NovelToon NovelToon
Biel

Biel

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.

Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.

Gabriella Calista,

mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....

ikuti karya baru aku.....

" BIEL..... "

SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21 ancaman

Brugh.....

Pyar......

Sebuah kursi seketika roboh kebelakang ketika Shahnaz bangkit dengan tiba tiba dari duduknya karena melihat wajah yang begitu tak asing baginya.

Begitupun dengan gelas berisi air minum pesanannya.

Ia yang langsung bangkit tanpa sengaja turut menabrak meja di hadapannya sehingga membuat gelasnya jatuh dan pecah ketika menatap lantai.

" kau.....!!! "

cicit wanita itu dengan raut wajah terkejut yang tak lagi bisa ia sembunyikan.

Raut wajah Biel yang sebelas dua belas dengan wajah sang ibunya dulu membuatnya bisa dengan mudah mengenali Biel meski telah lama mereka tidak bertemu.

Apalagi,

Ia juga masih memegang foto terakhir Biel. Foto yang ia pegang adalah tiga tahun lalu,

Dan saat ini....

Tentu wajah gadis itu tak banyak berubah hingga hari ini selain terlihat lebih dewasa.

Sementara Biel,

Walau sejujurnya hatinya kacau dan ia pun terkejut luar biasa karena ia tak menyangka akan bertemu dengan wanita di hadapannya itu,

Biel memilih bersikap tenang,

Ia tak mau rasa takut yang masih terselip jelas di hatinya kepada wanita itu bisa di lihat oleh wanita itu.

" maaf nyonya.....jika aku membuatmu terkejut,

sebentar....

aku akan panggilkan orang untuk membersihkan tempat ini " ucap Biel berusaha setenang mungkin.

Shahnaz masih terpaku menatapnya,

Ini bukan mimpi,

gadis yang selama ini ia usahakan kematiannya benar benar masih hidup dan kini berdiri tegak di hadapannya.

( sialan.....)

umpat Shahnaz di dalam hati,

Ia baru saja tersadar dari keterkejutannya dan menoleh kepada Biel.

Tapi sayang,

Gadis itu telah melangkah jauh darinya.

" nyonya....

anda baik baik saja ?! " tanya Erea yang segera bangkit dari duduknya yang tak jauh sang majikan dan segera mendekat kepada sang majikan.

Shahnaz menoleh menatap assistannya itu,

" kau lihat dia ?! " tanyanya dengan suara pelan dan bergetar.

Dan percayalah...hanya Erea yang bisa mendengar ucapannya barusan.

Bayang bayang Ricard yang dulu diam diam selalu memperhatikan Saraswati dari balik kaca jendela kamarnya kembali berputar di kepalanya.

Erea menatap ke arah Biel yang bayangannya pun kini tak lagi bisa ia lihat.

" siapa maksud nyonya ?! Pelayan tadi ?! " tanya Erea pura pura tak paham dengan ke dua bola mata yang berkedip seolah memberi isyarat.

Shahnaz terdiam,

Ia kembali tersadar, Lagi lagi posisinya yang belum seutuhnya stabil memegang group Lee membuatnya harus menahan semuanya.

Dada Shahnaz kian bergemuruh....

Segera matanya mengedar ke arah orang orang yang juga duduk bersamanya di meja ini.

Mereka semua adalah para pemegang saham perusahaan Lee.

Saat ini ia memang sedang mengadakan makan siang dengan para pemegang saham setelah sejak pagi tadi mereka mengadakan meeting di kantor.

Dan saat itu Shahnaz baru sadar jika saat ini semua mata sedang tertuju dan penuh tanya kepadanya.

" ekhem.... " Shahnaz kembali duduk sambil berdehem pelan.

" Mohon maaf tuan tuan, wajah pelayan itu sangat mengingatkan aku pada seseorang yang telah tiada.

itulah sebabnya aku sangat terkejut...." ucap Shahnaz kemudian dengan berusaha setenang mungkin.

Tak lama seorang petugas kebersihan datang dan pamit untuk membersihkan tempat itu.

Shahnaz pun mengajak mereka pindah.

Usai pindah tempat,

Satu orang lagi pelayan datang untuk menanyakan perihal pesanan mereka, tapi pelayan itu bukan Biel.

Sepanjang jamuan makan siang itu, Shahnaz tak lagi bisa menikmati makanannya,

Pikirannya terus terarah pada Biel.

Sungguh ia sulit mempercayai semua yang ia lihat,

Anak haram suaminya itu ternyata benar benar masih hidup.

Maka itu artinya....

Ia benar benar akan kesulitan mengakuisisi yayasan panti asuhan yang di wariskan mendiang sang mertua kepada anak itu.

Ia sungguh sangat khawatir sekali, bagaimana kalau anak haram itu mengetahui perihal hak waris atas yayasan itu.

Sementara di sana,

Ia membangun istananya.

Sebuah istana yang membuatnya bergelimang harta dan uang, juga yang membuat ia di hormati dan di segani.

