NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Dokter Ginanjar yang hendak pulang, terkejut saat mendapatkan telepon dari AKBP Teguh. Lebih terkejut lagi saat tahu lokasi ditemukannya mayat, lokasi sebelumnya dimana jenazah Akbar Maulana terdapat di sana.

"Jangan bilang yang menemukan Kenzie," ucap dokter Ginanjar lewat airpods nya sambil masuk ke dalam mobil dinas ME.

"Siapa lagi," kekeh AKBP Teguh.

"Haaaiiissshh! Anak-anak itu yaaaa!" gerutu dokter Ginanjar kesal. "Apakah berhubungan dengan kasus kemarin?"

Mobil ambulans untuk jenazah pun berangkat menuju TKP dari ME Bhayangkara. Mamat yang duduk di belakang, diam-diam mengirimkan pesan ke dokter Lucky dan Daisy kalau Kenzie ada masalah lagi.

***

RS Bhayangkara Jakarta

Dokter Lucky sedang berjalan menuju ruang kerjanya untuk bersiap pulang, mengambil ponselnya yang bergetar. Dia membaca pesan di sana dan segera ke ruang kerjanya. Dokter Rahmat dan Ji-woo yang berada di dalam, terkejut melihat dokter Lucky seperti dikejar Suster Intan kalau berbuat masalah.

"Ada apa Oom? Suster Intan marah lagi sama Oom?" tanya Ji-woo.

"Kagak! Kenzie kumat jadi Bob Andrews!" jawab dokter Lucky. "Bisa-bisanya anakku yang comel itu menemukan mayat lagi!" Dokter Lucky segera menggantungkan snellinya dan mengambil tas kerjanya.

"Haaaaahhh?" seru kedua rekannya.

"Aku pergi dulu!" Dokter Lucky bergegas keluar dan menuju lift.

Dokter Rahmat dan Ji-woo saling berpandangan. "Mayat apa lagi?"

***

PRC School

Daisy memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil dengan langkah anggun. Ponsel dalam tasnya berbunyi dan Daisy segera mengambilnya. Tampak nama 'Mas Lucky Tersayang' di layar.

"Ya Mas?" sapa Daisy.

"Istriku yang cantik mandragunawati, kamu dimana?" tanya dokter Lucky dengan nada panik.

"Di sekolah nya El. Ada apa Mas?"

"Sayang, aku ke TKP galeri seni kemarin ya," jawab dokter Lucky.

"Kok kesana? Kenapa?" tanya Daisy bingung.

"Kenzie menemukan mayat ... Lagi!"

Daisy pun melongo. "Kok bisaaaa?"

***

Galeri Seni tidak terpakai

"Kok bisaaaa? Kok bisa kalian kemari lagi?" omel Brigjen Victor sambil berkacak pinggang ke ketiga ABG di depannya. Tiga ABG dan tiga anomali di belakangnya sama-sama menunduk, membuat AKBP Rosita cekikikan melihat kelakuan mereka.

"Kenzie yang ajak Pa," jawab Zane sambil melirik ke arah Kenzie.

"Aku yang penasaran Oom," jawab Kenzie.

Brigjen Victor memegang pangkal hidungnya. "Ya Allah Kenz, kamu tuh kok ya nekad sih! Kalau papamu tahu ...."

"Papa tidak akan tahu Oom ...."

"KENZIE MARCO MANCINI BUWONO!"

Kenzie terdiam. Duh! Bocah ABG itu pun menoleh dan tampak ayahnya berdiri dari balik garis polisi sambil berkacak pinggang dan wajahnya tampak marah.

"Hai Pak Lucky," cengirnya dengan wajah tanpa dosa.

Brigjen Victor memberikan kode ke anak buahnya dengan mengizinkan dokter Lucky masuk dan bersamaan waktunya dokter Ginanjar juga datang bersama Mamat serta tim medical examiner serta forensik.

Dokter Lucky segera menghampiri putranya dan memeluknya erat. "Kamu nggak papa?"

"Nggak papa kok. Oh, mayatnya sepertinya tidak ada hubungannya dengan kasus kemarin, Oom," ucap Kenzie ke Brigjen Victor.

"Kok bisa?" tanya Brigjen Victor.

"Mayatnya seperti gelandangan," jawab Sheva. "Tapi aku menemukan sesuatu."

"Kamu menemukan apa, Sheva?" tanya Kombes Steven.

"Aku tunjukkan. Sisanya biar tim papa dan forensik yang urus ya?" Sheva pun berjalan ke arah galeri bersama ayah dan tim gabut.

