Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Leo mendatangi Arun lewat mimpi.
Setelah kecupan yang terakhir dari Leo,
Arun tersadar kan.
"Leooo""
Siti,Toni dan Dimas yang ada diruangan itu, terkejut dan kaget dengan sadarnya Arun yang memanggil nama Leo,
"Mbaaaa,,mba Arunn mba Arun gak papa?""
"Sitiii"" "Iya Mba ini Sitii?"
"Mana yang sakit Mba"" Kata Siti.
Mereka berdua menangis sambil berpelukan,
Sementara Dimas dan Toni pun larut dalam kesedihan,
"Sudah yaa Mba,Mba Arun harus cepat sembuh."
"Iya Sitt"
"Cepet sembuh ya Mba?" Kata Toni.
"Iya Toni terimakasih?" "Untung Mba orangnya bertanggung jawab dan mau mengobati Mba sampai sembuh?"
"Emm iya" jawab Arun.
Kata Toni,
"Lo lalu Pak Dimasnya kemana Mas Toni?"
"Itu tadi menyelesaikan administrasi."
Jawab Toni ke Siti.
"Memang namanya siapa Mas." Tanya Arun ke Toni. "Pak Dimas Mba,?""
"Oooo? ya sudah Mas Toni,Mas Toni pulang saja nanti kalau Ibu tau gak enak."
Kata Arun menyuruh Toni pulang.
"Tapi beneran Mba,Mba Arun gak papa sendiri."
Jawab Toni.
"Bener Mass gak papa."
"Sudah Sit kamu juga pulang."
"Aku gak apa-apa sendirian?" Kata Arun.
Dimas tiba-tiba mucul dibalek pintu.
"Leooo"
"Leo,Leo siapa Mba,Mba Arun kenapa sih kok sering panggil nama Leo,memang siapa Mba?""
Tanya Siti.
"Mana ada Sitt mungkin kamu salah denger ah,ya suda sana cepet pulang aku gak apa-apa sendiri."
"Saya Dimas Mba,saya minta maaf atas kejadian yang menimpa Mba Arun,saya akan bertanggung jawab semua pengobatan Mba Arun sampai selesai."
Dengan expresi datar dan dingin Dimas memperkenalkan diri ke Arun.
"Terimakasih Pak Dimas."
Jawab Arun singkat.
Dalam hati Arun.
"Wajahmu memang mirip dia,tapi kamu sombong dan akuh kelihatannya."
"Wajahmu sama tapi sifat mu beda."
"Leo baik tulus, penyayang,sedangkan karaktermu beda, meskipun kamu pakek wajah Leo ku, aku gak tertarik."
Arun sambil makan kue yang dikasih Siti tak terasa air mata nya mengalir teringat hantu Leo.
"Mba kamu menangis kenapa?"
Kata Siti, "Sakit ya Mba kaki kamu?" "Gak Sitt,sudah Siti pulang rumah kosong nanti kalau Ibu tau malah kena marah kalian?""
Kata arun,,
"Ya sudah aku pulang ya?"
"Iyaaaa Toni jangan laju-laju."
"Iya Mbaa"
Sedang kan Dimas masih disitu dia duduk dikursi lalu dia bertanya ke Arun.
"Mba,ini teman-teman Mba Arun pulang semua,mana nomer keluarga Mba Arun yang bisa saya hubungi untuk jaga Mba Arun."
"Gak usah Pak terimakasih?"
"Dan juga Pak Dimas gak perlu jaga saya juga,saya tau pasti Pak Dimas sibuk dengan pekerjaan Pak Dimas,saya sendiri gak apa-apa Pak."
Kata Arun ke Dimas.
"Oh oky kalau begitu Mba,saya akan pulang memang perkerjaan penting saya dikantor memang banyak?"
"Iya Pak gak Papa silahkan?""
Lalu Dimas keluar dengan wajah dingin dan kesal.
"Baru kali ini aku melihat perempuan sok mandiri dan sok kuat sseperti itu."
Dimas kesal karena biasanya perempuan yang ketemu dia itu, pertama ketemu langsung segan dan ingin di perhatikan olehnya,tapi ini gak malah Arun yang Acuh.
Akhirnya semua yang ada diruangan itu pulang semua,dan tinggal Arun sendiri,
Lalu Arun mengambil ponselnya dia nulis di memo yang ada diponsel.
Tentang Leo.
"Leoo,Arun sekarang ingat semua tentang Leo setelah Arun bertemu Leo lagi, sekarang Arun akan menepati janji Arun tidak akan cengeng lagi atau pun ngeluh lagi Arun percaya Arun akan bahagia seperti Leo percaya pada Arun,dan Arun tau bahwa Dimas adalah orang yang ingin Leo kenal kan pada Arun karena wajah Dimas sama persis dengan Leo,tapi bagi Arun bukan wajah sekarang yang aku kagumi dari Leo tapi hati,dan sifat Leo lah yang Arun kagumi,tidak ada yang bisa menggatikan Leo selamanya dihati Arun."
Sementara itu Dimas yang sudah pulang ternyata kepikiran juga sama Arun apa lagi tentang kejadian ini tadi malah terbayang wajah Arun dikala pucat pasih, sehingga dia mau istirahat gak bisa,dan dia memutuskan untuk kembali kerumah sakit karena takut terjadi hal-hal gak baik dengan Arun jadi fikir Dimas nanti dia yang susah.
Setelah berkemas Dimas langsung kembali kerumah sakit.
Dirumah sakit diruang perawatan Arun,hantu Leo yang jaga Arun sejak tadi nunggu Arunn disamping Arun.
Tak berapa lama kemudian Dimas masuk,
hantu Leo kaget juga.
"Loo kenapa balek lagi ni anak?""
