NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Redanya Badai di Bawah Tenda Kusam

​Suasana di dalam warung tenda kaki lima milik keluarga Pak Prabowo kini benar-benar telah berubah total. Sisa-sisa ketegangan, teriakan ancaman, dan air mata ketakutan yang sempat mencekam tempat itu laksana menguap ditiup angin malam. Di atas meja kayu yang sederhana, bundel dokumen tebal bersampul sertifikat resmi negara dengan logo garuda emas tergeletak dengan anggun—sebuah bukti nyata bahwa hak, harga diri, dan masa depan keluarga Raka Ekonomi yang sempat dijarah selama setahun penuh, kini telah kembali utuh ke dalam genggaman mereka.

​Bahar, Deni, dan lima antek pejabat hukum dari Titan Artha Group tampak menyeka keringat di dahi mereka menggunakan tisu dengan gerakan yang sangat sopan. Setelah menghabiskan sepiring nasi ayam penyet hangat sesuai dengan titah lembut dari Nona Muda Ani, mereka semua serempak berdiri dari kursi plastik. Tidak ada lagi raut wajah angkuh; yang tersisa hanyalah tatapan penuh rasa takzim dan ketakutan yang mendalam terhadap sosok pemilik baru korporasi mereka.

​"P-Pak Prabowo, Ibu Sri Mulyani, dan Dek Raka..." ucap Bahar sambil membungkukkan badannya sedalam empat puluh lima derajat sebelum pamit. "Kami semua memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kebiadaban kami selama ini. Sesuai perintah Tuan Muda Arvand, seluruh urusan administrasi pemulihan restoran Bapak akan selesai besok pagi. Kami pamit undur diri."

​Dengan langkah yang sangat tertib dan tanpa suara, komplotan pejabat berdasi itu melangkah keluar dari tenda, masuk ke dalam mobil mereka, dan perlahan melaju pergi meninggalkan lokasi. Jalanan sekunder kota kembali sunyi, menyisakan keluarga kecil itu yang masih diliputi rasa tidak percaya yang teramat sangat.

​​Pak Prabowo perlahan mendekati anak laki-lakinya, lalu menepuk pundak Raka dengan tangan yang masih gemetar karena haru. "Raka... Le... Gusti Allah bener-bener mengirimkan malaikat penolong buat keluarga kita lewat Mas Arvand. Kamu harus ingat baik-baik budi pekerti guru kamu itu, Nak."

​Ibu Sri Mulyani mengangguk setuju sambil memeluk erat sertifikat tanah restoran mereka. "Iya, Raka. Ibu mboten pernah liat ada orang sekaya dan seberkuasa itu, tapi adabnya begitu mulia. Mas Arvand dan Dek Ani bener-bener contoh nyata dari orang yang berilmu dan tahu cara menghormati sesama."

​Raka Ekonomi tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan, namun di dalam batinnya, sebuah riak tekad yang sangat raksasa sedang bergolak hebat. Remaja yang kemarin siang masih merasa depresi, minder, dan putus asa karena statusnya sebagai murid kelas buangan di 12 F, kini mendadak merasakan dadanya dipenuhi oleh api semangat yang membara.

​‘Mas Arvand... tidak, Pak Arvand Pratama,’ batin Raka sambil menatap kartu nama hitam legam bercetakan emas di atas meja dengan pandangan penuh rasa hormat tertinggi. ‘Kemarin siang semua orang di sekolah merendahkan jenengan karena status guru honorer. Semua orang mengira jenengan menerima jabatan wali kelas 12 F cuma karena dijodohkan dengan putri Kepala Sekolah, Yasmin Adiba. Tapi malam ini... jenengan membuktikan kepada dunia bahwa jenengan adalah sosok raksasa yang sesungguhnya. Kalau seorang penguasa Titan Artha Group saja sudi menjadi wali kelas kami dan membela keluarga saya... maka saya bersumpah, demi kehormatan Pak Arvand, saya akan belajar mati-matian mulai besok pagi! Saya tidak akan membiarkan kelas 12 F direndahkan lagi oleh siapa pun di sekolah itu!’

​Sementara itu, beberapa kilometer jauhnya dari warung tenda kaki lima, mobil sedan mewah BMW 7 Series milik Arvand Pratama terus melaju membelah keheningan malam dengan kecepatan konstan. Di dalam kabin yang kedap suara dan sangat nyaman, Ani Fitriani Aulia tampak bersandar di kursi penumpang sambil menatap pemandangan lampu-lampu kota yang indah dari balik kaca film yang gelap.