Dokter Lucky menatap Kenzie. "Dengar anak Lanang. Papa tahu kamu kepopers tapi mbok ya o ... Jangan jadi Bob Andrews lah! Atau Pete Crenshaw Wis! Papa nggak akan bilang kamu Jupiter Jones karena kamu nggak gendut!"

Kenzie cekikikan mendengar ucapan ayahnya. Meskipun random tapi Kenzie tahu ayahnya sangat mengkhawatirkannya.

"Sorry, Papa. Aku kan bagian trio detektif hantu generasi sekian jadi ngunu lah!" senyum Kenzie.

"Ngunu lah ... ngunu lah ... Besok mumpung kamu tidak basket, tugas kamu adalah cuci semua asyu di rumah!" putus dokter Lucky.

Kenzie melongo.."Paaaaa, Abon harus panggil Bang Eko karena dia yang bisa gunting cantik."

"Ya sudah, Rendang dan Tunjang, tugas kamu! Itu hukuman buat kamu yang kepopers menerjang bahaya!" balas dokter Lucky.

Kenzie menghela napas panjang. "Bisa lima jam mandiin dua karung kentang itu!"

"Resiko kamu lah minta corgi."

"Naseeeebbbb!" keluh Kenzie.

***

Sementara itu di dalam galeri seni

"Ini tembok ratapan bukan ya?" komentar AKP Ghafar membuat AKP Samsudin mengeplak kepalanya.

"Tembok ratapan ... Lu kira ...."

"Eh sudah. Siapa tahu itu brankas macam dulu ada jaksa menyimpan hasil korupsi sekian ratus milyar?" kekeh Kombes Fariz.

"Ayo kita bongkar!" perintah Kombes Steven.

Tak lama tembok mencurigakan itu pun dibongkar dan semua orang terkejut saat melihat isinya.

"Ya Allah, itu kan semua artifak!" seru Iptu Cristiano.

***

Di area belakang, dokter Ginanjar bersama dengan Iptu Casey dan AKBP Teguh, memeriksa kondisi jenazah yang berada di sana sekitar dua hari. Dokter forensik itu memperkirakan, korban tewas di rentang waktu 48 hingga 72 jam.

"Jadi korban ini baru dibuang atau memang dibunuh di sini atau over dosis," ucap dokter Ginanjar.

"Kok bisa OD?" tanya AKBP Teguh.

Dokter Ginanjar memperlihatkan bekas-bekas suntikan di kedua tangan korban meskipun sudah mulai tampak proses pembusukan mayat. Anggota CSI, Sanji Ganesa, datang dengan koper besarnya.

"Aku rasa dokter G benar. Kemungkinan besar, orang ini datang kemari mau sakau. Jadi ya mati disini," jawab pria muda berkacamata itu. "Lihat! Ada banyak alat suntik di belakangnya."

"Bisa jadi OD ya?" tanya Iptu Casey.

"Bisa jadi," jawab Sanji sambil membuka koper forensiknya dan mulai mengumpulkan semua barang bukti sebelum mayat itu dibawa ke ME.

"Bisa jadi orang ini ada di tempat dan waktu yang salah nggak sih?" tanya AKBP Teguh. "Ndilalah, dia mau nyuntik, cari tempat. Dan tempat ini yang dituju."

"Teorinya masuk pak Teguh," kekeh Sanji.

"Oke, kita selesaikan yang disini. Sanji, kalau sudah selesai, aku mau bawa mayatnya ke ME. Biar aku autopsi sore ini jadi besok sudah ada hasil penyebab kematiannya," ucap dokter Ginanjar.

***

PRC School

Daisy menunggu Elina yang baru saja selesai latihan menari. Rasanya dia tidak sabar ingin pulang dan memarahi Kenzie karena iseng serta jiwa keponya terlalu overload.

"Mama ...."

Daisy menoleh dan tampak Elina sedang minum susu kotaknya.

Anak gadisnya dok Lucky dan Daisy

"Sudah selesai?" tanya Daisy.

"Aku habiskan dulu ya Ma."

"Oke," senyum Daisy.

"Mama kenapa? Kok tampak marah?" tanya Elina sambil duduk di sebelah Daisy.

"Mas mu itu lho. Jadi detektif lagi dan menemukan mayat lagi!" sungut Daisy.

"Hah? Mas Kenzie kemana lagi?" Mata hitam Elina terbelalak.

"Tahu tuh! Sekarang sudah dijemput Papa!"

