NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:182.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 12

Private jet LT adalah Gulfstream G700 yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan perusahaan. Tono dan Rhea duduk di bagian depan.

Tono tampak membaca sesuatu pada tabletnya sedangkan Rhea, dia masih sibuk mengamati isi pesawat jet pribadi yang dinaikinya.

Rhea mengusap kursi kulit yang terasa halus pada tangannya, terlihat lebih besar dan juga empuk dari pada pesawat yang pernah ia naiki sebelumnya.

Selama ini naik pesawat, Rhea hanya mendapati kursi yang sangat berdempet satu sama lain, tapi kali ini ada meja kecil diantara kursi. Jendela pun lebih besar dan berbentuk lonjong. Langit-langit juga terasa lebih luas karena dia bisa berdiri tegak.

"Ini luar biasa," gumamnya lirih.

Matanya masih terus mengedar, melihat dan membandingkan pesawat ini dengan pesawat yang ia naiki sebelumnya.

"Pak Tono maaf, apa ada toilet?"

Rhea menahan nafasnya, dia ingin buang air kecil.

"Ada di sebelah sana. Setelah lounge, galley, nah baru toilet. Jalan aja ke sana."

Rhea mengangguk, mengucapkan terimakasih lalu bergegas menuju ke toilet. Sebenarnya sudah agak tadi dia ingin ke toilet. Namun Rhea ragu untuk bertanya.

Sambil berjalan cepat, Rhea menatap lurus ke arah toilet berada. Fokusnya yang ingin segera sampai ke toilet, membuat Rhea tak sadar ada seseorang yang baru saja dilewatinya.

"Beneran dia nggak lihat aku?" ucap Nayaka sambil mengerutkan kedua alisnya.

Ia menatap ke arah toilet sambil menyangga kepalanya dengan tangan. Sama sekali tak bergerak hingga Rhea keluar dari toilet dan mata mereka saling bertemu.

"P-pak Nayaka?"

Meski Rhea belum diperkenalkan langsung oleh Tono, dia ingat betul kalau bos besar mereka sudah ada di dalam pesawat. Jadi, orang yang saat ini tengah beradu tatap itu adalah Nayaka Janu Lagford.

Rhea memutar bola matanya, mencoba untuk menghindari saling pandang dengan atasannya.

"Sudah yang nyari aku?"

"S-selamat pagi Pak."

"Siang."

Setelah berkata demikian, Nayaka kembali membaca pekerjaannya. Sedangkan Rhea, dia kembali ke tempat duduknya. Wajahnya yang memerah masih tampak jelas bahkan oleh Tono.

"Ada apa Mbak?"

"Oh anu, nggak ada apa-apa."

"Ketemu Pak Bos ya?"

Semakin merah saja wajah Rhea, dia lalu mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Tapi ekor matanya masih menangkap ekspresi geli dari Tono.

"Pak Tono sengaja kan, tidak memberi tahu saya soal Pak Bos," Rhea kembali melihat ke arah Tono. Meski suaranya pelan tapi dia membuat penekanan di sana.

"Mana ada ya. Seingat ku, udah deh. Aku udah ngasih tahu Mbak Rhea soal Pak Bos yang ada di dalam. Kalau soal Pak Bos duduknya di mana, ya kan Mbak Rhea nggak nanya."

Tono tersenyum kecil. Apa yang dikatakannya adalah sebuah fakta.

Rhea menyadari hal itu dan ia hanya bisa terduduk malu.

Perjalanan kurang lebih 14 jam tersebut tentu membuat Rhea bolak balik ke toilet. Entah untuk buang air kec atau mengambil air wudhu untuk sholat. Dan dengan perjalanan bolak balik dari kursinya ke toilet, ia harus melewati Nayaka.

Tak hanya itu, saat waktunya makan, Nayaka meminta Tono dan Rhea bergabung. Dengan canggung, Rhea harus melakukan makan bersama dengan sang atasan.

Fyuuuuh

Rhea menghembuskan nafasnya lega setelah kembali ke kursinya. Kali ini dia benar-benar ingin memejamkan matanya. Terlebih semalam ia hanya tidur untuk waktu yang tidak lama.

Hanya dalam hitungan menit Rhea sudah tertidur. Ia benar-benar pulas, sampai-sampai kursi yang didudukinya diatur pun, Rhea sama sekali tidak sadar.

"Pules dia."

"Iya Bos."

Tono menghampiri Nayaka. Ia duduk tepat di depan sang atasan. Keduanya sama-sama melihat ke arah Rhea.

"Bos nggak tahu kalau ternyata penerjemah itu adalah dia?"

Tono menatap dalam ke arah Nayaka. Mencari jawaban dari sorot mata tuannya.

Nayaka menggeleng cepat lalu berkata, "Nggak, aku sama sekali nggak tahu kalau gadis itu melamar di LT. Anita juga sama sekali nggak follow up ke aku. Dia ngasih tahunya malah pas sebelum berangkat dan semua sudah disiapkan sama dia."

Tono tidak melihat ada kebohongan di sana. Itu berarti bahwa Nayaka berkata yanh sebenarnya.

