NovelToon NovelToon
Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:188.3k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku melakukan semua ini hanya untuk menguji cintanya. Apa dia dapat bertahan dengan aku yang penderita kanker dan miskin. Kalau tidak dapat bertahan, itu artinya dia tidak tulus. Dan tidak pantas memasuki keluarga Wiguna."

Felicia tertegun mendengar percakapan kekasihnya dengan teman-temannya. Dirinya melakukan dua pekerjaan sekaligus, hanya untuk mengobati kekasihnya yang menderita kanker. Hampir setiap hari memakan mie instan hingga sempat mengalami radang usus.

Tapi dua tahun itu hanya pengujian cinta?

Nona muda yang kabur dari perjodohan hanya untuk kekasihnya ini. Ternyata cintanya dianggap begitu murahan.

Dalam keputusasaan, Felicia mengemasi barang-barangnya. Memalsukan kematiannya agar tuan muda keluarga Wiguna tidak mencarinya lagi.

Dirinya menghubungi keluarganya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun.

"Ayah, aku bersedia menikah dengan Gabriel."

Wanita yang berkemas, akan ada saatnya meninggalkan segalanya.

"A...aku tidak akan mencintainya lagi..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan Calon Mertua

Kimi tanda tangan tanpa ragu sama sekali. Bersamaan dengan itu Felicia mentransfer uang sejumlah 30 juta rupiah kepadanya. Beserta dengan tas dan dompet bermerek yang memang dijanjikan Felicia. 

“Felicia, selama ini hubungan kita tidak baik. Itu karena aku berteman dengan Citra. Tapi sekarang, jika suatu hari nanti kita bertemu lagi. Bolehkah aku menjadi temanmu?” Pertanyaan yang diucapkan oleh Kimi.

Felicia mengangguk pelan, karena inilah dirinya memilih Kimi. Kimi berteman dengan Citra cuma karena gengsi. Citra juga tidak memperlakukan Kimi dengan baik. Lagi pula apa salahnya menjalin persahabatan. 

“Aku harus pergi, lagi pula hubunganku dengan Romi juga sudah berakhir.” Felicia menghela nafas kasar hendak bangkit. 

“Berakhir?” Kimi mengerutkan keningnya.

“Terakhir kali aku berkata padanya. Jika dia berani memaksaku mendonorkan darah untuk Citra, maka hubungan kami berakhir. Dan kamu tahu? Dia menyeret dan memaksaku mendonorkan darah, tanpa peduli apapun. Tidak peduli bahwa aku seorang penderita anemia.” Felicia menghela nafas. 

“Dasar pria brengsek! Aku setuju kamu putus dengannya! Walaupun nantinya Kamu hidup di kampung dengan pria yang dijodohkan denganmu. Aku tetap setuju! Kalau kamu menikah dengan Romi, cepat atau lambat kamu pasti akan benar-benar mati. Jujur saja, aku pernah mendengar pembicaraan antara Tante Tia Wiguna dan Citra. Katanya, Tante Tia akan membuat perjanjian pranikah antara kamu dan Romi. Aset kalian akan dipisah, kamu juga tidak diperbolehkan bekerja. Jika kamu bercerai dengannya kamu tidak berhak atas hak asuh anak, maupun sedikitpun harta kekayaan keluarga Wiguna. Walaupun, itu dihasilkan oleh Romi setelah pernikahan. Kan gila gitu…” kalimat yang diucapkan oleh Kimi emosional. 

“Kamu tahu semuanya?” Felicia mengerutkan keningnya. Mengepalkan tangan, benar-benar kecewa atas segalanya. Tapi semenjak mengetahui kebenaran pertama rasa cintanya memang sudah memudar. Sekarang yang tersisa hanyalah kebencian. 

“Tentu saja! Bahkan menikah dengan security sekalipun, kalau bercerai anak akan ikut ibu. Kemudian, harta milik bersama juga akan dibagi dua. Lah ini…kalau kamu menikah dan bercerai dengannya, kamu akan diusir tanpa sehelai pakaian pun…gila!” Komat kamit Kimi mengomel.

“Karena kamu mau berteman denganku. Kamu juga enak diajak bicara. Jadi aku mau mengatakan semuanya kepadamu. Jangan kembali pada pria Brengsek itu. Walaupun kamu dijanjikan kehidupan seperti Cinderella. Saat Cinderella bercerai dari pangeran, maka Pangeran pasti akan membuat kehidupan Cinderella sengsara. Mungkin dijadikan pengemis?” Lanjut wanita itu…mungkin karena merasa Felicia begitu kasihan. 

Orang yang mengalami anemia dipaksa mendonorkan darah? Bukankah itu artinya ingin membunuh? 