Elina menggelengkan kepalanya. "Mas Kenzie nggak cocok jadi dokter! Cocoknya jadi detektif!"

"Tapi katanya mau jadi dokter anak," kekeh Daisy.

"El malah kasihan sama anaknya. Kalau ketahuan orang tuanya nggak bisa ngurus, nanti bisa dimarahi Mas Kenzie macam Papa kalau sudah kesal sama pasien ngeyel!" jawab Elina.

"Iya ya ... Mas mu kan Papa banget!"

***

Yuhuuu up Siang yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
D_wiwied
ya ampun si jelaga tukang tabur benih ternyata plus npd akut, sdh terbukti valid pun masih mau ngelak, tp di tangan Hana kamu ga bakal bs lari lagi, lagian secara ga sadar kamu dah ngaku tadi dan sdh pasti kerekam tuh omongan kamu waktu asik mangku Hana gatau kan ternyata kamu kejebak 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
Mau sebanyak apa pun bukti yg ada mash tetap ga mau mengakui perbuatan nya dan anak nya sendir. udah ambil aja ginjal nya
tan_wiedya
si jelaga kuper bet brarti yak, sama hana aja kagak tau. mampus lah kau pebinor sengklek 🤣
Hana Reeves: dia baru pulang dari Dundee dan tidak ketemu Hana karena posisinya kan Hana di Penang
total 1 replies
amilia amel
yeayyyy kena batunya kamu si jelaga sekarang
sukury
amilia amel
oalah.... Jay.... Jay....
ternyata sudah dicekoki pak Tommy sejak kecil to kalo Elina calon jodohmu
awesome moment
jiiiiaaaannnn pancen jelaga tulen. jejaknya dimana2. 8 lho. sregep puuuuuuooooooollllll
beybi T.Halim
mampos😁😁😁 aku boleh ngakak brutal gak ,sayonara dah jelaga barangnya kok diobral murah.,untung gak diambil ginjal luu sama hanabi
sri supadmi
ambil ginjalnya gak nih 🔥🤭
Murti Puji Lestari
langsung klenger ngak kamu dengar ini, akhirnya jelaga triple kill
Bla_bla_bla
bwhahaha rasain kau jelaga makanya sok sombong sih🤣
kan kena karma juga akhirnya🤣
Elsa Fanie
eee s jelaga bener an kurang jauh main ny 🤦🤦🤦,apa kata ny MW ngasih jabatan dan posisi dokter ckckck, punya om yg wakil IDI j sombong ny g ketulungan 🤦🤦🤦🤦 udah g2 NPD parah LG, untung Bu Nana udah pensiun,,,,kasih paham lah siapa Hanabi terlepas dari jabatannya,KLO Hanabi keturunan Pratomo dan Reeves,,,😤😤😤😤👊👊👊geram kali AQ,KLO g s kebiri j Hanabi
Ibu² kang Halu🤩
omaaaaaaa, jgn dulu jantungan ya pebinor, jgn dulu pokoknya, kalau kamu jantungan alamat mbak Hanabi langsung angkut jantungmu dan segala isinya sebadan-badabmu😂😂😂 ehh, aku kesenangan ini😂😂
Tosari Agung
hadeh malah hanabi yang mengeksekusi si pembinor kenapa gak hukuman kasih ke dokter lucky atau ketua IDI tapi jangan hilang gelar tapi hilangin nyawanya aja si pembinor itu thor mana menghasilkan anak pula
Hana Reeves: kan dok Lucky lagi ke kantor IDI. ini waktunya bersamaan 🙏
total 1 replies
Ichy Fitri
hanabi nahan diri ga ambil ginjalnya Gara2 dia sekretaris majelis kehormatan etik ya 🤭
Murti Puji Lestari: padahal sudah gatel pengen cutik ginjalnya itu 😅
total 1 replies
Ani
salah cari lawan kamu jelaga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 tamatlah riwayatmu
Murti Puji Lestari
keplak saja dash, bapak satu itu emang kok 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
Bener2 bapak si Jayy yaa....mendiktrin anak nya jodoh sama Elina, entah itu emang cinta, obsesi or apalahh...lieurr jd na....inti nya skrng mah fokus aja sama sekolah yg bener aja titik ga pake koma. wow....Hana yg turun tangan ini apa lg wajah anak nya si Adi mirip pake banget,udah ambil aja semua organ nyaa deh Hana
Ita Xiaomi
Ini sih gawat. Hasil test DNA blm keluar, ginjal malah udah siap.
Ita Xiaomi
Semangat ya Jay🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣. Emang gigih Pak Tommy.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!