Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Ladang Harta Karun di Dasar Neraka
Bagi murid-murid Sekte Pedang Berkabut, Tebing Mayat adalah neraka. Tempat ini dipenuhi racun miasma yang mematikan, bau busuk yang menyengat, dan hewan buas pemakan bangkai.
Namun, di mata Ye Xuan saat ini, tempat ini tak ubahnya seperti paviliun harta karun peninggalan dewa!
"Di sini terdapat ribuan senjata patah dari sisa-sisa pertarungan sekte selama ratusan tahun, dan tak terhitung jumlah mayat monster buas yang dibuang setelah inti rohnya diambil," gumam Ye Xuan sambil menatap hamparan jurang di bawah sinar rembulan pucat.
Tanpa membuang waktu, Ye Xuan melangkah maju bak iblis kelaparan yang menemukan lautan darah. Ia mulai menyentuh setiap benda di sekitarnya.
Tangannya menggenggam sebuah tombak perak yang telah berkarat dan patah ujungnya.
"Ekstrak!"
[Ding! Menemukan 'Tombak Perak Rusak'. Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: Niat Tombak Tembus Armor (Tingkat Dasar)!]
[Memperoleh: 8 Poin Qi Logam!]
Ia beralih ke tumpukan tulang raksasa milik monster beruang yang telah mengering.
[Ding! Menemukan 'Tulang Beruang Sisik Besi'. Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 15 Poin Kekuatan Fisik!]
[Memperoleh: Teknik Penguatan Tubuh - Kulit Tembaga Tulang Besi (Pasif)!]
Ye Xuan terus bergerak menembus kegelapan malam. Setiap kali telapak tangannya menyentuh sesuatu, benda itu akan hancur menjadi debu, meninggalkan esensi murni yang langsung mengalir ke dalam tubuhnya.
Dalam waktu kurang dari dua jam, Ye Xuan telah mengevaporasi ratusan senjata rusak dan belasan mayat monster. Dantiannya yang baru terbentuk kini menderu hebat bagaikan tungku api yang terus dipasok bahan bakar abadi.
Bzzzt!
Aura spiritual meledak dari tubuhnya, menciptakan pusaran angin kecil yang menyapu debu tulang di sekitarnya.
[Ding! Energi spiritual Inang telah mencapai batas.]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedua!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Ketiga!]
[Selamat! Kultivasi Inang menerobos ke Tahap Pembentukan Qi Lapis Keempat!]
Ye Xuan membuka matanya perlahan. Hembusan napasnya membelah kabut miasma tebing seperti anak panah yang meluncur tajam. Hanya dalam waktu dua jam, ia tidak hanya memulihkan kekuatannya, tetapi langsung meloncat ke Pembentukan Qi Lapis Keempat!
Bahkan di masa kejayaannya saat masih memiliki Akar Spiritual Tingkat Bumi, ia membutuhkan waktu setengah tahun untuk mencapai titik ini.
"Kekuatan ini... sangat murni dan padat," Ye Xuan mengepalkan tangannya. Ia bisa merasakan lapisan tipis berwarna perunggu menutupi kulitnya berkat atribut pasif 'Kulit Tembaga Tulang Besi'.
Tiba-tiba, telinga Ye Xuan berkedut. Berkat atribut 'Kecepatan Angin' dan panca inderanya yang dipertajam, ia mendengar suara gesekan tali dari arah tebing di atasnya.
Ia segera menyembunyikan auranya dan bersembunyi di balik bayangan sebuah batu besar.
Dari atas, sebuah keranjang kayu besar yang diturunkan menggunakan tali katrol perlahan mendarat. Dua sosok berpakaian seragam murid Sekte Luar melompat keluar dengan wajah ditutupi kain untuk menahan bau busuk.
"Sialan, kenapa Tuan Muda Zhao menyuruh kita turun ke tempat menjijikkan ini malam-malam begini?" gerutu salah seorang murid yang bertubuh kurus.
"Berhenti mengeluh, Liu San. Tuan Muda hanya ingin memastikan si sampah Ye Xuan benar-benar sudah mati. Dia juga menyuruh kita mengambil Cincin Spasial murahan milik anak itu. Walaupun miskin, siapa tahu dia menyembunyikan sesuatu," balas temannya yang berwajah bopeng.
Liu San mendengus meremehkan. "Dantiannya sudah dihancurkan Tuan Muda, meridiannya diputus, dan tulang-tulangnya dipatahkan. Jangankan manusia, siluman babi pun tidak akan selamat jika dilempar dari tebing setinggi itu!"
