Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Eighteen : Two Soul One Body
" kakak, kalian membalut ku kebanyakan ".
Keita sedang yang berpura-pura sebagai Keira di tubuh saudara kembarnya sendiri menggerutu saat Andy membalutnya dengan kain-kain sedangkan Alfa mencari yang bisa digunakan untuk membuat adik perempuan mereka tetap hangat.
dan dia menggerutu karena selain dipakaikan jaket usang tapi masih bisa digunakan, Andy membalut anak itu 5 lembar kain yang digunakan untuk menutupi barang-barang tertentu.
Setidaknya Arga mengkibaskan kain -kain tersebut untuk mengurangi banyaknya debu yang menempel setelah sekian lama.
" tidak boleh mengeluh, Keira. Kau berada di tempat dingin sangat lama, kakak khawatir kau terkena hipotermia apalagi kain-kain ini tipis sehingga dibutuhkan banyak untuk bisa membuatmu hangat".Andy mengabaikan protes adiknya.
bagaimana aku bisa mengatakan padamu jika suhu dingin sudah menjadi bagian diriku sejak lama...? Keita yang berada di tubuh Keira merasa aneh terhadap tindakan Andy tapi tidak bisa mengatakan rasa dingin tidak pernah mempengaruhinya selama ini.
"tapi Keira bisa jadi mumi jika kakak terus membalut Keira dengan banyak kain.
Selain itu,bukankah kalian juga perlu kain untuk menghangatkan diri? "
Keita dan Keira merasa tidak enak mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri seperti saat Andy memilih Menyelimuti tubuh dengan dua jiwa itu dengan 5-6 kain, Arga terbatuk-batuk saat mengibaskan kain agar debu yang menempel berkurang banyak bahkan jari Alfa sampai tergores karena tidak sengaja terkena benda tajam saat mencari sesuatu untuk menghangatkan tubuh. dan semua itu mereka lakukan demi adik yang tubuhnya dia pinjam sementara.
Ia tersentuh dengan perbuatan mereka yang tidak mementingkan kondisi mereka sendiri dan merasa kasihan karena mereka tidak mendapat perlakuan yang adil dari ayah mereka.
Ayah...
kau pria banjingan...!
kau memperlakukan salah satu anakmu seperti pangeran tapi anak-anak lain kau perlakukan seperti pengemis.
bahkan anak yang baru lahir saja kau habisin.
Aku mengerti, lahir berbeda dengan anakmu yang lain sangat membuatmu malu...
tapi aku tidak Terima kau memperlakukan adikku, Keira dengan buruk bahkan tidak berkeprimanusiaan.
kami berlima adalah anakmu secara sah...
tapi kau lebih mencintai anak haram itu dan memperlakukan kakak triplet, aku dan Keira sangat buruk seperti kami yang terlahir anak haram, bukan Kenzo.
Rasa sakit, penghinaan terhadap mereka bertiga dan Keira, akan kubalas! setelah aku menyingkirkan orang-orang yang berada disisimu.Keita berjanji pada dirinya sendiri untuk membalas Slavic menjadi orang terakhir seperti sebuah makanan favorit menjadi yang terakhir untuk dimakan.
" kau tidak perlu khawatir akan kami, Keira".Pada saat itu mereka mengelilinginya dan langsung berpelukan untuk menimbulkan rasa hangat.
"bukankah sebaiknya Keira tetap disana saja? Keira tidak mau kalian dalam masalah karena membawaku kemari".
" dan membiarkanmu mati kedinginan diluar sana? tentu saja tidak akan kami biarkan itu terjadi".Andy menolak membiarkannya disana bahkan Arga dan Alfa juga sependapat dengan Andy.
"tapi, bagaimana jika ayah tahu? bukankah besok pagi ia akan memastikan keadaan kita besok pagi?"
"... apa yang kau katakan Keira? bukankah selama ini kau tahu ayah tidak pernah melihat kondisi kita setelah dihukum bahkan ia bersantai menikmati secangkir kopi sambil baca koran seakan tidak pernah terjadi apapun pada kita? " Arga merasa bingung saat adiknya mengkhawatirkan hal itu.
Aku tidak tahu hal itu. Pikir Keita.
Aku lupa memberitahumu tentang itu. Pikir Keira.
" rasa kedinginan buat Keira tidak berpikir jelas, kak Arga".
"oh...selain itu, Setiap kita dikurung selalu besok pagi pintu dibuka ama bodyguard tanpa melihat kedalam tempat ini.
satu-satunya yang khawatir hingga melepaskan ikatan kita hanyalah ibu saja". ucap Arga.
" mengenai bodyguard, kita tidak melihat satupun dari mereka bukan? " Alfa menyadari para bodyguard ayah mereka tidak terlihat satupun sehingga mereka terlalu mudah membawa Keira bersama dengan mereka.
Andy dan Arga pun mulai berpikir sama mengenai ketidakberadaan penjaga suruhan ayah mereka.
" kakak, Keira mengantuk". Keira yang kembali memegang kesadaran ditubuhnya mengalihkan topik pembicaraan mereka sedangkan Keita masih berada di dalam tubuh Keira.
"ah! sebaiknya kita tidur saja, kita butuh energi besok". pada akhirnya, mereka pun tidur saling berpelukan.
" 𝚖𝚞𝚕𝚊𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐, 𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚖𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊𝚖𝚞, 𝙺𝚎𝚒𝚛𝚊...
𝚊𝚔𝚞 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚗𝚌𝚞𝚕 𝚖𝚎𝚖𝚎𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚗𝚍𝚊𝚕𝚒 𝚜𝚊𝚊𝚝 𝚊𝚍𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚊𝚔𝚒𝚝𝚒 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚖𝚞 𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚑𝚞𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎 13 𝚝𝚒𝚋𝚊".
" ulang tahun yang ke13? apakah ada yang akan terjadi di saat itu? " dalam pikirannya, Keira bertanya namun Pikiran Keita memilih diam sehingga ia bertanya-tanya dalam hatinya.
"aku berharap... kau akan memberitahuku...". Keira bergumam sebelum akhirnya ia benar-benar tidur saking lelahnya dalam kehidupan keluarga yang lebih beracun daripada bisa ular.
" ugh... tidak bisa bergerak ". Keira mengeluh dalam gumamannya saat ia tidur dalam balutan banyak kain dan dipeluk erat oleh triplets bagaikan kepompong di ranting.
ada ibu anna lho...