NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 Wanita pendamping

"Tapi aku akan mengajari Ara, bukan justru menggantinya dengan wanita lain untuk mendampingiku," jawab Sean teguh dengan pendiriannya.

"Pacar kecilku itu cukup patuh dan menurut jika diajari," ucap Sean berlalu pergi ke dalam kamarnya.

Sean berjalan keluar dari ruang kerja Ayahnya di lantai 3 dan ketika melihat ke lantai dasar, Sean bertanya pada pelayan yang berjaga.

"Siapa yang datang semalam ini?" tanya Sean melihat Ayahnya yang sedang mengobrol dengan beberapa orang yang tidak bisa Sean lihat dengan jelas wajahnya karena membelakang.

"Itu Shania dan orang tuanya, ayo kita ke bawah," ucap Ibu yang juga keluar dari ruangan Ayah.

Sean ikut dengan Ibunya ke bawah penasaran dengan apa yang dibahas orang-orang.

"Sean," ucap Shania langsung berdiri begitu melihat Sean datang.

"Sean, karena kita akan menghadiri acara bersama maka—" belum selesai Shania bicara, Sean sudah menjawab.

"Aku akan menghadiri acara bersama Ara, namun jika kalian ingin Shania sebagai pendampingku mewakili perusahaan, itu tidak masalah," kata Sean dengan santai setelah berpikir ulang itu adalah jalan keluar terbaik.

"Sean, jika begitu, maka Shania akan terlihat seperti orang ketiga," ucap Mama Shania langsung berubah ekspresi.

"Tidak ada orang ketiga dalam hubunganku dengan Ara, bahkan aku tidak memberikan setitik ruang di hatiku untuk wanita lain," ucap Sean yang begitu mencintai Ara.

"Sean, apa yang membuatmu begitu tergila-gila dengan gadis nakal itu, bahkan dia sama sekali tidak punya skill untuk dibanggakan?" ucap Papa Shania yang padahal sangat ingin Sean menjadi menantunya.

"Aku tidak butuh skill-nya karena Ara bukan bekerja denganku, tapi menjadi pasanganku," pernyataan Sean yang punya pemikiran lebih baik.

"Lagian percuma menjelaskan apa itu cinta pada orang yang menjalin hubungan atas dasar simbiosis mutualisme (saling menguntungkan)," ucap Sean langsung menembak tepat pada sasarannya.

"Hmmmm, untuk apa bersama dengan orang yang merugikan Sean?" ucap Papa Shania mencoba mencela apa yang menjadi prinsip Sean.

"Aku tidak merasa dirugikan bersama Ara karena pada dasarnya dia setara denganku, bukan seperti kebanyakan wanita yang ingin bersamaku agar derajatnya terangkat," ucap Sean dengan kata-kata menusuknya.

"Sean, dari segi apa dia setara denganmu?" pertanyaan Shania yang sudah sejak dulu menyukai Sean bahkan akan bertunangan dengannya, namun sial Ara datang dalam kehidupan Sean.

"Kami punya cinta dan kedudukan yang setara, mungkin keluarga Ara tidak seterkenal keluarga besar kita, tapi kekayaannya melebihi apa yang dimiliki Ayahku," ucap Sean yang baru tahu itu.

"Itu tidak mungkin," ucap Ayah karena di seluruh kota ini keluarga Brisbane adalah keluarga konglomerat yang paling terpandang.

"Ayah, tidak semua orang kaya itu butuh validasi. Bagi beberapa orang, justru kekayaan itu adalah privasi," ucap Sean yang belajar itu dari keluarga Ara.

"Ara itu lahir di keluarga yang mengutamakan kebahagiaan dan cinta, jadi dia bukan tidak mengerti bisnis seperti Shania, tapi memang tidak berambisi untuk itu," sambung Sean.

"Siapa nama lengkap gadis itu?" pertanyaan Ayah.

"Arasya Ferdinand," jawab Sean singkat lalu segera pergi ke kamarnya ketika Ara menelepon.

.......

"Haiiii, Ayang!" sapa Ara yang tengah menyisir rambutnya di meja rias.

"Baby, mengapa masih duduk di depan meja rias? Tidurlah, ini sudah malam," ucap Sean menatap Ara yang malah berpose ketika Sean menasihatinya.

