NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30 -Ungkapan Alyssa

Tanpa membuang waktu lebih lama, Maya dan Bagas segera bertolak menuju kediaman keluarga Raharja. Mereka tak membawa banyak barang seserahan pagi ini, melainkan janji tegas bahwa semua kelengkapan megah akan diboyong saat acara pertunangan resmi nanti.

Di tempat tujuan, suasana rumah keluarga Raharja masih tampak tenang. Ardi dan Silvana sedang menikmati teh pagi di ruang tengah saat seorang penjaga keamanan mengetuk pintu dan melangkah masuk dengan sopan.

"Nyonya, Tuan... Di depan ada kedatangan dari keluarga Narendra," lapor satpam tersebut.

Ardi meletakan cangkir tehnya, dahinya berkerut halus. "Narendra? Tumben sekali pagi-pagi begini..." gumamnya heran.

Silvana ikut mengangguk pelan, lalu menoleh pada sang petugas. "Biarkan mereka masuk, Pak. Sekalian tolong bilang pada Bibi untuk menyajikan minuman dan kudapan di ruang tamu."

"Baik, Nyonya."

Sementara itu, Nabella sendiri sudah tidak berada di rumah. Putri tunggal mereka itu telah berangkat sejak pagi menuju butik miliknya. Selain membantu Ardi memegang beberapa urusan kantor, Nabella memang sosok wanita mandiri yang memiliki bisnis fashion-nya sendiri. Ia sama sekali belum tahu bahwa takdir hidupnya sedang dirancang di ruang tamu rumahnya pagi ini.

Tak lama kemudian, Bagas dan Maya melangkah masuk dipandu oleh pelayan. Ardi dan Silvana segera bangkit menyambut kedatangan rekan bisnis sekaligus sahabat mereka itu dengan senyuman hangat.

"Bagas, Maya! Wah, kejutan sekali pagi-pagi begini. Mari, silakan duduk," sapa Ardi ramah seraya menjabat tangan Bagas.

"Maaf ya, Ardi, Silvana... Kami datang mendadak tanpa memberi kabar terlebih dahulu," ujar Maya lembut seraya mengulas senyum terbaiknya, menutupi badai emosi yang sebenarnya masih bergemuruh di dadanya.

Mereka pun duduk berhadapan di sofa ruang tamu yang mewah. Obrolan ringan dan basa-basi khas petinggi bisnis mengalir sejenak—membahas perkembangan perusahaan, kondisi kesehatan, hingga sedikit gurauan nostalgia masa lalu. Pelayan datang menyajikan cangkir-cangkir teh hangat dan kudapan manis di atas meja.

Setelah suasana dirasa cukup mencair, Bagas meletakkan cangkir tehnya perlahan. Matanya menatap Ardi dan Silvana dengan raut yang mendadak berubah sangat serius.

"Ardi, Silvana... Sebenarnya, kedatangan kami berdua pagi ini membawa niat yang sangat penting," buka Bagas, suaranya berat dan penuh penegasan.

Ardi dan Silvana saling bertukar pandang sejenak, ikut menegakkan posisi duduk mereka. "Niat penting apa itu, Gas? Soal proyek investasi baru?" tanya Ardi penasaran.

Bagas menggeleng pelan. "Bukan soal bisnis. Kami datang kemari untuk menyampaikan niat baik... Kami ingin melamar Nabella secara resmi untuk putra kami, Arden."

Tring!

Denting sendok teh Silvana yang tak sengaja menyenggol cangkir terdengar nyaring. Silvana dan Ardi terbelalak lebar, mematung di tempat duduk mereka seolah tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

"M-melamar... Nabella untuk Arden?" ulang Silvana terbata-bata, matanya mengerjap menatap Maya dan Bagas bergantian. "Tunggu dulu, Bagas, Maya... Ini tidak bercanda, kan?"

"Kami sangat serius, Silvana," potong Maya mantap, memegang jemari Silvana di atas meja. "Kami ingin Nabella menjadi bagian dari keluarga Narendra. Dan bukan hanya itu..."

