NovelToon NovelToon
Shower Of Blood

Shower Of Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: ShAdOwFaNg

"Ugh..
aku harus..."

Theo seorang pemuda yang sedang bersepeda, menemukan sebuah cafe di daerah bukit bernama Bukit Dingin.

tiba-tiba, terjadi hal yang aneh pada Theo yang membawanya ke dunia lain.
cerita ini mengisahkan perjalanan Theo di dunia lain.
penasaran dengan perjalanan Theo?
segera baca kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShAdOwFaNg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 28 : Selamat Tinggal

Glek

Theo mencoba meneguk gelas wine lebah itu.

"Wah, mantap! Rasanya... Sempurna."

Entah kenapa, wine itu terasa sangat wangi. Bahkan, wine itu terasa lebih wangi dari wine buah madu yang Theo buat sebelumnya.

"Baiklah aku keluar dulu ya."

Theo keluar dari ruang jiwanya, ia mendapati bahwa hanya Lucy yang telah terbangun.

Mukanya terlihat sangat mengantuk, matanya sayu dan tubuhnya berkeringat hebat.

"Panas banget... Theo."

Syut

Lucy membuka jubahnya, menyisakan pakaiannya. Lucy pergi keluar ruangan mengikuti Theo, duduk di atas rumput yang tinggi.

"Tadi kamu berani bantu aku, makasih ya." Theo memuji Lucy.

"Bukan apa-apa, kamu malah lebih hebat." Pipi Lucy memerah

"Lucy, Aku... Sepertinya aku juga suka sama kamu." Theo menatap mata Lucy, lalu ia mulai merangkulnya.

"Hah? Beneran? Hihi, senangnya."

"Tapi... Kayanya aku nggak mau menjalin hubungan dulu deh. Bukannya gimana, tapi aku ngerasa kalo kita harus melawan sesuatu yang berbahaya."

Meski kecewa, Lucy agaknya memahami ucapan Theo.

"Ah aku tidak tahan."

Cup

Mhh...

Theo mencium bibir Lucy, melumatnya dalam.

"Itu hadiah dariku, makasih ya udah ada di dunia ini. Hehehe," ucap Theo dengan wajah yang sudah memerah.

Tidak lama, semua orang mulai keluar dari rumah itu.

"Ayo kita berangkat!"

Xiangran segera membawa dua ekor kuda, serta sebuah kereta kuda.

"Kali ini giliranku." Xiangran mulai mengikat kuda ke kereta kuda, lalu naik ke tempat kusir.

Di sisi lain, Theo membantu Lucy naik. Sedangkan, Silas membantu Linlin untuk naik ke atas kereta kuda.

"Astaga, kukira kereta apaan. Ternyata cuma kereta barang." Silas agak kecewa melihat bahwa mereka akan menaiki kereta barang.

Namun, Theo menyanggah Silas, "Yah setidaknya kita bisa naik."

"Betul tuh, dasar gorila bodoh yang tak tau terima kasih. "

"Apa? Aku? Ush. Padahal tadi ada yang, 'cayang.... tcenang lah, aku ada di cini.' Utututu, padahal seorang anggota kuil nggak boleh menjalin hubungan." Silas membalas ejekan Lucy dengan wajah yang tengil.

Duak

Silas ditendang oleh Lucy keluar dari kereta kuda, menyebabkan Silas tertinggal beberapa langkah sebelum akhirnya kereta dihentikan.

"Ada apa sih? Kenapa loh harus aku yang di tendang?!"

Seperti biasa, Lucy dan Silas selalu bertengkar.

Kali ini, Theo tidak berbicara. Ia hanya mendekatkan White ke arah mereka berdua.

"Hmmph"

Kedua orang itu sontak menutup mulutnya.

"Semuanya, kita sekarang akan keluar dari perbatasan kota," kata Xiangran sambil mengatur kereta kudanya.

"Selamat tinggal, Kota suci... Heh?'' Theo menengok Silas dan Lucy.

"Antherion, Kota Suci Antherion." Lucy menjawab Theo

"Silas, memang kalo jadi anggota kuil ga boleh nikah ya?"

"Yah begitulah. Setiap anggota kuil sudah disumpah untuk mengabdikan diri penuh pada Dewi agung Solina."

"Ooh, ok dah. Oiya kita kali ini akan menghadap Patriark ordo cahaya dan Lady Maria. Emm... Tetua itu apa ya?"

"Jadi say... Ehm... Theo, tetua itu bisa dibilang wakil dari Patriark. Saat ini, ordo dipimpin oleh seorang Patriark bernama Gabriel. Sedangkan, tetua dari ordo cahaya ada empat. Joseph si pendamping Patriark, Lady Maria penasihat ordo, Robertus Si kebajikan ilahi, sama Goldus si Pebisnis ulung."

"Hah? Jadi... Robert itu tetua? Dia? orang bodoh itu? Wah... Pasti Patriark kalian nggak bisa milih orang." Theo merasa bingung, karena baginya Robertus adalah orang yang paling bodoh dan gila di dunia.