( tidak....

aku harus segera menyingkirkan anak haram itu,

Dia tidak boleh bertemu dengan Harry.....

bisa bisa pengacara lancang itu akan mengatakan semuanya.... )

Desis Shahnaz di dalam hati.

Ketika Shahnaz sedang bergulat dengan pikiran jahatnya,

Di lantai bawah tepatnya di ruang ganti,

Biel berdiri tegak di pojok ruangan,

Wajahnya pucat pasi dan kedua tangannya gemetar.

Telapak tangannya erasa dingin bukan main.

Ketakutan kepada sosok Shahnaz benar benar belum bisa ia kendalikan.

" Biel ....

kendalikan dirimu, dia bukan siapa siapa bagimu.

Kau bahkan tak lagi tinggal di rumah besar itu.

Kau tak seharusnya masih takut kepadanya " bisik Biel kepada dirinya sendiri.

Perlahan Biel sedikit tenang,

Nafasnya yang tak lagi memburu seperti tadi.

🍀

" akhhh......

brengsek.....apa saja yang kalian lakukan selama ini hah ?!

kalian berani berbohong padaku ?!!

mengurus anak kecil saja kalian tidak becus. Dia masih hidup...

kalian dengar ?!!! Dia masih hidup !!! " Shahnaz nampak berteriak dengan wajah merah padam kepada beberapa orang yang berdiri menunduk di hadapannya.

" my....

mommy yakin itu dia ?! " tanya Steve yang juga berada di ruangan itu dan juga terkejut mendengar tentang kabar yang baru saja di bawa sang ibu.

" kau pikir aku buta Steve ?! Aku melihatnya dengan kedua bola mataku sendiri....

dan aku bisa mengenalinya dengan benar " jawab Shahnaz geram.

Steve menunduk,

Sama seperti anak buah sang mommy, jika wanita itu sudah marah seperti itu maka Steve pun tak berani berkata kata lagi.

" nyonya....

nyonya harus bersabar, kita mungkin tak bisa lagi melakukan cara kasar untuknya " Erea berucap.

Shahnaz menoleh kepada sosok wanita kepercayaannya itu.

" apa maksudmu ?! "

" mungkin kita harus memikirkan cara lain untuk menyingkirkan anak itu nyonya,

mungkin saja..... "

" mungkin saja apa ?! "

" mungkin saja dia dalam perlindungan alam "

Mendengar jawaban Erea, kening Shahnaz berkerut.

" ha ha ha........" wanita itu tertawa terbahak.

" apa kau bercanda Erea ?!

bahkan kelahirannya saja tidak ada yang menginginkan.

Lalu kenapa ia bisa mendapatkan perlindungan dari alam ?! " ucap Shahnaz masih dengan terbahak.

Tapi tak lama tawa Shahnaz menghilang, ia ganti menatap Erea tajam.

" Dia itu hanya anak haram Erea....jika kau lupa !! " sambungnya dengan mata memerah karena marah.

Erea menelan ludahnya,

" nyonya aku mengerti,

coba nyonya pikirkan....rencana apa saja yang sudah kita lakukan untuknya, kita bahkan sudah banyak mengorbankan bnyk nyawa demi bisa melenyapkannya.

Tapi apa hasilnya......

ternyata dia masih hidup hingga sekarang, bahkan setelah rencana terakhir kita saat itu.

Kita bahkan sudah berhasil membuat mobil yang ia tumpangi hangus terbakar,

tapi nyatanya tetap saja dia bisa selamat " Erea masih menjelaskan.

Shahnaz diam....

" dan lagi....

jika nyonya saja bisa bertemu dengan dia,

maka bukan tidak mungkin pengacara Harry juga bisa bertemu dengannya bukan ?! "

Imbuh Erea dan itu sukses membuat Shahnaz kian berpikir keras.

" Tapi aku tak sudi bersikap baik kepadanya jika itu maksudmu ?! " tandas Shahnaz.

" tidak nyonya....

bukan seperti itu maksudku "

" lalu ?! "

" jujur aku sendiri belum tahu nyonya, tapi yang pasti...

kita perlu mengubah cara kita untuk bisa melenyapkannya "

1
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘦𝘦 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘮
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘢𝘺𝘰 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘦 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘺𝘨 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘢𝘳𝘢🤭😂😂
khitara
makasih udah selalu mau komen kakak🙏😍
Tuti Tyastuti: 𝘴𝘢𝘮𝘢" 𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
total 1 replies
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢
Tuti Tyastuti
𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻 𝘨𝘹 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘣𝘪𝘦𝘭
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘩𝘢𝘵𝘪" 𝘣𝘪𝘦𝘭 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘦𝘳𝘪𝘤𝘬 𝘤𝘢𝘳𝘪" 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯😁
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘦𝘭💪
Tuti Tyastuti
𝘫𝘰𝘤𝘬𝘺 𝘱𝘶𝘴𝘪𝘯𝘨😂
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 💪
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘩𝘢𝘻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!