"Ara cantik, kan?" tanya Ara yang baru selesai maskeran menepuk-nepuk pipinya, mendekatkan wajahnya ke ponsel.

"Cantik," komentar Sean tersenyum lebar menatap gadis manis yang kini bertahta di hatinya.

"Baby, besok kita harus bertemu. Aku ingin mengajari kamu beberapa hal," kata Sean dengan serius.

"Baiklah, tapi Ayang yang harus jemput Ara, soalnya tiap ketemu Ara terus yang datang ke kantor Ayang," cemberut Ara berjalan dan naik ke atas ranjangnya.

"Iya, Baby, besok aku jemput," kata Sean yang kadang juga merasa bersalah pada pacar kecilnya karena terlalu sibuk.

"Ayang mau ajarin Ara apa? Jangan-jangan jadi wanita nakal lagi?" kata Ara dengan wajah lemasnya.

"Tidak, Baby." Sean langsung tertawa sekaligus merasa berdosa untuk kesekian kalinya karena sudah mengotori otak pacar kecilnya yang polos itu dengan sedikit hal-hal ekstrem.

"Baby, beberapa hari lagi kamu akan mendampingi ku di acara anniversary perusahaan, jadi kamu perlu belajar beberapa hal," Sean menjelaskan maksudnya.

"Ehhhh, semalam Daddy bilang Ara nggak boleh mendampingi Ayang di acara itu," kata Ara yang membuat jantung Sean seakan copot mendengarnya.

Bahkan sampai hari ini Sean belum pernah sekalipun bertatap muka dengan orang tua Ara karena setiap kali ingin bertemu selalu ada saja urusan, jika tidak Daddy atau Sean yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

"Kenapa tidak boleh, Baby?" tanya Sean.

"Bahaya, nanti ada yang bunuh Ara," kata Ara mengatakan apa yang Daddy-nya katakan.

"Baby, kami membuat pengawal ketat dalam acara itu, bahkan sekalipun bodyguard tidak sempat melindungi kamu, maka aku yang akan mengorbankan diri untuk menjaga kamu terlebih dahulu," pernyataan Sean.

"Jadi jangan ragukan soal keamanan," ucap Sean yang tidak akan membiarkan Ara dalam bahaya sedikit pun.

"Yaudah, Ayang izin langsung aja ke Daddy," ucap Ara.

"Baiklah, Baby, besok aku akan datang ke rumahmu dan katakan pada Daddy agar dia bisa meluangkan waktu," ucap Sean yang merasa perlu bertemu dengan orang tua Ara.

"Okey, besok pagi Ara bilang," kata Ara yang diangguki Sean.

"Baby, kamu harus menjadi pendampingku di acara itu," pernyataan Sean yang hanya ingin Ara.

"Kenapa? Bukankah banyak yang ingin mendampingi Ayang?" pernyataan Ara yang bahkan melihat berita terbaru Shania adalah wanita yang digosipkan akan menjadi pendamping Sean.

"Aku maunya kamu, Baby, cuma kamu," tegas Sean.

"Lagian, apa kamu tidak marah jika ada didampingi wanita lain di acara itu?" pertanyaan Sean yang sebenarnya sampai melawan keputusan Ayah karena menimbang perasaan Ara.

"Ara nggak marah, tapi mau putus aja," kata Ara dengan jawaban yang membuat Sean terkejut.

"Kenapa putus, Baby?" pertanyaan Sean yang tidak mau hal itu terjadi.

"Ya putuslah, untuk apa bertahan sama orang yang bahkan tidak mengakui Ara di hadapan publik," ucap Ara yang akan memutuskan Sean jika itu terjadi.

"Walaupun Ara banyak kekurangan, tapi itu bukan berarti Ara harus menerima perlakuan seperti itu. Pacaran sama Ara, tapi ketika acara penting yang mendampingi wanita lain," kata Ara dengan tatapan tak sudinya.

"Itu namanya Ayang nggak menghargai Ara," sambung Ara lagi.

"Aku tidak akan melakukan itu, Baby, kamu yang paling utama," pernyataan Sean.

"Tapi Shania juga akan ikut berpartisipasi di acara besok sebagai pendamping dari perusahaan," ucap Sean.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!