Kata batin hantu Leo.
"Ehh ternyata dia sudah tidur."
Kata Dimas lihat Arun tidur pulas.
Lalu Dimas duduk dikursi yang ditempati hantu Leo, langsung hantu Leo cepat-cepat pindah.
"Apaan sih anak ini ganggu saja."
kata hantu Leo.
"Kok bisa ya,kemarin kejadian seperti itu,aku seperti didorong seseorang tapi apa?gak mungkin kalau mahkluk halus,lagian mana ada dijaman modern seperti ini ada mahkluk halus,Dimas kamu jangan percaya semua omong kosong itu lah?"
Dimas sambil bergumam mulutnya,menepis kata hatinya,dan dia selalu mengutamakan logikanya.
Hantu Leo yang mendengar,cucu keponakanya menggrutu geram banget.
"Aduh kakak kok bisa-bisanya sih kamu punya keturunan yang otaknya dangkal gini,
Dimas,Dimass fikiranmu hanya kamu pakek dipenglihatanmu tapi rasamu gak kamu terapkan,suatu saat kamu akan aku perlihatkan kehidupan yang semestinya,bukan hanya karir saja yang harus kamu pelajari."
Kata batin hantu Leo.
Dan disaat bersamaan Arun terbangun dari tidur nya dan kaget melihat,Dimas disampingnya yang dia kira hantu Leo.
"Leooo""
"Maksudnya Leo""
"Mba maaf ya,aku Dimas dan lihat baik-baik dan perhatikan wajah saya gak mungkin lah mba,wajah saya sama persis sama kekasih Mba yang gak jelas itu!" Dimas melampiaskan kekesalanya pada Arun.
"Aduh Pak maaf,saya tadi gak bermaksud seperti Pak Dimas bayangkan,karena tadi saya terkejut Pak Dimas tiba-tiba disini,kan tadi Bapak sudah pamit pulang iya kan,jadi bukan salah saya,kalau saya panggil sebutan lain?"
"Dan juga jangan suka marah-marah Pak,Pak Dimas masih muda,sayangi badannya?"
"Mba nyumpahin saya!""
"Astaghfirullah Pak! Aduhh sudah lah Pak saya capek pingin istirahat."
"Terimakasih atas kebaikan Pak Dimas ke saya?"
Sambil senyum tapi senyum terpaksa Arun tunjukkan ke Dimas,Dimas makin jengkel karena dalam hidupnya baru ada satu orang ini yang gak segan pada dia.
"Mba saya belum selesai ngomong,sama Mba!" Kata Dimas ke Arun.
"Ya sudah Pak saya dengerin?""
Jawab Arun.
"Begini lo Mba,saya itu tidak marah tapi kalau saya disama kan sama orang lain saya gak suka!"
"Ohhhh"" "gituuu,?ya sudah lain kali gak akan saya lakukan, ini tadi yang pertama dan terakhir ya Pak,semoga saja Pak Dimas habis gini gak bertemu saya lagi yaaa?""
"Astagaaa ni perempuan bikin aku naik darah saja?" Kata hati Dimas.
"Saya Mba,kalau gak karena rasa tanggung jawab saya gak mungkin Mba, saya bela-belain jaga Mba,karena waktu saya sebenarnya berharga."
Sambil kelihatan kesal betul Dimas, memperjelas siapa dirinya dan Arun cuman memandanginya dengan senyum."Kok ada ya orang seperti dia,wajah sama sifat dan prilaku kayak anak-anak?" Kata hati Arun.
"Leo apa sih hubungan Leo sebenarnya dengan dia,memang wajah dia itu mirip banget dengan Leo tapi kenapa beda sifatnya sama Leoo."
Setelah melampiaskan kesalnya sama Arun,Dimas mau keluar dan dia bilang.
"Mba aku mau keluar,mau pesan makanan."
"Pak kalau Arun pesen makanan,nanti diungkit-ungkit gak." Jawab Arun ke Dimas,
Langsung darah Dimas mendidih lagi.
Dan sambil mengepal kan tangannya menunjukan ke Arun sambil melotot matanya.
"Mbaaaa!!!! "Kamuuuu!"""
"Maaf Pak maaff?"""hiiii""" Lalu Dimas keluar untuk menenangkan hatinya dan cari makanan.
Hantu Leo yang melihat kelakuan mereka dari awal berdebat sampai Dimas mau keluar,dia senyum-senyum sendiri.
Dan berkata, "Benci dan cinta itu beda tipis Dimas hati-hati."
Gak berapa lama akhirnya Dimas kembali bawa satu kresek snacks,dan pizza.
Sedangkan Arun sudah tertidur tapi dia mengigau.
"Leooo,leo pernah bilang kan sama Arun?""
"Bisa bisanya tidur sambil ngigau,Leo lagi Leo lagi,kamu disakiti seperti apa sih sama Leo kamu itu sampai-sampai tidur bawa namanya terus-terusan,makanya jangan termakan janji-janji manis Mba." Kesal juga Dimas mendengar kata Leo dari mulut Arun.
Hantu Leo yang mendengar kata-kata Dimas ingin sekali mukul mulut Dimas tapi dia tahan karena Arun.
"Ya Tuhannn mulut kau Dimass?"
"Kak lala cucu kakakkk,?"" Karena kesal juga hantu Leo sampai,nyebut nama kakanya.
Hantu Leo langsung tarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol emosinya.
Dan malam pun semakin gelap,sedangkan Dimas,sehabis melihat dan mendengar kan Arun sedang mengigau,dia langsung duduk disofa dan direbahkan tubuhnya.
"Mau aku bangun kan kasian juga dia pasti baru tidur dia."
"Aku juga capek betul hari ini?"
Dimas pun baring disofa,dan akhirnya terlelap juga.