“Sudah pergi sana! Nanti kalau ada info aku hubungi kamu lagi. Ingat! Mulai sekarang kamu adalah temanku. Terima kasih tasnya…” Kimi mencium tas asli bermerek yang dimiliki olehnya. Dapat dikatakan satu-satunya tas asli bermerek yang dimiliki olehnya.

Namun, ketika Felicia hendak melangkah pergi.

Wanita itu setengah berteriak.”Felicia! Kalau kamu menikah nanti, kirimi aku undangan ya?” 

“Tentu saja, Felicia akan mengirimkan undangan padamu.” Malah Gabriel yang menjawab.

Pria yang melangkah bersama dengan Felicia meninggalkan area cafe. Mata wanita itu melirik ke arah kakaknya. 

“Kenapa kamu tiba-tiba ramah? Biasanya kamu selalu terlihat begitu dingin kepada wanita lain.” Felicia menyipitkan matanya. Jangan-jangan kakaknya tertarik kepada Kimi. Ada sedikit perasaan kehilangan yang aneh…

“Aku ramah karena dia adalah temanmu. Kamu jarang mempunyai teman, karena itu aku tidak pernah ramah kepada orang lain. Dalam artian teman adikku adalah temanku. Tunggu dulu…” Gabriel Gunawan baru menyadari sesuatu, ketika mereka hendak meninggalkan area cafe. 

“Jangan jangan kamu cemburu padaku? Serius kamu cemburu?” Lanjut Gabriel menahan senyumannya. 

“Siapa yang cemburu! Kakak menyebalkan…” Felicia bersungut-sungut, membuka pintu mobil kemudian membantingnya dengan kencang. 

Sedangkan Gabriel hanya tertawa, pada akhirnya ikut memasuki mobil bersama Felicia. 

***

Untuk menghemat waktu, hari ini rencananya mereka akan melakukan fitting gaun pengantin di kota ini. Untuk pernikahan, tentu saja akan dilakukan di kota lain.

Event organizer yang disewa oleh Gabriel sudah mempersiapkan pernikahan mereka. Mereka hanya tinggal memilih cincin, dan gaun pengantin saja. 

Mobil yang berhenti di depan area sebuah butik. Konon katanya ini adalah butik terbesar di kota ini, sekaligus butik termahal. 

Gabriel hanya mengangkat sebelah alisnya dan menghela nafas. 

“Kamu yakin akan memilih gaun di tempat bobrok ini? Ini adalah gaun pengantin, sesuatu yang akan dikenakan sekali seumur hidup.” Gabriel Gunawan mengangkat sebelah alisnya.

“Jadi kakak ingin bolak-balik ke luar kota bersamaku? Khawatir aku sakit, perjalanan keluar kota benar-benar jauh. Lebih tepatnya Aku malas berkendara dalam waktu lama, jika hanya untuk memilih gaun pengantin. Benar-benar kakak yang banyak bacot.” Felicia menatap sengit ke arahnya.

“Benar-benar adik yang lemot bagaikan bekicot.” Gabriel melangkah mendahului Felicia. 

Dua orang yang melangkah diantar oleh seorang pramuniaga. Gabriel tidak memiliki kartu member, tapi memiliki beberapa senjata black card yang dapat diandalkan. 

Dengan mudah mereka memasuki ruangan VIP. Satu persatu gaun pengantin dicoba oleh Felicia. 

Sedangkan Gabriel duduk di sofa, sudah memilih setelan tuxedo hitam yang akan digunakan olehnya. 

Tirai dibuka, memperlihatkan Felicia menggunakan gaun pengantin berwarna putih, dengan kain brokat yang menghiasi bagian atasnya. Belahan dadanya sedikit terlihat di balik kain brokat. 

Gabriel menelan ludah, jakunnya bergerak naik turun menatap ke arah Felicia. Dengan semangat pria itu berucap.”Gaunnya bagus, tapi memang dasarnya tubuhmu tidak bagus. Ganti!” 

Felicia menatap sengit ke arah Gabriel. Padahal gaun yang digunakan olehnya benar-benar cantik. Bahkan para pramuniaga memujinya. 

Akhirnya wanita itu memilih gaun lainnya. Kali ini gaun bertema modern, yang lumayan ketat. Benar-benar indah ketika digunakan olehnya, konsep pernikahan modern akan terlihat cocok.

Dua orang pramuniaga yang membantunya mengganti pakaian menetap kagum ke arah Felicia. 

Tapi.

“Tidak bagus! Ganti!” Kalimat yang diucapkan oleh Gabriel, dengan raut wajah datar. Padahal sejatinya tangan pria itu gemetar. Pemuda yang sampai sekarang masih menggunakan cincin bermotif ularnya. 

“Kakak brengsek!” Felicia kembali memilih pakaian.

