mulutnya.
Clayra dan Ruben pun mengalami hal yang sama seperti kedua orang tuanya. Keempatnya saling bertukar tatapan dan mengangguk serentak.
Beberapa saat kemudian, mereka berempat menghilang dan sudah ada di kamar tidur masing-masing setelah Garrinson berkata:
“What is my reason to say it?”
Ia melirik ke segala arah, namun keluarganya sudah menghilang tanpa jejak. Garrinson terlihat kecewa.
“Even though i want my review heard by them all. Oh right! Let me harden my voice.”
“AAAAA!!!”
Teriakan tersebut membuat bukan hanya mereka berempat, melainkan para tetangga yang mendengarnya ikutan tiba-tiba ada di atas kasur.
Yang sudah ada di kasur langsung menyelimuti diri sampai mematikan lampu agar hal selanjutnya tak terlalu buruk.
Saking muaknya dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, kebanyakan orang memilih memakai penutup telinga.
Semua menutup mata serentak dan Garrinson terlihat akan mengecilkan suaranya. Ia berkata cepat:
“Dolphin...65’ is a cartoon that tells the story of two friends named Voice and Heart. One day, they accidentally saw that bad guys captured their respective parents. The spice of comedy, romance, even torture and psychological pressure is depicted by the index finger of the leader of the bad guys. It was very scary and luckily it was just a dream, but... Suddenly these two dolphins appeared above the sea in an injured state. What happened really? I will give you a spoiler that... Bad things really happened. This is not a dream, but time has passed. The bitter event was completely destroyed. What has happened can no longer be undone. A very bad ending for the beginning. Then, the two of them had an adventure together until they finally chose to see the world further. The bad guys were defeated and the ending was also sad. Hahaha, great! The reason for my score 9/10 is because the human design is two-demensional, while the dolphins are a real attraction. The rest is cool and thanks to the legendary director, Georges for creating such a cool work from a lazy author in terms of making backgrounds and so on. I only intended to be a dolphin, hahaha. Why do i know this? Because i’ve read the comic before. This is a work i just read a week ago. The announcement was made into a television show about two months ago and it aired today. Hehehe, thank you very much! To whom? You guys who listened to my ramblings. Okay it’s late now, time for bed.”