Di balik batu, mata Ye Xuan menyipit. Niat membunuh yang dingin memancar dari tubuhnya. Kedua orang ini adalah kacung setia Zhao Tian yang sering menindas murid-murid baru.
"Kalian mencariku?"
Suara dingin tanpa emosi memecah kesunyian malam, membuat kedua murid itu melompat kaget.
Mereka berbalik dan melihat sesosok siluet perlahan melangkah keluar dari kegelapan. Di bawah cahaya rembulan, wajah Ye Xuan yang pucat namun dipenuhi ketenangan mematikan membuat mereka merinding.
"Y-Ye Xuan?! Kau... kau masih hidup?!" Mata Liu San terbelalak seolah melihat hantu.
Si wajah bopeng melangkah mundur tanpa sadar, namun segera menguasai dirinya saat merasakan bahwa tubuh Ye Xuan tidak memancarkan fluktuasi Qi yang mengerikan (berkat kemampuan Ye Xuan menyembunyikan auranya).
"Hahaha! Kupikir kau sudah jadi hantu ganas!" Si bopeng tertawa meremehkan, menarik sebilah golok dari pinggangnya. "Ternyata kau memang kecoak yang sulit mati. Kebetulan sekali, Dantianmu yang hancur pasti membuatmu menderita. Biarkan Kakak Bopeng ini mengirimmu ke neraka untuk selamanya!"
Si bopeng melesat maju. Kultivasinya berada di Pembentukan Qi Lapis Ketiga. Goloknya menebas udara dengan ganas, mengincar leher Ye Xuan.
Namun, di mata Ye Xuan, gerakan mematikan itu terlihat sangat lambat.
"Terlalu lambat," bisik Ye Xuan.
Tanpa menggunakan senjata, Ye Xuan hanya mengangkat dua jarinya, membentuk gestur pedang.
Sring!
Di dalam lautan kesadarannya, 'Niat Pedang Pembunuh (Tingkat Dasar)' yang ia ekstrak menyala terang. Meskipun ia tidak memegang pedang, dua jarinya memancarkan aura ketajaman yang tak terlihat namun mematikan.
Ye Xuan mengambil satu langkah ke depan. Tubuhnya berkedip menembus tebasan golok seperti hembusan angin.
Cring!
Dua jari Ye Xuan mengetuk ringan bilah golok si bopeng, mematahkannya seolah itu hanyalah ranting kering. Sebelum si bopeng bisa bereaksi, jari Ye Xuan terus meluncur ke depan dan menusuk tepat di tengah tenggorokannya.
Crat!
Darah menyembur. Mata si bopeng melotot tak percaya sambil memegangi lehernya yang berlubang, lalu tubuhnya ambruk ke tanah dengan suara debuk keras. Mati seketika.
Hanya butuh satu detik. Satu serangan.
Liu San yang melihat adegan itu langsung lumpuh oleh ketakutan. Kakinya lemas hingga ia jatuh terduduk di atas tanah berlumpur darah.
"T-Tunggu... Kakak Ye! Kakak Ye Xuan, ampuni aku! Aku hanya disuruh oleh Zhao Tian! Aku—"
"Aku tahu," sela Ye Xuan dingin. Ia melangkah perlahan mendekati Liu San. "Itulah sebabnya aku akan menggunakanmu dengan baik."
Ye Xuan meletakkan telapak tangannya di atas ubun-ubun Liu San yang gemetar hebat.
"Sistem, ekstrak!"
[Ding! Menemukan entitas manusia kultivator (Tahap Pembentukan Qi Lapis Kedua). Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 150 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Teknik Langkah Bayangan (Tingkat Fana - Dasar)!]
[Memperoleh: Ingatan Fragmentaris (Tata Letak Penjagaan Sekte Luar malam ini)!]
Tubuh Liu San seketika menua, layu, dan akhirnya berubah menjadi mumi kering sebelum hancur menjadi debu yang tertiup angin malam, menyisakan seragam sekte luarnya yang jatuh ke tanah.
Ye Xuan menarik napas dalam-dalam, merasakan lonjakan Qi dan pengetahuan baru tentang Teknik Langkah Bayangan yang langsung terukir di otaknya seolah ia telah melatihnya selama puluhan tahun.
Ia memungut seragam Sekte Luar yang bersih dari mayat Liu San, melepaskan pakaiannya yang compang-camping dan berlumuran darah, lalu mengenakan seragam tersebut.
Sambil menatap ke arah keranjang katrol yang masih berayun pelan, Ye Xuan bergumam dengan nada yang mampu membekukan neraka.
"Kalian telah mengambil segalanya dariku... Sekarang, aku akan mengekstrak segalanya dari kalian.