NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Luka di Tubuh, Api di Hati

Matahari pagi dengan enggan menampakkan diri di balik tirai kamar yang tebal. Ruangan itu hening, hanya terdengar suara napas teratur dan desis lembut dari alat pendingin ruangan.

Kiara duduk di tepi ranjang besar, tangannya bergerak hati-hati membalut luka di lengan Arkan. Bekas pukulan dan goresan senjata tajam kemarin malam masih terlihat jelas di kulit putih pria itu, mengingatkan betapa nyawanya nyaris melayang demi melindunginya.

"Sakit?" tanya Kiara pelan, ujung jarinya gemetar saat menempelkan perban.

Arkan yang bersandar di kepala ranjang hanya menggeleng, matanya tak lepas menatap wajah istrinya. Meski wajahnya pucat dan ada lebam di rahang, tatapan itu tetap hangat dan penuh kekaguman.

"Tidak sakit sama sekali," jawab Arkan serak. "Banding luka ini jauh lebih ringan daripada rasa takutku kalau sampai kau terluka sedikitpun."

Kiara menghentikan gerakannya. Ia menunduk, menahan isak tangis yang ingin meledak.

"Maafkan aku... Semua ini karena aku. Karena liontin ini. Karena Kakek..."

"Hey..." Arkan mengangkat dagu Kiara lembut, memaksa wanita itu menatapnya. "Jangan pernah minta maaf untuk hal yang bukan salahmu. Kakekmu yang salah karena memilih jalan kejahatan. Dan kita... kita hanya berusaha melindungi apa yang benar."

Arkan menarik tangan Kiara, mencium punggung tangan wanita itu lama.

"Kemarin malam... kau hebat, Kiara. Kau tidak panik, kau justru membantuku melawan. Aku benar-benar bangga memilikimu."

Wajah Kiara memerah. Rasa bersalah perlahan berganti dengan rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Di saat dunia berbalik memusuhi mereka, setidaknya mereka masih memiliki satu sama lain.

"Arkan..." panggil Kiara pelan. "Tentang chip di liontin itu... Apa yang sebenarnya ada di dalamnya sampai-sampai Kakek rela membunuh sendiri cucunya sendiri demi mendapatkannya?"

Arkan menghela napas panjang, lalu duduk lebih tegak.

"Aku sudah meminta tim teknisi andalanku untuk memeriksanya secara diam-diam tadi subuh. Isinya bukan hanya data biasa, Kiara. Ini adalah Blueprints lengkap proyek 'Elysium'."

"Elysium?" Kiara mengerutkan kening. "Apa itu?"

"Proyek rahasia tertinggi yang dikembangkan ayahmu dan ayahku puluhan tahun lalu," jelas Arkan serius. "Bukan cuma soal formula kosmetik atau obat awet muda. Teknologi di dalamnya bisa digunakan untuk menciptakan sel penyembuh super, atau... jika jatuh ke tangan yang salah, bisa dimanipulasi menjadi senjata biologis yang sangat mematikan."

Kiara ternganga. Jadi selama ini ia membawa "bom nuklir" digital di lehernya tanpa sadar.

"Itu sebabnya Kakek menginginkannya. Dengan data ini, dia bisa menguasai pasar dunia, bahkan bisa mengancam keamanan negara," lanjut Arkan. "Tapi kabar baiknya... chip ini memiliki sistem pengunci ganda. Tidak bisa diakses kecuali dengan sidik jari dan retina mata kita berdua."

Kiara tersentak. "Jadi... kita berdua adalah kuncinya?"

"Tepat. Selama kita bersatu, dia tidak akan pernah bisa mengaktifkannya. Tapi jika dia menangkap salah satu dari kita... situasinya akan sangat berbahaya."

Tiba-tiba, pintu kamar diketuk pelan.

"Masuk," sahut Arkan.

Seorang pria berkacamata dengan penampilan rapi masuk membawa tablet tebal. Dia adalah Riko, Kepala Divisi Keamanan Digital yang paling dipercaya.

"Maaf mengganggu, Tuan, Nona," sapa Riko hormat, namun wajahnya tampak muram. "Ada laporan penting yang harus kalian lihat."

Riko meletakkan tablet di atas meja. Layar menampilkan berita utama hari ini.

"BOM BERITA! KAKAK TIRI ARKAN NARENDRA KEMBALI DARI LUAR NEGERI! Dikabarkan Akan Mengambil Alih Saham Perusahaan!"

Mata Arkan membelalak tajam. Pupil matanya menyempit melihat foto pria tampan dengan senyum manis yang terpampang di layar.

"Rian..." desis Arkan, nama itu terdengar seperti sumpah serapah dari mulutnya.

"Siapa dia, Arkan?" tanya Kiara bingung.

"Dia adalah kakak tiriku," jawab Arkan dingin, tangannya mengepal kuat di bawah selimut. "Anak dari simpanan ayahku yang dulu diusir karena selalu membuat masalah. Aku pikir dia sudah bahagia hidup mewah di luar negeri... Ternyata dia memilih kembali tepat saat aku sedang dalam masalah terbesar."

Riko menambahkan, "Dan analisis kami menunjukkan... aliran dana yang digunakan Rian selama ini berasal dari rekening tersembunyi yang jejaknya mengarah langsung ke Black Lotus Organization, Tuan."

Kiara menutup mulutnya terkejut. Jadi musuh tidak hanya dari pihak keluarganya, tapi juga dari pihak keluarga Arkan?

"Jadi... dia mata-mata Kakek?" tanya Kiara.

"Atau mungkin... dia justru orang kepercayaan baru yang akan dipakai Kakek untuk menghancurkanku dari dalam," Arkan menyeringai sinis, api amarah mulai menyala kembali di matanya.

"Bagus... Semakin banyak yang datang, semakin ramai pesta balas dendam ini," Arkan menatap pantulan dirinya di cermin, melihat luka-luka di tubuhnya.

"Biarkan dia masuk. Kali ini, aku tidak akan main-main. Siapa saja yang berani menghalangi jalan kita... akan kuhancurkan tanpa ampun."

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!