NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segel yang Terbuka

#TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Tak ada lagi waktu untuk berdebat. Master Sekte Agung segera memerintahkan seluruh sekte disiagakan tanpa penjelasan detail, sementara ia sendiri membawa Xiao Bai, Li Ling'er, dan wanita berjubah hitam itu bergegas menuju kediaman pribadinya di sisi paling dalam kompleks sekte—sebuah bangunan tua yang jarang dimasuki siapa pun selain keluarga inti Master Sekte Agung sendiri.

Malam telah turun sepenuhnya, bulan tertutup awan tebal yang entah kenapa terasa seperti pertanda buruk. Mereka berlari menyusuri lorong-lorong sunyi kediaman itu, langkah kaki mereka bergema di antara dinding-dinding batu yang telah berdiri selama ratusan tahun, hingga akhirnya tiba di sebuah pintu besi tua di ujung ruangan bawah tanah—pintu yang sama seperti yang pernah dimasuki Li Ling'er lima tahun lalu.

"Di sini," gumam Master Sekte Agung, tangannya gemetar saat mengeluarkan sebuah kunci kuno dari balik jubahnya, membuka pintu berat itu dengan derit panjang yang menggema mengerikan di keheningan malam.

Ruangan di dalamnya remang-remang, diterangi hanya oleh beberapa lentera minyak yang menyala redup, memantulkan cahaya samar pada rak-rak berisi pusaka-pusaka kuno yang tersusun rapi—pedang berkarat, jubah bersulam yang telah pudar warnanya, kotak-kotak kayu terkunci yang menyimpan entah apa di dalamnya. Namun perhatian Xiao Bai langsung tertuju pada satu titik di sudut paling belakang ruangan: sebuah dinding batu yang tampak sedikit berbeda dari dinding lainnya, dengan pola ukiran rumit yang berpendar samar dengan cahaya keemasan yang nyaris tak kasat mata.

"Di sana," bisik Xiao Bai, melangkah maju tanpa sadar, seolah ditarik oleh kekuatan yang tak bisa ia jelaskan.

> **[Host, resonansi semakin kuat. Aku merasakan denyut yang identik dengan struktur dasarku sendiri, memancar langsung dari balik dinding itu.]**

Xiao Bai berdiri di depan dinding itu, tangannya terangkat perlahan, ragu sejenak sebelum akhirnya menempelkan telapak tangannya langsung ke permukaan batu yang dingin. Seketika, cahaya keemasan dari dalam dadanya menyala terang, mengalir melalui tangannya menuju dinding, beresonansi dengan pola ukiran yang mulai berpendar semakin terang, seolah menyambut kepulangan sesuatu yang telah lama ditunggu.

Dengan suara gemuruh rendah, dinding batu itu perlahan bergeser, membuka sebuah bilik tersembunyi yang selama ini tersegel rapat di baliknya.

Di dalam bilik sempit itu, dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran sigil kuno yang masih berpendar lemah, terbaring sesosok wanita dalam kondisi seperti tertidur—wajahnya pucat namun masih terlihat jelas kecantikan yang tersisa meski waktu seolah membeku di sekelilingnya, rambutnya yang panjang tergerai rapi, tubuhnya mengenakan jubah putih sederhana yang nyaris tak berdebu meski telah dua puluh tahun berlalu.

"Ibu," bisik Xiao Bai, suaranya tercekat, air mata langsung menggenang di matanya begitu ia mengenali wajah yang selama ini hanya bisa ia lihat dalam kenangan yang semakin memudar. "Ibu, ini benar-benar kau?"

Wanita berjubah hitam melangkah maju cepat, memeriksa kondisi Su Yan dengan gerakan terlatih seorang ahli. "Kondisinya kritis," gumamnya, suaranya tegang. "Segel Kematian Semu ini sudah mencapai batas maksimalnya. Jika tidak segera dibangunkan dengan metode yang tepat, jiwanya bisa terperangkap selamanya dalam kondisi antara hidup dan mati."

"Apa yang harus kita lakukan?" Xiao Bai bertanya panik, berlutut di samping tubuh ibunya yang terbaring diam.

"Aku memerlukan energi murni dalam jumlah besar untuk memicu proses kebangkitan," jawab wanita itu cepat, matanya menatap ke arah dada Xiao Bai. "Dan sepertinya, Tungku Ekstraksi Surgawi yang kau miliki adalah satu-satunya sumber energi yang cukup murni dan cukup kompatibel untuk melakukan ini tanpa risiko merusak jiwanya lebih jauh."

> **[Host, aku dapat mengonfirmasi hal ini. Aku dapat mengalirkan seluruh cadangan energiku langsung ke tubuh Su Yan untuk memicu proses kebangkitan. Namun peringatan: proses ini akan menguras hampir seluruh kapasitas energiku, membuatmu sangat rentan dan lemah untuk sementara waktu setelahnya.]**

"Lakukan," kata Xiao Bai tanpa ragu sedikit pun, menggenggam tangan ibunya yang dingin. "Aku tidak peduli risikonya. Bangunkan dia."

Cahaya keemasan mulai mengalir deras dari dada Xiao Bai, menyelimuti tubuh Su Yan dalam pancaran hangat yang perlahan mulai meresap ke dalam kulitnya yang pucat. Sigil-sigil kuno di sekeliling bilik itu mulai berpendar semakin terang, bereaksi terhadap energi yang mengalir masuk, seolah seluruh ruangan itu hidup kembali setelah dua puluh tahun tertidur dalam kesunyian.

Namun di tengah proses yang menegangkan itu, sebuah teriakan tiba-tiba menggema dari luar ruangan, disusul suara benturan keras dan jeritan panik para murid sekte yang bertugas berjaga malam itu.

"Serangan! Sekte kita diserang!"

Master Sekte Agung langsung berbalik waspada, wajahnya tegang menghadapi kenyataan yang baru saja dikonfirmasi oleh wanita berjubah hitam sebelumnya. "Mereka sudah tiba," desisnya. "Lebih cepat dari yang kita perkirakan."

Wanita berjubah hitam itu mengepalkan tangan, matanya menyipit tajam ke arah pintu ruangan. "Aku akan membantu menahan mereka selama proses kebangkitan Su Yan berlangsung. Master Sekte Agung, Nona Li Ling'er, kalian harus melindungi Xiao Bai dan ibunya dengan segala cara—proses ini tidak boleh terganggu, atau jiwa Su Yan bisa hilang selamanya di tengah proses."

Suara langkah kaki berat mulai bergema semakin dekat menuju ruangan bawah tanah itu, disertai gemerincing senjata dan gumaman suara-suara asing yang belum pernah Xiao Bai dengar sebelumnya—suara yang dingin, terlatih, dan yang lebih mengerikan lagi, terdengar begitu banyak jumlahnya.

Pintu besi tua di ujung lorong tiba-tiba meledak terbuka dengan hentakan keras, menampilkan siluet sesosok figur berjubah merah darah berdiri di ambang pintu, diapit oleh belasan sosok bertopeng hitam yang berbaris rapi di belakangnya—dan di tengah cahaya remang lentera yang bergetar, wajah sosok berjubah merah itu perlahan terlihat jelas, membuat wanita berjubah hitam yang sejak tadi tenang tiba-tiba menegang dengan raut wajah yang jarang sekali terlihat: ketakutan yang nyata.

"Tidak mungkin," bisiknya, suaranya bergetar hebat. "Kenapa dia yang datang langsung..."

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!