Ketika tirai kembali tertutup, pertanda wanita itu kembali mengganti pakaiannya dibantu oleh dua orang pramuniaga. 

Gabriel menghela nafas berkali-kali, tangannya benar-benar masih gemetar hingga kini.”Tadi benar-benar cantik…” 

Ada alasan kenapa Gabriel tidak memilih gaun itu saja. Sebenarnya karena takut mempelai wanita direbut orang.

Felicia kembali menggunakan gaun pengantin yang lebih sederhana. Dirinya memilih lebih murah, dari tadi memilih gaun yang mahal dan indah. Tapi Gabriel malah terus menghinanya.

“Aku mau pipis…” kalimat yang diucapkannya tiba-tiba kepada pramuniaga.

“Tapi gaunnya sudah terpasang.” Pramuniaga menghela nafas. 

“Begini saja, gaun ini tidak begitu mahal. Jadi aku akan membeli gaun ini, dan membeli gaun lainnya untuk pernikahan. Aku mau menggunakannya ke kamar mandi dulu.” Wanita yang melarikan diri dari ruangan VIP.

Masih menggunakan gaun murah, mencari letak toilet. Hingga pada akhirnya setelah memasuki toilet dan merasa lega. 

Felicia berjalan menelusuri lorong. 

“Felicia? Kamu di sini…kenapa menggunakan gaun pengantin?” 

Suara Tia Wiguna terdengar, membuat dirinya menelan ludah berkali-kali. 

“Bu boss…” ucapnya ketika berbalik, raut wajahnya yang tadi ceria, terlihat sendu dan mendung.

1
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Violet
Tanggung endingnya berharap ada reaksi heboh lebay syok terapi bgitu tau mantan pacarnya yg ditipu slama pacaran trnyata kluarga sultan mlh ga dijabarin jdnya kan kurang berasa kurmanya ehh karma nyeselnya hehehe...
Tapi ga papa lah lunas tuntas dgn ending jln hidup masing² meraih bahagia sebenarnya.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
dome🌬️🌀🌀🌀
provokasi dan penggiringan opininya kimi berhasil😆😆😆
orng kaya tanggung yaa begini. baru bkaya sedikit saja berasa orng yg audah menguasai isi dunia😆😆
dome🌬️🌀🌀🌀
moga berubah jd psikopat gila karna kehilangan itupun karna ketololannya sendiri. laki laki manja emang payahhh
dome🌬️🌀🌀🌀
kapok lo,,, malah kena ulty😂😂😂
dapat siraman rohani dr kawan kos nya. bakal semenyesal apa kau nanti kalau pacarmu malah bunuh diri(dibunuh)
dome🌬️🌀🌀🌀
dih nejong, orngg kayk begini yg dierjuangin.... apa kabar dunia ??
dome🌬️🌀🌀🌀
cihhh... berasa laki2 didunia ini tinggal kau seorang saja dan yakin Felicia ga menemukan pria lain yg jauuuuuuhhhhh 1jt kali lipat kebih baik dari spesies komodo purba macam kau lah.😏
Retno Palupi
telat
mery harwati
Apakah Gabriel menempatkan pengawal bayangan bwt Felicia? Sangat teledor klo sampe kecolongan lagi Gabriel menjaga Felicia, apalagi Miki tak akan diam saja, Miki pun pasti mengirim pengawal bayangan bwt Kimi 💪
mery harwati
Akankah Romi berguling guling di lantai saat ketemu Felicia ?😛
mery harwati
Haaiyyyaa kapan Miki buka identitas aslinya pada Kimi, tak sabar rasanya liat reaksi Kimi klo tau siapa Mika sang kekasih 🤣
Omah Tien
ya lah cw bdh
Omah Tien
mebosen kan benci aku lht nya apa g bs pergi jauh aja goblok
Omah Tien
cw nya bdh ua goblok mau aja
Heni Setiyaningsih
semoga terkena penyakit kanker beneran si Romi aamiin
dome🌬️🌀🌀🌀
gila si gabriel ga pandang bulu cwe cwo di sikat, eehhh.. salah ditendang 😂😂😂
dome🌬️🌀🌀🌀
😂😂😂😂 modus si gabriel
dome🌬️🌀🌀🌀
emang si romi sepesies kuda lumping, kalau sudah disembur kesurupan, sampe ga sadr diri sendiri. terlalu menyanjung tinggi keluarganya sendiri.🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
MAMPUSSSS😆😆😆😆
lari2 dah lu sampe kebirit kecepirit dan mincriittttt🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
sikksa saja gabriel ai romi uler kadut. kalau ga sekalian kuliti kayak ngulitin kulkit uler😈😈

butuh bantuan tidak???😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!