"Ehm, tolong jangan terlalu frontal." Lucy mengingatkan Theo, barangkali ada yang tidak terima dengan itu.

"Jadi... Robert bilang aku harus berhati-hati sama si Joseph?"

"Ya begitulah, dari beberapa investigasi kami... Dia adalah seorang yang sedang merencanakan kudeta. Meski begitu... diantara semua orang, hanya dia yang paling dipercaya Patriark dan bahkan dialah orang yang paling menyebarkan ajaran Solina ini."

"Hmm... Semuanya bersiap, sebentar lagi akan ada orang yang datang dan merampok kita." Xiangran berteriak, lalu ia segera mengendalikan kudanya dengan baik.

Theo, Silas dan Lucy segera bersiap sedangkan Linlin ditaruh di antara barang yang ada.

"Hahaha, serahkan uang kalian... Atau kamu akan..."

Duak!

Xiangran memukul orang itu, tidak membiarkan orang itu menyelesaikan kata-katanya.

"Boss! Serang dia!" Berbondong-bondong orang berlari ke arah Xiangran.

Duak!

Swiing

Air, seluruh tubuh Xiangran bergerak seperti air. Pertahanan yang kokoh seperti tembok, tapi serangan yang mengalir bagaikan air.

"Wah..." Tidak ada yang tidak kagum dengan itu, Xiangran ibarat sedang menari di atas medan perangnya.

'Nanti aku harus minta dia ngajarin.'

Ketika tersisa tiga orang, Xiangran langsung mengubah posisi kakinya.

Boom!

Kaki Xiangran berdiri tegap, meninggalkan jejak yang sangat dalam.

Tangannya mengayun, membentuk sosok gajah yang sangat gagah.

"Serang! balasan dendam bos." Para perampok maju bersamaan.

Sriing

Sebuah pedang terayun ke arah Xiangran, tapi Xiangran berhasil menepis pedang itu.

Agresif, sungguh agresif. Xiangran terlihat seperti orang yang sangat berbeda.

Tubuhnya bergerak seperti kilat, matanya seolah menembus jiwa, memburu setiap perampok.

Seorang perampok secara diam-diam berhasil menembus Xiangran. Ia segera menyerang Theo.

"Hiyatt!"

Trang

Theo membalas dengan mengayunkan belatinya. Sedikit demi sedikit, mata kiri Theo memerah.

Namun, Theo berhasil mengendalikan mata kirinya sehingga ia tidak mengamuk.

Duak

Sreet

Theo memukul orang itu, tapi di saat yang bersamaan, Theo mengayunkan kukrinya.

Crash

Orang itu berhasil dilukai oleh Theo. Namun, Theo tidak sadar bahwa ada orang di samping Lucy.

"Semuanya, berhenti atau akan aku bunuh wanita ini." Sebuah pisau dingin menempel di leher Lucy.

Melihat itu, Theo lari ke arah Lucy.

Duak!

Lucy segera melepaskan dirinya sendiri, ia sengaja di tangkap dan menggunakan bubuk pelumpuh untuk melumpuhkan orang itu.

"Hehehe, Dewi Kecantikan." Orang itu tergeletak dengan wajah mesum, tubuhnya dipenuhi oleh keringat dan darah.

"Lucy! Kau baik-baik saja?"

"Tenang caja cayang, aku baik baik caja." Bukannya Lucy yang membalas, Silas justru membalas pertanyaan Theo dengan muka menyebalkan.

Duak!

Lucy membanting Silas, lalu ia mengambil uang Silas.

"Aduh! Bisa nggak sih jangan pake kekerasan? Mati aku lama-lama."

"Sudah-sudah, lagian liat dia masih bertarung."

Theo menujuk Xiangran yang sedang melawan sepuluh orang sendirian.

Buak! Buk! Buk!

Hebat, sungguh hebat Xiangran bisa mengalahkan mereka sendirian.

"Linlin!" Xiangran langsung berlari, tapi ia langsung dicegah oleh Theo.

"Jangan langsung ke adikmu. Takutnya adikmu malah terbuka posisinya. Dia aman, aku jamin itu," bisik Theo.

"Oiya, nanti ajarin aku ya."

Theo segera melihat sekelilingnya memastikan semuanya aman. Tidak lama bagi Theo untuk menemukan orang lain yang masih bangun.

Buak!

Kratak!

Syuut!

Semua perampok telah mati, baik karena dipukul oleh Xiangran maupun di tebas oleh belati Theo.

Tidak lama, dari kejauhan terdengar suara teriakan yang sangat amat familiar di telinga Theo.

"Demi sang Bulan Hitam"

Glek

Glek

Glek

"Grroooarrrr!"

Muncul seekor monster besar di tengah hutan.

...****************...

End Ch. 28 : Selamat Tinggal

Makasih banyak semuanya udah mau baca karyaku. Jangan lupa like, comment dan favorit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!