Maya menarik napas pendek sebelum melanjutkan, "Kami bermaksud mengadakan pesta pertunangan mereka dua hari lagi secara resmi."

"APA?!" Ardi bahkan sampai tertahan di udara saat hendak meraih cangkirnya. Wajahnya merah padam karena terkejut luar biasa. "Dua hari lagi?! Bagas, kamu gila? Pertunangan ini... kenapa mendadak sekali?!"

"Tidak aku tidak bercanda, aku serius, Ana. Kita sudah pernah berjanji untuk menjodohkan anak-anak kita, bukan?" Maya menatap Silvana dengan mata berbinar penuh permohonan.

Silvana menghela napas pelan, lalu melirik Ardi untuk meminta pendapat suaminya.

"Aku harus bertanya dulu pada Nabella. Aku takut dia tidak mau dan merasa terpaksa," ujar Ardi bijak.

"Baiklah! Tapi aku yakin Nabella pasti mau menjadi calon Arden," kekeh Bagas penuh percaya diri, membuat Ardi akhirnya terkekeh melihat rasa percaya diri sahabatnya itu.

Pembahasan pun berlanjut. Sementara para pria beralih membicarakan urusan bisnis, Maya dan Silvana mulai asyik merancang rencana acara pertunangan anak-anak mereka.

Maya dan Silvana sepakat untuk mengundang seluruh keluarga besar. Bagaimanapun, ini adalah pertunangan untuk putri satu-satunya Silvana dan putra bungsu Maya.

Sementara itu, di kediaman Tania...

Mobil yang membawa Adrian akhirnya tiba. Pria itu menyusuri halaman rumah ibu mertuanya dengan langkah berat karena kepikiran Hanum. Kedatangannya disambut hangat oleh Tania yang belum tahu-menahu soal badai di dalam pernikahan anaknya.

"Eh, Adrian? Ayo masuk, Nak." sapa Tania ramah dengan senyum mengembang.

Namun, sambutan hangat itu terasa kontras dengan sikap Alyssa. Begitu melangkah keluar dari kamar dan melihat sosok suaminya berdiri di ruang tamu, Alyssa hanya menyapa sekilas dengan nada dingin—bahkan tanpa menyentuh jemari Adrian untuk bersalam seperti biasanya—sebelum akhirnya berbalik melangkah kembali ke dalam.

Tania yang memahami situasi dingin di antara keduanya melangkah mundur perlahan, membiarkan Adrian menyusul Alyssa ke kamar.

Pintu kamar perlahan terdorong. Di dalam, Alyssa sedang berdiri membelakangi pintu. Tanpa membuang waktu, Adrian langsung berlutut di hadapan istrinya dengan raut wajah penuh penyesalan.

"Lyssa... maafkan aku," bisik Adrian serak.

Alyssa menarik napas panjang, berbalik dan menatap pria yang berlutut di kakinya. "Enggak usah minta maaf, Mas. Aku tahu, aku memang enggak pernah penting buat kamu," ujar Alyssa dengan suara bergetar menahan ledakan emosi di dadanya.

"Bukan begitu, aku—"

"Aku apa?!" potong Alyssa tajam. "Aku berhak kamu abaikan? Kamu kesampingkan? Begitu?"

Airmata yang ditahannya akhirnya lolos membasahi pipi. Alyssa menatap Adrian dengan mata yang kian memerah.

"Apa kamu tahu, Mas... apa yang paling melelahkan buat aku selama ini?" suara Alyssa melemah, berganti menjadi hembusan napas putus asa. "Yang paling melelahkan itu bukan mencintaimu... Tapi bertahan di tempat yang terus-menerus menyakitiku."

Adrian mematung, lidahnya mendadak kelu saat melihat sorot mata Alyssa yang begitu hancur.

