NovelToon NovelToon
Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Murni / Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda
Popularitas:554
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.

Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 PINDAH

Siang itu langit nampak cerah saat Tania dan Burhan izin pamit kepada ibunya,untuk pindah ke Apartemen Burhan.Tania memeluk ibunya dan tak terasa air matanya menetes.

"Sudah jangan menangis, kan kamu ngak pergi jauh,tiap hari kamu bisa lihat ibu disini Nak"

"Iya Tania kalau kamu rindu dengan Ibu kamu bisa kesini" Burhan mensuport ucapan buk Karti kepada Tania.

"Iya Buk,Tania hanya terharu aja,sekarang ibu sudah ada yang jaga jadi Tania ngak kwatir lagi"

"Iya sekarang kamu Focus urus suami kamu Tania, soal ibu jangan kamu pikirkan"

"Tania pamit dulu ibu" Tania menciumi ibunya dengan rasa hari.

"Bik Rahmi tolong jagain ibu Tania ya"

"Baik Non, pasti saya jagain"

"Saya juga pamit ibu" ucap Burhan di belakang Tania.Burhan menyalami Buk Karti dan Bik Rahmi.

Akhirnya mereka berdua pergi menuju kehidupan baru mereka berdua tinggal di apartemen milik Burhan.Diatas mobil Tania hanya diam dia tidak tahu apa yang akan terjadi kelak bersama Burhan hidup bersama lelaki yang tak pernah mencintainya adalah bunuh diri yang harus dilaluinya namun cintanya kepada Burhan melebihi segalanya.

Mobil Burhan memasuki kawasan gedung yang tinggi dan mewah,Tania baru kali ini berada disini gedung itu dikelilingi rumput hijau dan pepohonan yang rindang.Setelah memasuki kawasan parkiran Tania dan Burhan keluar dari mobil.Tania mengikuti Burhan yang berjalan didepannya sambil membawa koper dan Tas, mereka memasuki lift Burhan menekan lantai nomor Delapan.

Sesampai dilantai Delapan Tania melihat banyak pintu disana dan ada mushalla dan ruang santai, ada tempat olah raga juga disana, saat ini masih sunyi tak satu orang pun yang nampak dilantai tersebut.Setelah memasuki pintu kedua disana nampak beberapa orang sedang berjalan menuju lift.

"Pak Burhan apa kabar"Ucap salah satu orang yang lewat tersebut.

"Baik Pak Tias" mereka saling bersalaman nampak akrab.

"Oh ya kenalkan Pak ini istrinya saya!"

Pak Tias mengangguk kepada Tania begitu juga Tania.

"Pak Burhan sudah lama tidak kesini?"

"Iya Pak saya dirumah ibu saya, kebetulan saya sudah menikah jadi saya membawa istri saya disini."

"Syukurlah kita bisa berkumpul kembali dan istri anda bisa kenal dengan istri saya nanti di sini'

"Benar Pak Tias, baik kalau begitu saya lanjut dulu"

Akhirnya Tania dan Burhan lanjut berjalan menuju nomor apartemen 111,disana Burhan membuka pintu apartemen tersebut terlihatlah ruangan yang sangat luas ada ruangan tamu dan tiga buah kamar serta kitchen dan kamar mandi.

"Mewah sekali apartemen kamu Mas" ucap Tania yang sangat kagum pada dekor dan keindahan apartemen tersebut.

"Iya Terima kasih ini adalah ukuran Lux tipe sebesar rumah ukuran 45 maka nya besar.Tania melihat sekelilingnya.

"Ini kamar kamu Tania,Tiba-tiba Tania kaget saat Burhan mengatakan itu.

"Apa Mas Kamarku! bukankah kita suami istri, harusnya kita satu kamar Mas,Apa kata Mamaku nanti Mas kalau dia datang kesini sangat kita pisah kamar"

"Biarkan aku satu kamar dengan kamu Mas aku adalah istri sah kamu, aku tak akan menganggu privasi kamu,biarkan aku tidur dilantai atau dimana saja asalkan aku satu kamar dengan kamu Mas,aku mohon"

Burhan terdiam sejenak,dia tahu Mamanya akan sering kesini dan jika melihat barang-barang Tania dikamar lain dia akan bertanya dan kepikiran bisa-bisa jantungnya kumat lagi.

Tania menunggu jawaban Burhan,dia akan berusaha menarik perhatian Burhan, dia tak perduli karena perjuangan cintanya akan dimulai lebih keras disini.

"Baiklah apa yang kamu katakan itu benar tapi ingat jangan pernah menganggu apa yang kau lihat didalam,dan jangan banyak komentar atau aku akan meminta kamu pindah kamar.