​"Mas Arvand..." panggil Ani dengan suara yang lembut, memecah keheningan di antara deru halus mesin mobil.

​Arvand melirik adiknya dari kaca spion tengah sambil tersenyum hangat. "Iya, Ani? Ada apa, Dek?"

​"Ani tadi bener-bener merinding waktu liat paman-paman berbaju necis itu sampai bersujud di atas tanah," tutur Ani jujur, mengingat kembali ritual penghormatan ala kekaisaran yang dilakukan oleh Bahar dan antek-anteknya tadi. "Tapi Ani seneng banget waktu liat wajah Pak Prabowo sama Ibu Sri Mulyani langsung bahagia karena surat restorannya kembali. Mas Arvand hebat banget bisa menyelesaikan masalah serumit itu cuma pake satu panggilan telepon."

​Arvand terkekeh pelan, tangan kanannya memutar setir mobil dengan sangat anggun saat mereka mulai memasuki gerbang kawasan hunian elit bertingkat tinggi di pusat kota—sebuah kompleks perumahan mewah yang dikhususkan untuk kalangan konglomerat papan atas, yang juga merupakan salah satu aset properti yang baru saja diberikan oleh Sistem Mengajar Mutlak kepadanya.

​"Itu semua bukan karena Mas hebat, Ani," jawab Arvand dengan nada suara yang sangat santun dan penuh kerendahan hati. "Itu karena takdir Gusti Allah yang menuntun langkah kita ke warung itu. Kekuasaan dan harta triliunan dari Titan Artha Group yang Mas pegang saat ini... tidak akan ada harganya kalau tidak digunakan untuk menegakkan keadilan bagi orang-orang kecil yang tertindas seperti keluarga Raka. Nilai tertinggi dari seorang manusia itu ada pada kemampuannya memberikan manfaat bagi sesama, sesuai dengan apa yang selalu bapak dan ibu ajarkan kepada kita di kampung."

​Ani tersenyum sangat manis mendengarkan petuah bijak dari kakak sulungnya. Rasa bangga dan rasa aman yang luar biasa membuncah di dalam hatinya.

​Mobil BMW hitam metalik itu akhirnya berhenti dengan sempurna di depan lobi sebuah penthouse mewah berlantai dua yang sangat megah. Pelayan berseragam rapi langsung menyambut kedatangan mereka dengan membungkuk takzim, membukakan pintu mobil bagi Arvand dan Ani. Eksodus dari kosan sempit milik Mbok Sum kini telah resmi berakhir; mereka berdua telah berpindah ke dalam puncak kemewahan kota.

​Setelah memastikan Ani masuk ke dalam kamar tidurnya yang baru untuk beristirahat, Arvand berjalan menuju ke arah balkon lantai dua. Ia berdiri menyandarkan kedua lengannya di atas pagar pembatas kaca, membiarkan embusan angin malam yang dingin menerpa wajahnya yang tampan dan gagah. Dari ketinggian penthouse ini, sepasang mata tajam Arvand menatap lurus ke arah siluet gedung SMA Cakrawala Bangsa yang samar-samar terlihat di kejauhan.

​Sebuah kilat antisipasi dan aura kepemimpinan yang sangat absolut kembali berkelebat di dalam sepasang pupil matanya. Sistem Mengajar Mutlak di dalam benaknya memberikan sebuah notifikasi lembut, menandakan bahwa misi persiapan pengenalan karisma telah sukses seratus persen, dan esok pagi adalah waktu eksekusi untuk misi utama sebagai wali kelas.

​‘Raka Ekonomi sudah berhasil saya amankan mentalnya malam ini,’ batin Arvand sambil menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sangat penuh wibawa dan misterius. ‘Tapi di dalam kelas 12 F... masih ada puluhan murid bermasalah lainnya yang masa depannya sedang diinjak-injak oleh sistem sekolah yang tidak adil. Ada anak-anak pejabat yang nakal, anak-anak broken home yang berontak, dan para tiran sekolah yang merasa bisa membeli segalanya dengan uang orang tua mereka. Besok pagi... saat fajar menyingsing dan bel sekolah berbunyi... saya sendiri, Arvand Pratama, yang akan berdiri di depan papan tulis kelas 12 F untuk memulai revolusi pendidikan terbesar di kota ini. Surga bagi murid-murid yang tertindas, dan neraka bagi mereka yang angkuh, akan resmi saya buka dengan cara yang paling terhormat!’

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!