"Tapi Pak Bos, kok kayaknya dia nggak tahu kita ya?" ucap Tono.

"Sepertinya begitu."

Dari pertama kali bertemu Rhea, Tono merasa memang Rhea tak mengenalinya. Mungkin karena waktu itu memang Rhea tidak sempat memperhatikannya. Tono muncul saat Rhea sudah berada di pelukan Nayaka dan akhirnya jatuh pingsan.

Akan tetapi berbeda dengan Nayaka, seharusnya Rhea mengingat pria yang sudah menolongnya.

"Tapi gimana tentang kemampuannya? Aku belum denger laporanmu secara menyeluruh," tanya Nayaka tanpa mengalihkan wajahnya dari tablet.

"Bagus, sangat bagus malah. Ya kalau gugup wajar. Ini first time buat dia menghadapi orang secara profesional."

Nayaka tidak bereaksi, dia melirik sejenak ke arah Rhea dan kembali lagi kepada pekerjaannya.

"Bos."

"Hmm."

Tono menggerak-gerakkan kakinya. Ia memangil Nayaka, hendak berkata sesuatu namun lidahnya kelu untuk melanjutkan pertanyaannya.

"Ada apa?"

Nayaka mengangkat wajahnya. Salah satu alisnya dinaikkan, dan tangannya yang memegang tools pen di arahkan kepada Tono.

Reflek Tono mengangkat kedua tangannya. Seperti seorang penjahat yang ditodong senjata.

"Nggak ada apa-apa. Cuman, masih penasaran aja. Apa hubungan Rhea sama Oza dan Trisna."

"Siapa Oza dan Trisna?"

Plak!

Tono menepuk keningnya pelan. Ia lalu mengambil nafasnya dalam dan membuangnya kasar. Tak lupa matanya juga melihat ke langit-langit sejenak, baru setelah itu melihat lurus ke arah bosnya.

"Itu lho, pasangan pengantin yang Rhea datangi. Oza kabag baru di perusahaan. Terus istrinya pegawai di bagian periklanan."

"Oooh."

Nayaka hanya ber oh-ria. Dia kembali ke tablet nya dan merancang tentang pekerjaan yang lusa akan dijalaninya.

"Gitu aja Pak Bos tanggapannya?"

Nayaka mengibaskan tangannya, sebagai tanda agar Tono menyingkir dari hadapannya.

Tono memutar bola matanya, lalu beranjak dan kembali ke kursinya.

Sebelum bersiap tidur, dia kembali melihat ke arah Rhea. Untuk beberapa saat Tono mengamati wajah wanita itu. Nafasnya terhenti sejenak saat melihat air mata diujung mata Rhea.

"Mungkin dia belum sepenuhnya sembuh," ucap Tono lirih.

TB

1
Esther
gercep sekali keluarga Nayaka, langsung datang ke rumah Laila utk melamar.
Gak usah grogi Tono, biasanya kamu yg buat orang lain grogi🤭
D_wiwied
tumben Ton bisa tegang juga kamu, deg2 an ya 😆😆
Dini Anggraini
Gak sabar kak saat Laila dan Tono jatuh cinta nanti pasti lebih seru lebih bagus pacaran setelah menikah malah lucu apapun bisa di lakukan dan halal kak. 🥰🥰
爾妮
makin seruuuuu niehhh❤️❤️lanjutkan tor
爾妮
hahhaha awal yg indah tono👍
Lela Angraini
hayooo hlooo grogi khn sekrng,,sok"n dulu nggk suka suka. gilirn skrg mau di jadiin bini aja ton toooonooo
Yeyet Rohaeti
is the best papa nataya ama mama naisa 👍
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waaaahhh gercep juga semoga bukan hanya buat menolong y tapi emng km serius
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
nah Lo Tono gmn km
reiny marlina
hehehhee tuh kan bener kata rhea ahhh tono so sweet
Dew666
Garcep nih Tono
Sri Supriatin
Eng iing ent🤣🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Lha pak tono langsung khitbah laila...
Pasti sock juga ni laila....
Diterima gk ya khitbah pak tono?
D_wiwied
woahh pak Tono gercep gamau keduluan sama si Romi, ujug-ujug lgs main lamar Laila
Les Tary
widih bagus Tono 🤣
Bunda HB
nah kan tono dulu benci ,skrg mlh melamar. benernya benci sama cinta hya beda dikit/Ok//Facepalm//Facepalm/
Esther
katanya gak suka ternyata langsung diminta ke ortunya Laila😄
ElHi
gaknbos..gak anak buah .kelakuan sama aja. Maen datang tiba2 ke rumah orang..maen lamar anak gadis orang...ini kalo aku jadi ibunya Laila..tak thutuk kepala si Tono 😤
GiZaNyA
waahhh beneran iniii bakal diledek abis2an sama Rhea... bilang aja gak suka... ternyata malah ngelamar... 🤣🤣
GiZaNyA
eh eh eh... kok udah diajak ngopi bareng si Laila sama Tono... asli bakal diledek terus nih sama Rhea kalau dia tau.. 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!