NovelToon NovelToon
Sistem Informasi Mingguan

Sistem Informasi Mingguan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Suatu malam, entah kenapa, muncul semacam notifikasi aneh di kepala Doni — seperti pesan sistem di game, tapi ini nyata. Sistem ini memberinya satu informasi akurat setiap minggu: bisa berupa saham yang akan melejit, barang langka yang harganya bakal meroket, atau peluang bisnis kecil yang menguntungkan. Masalahnya, modal Doni nyaris nol. Jadi cerita ini bukan tentang tiba-tiba kaya, tapi soal gimana Doni pelan-pelan memutar informasi terbatas jadi modal, sambil tetap kuliah, kerja part-time, ngurusin teman-teman kos yang berisik, dan menghindari kecurigaan orang-orang di sekitarnya kenapa dia tiba-tiba "beruntung" terus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Presentasi

Jumat pagi, proposal resmi terkirim. Doni duduk di kantin kampus bareng Herman yang baru balik dari kampung, wajahnya masih keliatan capek abis perjalanan bus semalaman.

"Gimana, Don? Udah kekirim proposalnya?"

"Udah, Man. Sekarang tinggal nunggu."

"Nunggu itu emang paling nyiksa. Kayak nunggu hasil UTS tapi levelnya sepuluh kali lipat."

"Makanya gue nggak bisa fokus kuliah dari tadi."

Herman nyeruput es teh, ngeliatin Doni yang mukanya keliatan gelisah dari tadi. "Udah, sabar aja. Lo udah usaha maksimal kan?"

"Udah sih. Tapi tetep aja parno, Man. Ini bukan cuma buat gue doang, ada dua puluh tiga keluarga Kenanga, sama Sukamaju juga."

"Ya makanya, jangan mikirin hasil doang. Yang penting proses lo udah bener."

Doni mengangguk pelan, meski di dalam hati susah buat nggak mikirin hasilnya terus-terusan.

Tiga hari berlalu tanpa kabar. Doni mulai was-was, sampai akhirnya Selasa siang, HP-nya berdering dari nomor tak dikenal berkode area kota.

"Halo, selamat siang, benar dengan Saudara Doni dari Koperasi Tani Makmur Sejahtera?"

"Iya, benar. Ini dengan siapa?"

"Saya Ratih, dari HRD PT Agro Sejahtera Nusantara. Proposal koperasi Bapak lolos seleksi awal. Kami mengundang untuk presentasi Kamis besok, jam sepuluh pagi, di kantor kami."

Doni nyaris menjatuhkan HP saking kagetnya. "Siap, Bu! Saya akan datang."

"Baik, mohon siapkan materi presentasi maksimal lima belas menit, disusul sesi tanya jawab. Ada pertanyaan?"

"Apakah boleh saya bawa pendamping, Bu? Dosen pembimbing riset saya."

"Boleh, silakan."

Doni menutup telepon, langsung lompat dari kursi kantin sampai bikin Herman kaget setengah mati.

"WOY! Lo kenapa, Don?!"

"Gue lolos seleksi awal, Man! Kamis presentasi!"

"ANJIR, MANTAP!" Herman ikut heboh, sampai beberapa mahasiswa lain di kantin nengok karena berisik.

Sore itu juga Doni telepon Pak Hardianto.

"Pak, lolos seleksi awal! Kamis diundang presentasi."

"Bagus, Don. Saya bisa dampingi. Tapi kamu yang presentasi utama, saya cuma bantu jawab kalau ada pertanyaan teknis yang di luar kapasitas kamu."

"Siap, Pak. Saya harus siapin apa aja?"

"Slide singkat, jangan kepanjangan. Fokus ke tiga hal: profil koperasi, kapasitas produksi konsisten, dan kenapa mereka harus pilih kalian dibanding pemasok lain yang mungkin lebih besar."

"Kenapa harus pilih kami, Pak? Itu yang paling susah dijawab."

"Justru itu yang paling penting. Coba pikirkan, apa yang koperasi kecil bisa tawarkan yang nggak bisa ditawarkan pemasok besar?"

Doni terdiam sebentar, mikir keras. "Mungkin... komitmen langsung dari petani, Pak? Kalau pemasok besar kan biasanya cuma pengumpul, sementara kami langsung dari sumbernya, jadi kualitas lebih terjamin."

"Bagus. Kembangkan poin itu."

Rabu malam, Doni begadang nyusun slide presentasi di laptop Herman, sambil sesekali latihan ngomong di depan cermin kamar mandi kos, bikin Herman yang lewat sempat ngakak.

"Lo ngomong sendiri di depan kaca, Don? Serem amat."

"Latihan presentasi, Man. Jangan ganggu."

"Oke oke, gue tinggal tidur aja deh, besok kan lo yang harus fresh, bukan gue."

Doni lanjut latihan sampai jam satu dini hari, sampai akhirnya kelelahan sendiri dan tertidur di kursi dengan laptop masih menyala.

Malam itu, dengingan sistem sama sekali nggak muncul entah karena memang belum waktunya, entah karena Doni terlalu capek sampai nggak sadar kalaupun ada notifikasi.

Kamis pagi, Doni berangkat lebih awal, kemeja batik yang sama waktu ketemu Pak Yusuf, map berisi print-out slide sebagai cadangan kalau proyektor bermasalah.

Pak Hardianto udah nunggu di lobi gedung PT Agro Sejahtera Nusantara, mengenakan jas rapi yang bikin Doni makin deg-degan ngeliat bedanya level formalitas.

"Siap, Don?" tanya Pak Hardianto sambil menepuk pundak Doni.

"Deg-degan, Pak, tapi siap." jawab Doni gugup

"Bagus. Inget, yang mereka nilai bukan cuma data, tapi juga keyakinan kamu sendiri sama apa yang kamu presentasikan."

Doni menarik napas panjang, menatap pintu ruang meeting yang sebentar lagi bakal dia masuki pintu yang, entah kenapa, terasa jauh lebih menegangkan dibanding jantung berdegup waktu dia nawar di lelang keris pusaka beberapa minggu lalu.

"Bismillah," gumamnya pelan, sebelum akhirnya melangkah masuk.

1
Aisyah Suyuti
good
Wk Annuar
😍😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
🥰
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
RR: terimakasih banyak untuk supportnya, izinn namanya nanti saya masukan sebagai salah satu karakter di beberapa bab kedepan 😁🙏
total 1 replies
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!