"Aku pikir, seiring berjalannya waktu kamu bakal belajar mencintai dan menerima aku. Tapi nyatanya? Semakin aku bertahan, semakin aku kehilangan diriku sendiri. Aku mulai terbiasa menangis tanpa suara, tersenyum tanpa rasa, dan berpura-pura baik-baik saja hanya demi bisa tetap berdiri di sampingmu."

Alyssa mengulas senyum pahit. Jika diingat-ingat kembali, betapa konyolnya ia telah menyia-nyiakan empat tahun usia pernikahannya demi memperjuangkan pria yang sama sekali tak pernah menganggapnya ada.

"Sampai akhirnya aku sadar... kamu sibuk berbahagia bersama cintamu, sementara aku terkunci sendirian di istana yang kamu buat untukku."

Adrian terdiam membisu, mencerna setiap patah kata yang keluar dari bibir istrinya. Rasa bersalah menghantam dadanya bertubi-tubi, namun di sisi lain, hatinya memang masih terlalu keras terkunci hanya untuk Hanum.

Alyssa menghapus air matanya dengan kasar, berusaha menata kembali sisa-sisa harga dirinya.

"Lebih baik Mas pulang saja. Aku mau tinggal di sini untuk beberapa hari."

"Enggak, aku akan tetap di sini," balas Adrian pelan namun tertahan. "Sampai kamu mau memaafkan aku, Sa."

"Terserah," balas Alyssa dingin.

Tanpa sudi menatap Adrian lebih lama, Alyssa berbalik melangkah keluar, meninggalkan suaminya yang masih membeku berlutut sendirian di dalam kamar.

Bersambung ...

1
jumirah slavina
jangan dengerin s' Maya itu., lakukan yang hati'mu mau biar tenang jiwa raga'mu...
jumirah slavina: Aku pengen jambak bibir s' Han Kak

🤭🤣
total 2 replies
jumirah slavina
makan tuh istri licik'mu., dasar Suami durjana.,
jumirah slavina
gak usah sok panik., itu hasil dari perkataan'mu., dasar playing victim
AriNovani: /Joyful//Joyful/
total 3 replies
jumirah slavina
sudah tau sama² selingkuh masih d'suruh sama²., aneh s' Mama
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
SALAH.,
mana sih Suami'y.,
wwooii Suami Indah yang gak Indah.,
bawa pulang noh istri durjana'mu itu
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
semoga s' Indah yang tak Indah ini ke gigit lidah'y sendiri 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
jumirah slavina
enak aja., kuras harta'y.,
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 7 replies
jumirah slavina
lihat nih Ma Anak'mu., nih yang mau Kamu pertahankan rumah tangga'y.,
Virna Vaina Voona
biarin si Adrian sama Hanum aja.. biar si Alyssa bahagia sama arden
jumirah slavina
semua ini gegara Otor., Al.,

🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
wwooii Anton., ancam istri durjana lu.,

Intan : kali ini klo Kamu bikin ulah., mengganggu siapapun termasuk Alis., Aku akan mengembalikan Kamu sm Kakak'mu
AriNovani: samaa /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
ngapain jawab terserah., seret keluar sambil bilang

KAMU BOLEH BALIK KE SINI KLO SUDAH BAWA SURAT CERAI
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
jumirah slavina
dana darurat gundul'mu kui., dasar playing victim
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/🤣🤣
total 1 replies
jumirah slavina
sama pensil Alis wwooii
AriNovani: /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
s!alan... s!alan... kau yang s!alan bedeb4h
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
liburan seorang diri., auto menggembel dia., duit habis beli tas🤣🤣🤣
jumirah slavina: Papa gundul'nu kui.,

🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
s' Indah yang gak Indah ini mesti d'wewelin cabe sekilo tiap hari
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ck... s' Mama... bisikin Aku.,. Ma... rahasia apa itu ??
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
ya cerai lh., nikah sm sArden
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah sah dia... udah sahhhh...
s' Han ini bebener ya...
astagaaaaaaaa...

Han : ko' nyalahin Aku Jum., ini semua gegara Otor lo., bukan Aku

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: Terpaksa Menikahi Tuan Muda

karya Lasheira
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!