"Baik Mas" Tania tersenyum kegirangan satu langkah dia berhasil untuk sekamar dengan Burhan.

"Sudah bawa barang-barang kamu ke dalam disana ada lemari kosong untuk pakaian kamu dan pakaian aku.

"Baik Mas aku akan menyusun pakaiannya di lemari"

Ketika dia memasuki kamar tersebut Tania terkesima melihat kemewahan kamar itu dengan desain minimalis dan ukiran, sungguh kamar yang nyaman, berbeda di rumah Mamanya kamar Burhan juga mewah dan indah,sama-sama indah dan nyaman.

"Tania melangkah berlahan,disana Tania melihat sebuah lemari pajangan yang berisi photo-photo Burhan dengan seorang wanita yang sangat cantik berambut coklat.

Tania terpaku,tapi dia pura-pura tidak mengubris tentang apa yang dilihatnya,diam lebih baik daripada dia dikasari oleh Burhan nantinya.Tapi Burhan tahu bahwa Tania telah melihat photo tersebut tapi memilih diam.

"Ingat kamu jangan pernah menyentuh apapun yang ada dikamar ini, kamu dengar itu Tania!"

"Iya Mas"Tania hanya bisa pasrah dalam kecemburuan dimata suaminya dia bukan siapa-siapa.Entah kapan Burhan menyadari bahwa dirinya lah yang saat ini ada disisinya sebagai istri sah.

"Aku mau pergi ke luar dulu dilantai bawah ke supermarket"

"Baik Mas"Tania melanjutkan menyusun barang dan kelengkapan nya dilemari yang tersisa untuknya dikamar itu.Tiba-tiba Handphonenya berbunyi, bergegas Tania mengangkat Handphonenya yang berasal dari Bu Seno mertuanya.

"Assalamu'alaikum Ibu"

"Waalaikum Salam Tania, kamu apa kabarnya"

"Baik Ibu, Alhamdulillah"

"Syukurlah, kata Burhan hari ini kalian akan pindah ke apartemen Ya?"

"Iya Ibu ini sudah di apartemen,Tania lagi beres-beres, Mas Burhan lagi ke supermarket"

"Iya kamu harus sabar ya menghadapi Burhan, nanti ada kesempatan Mama akan lihat kamu disana,semoga kamu suka dan betah disana ya Nak"

"Iya Ibu... "

"Sudah Mama tutup dulu ya,jaga diri kamu ya Nak, Assalamu'alaikum"

"Waalaikum salam"

"Kamu telponan dengan siapa?! Tiba-tiba Burhan muncul didekat pintu kamarnya.

"hebat kamu ya,aku ngak dirumah kamu sibuk telponan,dengan siapa kamu telponan, jawab aku Tania, Tiba-tiba suara Burhan meninggi"

"Aaaaku telponan dengan Mama kamu Mas, tadi Mama kamu telpon aku,tanya apa kita sudah pindah" Mendengar penjelasan Tania wajah Burhan yang memerah memudar redup.

"Awas kalau kalau ngadu sesuatu kepada Mama aku atau ibu kamu,dan tak ada satu katakan aku dengar kamu menelpon dengan teman-teman kamu Tania ingat itu, walau yang dari resto sekalipun"

"Iya Mas"

"Sudah aku lapar, kamu siapkan makanan untuk Mas"

Tania menganggu dan berlalu ke kitchen untuk menyiapkan makanan,semua serba modern didapur bersih itu, tapi Tania yang pernah bekerja di restoran milik mertuanya mudah mempelajarinya.Tania menyiapkan hidangan yang sudah dia masak dari rumah ibunya tadi tinggal dipanaskan, Kemudian Tania membuka semua belanjaan Burhan yang baru saja dari supermarket berisi minyak dan beberapa makanan instan.

Dengan cekatan Tania menyiapkan hidangan dimeja makan, dengan aroma yang sedap.Burhan tahu istrinya pintar masak dan itu diakuinya namun cukup dalam hati dia tak ingin memuji wanita itu berlebihan karena baginya Desi yang selalu dipuji dan dibanggakan nya.

Saat makan mereka berdua tak banyak bicara, hanya diam sampai makan dimeja makan itu selesai.Lalu sehabis piring diletakkan Tania mengambil pisau untuk mengupas buah yang sudah dicucinya karena kebiasaan Burhan sehabis makan adalah makan buah sebagai penutup.

Saat Burhan sudah duduk di dikursi santai, Tiba-tiba handphone lelaki tampan itu berbunyi sebagai nada pesan masuk.

1
Delsi Irma
Hai singgah di ceritaku ya... 😍 jangan lupa komen dan like nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!